NovelToon NovelToon
Sesetia Langit Menemani Senja

Sesetia Langit Menemani Senja

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:180k
Nilai: 4.5
Nama Author: Arrafa Aris

Senja tak pernah menduga, jika di rahimnya bakal hadir dua sosok malaikat kecil akibat pelecehan yang dilakukan Bumi terhadapnya.
Pasca menikah dengan Bumi, Senja seringkali mendapat perlakuan kasar.

Bahkan Bumi tega beberapa kali mencelakai Senja hanya untuk melenyapkan bayi yang dikandungnya.

Di saat Senja tak mendapat kasih sayang dari suaminya, kehadiran Langit sudah cukup menjadi pelipur lara baginya. Namun, kehadiran Langit justru membuat Bumi menjadi cemburu sekaligus takut jika Senja akan jatuh ke pelukan Langit.

“Aku nggak mau kamu menjadi hujan. Tapi langit seperti namamu, Mas. Bak sebuah pepatah, 'Sesetia Langit Menemani Senja'. Langit yang begitu setia menemani senja meski ia nggak selamanya indah.” Senja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrafa Aris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. SLMS

Setibanya di depan gedung hotel, Senja menyeka air mata.

“Awas saja jika kamu membuatku malu!” ancam Bumi lalu membuka pintu mobil.

“Nak Senja ....”

”Nggak apa-apa Paman, aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku,” sela Senja sembari tersenyum tipis.

Sesaat setelah keluar dari mobil, Bumi langsung memberi tatapan menghunus tajam.

“Lama banget, sih!!” bentaknya dengan rahang mengetat. Menautkan jemarinya dengan kuat sehingga membuat Senja meringis.

“Andai saja aku nggak dalam keadaan hamil. Akan aku pastikan kamu nggak akan bisa semena-mena kepadaku,” batin Senja.

Keduanya sama-sama bungkam ketika berada di dalam lift sehingga benda itu terbuka. Tanpa menghiraukan Senja, Bumi langsung meninggalkannya menuju ballroom sendirian.

Sedangkan Senja, tak langsung ke ballroom melainkan memilih ke toilet untuk memperbaiki riasan di wajahnya.

Hatinya langsung menciut sesaat setelah berada di dalam toilet.

“Mama,” ucapnya lirih.

Bu Cahaya langsung mencengkram kuat pipi sang menantu. Memberikan tatapan tajam sekaligus benci.

“Gara-gara kamu, aku dan suamiku sering bertengkar karena dia lebih membelamu. Berapa banyak lagi pria yang akan kamu jebak, hah!! Wanita murahan sepertimu, pasti nggak akan puas hanya dengan satu lelaki!” tuduh Bu Cahaya.

“Dan ini!” Bu Cahaya menyentuh perut buncit Senja lalu mendorongnya. “Aku yakin, itu bukanlah anaknya Bumi. Tapi, anak haram dari salah satu pria yang menidurimu. Iya kan!”

“Mama!” Senja balik membentak tak terima dengan tuduhan keji sang mertua.

Dua tamparan keras langsung mendarat di wajah Senja. Sang mertua kemudian memakai Senja.

“Berani-beraninya kamu membentakku!! Wanita sampah nggak jelas. Ingat ya, sampai kapan pun aku nggak sudi punya menantu juga cucu darimu! Kamu dan bayimu itu seperti kotoran bagiku, menjijikkan!”

Setelah itu, ia meninggalkan senja dengan wajah memerah karena emosi.

Seketika air mata Senja langsung luruh. Ia terisak sambil memegang dada lalu turun ke perut buncitnya. Sesak sekaligus sakit luar biasa di hatinya.

*******

Seperti tak terjadi apa-apa, Senja mengayunkan langkah memasuki ballroom hotel. Dengan ramah ia menyapa para tamu yang menegurnya sembari tersenyum manis.

Meski merasa hati dan raganya kini tak baik-baik saja, ia tetap bersikap biasa-biasa saja.

Ketika langkah kakinya menuju ke arah panggung, ia tak sengaja menabrak seseorang sehingga membuat minuman di tangan gadis itu tumpah.

“Punya mata nggak sih, kamu?!!” bentak gadis itu sembari membersihkan gaunnya dengan kesal.

“Maaf, aku nggak sengaja,” ucap Senja.

Mendengar ada keributan, sontak saja keduanya langsung menjadi pusat perhatian.

“Senja, Jingga, ada apa ini?!” tegur Riksa, kakaknya Bumi.

“Kak, aku nggak sengaja menabraknya,” sahut Senja dengan perasaan bersalah.

“Sudah! Sudah! Menyebalkan,” ucap Jingga kesal lalu meninggalkan tempat itu.

Dari jarak yang tak terlalu jauh, tatapan menghunus tajam Bumi langsung tertuju ke arah Senja.

“Wanita sia*lan itu! Bisa nggak sih, dia nggak membuat masalah!” umpat Bumi dalam hati.

“Kak, maafkan aku,” ucap Senja lagi. “Aku benar-benar nggak sengaja.”

“Sudah, nggak apa-apa Senja. Yuk kita ke atas panggung. Acaranya sudah mau dimulai,” balas Riksa.

Sesaat setelah keduanya berada di atas panggung, Senja langsung menghampiri mertuanya lalu memberi selamat.

Jika Pak Andara sangat bahagia beda halnya dengan Bu Cahaya, wanita paruh baya itu malah membuang muka.

“Aku kan sudah bilang jangan membuatku malu,” bisik Bumi sembari merangkul pinggang Senja.

Meremas kulit istrinya sehingga membuat Senja meringis pelan sambil memejamkan mata menahan sakit.

“Pah, Mah, Kak, sepertinya aku bergabung dengan para tamu undangan saja. Soalnya aku nggak kuat berdiri lama,” izin Senja beralasan.

Tubuhnya seperti ingin ambruk menahan sakit bertubi-tubi, ditambah lagi kepalanya yang semakin berat karena pusing.

“Ya sudah, nggak apa-apa, Nak. Papa mengerti,” sahut Pak Andara.

“Itu jauh lebih baik karena kamu memang nggak pantas berada di sini. Jika bukan karena permintaan papa, aku pun nggak sudi mengajakmu kemari!” bisik Bumi dengan sinis.

********

Sudah satu jam berlalu pesta itu berlangsung. Senja mulai bosan berada di tempat itu. Ia memutuskan berpamitan lalu meninggalkan ballroom hotel.

Sedangkan dari kejauhan, Bumi terus memandanginya hingga menghilang dari keramaian pesta.

“Mau ke mana dia? Selalu saja seperti ini jika di ajak menghadiri acara keluarga.” Sepasang alis seorang Bumi menukik tajam.

Sedangkan Senja yang baru saja tiba di atas rooftop langsung mematung sejenak.

“Mas Langit,” ucapnya lirih menatap nanar punggung tegap pria itu seraya menghampiri.

“Loh, Senja,” tegur langit ketika membalikkan badan lalu melepas jaketnya. “Sedang apa kamu di sini? Apa pestanya sudah selesai?” Langit kemudian memakaikan Senja jaket.

“Belum Mas, aku bosan berada di sana,” balas Senja.

Hening sejenak ....

“Ada apa, hmm,” ucap Langit lalu mengelus perut buncit Senja. “Apa baby twins semakin nakal di dalam sana?”

Senja bergeming tak menjawab. Namun, menatap Langit yang terus tersenyum mengelus perut buncitnya.

Dalam hatinya berkata, “Andai saja Mas Bumi sepertimu ... aku merasa kalian seperti dua pria yang tertukar. Kamu begitu peduli dengan keadaanku juga baby twins. Tapi dia sang calon ayah malah menginginkan darah dagingnya tiada.”

Perlahan Senja membenamkan wajah di dada Langit. Memejamkan mata sejenak merasakan tulusnya elusan lembut di perutnya.

“Mas Langit, terima kasih untuk semua waktu yang telah kamu luangkan untukku. Kamu ibarat malaikat yang selalu hadir di saat aku membutuhkan.”

Langit lalu tersenyum tipis lalu berbisik, “Kamu adalah sahabatku sekaligus sudah seperti adik bagiku. Sudah seharusnya seperti itu.”

Namun tetap saja hatinya selalu mengartikan sesuatu yang beda dengan perasaannya pada Senja.

Tanpa keduanya sadari, Bumi yang baru saja tiba di tempat itu, seketika mengepalkan kedua tangan. Darahnya seolah mendidih melihat pemandangan yang tersaji di depan mata.

Meski tahu jika keduanya bersahabat, namun tetap saja Bumi selalu merasa cemburu jika melihat keduanya bersama.

“Dasar wanita murahan!” umpatnya dalam hati. Bumi menarik nafas dalam-dalam demi meredam emosinya.

“Senja, Mas Langit.” Bumi menghampiri keduanya dengan senyum penuh kepalsuan.

“Bumi,” sahut Langit. Perlahan mengurai pelukannya dari Senja. Membalas senyum adik sepupunya itu.

“Kamu membuatku khawatir saja. Rupanya kamu di sini,” kata Bumi. Merangkul sang istri seolah-olah ia benar-benar cemas. “Mas Langit, aku dan Senja sekalian pamit.”

“Baiklah, kalian hati-hati di jalan,” pesan Langit.

Bumi hanya mengangguk pelan. Mengajak Senja meninggalkan tempat itu menuju lift.

“Wanita murahan!” maki Bumi lalu menampar Senja. Begitu pintu lift terbuka, ia langsung mendorongnya dengan kasar.

”Mas!”

Tamparan keras kembali bersarang di wajah Senja. Tak cukup sampai di situ, Bumi kembali memukul perut Senja sehingga membuatnya langsung terduduk.

“Akkhh!!” Suara rintihan Senja terdengar bergetar.

Sedangkan Bumi hanya menatap Senja sambil tersenyum sinis merasa tak bersalah.

...----------------...

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪🙏🏻
Shifa Burhan
novel pemuja pebinor
G.I
Cerita bagus tapi goblok...goblok kek yang nulis...masih bertahan dgn orang seperti itu...omong kosong...bikin novel tentang kebohongan saja...menyesal bacanya
MallesMellow: Boss novel lo mana?
total 1 replies
arsenmakapuas
mantappp criatanya
Istifada
Luar biasa
Afternoon Honey
bagus ide ceritanya
Murti Ningsih
ceritanya bagus dan penuh bawang /Puke/
Susi Susilawati
Luar biasa
Shella Antika
jadi illfeel sama si senja gk bisa jaga marwahnya sebagai istri mw sibumi salah tapi kan masih sah suaminya ini pergi kermh pria lain meskipun itu sahabat atw sepupu suami tapi hrs jaga batasan antara perempuan sdh menikah sama pria lajang...klo gt gk ada bedanya kelakuan si senja sama si bumi dan si jingga..
Jeni Safitri
Buat apa menyesal dan ditangisi senja iklaskan aja, jangan salahkan bumi k4n di awal dia mmg ngk suka kehadiran kamu dan calon anakmu berkali" mencelakan kalian tapi kamu bertahan menjelang lahir entah buat apa dan apa untungnya pergi nunggu lahir, yg harus disalahkan itu kamu
Jeni Safitri
Rasainlah sama kamu senja sdh jelas" berkali" bumi mencelakakan kandunganmu bahkan bibik dan mang dul sdh mengajak pergi jauh kamu bertahan sampai lahiran, skrg nikmatilah kesedihan itu buat apa menyesal anakmu meninggal
Jeni Safitri
Malas kali dengar keluhan senja tidak baik" saja dan sll merasa dlm bahaya saat di dekati bumi tapi ngk mau jg pergi jauh bawa kandungannya biar selamat lahiran
Jeni Safitri
Ah banyak cerita kamu senja, mmg apa bedanya pergi skrg dgn pergi saat kamu sdh lahiran, bagusan skrg kamu pergi jauh kalau sdh lahiran 2 bayi yg akan urus di perjalanan, niat pergi atau engak sih atau bicara hanya cari simpati
Jeni Safitri
Ck. Senja sdh jelas suami spikopat masih aja bertahan kalau mau pergi ya pergi aja ngk perlu bilang" biarkan penyesalan yg dia rasakan, kalau dia tau kamu mau pergi di ambilnya anak mu nanti bagaimana
G.I: Bukan salah Senja..
salah yang nulis cerita ini...karena yang nulis cerita ini lagi sakit jadi Senja disakiti terus
total 1 replies
Jeni Safitri
Jatuh dari tangga biasanya org mormal aja bisa geger otak lah ini kandungan baik" aja apa bisa gitu ya, takutnya anaknya cacat lagi k4n mendapat benturan berkali"
Jeni Safitri
Senja kamu mmg bukan wanita murahan tapi kamu wanita yg ngk punya harga diri sudah jelas mengalami siksaan masih aja bertahan dgn pria spikopat itu, kalau kamu wanita yg punya harga diri yg tinggi kamu ngk akan mengemis sama pria itu dan ngk sudi di siksa fisik dan mental mu
AJ_86: Wkwkwk 🤣🤣✌️
total 1 replies
Jeni Safitri
Ada ya laki kejam gini
Silvia Tatipikalawan
kak lanjut kabar gembira dari langit & senja mempunyai anak kak
Silvia Tatipikalawan
sedih
aish
pemeran wanitanya di sini jadi jalang gk bngt walau bumi slh tpi yg wanita lebih parah jijik bngt berlindung di balik kata sahabat peluk cium smpe lakuin hubungan intim mlh berharap hamil anaknya si langit lgi berhenti baca krna kecewa wlw gk bisa di tebak alurnya tpi gk gini jg awal' suka bngt mkin ujung mkin aneh alurnya acakadul🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!