NovelToon NovelToon
KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Sejak awal aku memang tidak pernah mencintaimu, Alin! Hatiku sepenuhnya masih milik Cindy!"

Kalimat kejam dari Elang menjadi penutup malam pertama yang dingin bagi Alin. Hanya karena rasa hormat pada Nenek Aisyah, sang CEO angkuh itu sudi mengikat Alin dalam pernikahan sepihak. Bagi Elang, menyelamatkan Cindy dan bocah kecil bernama Ega dari jalanan adalah segalanya, meskipun ia harus menginjak-injak martabat Alin sebagai istri sah.

Namun, Elang melupakan satu hal: Alin bukanlah wanita lemah yang akan mengemis cinta. Saat Alin benar-benar melepaskan cincin pernikahan mereka dan menghilang untuk menata hidupnya sendiri, dunia Elang justru runtuh seketika. Terlebih saat sebuah rahasia medis terbongkar dan membuktikan bahwa anak yang ia agungkan selama ini adalah sebuah kebohongan besar yang dirancang oleh mantannya.

Penyesalan itu datang terlambat. Elang yang dulu arogan kini harus melepaskan seluruh harga dirinya, merangkak di tengah badai, hanya untuk mendapatkan secuil maaf Alin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Kebaya Putih yang Ternoda-2

"Cindy ...?"

Nama itu meluncur begitu saja dari sela bibir Elang yang mendadak pias. Suaranya sangat lirih, hampir menyerupai bisikan angin yang tersapu riuh rendah ruangan, tetapi Alin yang berdiri tepat di sisinya bisa mendengarnya dengan teramat jelas. Itu adalah sebuah nama yang diucapkan Elang dengan nada yang belum pernah Alin dengar selama mereka saling mengenal akibat perjodohan ini—sebuah nada yang sarat akan kerinduan yang menggebu, keterkejutan yang menghantam dada, dan luka lama yang mendadak terkoyak kembali.

Alin membeku di tempatnya berdiri. Otaknya yang masih muda mencoba memutar kembali memori beberapa bulan lalu. Cindy. Nama itu bukanlah nama yang asing. Itu adalah nama yang pernah dibisikkan oleh salah satu sepupu Elang saat awal mula proses perjodohan mereka dimulai. Mantan kekasih Elang yang mengakhiri hubungan secara sepihak, mengemas barang-barangnya, dan menghilang tanpa jejak dari Jakarta beberapa tahun lalu. Kepergian Cindy meninggalkan luka menganga yang sangat dalam di hati Elang, membuat pria itu bertahun-tahun menutup diri dari wanita mana pun dan menolak segala bentuk kedekatan—hingga akhirnya Nenek mengambil tindakan tegas dengan memaksa Alin masuk ke dalam hidup Elang.

Wanita bernama Cindy itu perlahan mendongak. Sepasang matanya yang merah dan berkaca-kaca menatap lurus ke atas pelaminan, tepat mengarah ke manik mata Elang. Cindy sama sekali tidak menoleh atau memedulikan keberadaan Alin yang berdiri kaku dalam balutan kebaya pengantin indahnya. Bagi Cindy, ruangan mewah itu seolah hanya berisi dirinya dan Elang.

"Mas Elang ...," suara Cindy terdengar sangat rapuh, bergetar di udara seolah dia bisa tumbang kapan saja di atas lantai marmer jika tidak memegang tangan anaknya.

Anak kecil di sampingnya meremas kuat-kuat ujung blus krem milik Cindy. Bocah itu mendongak, menatap deretan lampu kristal besar di langit-langit gedung dengan binar mata ketakutan karena mendadak menjadi pusat perhatian ratusan pasang mata yang mulai berbisik menghakiminya. Wajah bocah itu ... Alin merasakan pasokan udara di parunya mendadak hilang, digantikan oleh rasa sesak yang menghantam ulu hati saat dia memperhatikan fitur wajah anak itu lebih dekat dari atas pelaminan. Struktur rahang kecil itu, bentuk hidungnya yang tegas, bahkan helai rambutnya yang tumbuh lebat ... semuanya seolah menjadi replika sempurna dari pria yang baru beberapa jam lalu sah mengucapkan janji suci di depan penghulu untuk menjadi suaminya.

Suasana di dalam ballroom mewah itu mendadak sunyi senyap seketika, menyisakan alunan biola dari pengiring musik yang kini terdengar sangat sumbang dan canggung sebelum akhirnya benar-benar berhenti total. Beberapa anggota keluarga besar Elang yang duduk di barisan kursi VIP mulai berdiri dengan wajah tegang, bersiap untuk melangkah maju guna meredam potensi skandal yang bisa merusak nama baik keluarga dan perusahaan.

Namun, Elang sudah tidak peduli pada apa pun lagi di dunia ini.

Tanpa memikirkan harga diri Alin yang kini berdiri layaknya pajangan mati di sisinya, tanpa memedulikan tatapan shock dari para kolega bisnis yang memadati ruangan, Elang mengambil satu langkah besar ke depan. Kakinya yang panjang menuruni undakan pelaminan dengan tergesa-gesa. Keris di pinggang belakangnya bergoyang pelan, dan ronce melati yang menghiasinya tampak berguncang, melupakan semua aturan tata krama pernikahan adat Yogyakarta yang sejak pagi tadi dia patuhi dengan kaku demi menghormati Nenek.

"Cindy, kamu ... ke mana saja selama ini? Kenapa baru sekarang?" Elang bersuara, suaranya kini bergetar hebat menahan emosi yang meluap. Kedua tangannya terangkat ke udara, menggantung kaku seolah ingin merengkuh bahu wanita itu tetapi tertahan oleh sisa-sisa akal sehatnya.

Cindy tidak menjawab dengan untaian kata. Air matanya yang sejak tadi ditahan kini luruh berkejaran melewati pipinya yang tirus dan pucat. Dengan gerakan lambat yang penuh kepasrahan, dia perlahan mendorong anak kecil di sampingnya untuk maju satu langkah ke depan, tepat di hadapan kaki Elang yang berbalut selop pengantin.

"Dia Ega, Mas," lirih Cindy di sela isak tangisnya yang akhirnya pecah di hadapan semua orang. "Dia ... darah dagingmu. Anak kandungmu yang selama ini aku besarkan sendirian tanpa arah. Aku terpaksa datang hari ini karena aku sudah tidak punya tempat bersandar lagi di kota ini, Mas El. Ega sakit-sakitan, dan dia ... dia butuh ayahnya."

Deg.

Buket bunga mawar putih dan sedap malam yang sejak pagi digenggam erat oleh Alin hingga jemarinya memutih, perlahan merosot dari telapak tangannya yang mendadak lemas. Bunga itu jatuh berdebam pelan ke atas lantai pelaminan, kelopak-kelopaknya yang rapuh hancur dan berserakan di dekat kain jariknya. Namun, Alin bahkan tidak memiliki kekuatan lagi hanya untuk sekadar menoleh ke bawah dan melihat bunganya yang rusak.

Seluruh jemarinya mendadak mati rasa, sedingin es yang membeku di kutub. Alin menatap lurus ke depan, menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana punggung tegap suaminya kini sudah berlutut di atas lantai marmer dingin tanpa memedulikan beskap putihnya yang bergesekan dengan debu. Elang menyamakan tingginya dengan bocah bernama Ega yang kini mulai menangis karena ketakutan.

Kedua tangan Elang yang sejak pagi tadi begitu enggan untuk sekadar menyentuh atau menggandeng jemari Alin, kini justru bergerak dengan begitu protektif merengkuh bahu kecil Ega. Elang menarik bocah itu ke dalam pelukannya dengan sangat erat, menyembunyikan wajah anak itu di dadanya, mengabaikan fakta bahwa seluruh tamu undangan dan saksi pernikahan mereka sedang menyaksikan bagaimana pesta pernikahan megah sang CEO baru saja hancur berantakan menjadi panggung sandiwara masa lalu yang penuh noda.

Alin tetap berdiri sendirian di atas panggung pelaminan yang tinggi dan megah. Di bawah sorot lampu sorot yang terang, dia merasa seolah kebaya putih khas Yogyakarta yang melekat di tubuhnya saat ini berubah menjadi pakaian paling memalukan dan menyedihkan yang pernah dia kenakan seumur hidupnya. Pernikahannya baru saja dimulai, tetapi hatinya sudah hancur sebelum malam pertama sempat menyapa.

Bersambung ...

1
vania larasati
lanjut
🌸 𝑥𝑢𝑎𝑛 🌸
😂😂😂😂
merry yuliana
suruh ganti nama jadi burung perkutut aja kak
Naufal Affiq
kalau masih bodoh lagi kau elang,oma sudah mengasih jalan biar kau menjadi pintar,maka jalan kan apa yang harus kamu kerja kan
olyv
elang oon dikasih berlian kayk alin malah milih jalang kayak cindy siap² gigit jari kalo tetap keras kepala
Yul Kin
lanjut kak
Ayudya
nah apa yg di bilang nenek itu bener elang apa ada bukti kalau si Ega itu anak kandung kamu.seorang CEO kok bodoh banget🤣🤣🤣🤣🤣
kaylla salsabella
nah pilih yang mana lang
yuni ati
Elang galauu🤣
Teh Euis Tea
nah loh pilih elang km berani ga pilih cindi dan di miskinkan nenekmu atau km pilih alin tg tulus sayang sm nenekmu
Sugiharti Rusli
mungkin karena hubungan yang terjalin selama ini dengan Alin dan keluarganya, membuat nenek Aisyah lebih memilih dirinya jadi cucu menantunya sih,,,
Sugiharti Rusli
kira" nenek Aisyah tuh tahu pasti yah kalo watak Alin juga tegas seperti dirinya, tapi dia bisa menempatkan kapan waktunya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi kalo perusahaannya baru berkembang pesat tapi juga ada di bawah induk perusahaan keluarganya yah,,,
Sugiharti Rusli
memang perusahaan yang di bawah kendali si Elang itu bukannya start up yah, kira" apa hubungannya sama harta milik sang nenek, apa investornya kah,,,
Mommy Ghina: perusahaan start up, tapi masih berinduk dengan perusahaan almarhum suami Nenek Aisyah
total 1 replies
Sugiharti Rusli
ternyata nenek Aisyah meski sudah uzur, tapi wibawanya tetap terlihat yah saat berkata tegas kepada si Elang cucunya
Wiek Soen
setuju dg nenek, CEO kok goblok
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
😬😬, ga bisa berkutik kan bapak elang yg terhormat, berpikir lah secara benaar jangan cuma bulol yg tdk pada tempatnya daaah... hadeeeh.. 😏😏
Nasya
bagus nek tak setuju bgt biar kapok elang
Nasya
hedehh CEO oon
Halimatus Syadiah
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!