NovelToon NovelToon
Suami Jalur Perjodohan

Suami Jalur Perjodohan

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Perjodohan / Janda / Pernikahan Kilat / Teen Angst / Tamat
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: windanor

Setelah sepeninggal mendiang suaminya dan berstatus menjadi janda muda. Khaliza memilih untuk tidak kembali menikah seumur hidupnya karna kesetiaan dan cintanya pada sang suami, Danu.

Lamaran beberapa pria selalu dia tolak. Namun kali ini, Khaliza tidak bisa berkutik ketika sang Ayah dengan tegas dan memaksanya menikah dengan Fariz, anak dari sahabat Ayahnya yang baru saja pulang dari kota.

Apakah pertahanan hati Khaliza untuk tidak kembali jatuh cinta akan roboh setelah di satukan dalam ikatan pernikahan dengan Fariz. Pria yang memperlakukan dirinya begitu lembut dengan segala perhatian yang pria itu berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2: Pria Asing

...Tuhan selalu memiliki banyak cara untuk mempertemukan dua orang yang sudah ditakdirkan bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan. Meski hati mereka menolak satu sama lain....

"Riz, kapan kau akan menikah?"

Gerakkan jari Fariz di keyboard laptop terhenti. Pria itu menoleh ke arah uminya, Fardah.

"Aku belum menemukan wanita yang cocok menjadi pendampingqku. Dan...aku juga sedang fokus dengan pekerjaan ku," balas Fariz kembali pada aktivitasnya.

Umi Fardah menghela napas berat. Wanita paruh baya itu menatap sekilas layar laptop Fariz.

"Lalu kapan kau akan berhenti bekerja di kota? Lebih baik kau melanjutkan usaha keluarga kita. Umi tidak ingin terus berjauhan darimu, Riz. Apalagi kau pulang dua bulan sekali," ucap umi Fardah protes.

Fariz memutar kursinya menghadap ke arah wanita paruh baya itu. Ia meraih kedua tangan umi Fardah dan mengenggamnya.

"Umi, aku tidak mungkin melepaskan pekerjaan ku begitu saja di perusahaan yang sudah aku impikan untuk bekerja di sana. Apalagi abah banyak mengeluarkan uang untuk biaya kuliahku di Jakarta kemaren. Minimal aku sudah bisa membeli rumah, mobil dan membuka usaha sendiri. Jadi, saat aku berhenti bekerja di sana, uang ku sudah terkumpul banyak," tutur Fariz.

"Terserah kau saja, lah, Fariz. Menikah tidak mau, di suruh melanjutkan usaha keluarga juga tidak mau. Sedangkan umur mu sudah dua puluh delapan tahunan, sudah cukup waktunya untuk berumah tangga."

"Menikah itu bukan hanya modal niat  saja Umi, tapi juga modal uang. Mau di kasih makan apa istri dan anakku nanti, sedangkan uang ku belum terkumpul banyak, tidak mungkin bertumpu pada penghasilan usaha toko kue, Umi."

"Rezeki bisa datang dari mana saja kalau niatnya ibadah, Riz." umi Fardah kembali melontarkan ucapannya dan Fariz mendesah.

"Umi tidak usah memikirkan kapan aku akan menikah, yang pasti aku sudah mempunyai calonnya." Ucapan Fariz kali ini membuat mata umi Fardah terbelalak.

"Siapa Riz? Siapa calonnya?" Pancaran kebahagiaan terbingkai jelas di wajah wanita itu.

"Nanti akan aku kenalkan. Sekarang sedang tahap pendekatan," balas Fariz tersenyum.

"Semoga secepatnya dia kamu lamar. Kenapa tidak bilang dari tadi," ucap umi Fardah tersenyum lebar.

"Kita tidak tahu kedepannya bagaimana. Setiap manusia memiliki banyak rencana tapi tetap Allah yang mengaturnya," ucap Fariz dan umi Fardah mengangguk setuju.

Hujan turun begitu derasnya mengguyur tanah yang mulai membanjir. Di sebuah saung yang lebih tepatnya di pos ronda tampak seorang wanita memeluk dirinya sendiri dengan tubuh gemetar sempurna. Liza melepaskan cadarnya yang basah kuyup. Pandangan matanya melihat ke atas langit yang tampak menghitam disertai kilat dan guntur. Ia baru saja dari warung membeli pesanan sang ayah dan sekarang harus terjebak hujan di sini.

Wanita itu duduk bersandar di pos ronda tersebut sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya sampai menghangat lalu menempelkannya ke pipi.

"Kapan hujannya reda?" gumam Liza. Ada sedikit ketakutan menyentil hatinya apalagi hari sudah mulai menggelap. Wanita itu memeras cadarnya yang basah kuyup hingga serapan air dikain tipis itu berkurang.

Sorotan cahaya motor menerpa wajah Liza yang bergegas memasang cadarnya kembali. Seorang pria memberhentikan motor beatnya di pos ronda tersebut. Sorot netra hitam pekat pria itu terpaku pada wanita yang menundukkan kepalanya.

"Sudah lama berteduh di sini?" Pertanyaan itu Fariz lontarkan pada Liza yang diam membisu. Fariz tampak berdecak merasa di abaikan oleh wanita yang ada di pandangan matanya sekarang.

Pria itu ikut duduk di samping Liza yang langsung bangkit dari tempat duduknya.

"Kenapa berdiri? Sini duduk. Saya tidak akan macam-macam dengan mu," ucap Fariz seakan tahu apa yang tengah di pikirkan wanita itu.

Liza menggeleng." Tidak usah, biar aku berdiri saja." cicitnya pelan dan hampir tidak terdengar.

Wanita itu terperanjat kaget ketika mendengar suara petir yang memekikkan telinga. Hembusan angin yang cukup kencang dan udara dingin yang menusuk ke pori-pori kulit begitu menyiksa Liza yang semakin mengigil kedinginan dengan pakaiannya yang basah saat ini. Fariz yang memang sedari tadi memperhatikan wanita itu bangkit dari tempat duduknya. Ia membuka jok motornya dan mengambil jaket miliknya yang selalu Ia bawa.

"Pakailah jaket ini." Fariz menyodorkan jaket hitam miliknya. Liza hanya melihat sekilas dan menggeleng pelan.

"Tidah usah, pakai saja untuk diri mu sendiri," tolak Liza.

"Tidak apa-apa, ambil saja daripada kau kedinginan." Fariz kembali menyodorkan jaketnya. Meski Ia juga merasa kedinginan tapi menyampingnya keadaan dirinya sendiri demi wanita asing yang kini bersamanya.

Liza melirik pria itu sebatas ekor matanya. Dengan tangan gemetar karna kedinginan dan rasa gugup yang mendekap kuat dirinya. Ia mengambil jaket itu dari pria asing tersebut. Fariz menatap lekat tangan wanita itu yang keluar dari hijab panjangnya sebatas pergelangan tangan yang dilapisi handsock hitam.

"Terima kasih, ustadz..."

Satu alis Fariz terangkat mendengar ucapan terakhir wanita itu pada dirinya.

"Maaf, saya belum bisa mengembalikan sorban milik ustadz..." Liza kembali melontarkan ucapannya. Kedua sudut Fariz terangkat mendengarnya hingga membentuk sebuah senyuman. Ia jadi tahu bahwa wanita dihadapannya sekarang adalah wanita yang kemaren Ia tolong.

"Saya bukan ustadz. Kenapa sampai mengira saya ustadz?" ucap Fariz yang terkekeh pelan memperlihatkan kedua lesung pipinya.

Liza semakin menundukkan kepalanya. Ia mundur beberapa langkah ketika merasa jarak mereka berdua cukup dekat. Kedua Pipi Liza bersemu merah karna merasa malu yang mendekap dirinya. Ia pikir pria itu seorang ustadz.

Syarifah tampak mondar-mandir di ruang tamu dan sesekali menatap ke arah jendela luar. Ia benar-benar khawatir dengan putrinya, Khaliza. Muhsin menghela napas berat melihat sang istri terus mondar-mandir di hadapannya.

"Tidak usah mengkhawatirkan Liza, Bun. Dia sudah besar dan bisa menjaga dirinya sendiri," ucap Muhsin dan Syarifah menoleh ke arah suaminya.

"Bagaimana Umi tidak khawatir, Yah, kalau sampai sekarang Liza belum pulang ke rumah dan sebentar lagi sudah memasuki waktu magrib. Kenapa tadi Ayah tidak meminta Ihsan saja yang ke warung bukan Liza," gerutu Syarifah protes.

Muhsin menghela napas berat." Ihsan baru saja pulang kerja dan tidak mungkin Ayah langsung meminta dia ke warung. Kasihan dia kelelahan setelah bekerja seharian. Ayah juga meminta Liza ke warung agar anak itu tidak terlalu mendekam di dalam rumah dan hanya keluar saat akan pergi ke pengajian. Bunda tahu sendiri, kan, anak kita yang satu itu jadi bersikap tertutup semenjak suaminya meninggal. Sudah beberapa lamaran dari pria kampung sebelah dia tolak. Ayah sudah muak dengan sikap Liza yang selalu beralasan masih mencintai Danu hingga tidak ingin membuka hati. Sampai kapan putri kita terus mempertahankan statusnya sebagai janda? Kita juga tidak mungkin selalu bersamanya. Liza butuh pria yang bisa menjaga ."

Syarifah terdiam mendengar penuturan suaminya.

1
Setya
Skrg itu janda semakin ke depan, banyak kok tetanggaku yg perjaka dapet janda itupun banyak gak cuma 1 soalnnya mereka lebih fres dr perawan, dan ada pula yg janda beranak 1 ataupun 2 dapet perjaka 😁😁
deden nasrudin
cerita nya bagus banget suka sekali 😘 😘😘😘
Khazanava: Terimakasih banyak, kak😍😍😍
total 1 replies
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
9th gua menjanda, banyak fitnah di luaran sana Ahhh...pura² budeg saja dihiraukan akan bikin sakit hati ( buat bodoh saja ) toh apa yg mereka ucapakan tidaklah benar 😄
Syarifah
alhamdulillah☺☺☺☺☺☺
nonsk2711
aihhhhh...kak Win nackal nih ngeprank kita jd malu 🙈...umi Fariz bnr" krg bersyukur ya di ksh menantu yg baik mlh pgn punya mantu lg 🤦
Syarifah
aduhhh thorrr kirain
Ita Rosita
oalah kirain liza.... mana d part sebelumnya dah nangis bombay eh d prank......
Aisyah farhana
ehhh tak kirain anu hihihiii
Nasya Princs
tuh kan kena prank kak win.kemaren sih dah feeling kalau bukan liza sih.untung belum nyumbang nangis nih mata😁
Nasya Princs: hehehe udah ngamuk belum kak,
total 4 replies
Ita Rosita
part ini buat aq mewek......
Aisyah farhana
Koo Liza nya d buat ga ada berati yg jadi judul itu Fariz bukan Liza
nonsk2711
salah satu hrs mengalah n akhirnya Lisa yg di matikan,scr Lisa bkn nya pu ya thor atau nti author menghadirkan lg sosok wanita yg mirip Lisa,entahlah!!
Syarifah
lahhh kok meninggal
Syarifah
semangat liza semangat fariz
nonsk2711
sperti nya author mo menggiring crt ini membuat poligami nih 🤭,klo Lisa menggugurkan kandungan nya mo tdk mo otomatis Faris di suruh nikah lg tanpa menceraikan Lisa atau bs jd ibunya Faris suruh menceraikan Lisa,klo pun opsi ke 2 Lisa mempertahankan otomatis khilangan Lisa slm nya tp nasib n takdir di tangan author 😄😄...dilema bhkn jd bumerang itu pastinya.
Dewi_fatmawati
sono bilang sama mbok mu fariz.. jadi manusia NGOTAK sedikit, coba di putar balik, BAPAK mu suruh nikah lagi, terima gak mbok mu itu.. 😒😒😒
Syarifah
sedih amat thorr
nonsk2711
benar dugaanku Lisa mengidap kanker,dilema hrs memilih klopun Lisa memilih anak nya kemungkinan dy yg lewat tp klo Lisa yg di pertahankan ya hrs khilangan anak nya,ada kemungkinan jg ada acr poligami,ahhhh ga bgd dh lbh baik klo umi nya Faris keukeuh mo nikahin Faris dgn Aisyah lbh baik Lisa mundur aja,ini pemikiranku lho thor 🙏🤭
Aisyah farhana
semangat Liza yakinlah pasti nanti Kaka othor kasih jalan terbaik heheheeeee keep fighting bee strong
nonsk2711
mgkn Liza mengidam penyakit kanker rahim atau penyakit yg hrs menggugurkan kandungan nya,atau bs jd memilih di antara satu nya krn Lisa ga trs trg sm suami nya,bkln ada poligami atau Lisa yg pamit mundur ya.Di lht dr tdk sukanya umi nya Faris smakin kuat untuk menjodohkn lg Fariz n Aisyah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!