NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

.

Tuan Richard dan Reno telah sampai kembali di perusahaan Sebastian group. Begitu masuk ke ruang kerjanya, suasana dalam ruangan itu berubah drastis. Begitu pintu tertutup rapat, raut wajahnya yang tadi tampak lembut saat berhadapan dengan Alena lenyap seketika. Digantikan oleh tatapan dingin yang mengerikan. Rahangnya mengeras, menahan amarah yang meledak-ledak.

Reno yang mengikuti di belakangnya bahkan belum sempat membuka mulut, ketika Richard sudah membalikkan badan dengan cepat dan mengayunkan telapak tangannya.

Plak!

Satu tamparan keras mendarat tepat di wajah Reno membuat pria yang sama sekali tidak siap itu terhuyung mundur, nyaris kehilangan keseimbangan.

"Pa…?" serunya terkejut sambil menekan sudut bibirnya yang terasa perih.

Richard tak berhenti di situ. Ia segera menarik kerah jas putranya dengan kasar.

"Kau lihat tadi?!" bentaknya dengan suara rendah namun menggelegar amarah. Matanya melotot tajam ke arah putranya yang wajahnya hanya beberapa inci darinya.

Reno terdiam, menahan sakit dan rasa takut.

"Kalau saja kamu tidak merusak pernikahan itu..." ucap Richard masih mencengkeram kerah Reno dengan mata menyala marah. "Saat ini Alena sudah menjadi istrimu. Dan sebagai seorang istri dia pasti berdiri di pihak kita! Maka proyek besar itu pasti sudah menjadi milik kita!"

Brak!

Tuan Richard menghempaskan cengkeramannya hingga tubuh Reno terjatuh ke atas lantai dengan posisi terjengkang ke belakang.

Reno meringis menahan rasa sakit yang begitu luar biasa di bagian punggungnya. Namun, pria itu bahkan tak berani mengangkat wajah untuk menatap papanya.

"Kau membuang segalanya demi seorang wanita manipulatif. Dan sialnya wanita itu sama sekali tak bisa diandalkan!" lanjut Richard, suaranya menggelegar menggema dalam ruangan yang kedap suara. "Kau menghancurkan peluang terbesar yang pernah kita miliki! Seharusnya kita bisa bersaing dengan Wijaya Kusuma. Tapi apa?! Karena ulahmu yang tidak pakai otak itu, kita tetap harus berada di bawah Wijaya Kusuma!"

Reno diam seribu bahasa. Ia baru mengerti kenyataan yang selama ini tak pernah ia sadari. Alena bukan sekadar calon menantu bagi papanya. Melainkan seseorang yang bisa membawa keuntungan besar bagi perusahaan. Dan kini mereka kehilangan sosok itu. Dan itu adalah karena kesalahannya sendiri.

Selena yang begitu lembut, perhatian serta sedikit manja dan bergantung, membuatnya merasa dibutuhkan. Tidak seperti Alena yang begitu mandiri seolah membuatnya bagai tak terlihat. Ia benci itu, benci karena merasa Alena lebih dominan daripada dirinya.

Tapi kini, saat ia melihat kemenangan Wijaya Kusuma, saat ia harus menelan kekalahan, rasa sesak itu muncul. Pria itu merunduk semakin dalam. Bayangan Alena yang tadi berdiri tegak dan tenang di samping Nathan, membuat sesal itu berubah geram. Wanita yang dulu selalu menunggunya, kini telah melangkah jauh meninggalkannya. Kenapa? Apakah ternyata cinta Alena pada dirinya ternyata juga tak sebesar itu? Ada sisi hatinya yang terluka.

“Ingat baik-baik!" Suara papanya kembali terdengar. “Kalau kamu tidak berhasil membawa Alena kembali, maka jangan harap bisa menikmati fasilitas Sebastian grup!"

Ancaman itu kembali terdengar.

Tidak! Bukankah Selena bilang Alena sangat mencintainya? Dia pasti bisa mencari cara untuk meluluhkan kembali hati wanita itu.

*

*

*

Malam harinya di kediaman Bagaskara, Selena baru saja mendapat pesan dari Reno bahwa Wijaya Kusuma Group memenangkan proyek Vantage International. Seketika itu kemarahan kembali meluap merasuki otaknya. Membayangkan Alena berada di sisi Nathan saja sudah membuat otaknya mendidih, apalagi jika adik yang dianggap musuh itu semakin bersinar.

Perempuan itu berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya sambil menggigit kuku. Semakin ia memikirkan semuanya, semakin panas pula dadanya. Kenapa bisa Alena yang seharusnya sedang terpuruk karena pernikahannya batal justru bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan Wijaya Kusuma Group? Bahkan menjadi asisten pribadi Nathan. Pria yang selama ini begitu sulit ia dekati. Selena mengepalkan tangannya.

Tidak. Ia tidak bisa membiarkan itu terjadi. Jika dia berhasil mengambil Reno dari Alena dia juga pasti bisa mengambil Nathan. Nathan hanya belum mengenalnya saja.

"Aku pasti bisa menghancurkanmu, Alena," gumam Selena dengan rahang mengeras. Gadis itu segera keluar dari kamar dan menuju ruang kerja papanya.

Tok.

Tok.

Tok.

"Masuk."

Selena membuka pintu dan mendapati Tuan Gunawan sedang duduk di balik meja kerjanya. Beberapa dokumen perusahaan terbuka di hadapannya. Pria itu mengangkat wajah ketika melihat putrinya datang.

"Ada apa?"

Selena langsung berjalan mendekat. Wajahnya sengaja dibuat murung seolah sedang menyimpan sesuatu yang berat.

"Pa..." panggilnya pelan.

Tuan Gunawan meletakkan pena yang sejak tadi berada di tangannya. "Kenapa?"

"Aku ingin bicara tentang Adik."

Mendengar nama itu, raut wajah Tuan Gunawan langsung berubah. Beberapa saat ia hanya menatap putrinya sebelum akhirnya bersandar pada kursinya.

“Papa juga pasti sudah mendengar berita tentang kemenangan Wijaya Kusuma dalam perebutan proyek Vantage internasional kan?"

Tuan Gunawan terdiam mendengar pertanyaan putrinya. Berita besar seperti itu tentu saja sudah masuk ke dalam forum bisnis dan dia memang sudah melihatnya. Selena menangkap perubahan kecil pada wajah papanya dan segera memanfaatkan kesempatan itu.

"Kalau saja Adik masih berada di Bagaskara, bisa saja proyek itu menjadi milik kita. Tapi kenapa adik malah bekerja untuk orang luar? Bukankah seharusnya adik lebih mementingkan perusahaan keluarga?*

Tuan Gunawan mengerutkan kening. "Lalu menurutmu, apa yang harus kita lakukan? Alena sudah terlanjur pergi."

Selena menarik napas panjang, kemudian duduk di kursi yang ada di depan meja papanya.

"Menurutku Adik hanya mengambil keputusan karena emosi."

Tuan Gunawan tidak menjawab. Tiba-tiba saja ia berfikir, jika dirinya berada dalam posisi Alena mungkin dia juga akan emosi.

"Pa, Alena itu sudah terlalu lama bekerja di Bagaskara Group. Dia tahu semua sistem perusahaan. Dia juga mengenal banyak orang di sana. Kalau dia kembali, perusahaan bisa kembali aman seperti semula." Selena sengaja menjeda ucapannya untuk melihat reaksi papanya. "Apalagi sekarang dia bekerja sebagai asisten pribadi Nathan."

Tuan Gunawan mengangkat wajah. "Apa hubungannya?"

Selena menundukkan kepalanya, kedua tangannya saling bertaut saling meremas seolah ia ragu untuk berucap. "Sebenarnya... Aku sedikit khawatir, Pa. Aku takut Alena akan membalas dendam pada kita. Bagaimana kalau dia membocorkan seluk beluk perusahaan kita pada Tuan Nathan? Kalau itu benar-benar terjadi, perusahaan kita bisa hancur,” selanjutnya dengan suara yang dibuat prihatin.

Tuan Gunawan terdiam. Kata demi kata yang meluncur dari mulut Selena benar-benar merasuk ke dalam otaknya.

"Kalau Papa tidak mau itu terjadi, Papa harus membawa adik kembali sebelum semuanya terlambat."

"Bagaimana caranya?" Tuan Gunawan mengerutkan kening.

Selena mengangkat wajahnya. "Kita harus menemui Adik. Kita bisa datang ke Wijaya Kusuma Group. Bicara langsung dengannya. Papa bisa mengatakan bahwa Bagaskara Group masih membutuhkan dirinya."

Pa tahu sendiri kemampuan Alena. Selama ini banyak pekerjaan penting di Bagaskara Group yang bisa berjalan karena dia. Bahkan setelah dia pergi, pasti masih banyak hal yang belum bisa ditangani dengan baik,” lanjut Selena lagi.

Perkataan Selena membuat Tuan Gunawan terdiam. Ia tidak bisa menyangkalnya. Memang itulah yang terjadi di Bagaskara setelah kepergian Alena.

Selena melihat kesempatan itu dan kembali mencoba menghasut papanya. "Jangan biarkan Adik membuat keputusan yang salah hanya karena sakit hati, Pa. Kalau dia kembali ke Bagaskara Group, dia bisa mendapatkan kembali posisinya. Dia tidak perlu menjadi asisten siapa pun..Apalagi kalau dia terus bekerja di bawah Nathan Wijaya Kusuma, siapa yang tahu apa yang akan terjadi? Tuan Nathan itu orang yang kejam. Apa Papa tidak khawatir?"

Tuan Gunawan menghela napas panjang. "Apa menurutmu Alena mau kembali? Dia pasti masih marah sama Papa karena Papa mengusirnya malam itu."

Selena tersenyum tipis. "Kenapa tidak? Bagaimanapun dia itu adalah Putri Bagaskara. Papa marah waktu itu juga pasti ada alasannya. Kalau sekarang Papa datang dan meminta maaf dengan tulus, aku yakin dia akan mempertimbangkannya. Dia itu kan sangat menyayangi kita?"

Gadis itu berdiri dari kursinya, kemudian berdiri di belakang kursi papanya kemudian memijat pundak papanya dengan lembut.

"Ayo kita temui dia. Selena akan menemani papa. Selena akan menjelaskan kalau sewaktu itu Papa tidak sengaja mengusirnya.”

1
Sri Rahayu
mau main kotor nih si Selena...mau nyuruh org mencelakai Alena... org kl berbuat jahat bisa jadi kejahatan nya akan berbalik kpd nya....semoga saja 😡😡😡
Sri Rahayu
setelah kehilangan Alena baru menyadari ternyata Alena berharga 🤪🤪🤪🤪🤪
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Sri Rahayu
cerdas jg Nathan ada gunanya Alena menandatangi surat kontrak kerja...mampukah Gunawan membayar 10 M utk mengambil Alena dari Nathan 🤪🤪🤪
Sri Rahayu
sifat dengki iri membuat Selena memusuhi adiknya sendiri
Sri Rahayu
sport jantung deh tu Selena mendengar.Alena kerja di Wijaya Group 😇😇😇😇😇
Sri Rahayu
yaeyalah kan Alena skrg aspri nya Nathan 🤪🤪🤪... dasar Reno bego 😡😡😡
Sri Rahayu
rupanya ada udang diatas bakwan, Nathan menolong Alena 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
cepat buang sim card mu Alena...ganti no baru biar Reno tdk bisa menghubungi mu lg...gercep Alena 😘😘😘
vj'z tri
saingan buanyakkkkk ya bro /Facepalm/
Muft Smoker
cemburu dy Lena ,, km gmn sih kurang peka gtuu😆😆😆
Nita Nita
😄😄😄😄maksudnya apa Boz🤣🤣
Hary Nengsih
lanjut
Mundri Astuti
😂😂 bisa jadi len...oi Nathan klo suka bilang...klo cinta nyatakan...ntar diambil org aja lenanya...baru tau
Oma Gavin
sadar alena boss mu lagi cemburu buta tapi ngga ngaku kalau tadi jawaban mu hilang pacar bisa habis kamu besok dikasih kerjaan yg ngga bisa istirahat 🤣
tse
Alena... Alena... kamu ko ya GA Peka sih...
si bos cemburu tuh.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tse
ءAlena
sunaryati jarum
Bosmu itu cemburu Alena,kamu kok nggak peka
Ariany Sudjana
Nathan itu cemburu Alena, jadi sebaiknya kamu tidak menjalin hubungan dengan laki-laki lain
Ade Salamah Alam
lanjuttttttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!