NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pil Penambah Umur

"Host, ruangan itu adalah ruang khusus bernomor delapan yang disediakan khusus untuk keluarga dari perdana menteri Hu, awalnya perdana menteri Hu ingin datang langsung dalam pelelangan kali ini, namun pada saat dia akan pergi, seorang pengawal dari istana datang ke kediamannya dengan tergesa-gesa dan langsung membawanya ke istana karena ada urusan mendesak di istana yang harus segera dibahas dan salah satunya mengenai perjodohan pangeran ketiga dengan putri dari kediaman jenderal Su" ucap Coco dengan penuh semangat sembari terbang mengelilingi Elisa Su, "Berhenti jangan bicarakan soal kediaman jenderal Su lagi, aku sudah terlalu muak mendengarnya, lanjutkan saja cerita pentingnya" ucap Elisa Su sembari kembali menikmati teh dan cemilan-cemilan yang telah disediakan.

"Baiklah host, karena perdana menteri Hu sedang sibuk, awalnya dia ingin meminta tuan muda pertama untuk pergi menggantikannya namun karena tuan muda pertama sedang tidak berada dikediaman akhirnya perdana menteri Hu pun memerintahkan tuan muda kedua yang pergi untuk menggantikannya, mendengar itu tuan muda kedua pun segera menyetujuinya karena merasa senang dapat mewakili kediaman perdana menteri Hu sehingga dia pun ingin berlagak kepada seseorang yang sudah lama disukainya, setelah melihat ayahnya pergi dia pun dengan segera memerintahkan pelayannya untuk datang ke kediaman jenderal Su untuk mengirimkan pesan kepada adik tiri nona, yang mana dia akan mengajak adik tiri nona pergi ke pelelang hari ini dan mengatakan jika dia pergi mewakili kediaman perdana menteri Hu, mendengar itu adik tiri nona pun segera menyetujui ajakan putra kedua perdana menteri Hu tersebut karena dengan begitu dia dapat merasakan perlakuan khusus dari rumah lelang tersebut, sebab selama ini walaupun dia seorang putri yang dimanja dan memiliki banyak uang dia hanya dapat ikut lelang ini di lantai satu saja, itu semua terjadi karena selama ayah nona pergi berperang keperbatasan hak khusus dari rumah lelang untuk kediaman jenderal Su sengaja dibatasi oleh ayah nona agar hanya nona seorang saja yang dapat menikmati semua perlakuan khusus yang disediakan oleh rumah lelang tersebut" ucap Coco yang berhasil membuat Elisa Su terkejut sejenak dengan kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Coco.

"Ck, lucu sekali lalu apa gunanya perlakuan khusus itu jika aku sendiri saja tidak mengetahui tentang itu, selain itu jika aku mengetahuinya pun akan sia-sia saja sebab dengan kondisi ku yang lalu aku juga tak akan dapat mengikuti pelelangan ini, boro-boro menghadiri pelelangan, dapat hidup hingga saat ini saja sudah merupakan berkah bagiku" ucap Elisa Su sembari mengingat kembali kenangan-kenangan yang begitu menyakitkan dari pemilik tubuh ini, mendengar itu Coco pun menganggukkan kepalanya setuju "Apa yang host katakan benar, walaupun ayah host sangat menyayangi host apa gunanya jika host bahkan hidup lebih menyedihkan dari pada seorang pengemis di jalanan, membayangkan saat-saat itu aku jadi ikut merasakan kesedihan yang host alami dulu" ucap Coco sembari menatap lurus ke arah Elisa Su, mendengar itu orang-orang yang dapat mendengarkan percakapan keduanya pun kembali terkejut karena tak menyangka akan ada kejadian seperti itu di kediaman seorang jenderal yang tengah pergi berperang dan dari semua orang yang terkejut, jenderal Su lah yang paling terpukul dengan kenyataan itu hingga tanpa sadar tangannya pun mengepal kuat "Berani-beraninya mereka memperlakukan anakku seperti itu, aku pasti akan membalas semuanya" ucap jenderal Su di dalam hatinya dan sudah memikirkan berbagai cara untuk membalas dua orang yang tak tahu diri yang kini tinggal dikediamannya.

"Coco coba katakan padaku, apakah perdana menteri Hu memerintahkan anaknya itu untuk membeli sesuatu di pelelangan ini? berapa banyak uang yang diberikan perdana menteri Hu kepada anaknya untuk mendapatkan barang itu" tanya Elisa Su dengan penasaran sembari tersenyum smirk karena diam-diam dia sudah memiliki cara untuk membuat adik tirinya itu kehilangan salah satu pendukungnya dengan begitu bukankah orang yang akan menyelamatkan adik tirinya itu pun juga akan berkurang. "Host, bagaimana bisa host menebak dengan tepat, iya host benar perdana menteri Hu memerintahkan kepada anaknya itu untuk mendapatkan pil penambah umur yang nantinya akan dilelang di tempat ini, selain itu untuk mendapatkan pil itu perdana menteri Hu pun rela mengeluarkan lima ribu tael perak untuk mendapatkannya, berdasarkan perhitungan yang telah perdana menteri Hu lakukan harga tertinggi pil tersebut puncaknya akan mencapai empat ribu tael perak, mengetahui hal itu dia pun sengaja melebihkan seribu tael perak lagi untuk digunakan anaknya itu" jawab Coco menjelaskan, mendengar itu Elisa Su pun mengernyitkan dahinya "Apakah kondisi kesehatan perdana menteri Hu sedang tidak baik" tanya Elisa Su sembari menghitung-hitung langkah selanjutnya, mendengar pertanyaan hostnya Coco pun segera menggelengkan kepalanya "Bukan host, pil itu bukan untuk perdana menteri Hu tapi untuk ayahnya yang menderita penyakit parah dan hanya akan bertahan hidup dua tahun lagi, dengan bantuan pil tersebut setidaknya ayah perdana menteri Hu bisa bertahan hidup belasan tahun lagi, maka dari itulah perdana menteri Hu rela mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkannya" jawab Coco, mendengar itu Elisa Su pun tersenyum senang ketika mengetahui jika harga pil ditempat itu sangatlah mahal "Baiklah aku mengerti, Coco pasangkan kepada ku semua pengetahuan tentang penyembuhan dari setiap dimensi dan semua zaman yang ada" ucap Elisa Su sembari memikirkan kekayaan yang nantinya akan dia dapatkan, mendengar itu Coco pun mengeluarkan sayapnya dan segera mengelilingi hostnya "Baik host, pemasangan akan segera dimulai lima, empat, tiga, dua, satu" ucap Coco yang kemudian membuat Elisa Su pun merasakan sakit yang luar biasa, mengetahui hal itu dia pun segera masuk ke dalam ruang ajaibnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan "Sialan ternyata sesakit ini" ucap Elisa Su sembari menggenggam erat meja yang ada dihadapannya "Ahhhhhhh" ucap Elisa Su yang kemudian langsung menjatuhkan tubuhnya di lantai dengan napas yang berat "Kenapa tak memberitahu ku lebih dulu jika akan sesakit ini" ucap Elisa Su yang kini tubuhnya telah dibanjiri oleh keringat, mengetahui hal itu dia pun segera membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian yang hampir sama dengan pakaiannya sebelumnya.

"Karena Host tidak menanyakannya padaku" ucap Coco dengan santainya lalu kembali terbang mengelilingi Elisa Su, mendengar itu Elisa Su pun berdecak kesal sembari keluar dari ruang ajaibnya dan langsung duduk kembali di kursinya barulah kemudian dia pun menyadari sesuatu "Coco aku melupakan hal yang sangat penting, bukankah diruangan ini ada si enam belas lalu bagaimana aku harus menjelaskan kepadanya tentang kejadian tadi" ucap Elisa Su sembari menatap ke arah coco yang kini sedang berada tepat di depan mukanya "Tenanglah, Host tak perlu khawatir karena semua pengawal host sudah mengetahui kemampuan host yang itu, selain itu mereka juga mengetahui keberadaan saya host bahkan juga dapat melihat saya" ucap Coco yang berhasil mengagetkan Elisa Su "Kenapa kau tak pernah mengatakannya kepadaku, percuma saja semua ke khawatiran ku tadi" ucap Elisa Su dengan wajah kesalnya, melihat itu Coco pun tertawa bahagia "Hahahahaha, itu semua karena host tidak pernah menanyakannya kepada ku" ucap Coco tanpa rasa bersalah sehingga membuat Elisa Su pun semakin kesal.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!