NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:752.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Lika adalah seorang guru SD baru di sebuah sekolah swasta di Bandung, pengalaman sebagai guru sejak ia lulus kuliah membawanya masuk ke sekolah favorit yang cukup bergengsi.

Namun kehidupannya berubah setelah dia bertemu dengan Kezia dan Nando, murid luar biasa yang tak beribu yang selalu membutuhkannya setiap saat.

Melalui Kezia dan Nando, akhirnya Lika menemukan pelabuhan terakhir cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelas 2 A

Dengan langkah santai namun pasti, Lika berjalan menyusuri koridor sekolah, matanya mencari-cari kelas yang akan dia tuju.

Kelas 2A, ya, Saat ini posisi Lika adalah sebagai wali kelas 2A, Rasanya dia tidak sabar untuk bertemu dengan anak-anak muridnya. Kelas 2A terletak di ujung koridor dekat ruang komputer di lantai 3, perlahan Lika membuka pintu kelas 2A tersebut.

Ruang kelas yang tadinya agak bergemuruh mendadak sunyi, semua mata menatap ke arah Lika.

"Siap...! Beri hormat" Seorang anak laki-laki berdiri memberi aba-aba.

"Selamat pagi Bu..." Serentak semua murid mengucapkan salam sambil berdiri. Lika tersenyum.

"Selamat pagi anak-anak...silahkan duduk..." Balas Lika ramah sambil berjalan menuju mejanya kemudian ia pun duduk.

"Perkenalkan...nama ibu, Bu Lika...lengkapnya Malika...senang bisa menjadi wali kelas kalian...oya...apakah hari ini semuanya masuk?"

"Nando belum datang Bu...!" Seru seorang anak perempuan manis dengan poninya yang lucu. Lika nampak mengerutkan keningnya.

"Lho...kok kamu tau dia terlambat? bisa jadi hari ini dia sakit atau ijin...siapa namamu?"

"Dini Bu...Nando memang sering telat Bu...soalnya dia gak punya Mama yang bangunin pagi..."

"Betul bu...Nando ditinggal pergi sama Mamanya..." Seorang anak dari bangku belakang menimpali.

Tak berapa lama kemudian, terdengar suara pintu di ketuk dari luar, kemudian masuklah seorang anak laki-laki yang rambutnya kelihatan tidak disisir rapi, matanya agak merah seperti masih mengantuk, seragamnya kusut seperti tidak di setrika.

"Huuuuuu....!!"

Seketika murid-murid menyorakinya. Lika berdiri sambil mengangkat tangannya menenangkan anak-anak muridnya. Kemudian dia berjalan menghampiri anak yang baru datang itu.

"Apakah kamu Nando?" Tanya Lika sambil membungkukkan badannya. Anak itu menatapnya takut, perlahan dia menganggukkan kepalanya.

"Ibu adalah wali kelasmu yang baru, mulai besok jangan terlambat lagi ya...sekarang duduklah, kita akan memulai perkenalan dan pelajaran..."

********

Lika menghempaskan tubuhnya di kursi ruang guru, kemudian menyeruput teh manis yang sedari tadi telah tersedia di mejanya.

"Gimana hari ini Bu Lika...?" Tanya seseorang di sebelahnya yang tak lain adalah Bu Tri, wali kelas 4 sekaligus guru seni musik.

"Yah...cukup menyenangkan...anak-anak itu lucu-lucu ya..." Sahut Lika sambil menyandarkan punggungnya di kursi putarnya.

"Kalo masih kelas 2 SD ya memang masih lucu Bu...makin besar makin ngeselin he he..."

"Oya Bu Tri, apa Bu Tri tau mengenai anak yang bernama Nando?" Lika tiba-tiba bertanya sambil mengarahkan tubuhnya menghadap Bu Tri.

"Ya tau lah Bu...Nando ini juga belum lama pindah kemari, tadinya dia sekolah di Jakarta, baru sekitar 1 tahun lah dia sama kakaknya sekolah di sini..." Jelas Bu Tri.

"Kakaknya?"

"Iya, kakaknya kelas 6, namanya Kezia...cantik lho Bu anaknya..."

"Tadi ada berapa anak yang bilang kalo Nando gak punya Mama... maksudnya gimana ya Bu Tri...kasihan juga tadi dia datang terlambat.."

"Gini lho Bu... Nando dan kakaknya itu dari keluarga broken home, papanya sudah cerai dengan mamanya, makanya mereka pindah kemari... kasian deh Bu...papanya itu harus ngurusin dua anak sementara dia bekerja di kantor, makanya anak-anak itu sering sekali terlambat...sementara Mamanya pergi entah kemana...bahkan kadang mereka sekolah tanpa bawa bekal, sering lapar...kita yang guru disini kadang suka kasih mereka makanan...aduh...pokoknya kasian deh Bu...mana mereka lambat menangkap pelajaran lagi, Nando yang kelas dua aja belum lancar membaca Bu..." Cerita Bu Tri panjang lebar. Lika mendengarkan dengan seksama.

"Ya ampun Bu Tri...kasian amat mereka...belum lagi tadi banyak teman-teman yang membulinya...masih kecil kok ya udah menderita gitu ya..." Terbayang di benak Lika, wajah Nando tadi pagi, dengan rambut berantakan dan seragamnya yang tanpa di setrika, yang tanpa sadar membuat mata beningnya berkaca-kaca.

************

1
Nur Aini
suuuiiip
Aldy Nusdiansyah
Sarah menangx sendiri kayak jailangkun🤣🤣🤣🤭
nana supriyatna
Luar biasa
Azizah Mehrunnisa
suka , alurnya rapi dan mudah dimengerti
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓫𝓪𝓰𝓾𝓼 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓼𝓾𝓴𝓪 😘😘😘👏👏👏👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓱𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓮𝓷𝓭𝓲𝓷𝓰 👏👏👏👏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓚𝓮𝔃𝓲𝓪 😘😘😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓪𝓫𝓪𝓻 𝓹𝓪𝓹𝓪 𝓡𝓲𝔃𝓴𝔂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝓶𝓹𝓾𝓷 𝓭𝓮𝓱 𝓡𝓲𝓬𝓴𝔂 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓮𝓷𝓮𝓴 👍👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓚𝓮𝔃𝓲𝓪 𝓭𝓪𝓷 𝓝𝓪𝓷𝓭𝓸 𝓭𝓪𝓱 𝓰𝓮𝓭𝓮 𝓷𝓲𝓱 😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓵𝓾𝓬𝓾𝓷𝔂𝓪 𝓷𝓮𝓷𝓮𝓴
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝓴𝓱𝓲𝓻𝓷𝔂𝓪 𝓶𝓮𝓻𝓮𝓴𝓪 𝓫𝓪𝓱𝓪𝓰𝓲𝓪 😃😃😃😃
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓢𝔂𝓾𝓴𝓾𝓻𝓵𝓪𝓱 𝓢𝓪𝓻𝓪𝓱 𝓼𝓫𝓵𝓶 𝓶𝓮𝓷𝓲𝓷𝓰𝓰𝓪𝓵 𝓭𝓪𝓱 𝓼𝓪𝓭𝓪𝓻
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓭𝓲𝓱𝓷𝔂𝓪 𝓳𝓭 𝓡𝓲𝓬𝓴𝔂 😭😭😭😭😭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓹𝓮𝓷𝔂𝓪𝓴𝓲𝓽 𝓾𝓽𝓪𝓶𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓲𝓽𝓾 𝓢𝓪𝓻𝓪𝓱
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓪𝓼𝓲𝓱𝓪𝓷 𝓡𝓲𝓬𝓴𝔂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓭𝓾𝓱 𝔂𝓰 𝓼𝓮𝓷𝓮𝓷𝓰 𝓭𝓲 𝓴𝓲𝓼𝓼 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓛𝓲𝓴𝓪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓡𝓲𝓬𝓴𝔂 𝓶𝓸𝓭𝓾𝓼 𝓷𝔂𝓪 𝓫𝓷𝔂𝓴 😅😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓢𝓪𝓻𝓪𝓱 𝓸𝓱 𝓢𝓪𝓻𝓪𝓱🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!