NovelToon NovelToon
ISTRI MANDUL YANG DIKHIANATI

ISTRI MANDUL YANG DIKHIANATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: vhia azaira

Pernikahan sebuah komitmen yang panjang, istri cantik, pekerja keras, mapan, tetaplah dicari kurangnya. Suami yang tidak bersyukur tidak akan pernah merasa cukup sebaik apapun pasangannya.

***
Kania kehilangan rumah tangga bahagia yang dia bina selama 10 tahun, dia kalah, tersingkirkan bahkan dikhianati karena satu kekurangannya yang belum bisa memberikan keturunan.
Kekurangan itu menjadi alasan untuk membela dirinya saat dia sudah terdesak dari segala arah.

Ditengah badai, sepi, dan sakit, Kania bertemu malaikat cantik yang mandiri, kuat juga selalu memberikan kenyamanan. Pertemuan dengan Alia, alasan utama Nia jika dirinya juga istimewa dan pantas untuk punya kebebasan.

Lanjut baca ya kita lihat penyesalan Amer, kehancuran pelakor, dan jalan baru yang Nia lewati.
***

follow Ig vhiaazaira

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAKIT

Nia terburu-buru ingin pergi ke rumah sakit, ada jadwal pemeriksaan beberapa pasien. Dia hampir saja terlambat karena terlalu banyak pikiran.

Senyuman Nia terlihat saat memasuki rumah sakit, beberapa dokter, suster, perawat menyapanya.

"Pagi Dok," sapa salah satu dokter.

"Pagi, bagaimana dengan jadwal pemeriksaan hari ini?"

"Sudah banyak yang menunggu, mereka datang lebih cepat dari jam buka." Dokter pendamping mengikuti Nia yang langsung masuk ke dalam ruangannya.

Perawat dan dokter magang sudah berdiri menunggu, menjelaskan berapa orang yang akan melakukan pemeriksaan jantung.

"Aku boleh tanya sesuatu?"

"Boleh Dok," balas yang lainnya.

"Apa kalian siap dimadu?" tanyanya sambil tertawa kecil.

"Tidak Dok, harga diri juga harga mati."

Kepala Kania mengangguk, dia juga tidak ingin di madu. Rasa cintanya sangat besar, tapi bertahan juga merusak mentalnya.

Tetapi, membiarkan Amer bahagia diatas penderitaan serasa tidak adil.

"Kita mulai pemeriksaan," ucap Dokter Kania.

Pintu diketuk, seorang wanita masuk membawa anak lelakinya yang berusia dua tahunan. Dokter anak menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ke Dokter ahli jantung.

"Kita periksa dulu Bu," ucap Kania lembut.

Beberapa waktu melakukan pemeriksaan ketukan pintu terdengar kembali, perawat membuka pintu mengizinkan masuk setelah tau pria ayah dari anak yang sedang diperiksa.

"Lama sekali Pa, sepertinya Dwi terkena sakit serius," ucapnya pelan merasa khawatir.

"Jangan berpikir aneh-aneh," tegurnya.

Dokter Kania menoleh, bagaikan tersambar petir di pagi hari. Amar terkejut, dia sudah berusaha agar tidak bertemu Kania di rumah sakit, tapi dirinya malah masuk ke ruangan periksa istrinya.

"Bagaimana Dok?" tanya Lita penasaran.

"Ada kebocoran di jantungnya, secepat mungkin lakukan operasi." Dokter Nia menunjukkan laptopnya menjelaskan dengan detail, keputusan ada di tangan pasien dan keluarga.

"Tidak ada solusi lain Dok?"

"Saran saya hanya ini Bu, jika tidak coba ke rumah sakit lebih besar lagi. Saya bisa bantu membuat surat rujukan," ucap Dokter Nia yang masih santai.

Perawat menarik tangan asisten dokter yang langsung menoleh, perhatian keduanya ada di foto yang tertera di atas meja kerja.

"Sayang, jangan diam saja cobalah bicara agar kita dapat solusinya."

"Aku tunggu di luar," ucapnya sambil membawa anak nya yang masih sakit.

Senyuman Nia nampak, dia penuh kesabaran menjelaskan kepada orang tua pasien seperti biasanya.

"Terima kasih Dok, nanti saya datang lagi," pamitnya.

Pintu tertutup rapat, Nia masih melihat ke arah pintu. Hatinya hancur sekali, sakitnya luar biasa dashyatnya. Sampai kapanpun Nia tidak akan memaafkan perselingkuhan.

"Kalian berdua bisa keluar sebentar," pintanya.

Perawat dan asisten dokter bergegas keluar, mereka sudah tahu jika pria yang datang ternyata suami dokter Kania.

Foto pernikahan diambil, senyuman Nia terlihat mengusap lembut foto. Tidak disangka semuanya akan berakhir seperti ini.

"Tuhan, begitu baiknya engkau padaku sampai sakitnya luar biasa sekali." Nia membuka foto sampai dirobek-robek.

Pernikahan bahagia impian banyak wanita akhirnya hancur, ekonomi cukup, saling mencintai, pekerjaan bagus, kehidupan Kania tidak ada yang gagal, tapi dirinya tidak bisa menjadi ibu.

Panggilan masuk, Nia langsung mematikan panggilan dari suaminya. Tidak ada lagi yang perlu mereka bicarakan.

"Sayang, nanti kita bicara di rumah," pesan dari Amer masuk.

"Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan Amer, keputusan kamu sudah benar untuk jujur. Aku yang tidak sempurna, maka nikmatilah sesaat kebahagiaan itu." Cincin nikah dilepaskan, Nia memberikan senyuman manis untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pernikahannya.

Ketukan pintu terdengar, tangisan anak kecil menggema. Nia langsung membuka pintu, nampak anak manis dan lucu sedang duduk menangis.

"Tidak mau disuntik," tolaknya.

"Emh, ternyata kamu kabur. Dasar nakal." Nia menggendong si kecil membawanya ke Dokter anak.

Tawa beberapa dokter terdengar, anak yang kabur berhasil Nia amankan. Perawat langsung mengambilnya, tapi pelukannya erat di leher Nia.

"Tidak mau disuntik," tolaknya.

Satu tangan Nia terulur, Dokter anak langsung memberikan suntikan. Nia tersenyum manis mengusap bokong lembut.

"Katanya mau sembuh, maka tahan sakitnya." Suntikan masuk.

Tangisan terdengar, Nia memeluk erat mencoba menenangkan. Mengusap punggung berkali-kali agar lebih tenang. Setelah memberikan kepada perawat.

"Nanti aku laporin Papa, nakal." Tangan terlipat didada memarahi Nia yang mengembalikan ke ruangan dokter anak.

"Anak manis, harus rajin jaga diri." Hidung kecil disentuh.

Nia berjalan keluar, dia melihat Amer yang nampak mencarinya.

"Kania, nanti kita bicara di rumah, aku tidak ingin kehilangan kamu." Amer nampak ngos-ngosan karena panik.

Beberapa orang memperhatikan, nampak kasihan melihat Amer yang kewalahan dan wajahnya binggung.

"Lima tahun yang lalu kamu sudah melepaskan aku, kurang bahagia, bukannya kebahagiaan ada di anak." Senyuman Nia nampak melangkah pergi meninggalkan suaminya.

Pergelangan tangan Nia dipegang, cepat ditepis. Nia berpapasan dengan seorang pemuda, langkahnya terhenti melihat Nia yang berjalan cepat.

"Ternyata kamu Kania, aku Derlita." Tangan terulur mengajak berkenalan.

Tangan Lita dijabat, Nia menatap dua anak yang berdiri disampingnya.

"Kamu tahu siapa aku, bagaimanapun kami sudah menikah," ucapnya.

"Selamat, kamu berhasil memberikan anak kepada suamiku, dan semoga anak kalian cepat sembuh." Nia mengucapkan penuh ketulusan.

"Nia, anak kamu juga." Amer mengenggam erat tangannya.

Mata Lita melotot, dia tidak mengerti mengapa Amer mengatakan anak Nia juga. Dirinya yang mengandung dan melahirkan, kenapa bisa berbagi anak.

"Maksudnya apa, aku tidak ingin berbagi anak dengan wanita mandul ini," bentaknya.

mata Amer melotot, tangannya sampai tergempal. Tidak ada yang boleh menghina Nia.

"Jaga ucapanmu!" serunya sambil menunjuk.

Nia sudah berjalan jauh, dia sedikit senang melihat keributan.

Suara Amer memanggil tidak digubris, Nia kembali ke ruangannya karena banyak pasien menunggu.

"Dok," panggil seorang perawat.

"Pura-pura tidak tahu saja, kita selesaikan pemeriksaan hari ini."

"Dokter Nia, ada seseorang yang ingin menuntut." Senyuman lebar Dokter magang terlihat.

Jari telunjuk anak kecil ke arah Nia, tawa seorang pria terdengar melihat anaknya melaporkan seseorang.

"Papa, dia yang nakal."

"Ssshhh, tidak boleh begitu."

Mata Nia tajam, dia melaporkan balik si kecil yang kabur dari perawat, tidak ingin diobati sampai menangis dan mengamuk.

"Kalau sakit harus diobati, tidak boleh kabur."

"Enggak, Alia hanya nyasar."

"Hey, anak kecil sudah pintar bohong, tidak baik. Itu dosa," tegur Nia.

Senyuman Elber terlihat, dia meminta maaf karena putrinya memang sangat bawel.

Sudah satu tahun bolak-balik rumah sakit karena harus melakukan pengobatan.

Alia merasakan bosan harus suntik, obat dan infus. Dia sering kabur tiap kali jadwal berobat.

"Hmmm, minta maaf dulu." Nia mengulurkan tangannya.

"Dokter juga harus minta maaf sama Alia," pintanya.

Nia berjongkok, memegang kepala Alia. Meminta maaf dan mendoakan Alia cepat sembuh.

"Terima kasih Alea," ucap Elber.

"Bagaimana kamu bisa tahu nama itu?"

Elber mengandeng tangan putrinya melangkah keluar meninggalkan ruangan pemeriksaan.

***

Follow Ig vhiaazaira

***

1
new07
authornya gak ada niatan dilanjut kah????🤭
new07
apa hanya aku aja yg nunggu up nya😌.
kapan mau dianjut pasti othornya males nulis karna gak ada yg komentar menyemangati padahal ceritanya bagus
5Cucu: 🤣🤣 iya sepi banget 😭 tunggu mood balik kak, nanti aku lanjutin
total 1 replies
new07
kapan up lagi ya😢
new07
laah Elber merajuk kayak Lia🤣. apa apaan km El🤣🤣🤣
new07
akhirnya saaaah.
peperangan baru mau dimulai.. si amer bakalan shock kalau lihat kalian nikah
new07
kapan up lagi kak vhi
new07
kenapa kalian tidak tinggal disitu saja ya. perusahaan pusatnya dialihkan ke situ.. tapi gimana juga dengan pasien2nya mereka /CoolGuy/
segera otw dpat SIM
new07
habis dari luar negri langsung gas SiM🤣
Uthie
Liaa lucu 👍😂
Uthie
Sukkkaaa ceritanya 👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkaaa bangettt sama kepintaran dan kedewasaan nya Alia👍😍
Uthie
andai yg khianat memiliki problem permasalahan yg demikian 😂
Uthie
Suka di awal mampir 👍👍👍
new07
ngadepin si amer bisa setenang itu.. mungkin nia sudah antisipasi sama pamanya...
weeeh mau malemingguan ber 2
new07
ayolah pak dokter langsung bawa ke KuA saja ..biar cepet selesai masalah🤣
new07
ku tengok lagi belum ada up.
ayoo kak vhia lanjutin dong
new07
itu tandanya apa nia. yg ngisruh si amer napa ngamuknya ke elber🤣.
new07
tadi galak sama vero giliran ketemu fatah radak gimana gitu🤣🤣🤣. kaya saja tidak cukup..kania🤣🤣🤣
new07
ayo pak dokter elber...kamu sudah dilamar bu kania. tuj secara langsung tanpa babibu🤣
new07
gassss kaniaa.. tar kalau dah sama elber jangan terlalu mandiri..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!