Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
...Devandra segera mengambil ponselnya, memotret foto tua yang dipegang Ratri beserta catatan kecil dari Bibi Ningsih dengan tingkat ketajaman maksimal. ...
...Jari-jarinya bergerak cepat di atas layar, mengirimkan file tersebut kepada tangan kanannya di Jakarta....
...“Cepat cari mereka dan beritahu di mana mereka sekarang,” ketik Devandra dalam sebuah pesan singkat bernada mutlak kepada Thomas. Tak butuh waktu lama, ponselnya bergetar menampilkan balasan singkat: “Baik, Pak. Segera dilaksanakan.”...
...Sementara itu di tempat lain, ribuan kilometer dari ketenangan kota Solo......
...Di sebuah universitas negeri di kota metropolitan yang berbeda, seorang gadis bernama Sandra sedang duduk menyendiri di sudut perpustakaan yang remang-remang. ...
...Sandra adalah gadis kutu buku yang sangat cerdas dan berhasil masuk ke kampus bergengsi tersebut lewat jalur beasiswa murni. ...
...Sayangnya, kecerdasan itu berbanding terbalik dengan kehidupan sosialnya. Ia memiliki kepribadian yang sangat tertutup dan canggung....
...Di pergelangan tangan kanannya, terdapat sebuah rahasia yang selalu ia sembunyikan rapat-rapat: sebuah tanda lahir berbentuk kupu-kupu kecil. ...
...Demi menghindari pertanyaan orang-orang, Sandra selalu menutupi tanda tersebut dengan gelang kain hitam yang tebal....
...Kehidupan kampus sama sekali tidak ramah bagi Sandra. ...
...Karena penampilannya yang teramat sederhana—kacamata tebal, baju longgar, dan sepatu kanvas usang—serta sifatnya yang pendiam, Sandra kerap menjadi target empuk perundungan (bullying) oleh sekelompok mahasiswa kaya di kampusnya. ...
...Hari itu, buku-bukunya kembali direbut dan dicoret-coret, bahkan makian kasar sempat terlontar dari mulut mereka yang menganggapnya sampah tak berharga....
...Meskipun disiksa secara mental hampir setiap hari, Sandra tetap bertahan. ...
...Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja, menguatkan hati demi meraih mimpinya untuk menjadi seorang ilmuwan, tanpa pernah tahu siapa orang tua kandungnya yang sebenarnya dan mengapa ia ditinggalkan....
...Di saat yang sama, denyut kehidupan yang sama sekali berbeda sedang berlangsung di sudut kota Jakarta....
...Sebuah klub malam elite dan gemerlap di kawasan Jakarta Selatan tampak dipadati oleh dentuman musik dan kilatan lampu neon. ...
...Di tengah riuhnya suasana, semua mata tertuju pada panggung utama. ...
...Di sana berdiri Rizal, seorang pemuda yang sangat tampan dengan aura cuek dan sedikit berandalan yang kini tengah naik daun sebagai seorang Disc Jockey (DJ)....
...Rizal mengenakan kaos tanpa lengan yang memperlihatkan pergelangan tangan kirinya secara jelas. ...
...Di kulitnya, terukir sebuah tanda lahir berbentuk kupu-kupu yang sangat presisi. ...
...Orang-orang di klub malam sering mengira tanda tersebut adalah tato unik yang sengaja dibuat untuk menunjang penampilannya sebagai DJ seni, padahal itu adalah tanda bawaan lahir....
...Rizal hidup mandiri di kerasnya Jakarta sejak dirinya memutuskan keluar dari panti asuhan saat menginjak usia remaja. ...
...Di balik sikapnya yang dingin dan ugal-ugalan di jalanan, ia menggunakan musik sebagai pelarian dari rasa kesepian yang teramat sangat, serta sebuah tanda tanya besar yang selalu menghantuinya tentang dari mana asal-usul dirinya. ...
...Malam itu, Rizal tampil memukau, menghentak lantai dansa dengan racikan musiknya, tanpa tahu bahwa dunianya yang liar akan segera bersinggungan dengan sang ibu kandung....
...Atmosfer di dalam kamar masih diselimuti ketegangan dan harapan. Devandra tidak mau membuang waktu sepeser pun. ...
...Setelah mengirim gambar ke Thomas, ia langsung menghubungi tim investigasi pribadinya yang berisi mantan agen intelijen profesional. ...
...Devandra menyerahkan seluruh salinan foto digital beserta informasi mendetail mengenai tanda lahir kupu-kupu yang ia dapatkan dari Bibi Ningsih....
...Devandra kemudian duduk kembali di tepi ranjang, meraih jemari tangan Ratri yang masih gemetar lalu menggenggamnya dengan sangat erat, seolah menyalurkan seluruh kekuatan yang ia miliki....
..."Ratri, tatap aku," ucap Devandra dengan nada suara yang penuh keyakinan. ...
..."Aku berjanji padamu, demi nama baikku, aku akan menyisir seluruh Indonesia untuk membawa mereka pulang ke pelukanmu."...
...Ratri hanya bisa mengangguk pelan dalam tangisnya, mendekap foto si kembar di dadanya dengan harapan yang kini menyala kembali. ...
...Di dalam kamar yang sunyi itu, mereka berdua sama sekali belum tahu bahwa sepasang anak kembar mereka—Sandra yang tertindas di dunia akademis, dan Rizal yang bertarung di kerasnya dunia malam—berada di kota yang berbeda dengan nasib yang bertolak belakang, kini sedang menunggu waktu untuk ditemukan dan disatukan kembali....
...Pintu kamar perlahan diketuk, lalu sesosok wanita sepuh melangkah masuk dengan langkah yang diselimuti rasa khawatir. ...
...Ibu Ratri membawa sebuah nampan berisi semangkuk bubur ayam hangat yang aromanya mengepul, lengkap dengan segelas air putih....
..."Ayo, Nduk, kamu makan dulu. Dari pagi perutmu pasti kosong," ujar Ibu dengan suara bergetar, menatap wajah putrinya yang masih tampak pucat....
...Melihat Ratri yang masih lemas untuk sekadar duduk tegak, Devandra dengan sigap berdiri dan mengambil alih nampan dari tangan wanita tua itu. ...
..."Biar saya saja, Bu, yang menyuapi Ratri. Ibu silakan istirahat atau menemani Bapak."...
...Ibu tersenyum haru melihat perhatian besar yang ditunjukkan oleh atasan putrinya itu. ...
...Beliau kemudian menatap Ratri dengan pandangan penuh tekad. ...
..."Dimakan ya, Nduk. Bapak sama Ibu mau ke kantor polisi sekarang. Kita minta bantuan untuk cari anak kamu, sekalian melaporkan perbuatan jahat Indra dulu."...
..."Inggih, Bu..." jawab Ratri lirih, menyetujui langkah orang tuanya....
...Setelah Ibu keluar dari kamar untuk bersiap-siap bersama Bapak, Devandra duduk kembali di tepi ranjang. ...
...Ia menyendok sedikit bubur, meniupnya perlahan agar tidak terlalu panas, lalu mengarahkannya ke depan bibir Ratri....
..."Ayo, buka mulutnya," pinta Devandra lembut namun penuh penekanan yang tidak menerima penolakan....
...Ratri menatap sendok di depannya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah mata tajam Devandra. Rasa sungkan dan bersalah yang teramat besar kembali menghimpit dadanya. ...
...Pria di hadapannya ini adalah pemilik maskapai penerbangan tempatnya bekerja, seorang pria terhormat yang seharusnya tidak perlu ikut terseret ke dalam lumpur kehancuran rumah tangganya....
..."Dev..." panggil Ratri, suaranya tercekat. "Aku mengundurkan diri saja ya dari maskapai?"...
...Tangan Devandra yang memegang sendok seketika berhenti di udara. Tatapannya menajam....
..."Aku akan buat surat resmi, dan kamu bisa mengembalikan posisiku ke maskapai. Cari kapten lain yang tidak memiliki catatan hidup sekacau aku," lanjut Ratri dengan air mata yang kembali menggenang. ...
..."Aku tidak bisa melibatkan kamu lebih jauh lagi dalam masalah pribadiku, Dev. Ini terlalu egois."...
...Devandra menghela napas panjang. Ia meletakkan kembali mangkuk bubur itu ke atas nakas, lalu beralih menggenggam kedua tangan Ratri dengan sangat erat. ...
...Tatapan matanya tidak lagi hanya mencerminkan seorang atasan, melainkan seorang pria yang sedang mempertahankan wanita yang dicintainya....
..."Ratri, dengarkan aku," ucap Devandra dengan suara bariton yang berat dan penuh tuntutan. ...
..."Aku sudah terlibat jauh sebelum kamu memintanya. Dan sejak awal aku menegaskan, aku tidak akan pernah mau menerima surat pengunduran dirimu."...
...Devandra mendekatkan wajahnya, mengunci tatapan mata sayu Ratri. ...
..."Masalahmu adalah masalahku juga sekarang. Jadi, buang pikiran untuk pergi dari maskapai, dan yang paling penting, jangan pernah berpikir untuk pergi dariku. Fokusmu sekarang hanya satu: sehat, dan kita cari anak-anakmu bersama."...
...Devandra kembali mengambil mangkuk bubur di atas nakas. ...
...Dengan sabar, ia menyendoknya lagi lalu mengarahkannya ke bibir Ratri. ...
..."Sekarang, makan ya. Kamu butuh energi untuk menghadapi semua ini," ucap Devandra dengan nada melembut namun tak menerima bantahan. ...
...Ratri akhirnya membuka mulutnya, menerima suapan demi suapan dengan perlahan demi menghargai perhatian pria di hadapannya....
...Sementara itu, di sebuah taman kota yang terletak di Bandung......
...Suasana sore itu terasa sunyi di sudut taman. Sandra duduk di bangku kayu panjang dengan bahu yang bergetar hebat. ...
...Gadis itu menangis sesenggukan, menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut. ...
...Wajahnya sembab dan memerah setelah kembali menjadi korban perundungan yang kejam di kampusnya hari ini. ...
...Ia merasa sangat kesepian dan tidak tahu harus melangkah ke mana lagi untuk mencari perlindungan....
...Tanpa Sandra sadari, beberapa meter di belakang sebuah pohon rindang, seorang pria berpakaian kasual dengan tatapan mata yang tajam sedang mengamatinya. ...
...Pria itu adalah salah satu anak buah kepercayaan Thomas yang dikerahkan untuk menyisir wilayah Jawa Barat....
...Ketika Sandra mengangkat kepalanya untuk menyeka air mata, lengan jaketnya sedikit tersingkap. ...
...Gelang kain tebal yang biasa menutupi pergelangan tangan kanannya agak bergeser, memperlihatkan sebuah tanda lahir unik berbentuk kupu-kupu kecil....
...Cekrek....
...Dengan gerakan cepat dan senyap, anak buah Thomas berhasil memotret tanda lahir tersebut menggunakan kamera lensa potret jarak jauh. ...
...Foto itu langsung dikirimkan ke ponsel Thomas, yang kemudian diteruskan dengan panggilan telepon darurat langsung kepada Devandra....
...Ponsel di saku celana Devandra bergetar hebat. Ia meletakkan mangkuk bubur yang tinggal setengah, lalu segera mengangkat panggilan dari tangan kanannya tersebut....
..."Bos, aku menemukan keberadaan si kembar wanita. Tanda lahir kupu-kupu di pergelangan tangannya persis seperti yang ada di foto dari Bibi Ningsih," lapor Thomas dari seberang telepon dengan nada bicara yang cepat dan serius....
...Mata Devandra seketika melebar. "Di mana?" tanya Devandra tegas, suaranya bergaung penuh wibawa di dalam kamar....
..."Di Bandung, Bos. Dia seorang mahasiswi penerima beasiswa."...
..."Tetap awasi dia. Jangan sampai kehilangan jejak," perintah Devandra mutlak, sebelum akhirnya langsung menutup ponselnya....
...Ratri yang sejak tadi memperhatikan perubahan ekspresi wajah Devandra mendadak merasa jantungnya berdegup sangat kencang. ...
...Harapan dan ketakutan bercampur aduk di dalam dadanya. ...
..."Dev... ada apa?" tanya Ratri dengan suara bergetar....
...Devandra langsung menggenggam kedua tangan Ratri, menatapnya dengan binar keyakinan yang tak terbantahkan. ...
..."Kita ke Bandung sekarang. Thomas baru saja menemukan putrimu."...
...Mendengar kata 'putrimu', air mata Ratri kembali meluncur deras, namun kali ini bukan karena keputusasaan. Tubuhnya gemetar hebat menahan haru. ...
..."Dev... k-kamu nggak bohong, kan? Ini benar-benar anakku?"...
...Devandra menggelengkan kepalanya dengan mantap, menghapus sisa air mata di pipi Ratri dengan ibu jarinya. ...
..."Aku tidak pernah membohongimu, Ratri. Kita berangkat sekarang untuk menjemput darah dagingmu."...
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
😒😒😒
semoga cepat bisa di temukan ,
gregeet bangeet
😒😒😒😒
😒😒😒😒
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒