NovelToon NovelToon
Dazzling Society

Dazzling Society

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:71.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: AIANA

Namaku Zoey Park.
Zoey Park dengan segala hal yang aku miliki. Aku cantik, kaya, dan cerdas. Orang-orang iri padaku, tapi aku?
“Kenapa dia harus lahir sebagai anak perempuan?”
Kalimat Ayah membuatku membenci diriku sendiri. Apapun yang aku lakukan tidak akan pernah membuatnya melihatku dan mengakuiku. Parahnya lagi, tidak ada anggota keluargaku yang mendukungku.
Ayah lalu berambisi untuk menjodohkanku!
Aku masih SMA waktu itu, dan entah keajaiban apa yang terjadi, aku berhasil terlepas dari perjodohan itu dan tinggal di luar negeri selama belasan tahun.
Aku sudah bahagia dengan hidupku sampai Ayah muncul di Paris dan menyeretku pulang untuk dinikahkan dengan lelaki yang sudah beristri! Benar-benar tidak masuk akal!
Tapi, ada fakta yang mulai muncul kepermukaan, tentang keluargaku, tentang perjodohan dan tentang maut yang mengejarku.
Aku mulai menyadari bahwa tidak ada orang tua yang benar-benar membenci anaknya.
Gengamlah tanganku, kuatkanlah aku menempuh perjalanan ini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2; Perintah Kabur di Masa Lalu

“Apa yang dilakukan Ice Princess di tempat seperti ini?” aku menoleh, mencari sumber suara itu. Bukannya ke ge-eran, namun rumor itu juga sampai di telingaku. Aku tidak tuli dan banyak orang yang memberikan julukan aneh itu padaku. Aku mendengus pelan, uap tipis terlihat keluar dari hidungku. Walaupun ini belum musim dingin, udara sudah cukup membuat kulitku pedih dan kering.

Aku menemukannya, seorang laki-laki kurus dan kecil itu berdiri di atas pagar tembok pembatas sekolah sambil mengulum permen lolipop di mulutnya. Aku menatapnya tajam dan terkesan meremehkan. Laki-laki itu masih SMP, masih anak-anak.

“Bukan urusanmu, Bocah!” jawabku ketus, tak ingin meladeninya.

“I know...” bukannya pergi tapi bocah itu justru mendekatiku.

“Cih...” mau tak mau aku mendecakkan mulutku. Merasa heran dengan kepercayaan diri bocah itu, “mau apa kau?”

“Tidak ada, hanya penasaran dengan penerus Keluarga Park. Zoey Park. Itu kan namamu?” bocah itu tersenyum dengan sinis, sudut bibirnya terangkat menyebalkan sambil menatap nametag di bajuku.

“Kau siapa?”

“Sudah mulai penasaran denganku?” ia tersenyum lagi, kini aku bisa melihat kilatan di matanya yang yang bisa dikatakan cukup besar untuk seorang laki-laki. Mata indahnya yang bulat hitam itu tidak cocok dengan wajahnya yang tengil. Benar-benar sangat menyebalkan.

“Terserah kau sajalah...” aku muak berurusan dengan bocah seperti dirinya.

“Aku anggap jawabanmu itu sebagai kata iya...” jawabannya membuatku melotot. Bocah itu kini meloncat turun dan bersandar di pagar pembatas sekolah. Ia terus mengamatiku dengan tatapan yang aneh, membuatku benar-benar risih.

Aku tak ingin lebih lama lagi di tempat ini. Bahkan di tempat yang sudah kugunakan untuk bersembuyi ini kini sudah menjadi sama, sama tidak menyenangkannya dengan sekolah ini. Terlebih lagi ada seorang bocah pengganggu yang sangat menyebalkan.

“Zoey!” reflek aku berhenti di tempat, saat bocah itu memanggilku dengan begitu akrab. Jelas-jelas aku lebih tua darinya. Enak saja dia memanggilku seperti itu!

Aku sudah memutusakan untuk mengabaikannya ketika ia menyahut lagi dengan lebih lantang, “jangan mau dijodohkan!”

“APA?!”  aku keget bukan main dan berbalik. Langkahku semakin cepat dan tak segan-segan aku mencengkeram kerah bocah itu. Tinggi kami hampir sama, membuat mata kami sejajar, aku menatapnya tajam.

Rasa kesal itu solah menggila bagaikan tornado di otakku karena ucapan bocah sialan ini. Bagaimana ia tahu apa yang sedang menganggu pikiranku? Aku masih kelas tiga SMA, aku masih sangat muda, akan tetapi keluarga besarku sudah mencarikan jodoh untukku. Tentu saja, aku tidak bisa menolak, aku juga tidak mungkin lari. Keluargaku termasuk keluarga kaya yang terpandang dan tentunya akan sangat mudah bagi orang tuaku untuk mencariku. Aku menyadari bahwa aku masih belum cukup dewasa untuk bisa bertahan hidup sendiri. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Satu-satunya hal yang bisa aku lakukan adalah melampiaskan emosiku di lorong pemisah antara gedung sekolah senior dan junior, inilah salah satunya tempatku melarikan diri. Tapi sekarang, di tempat ini pun ada seseorang yang mengusik ketenanganku. Aku sangat membenci diriku sendiri.

Sekolah ini benar-benar sempit! Sekolah swasta ini memang sekolah elit yang mencakup jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Siswanya pun berasal dari keluarga kaya yang sanggup memfasilitasi semua pembiayaan program untuk anak-anaknya. Adapun ‘anak-anak miskin’ di sekolah ini termasuk orang yang pintar dan menjadi siswa penerima berasiswa sebagai salah satu ‘program pelayanan masyarakat’.

Bukan nilai yang menentukan statusmu, tapi kekayaan keluargamu. Cih. Aku benar-benar muak dengan semua itu. Aku juga sangat membenci sekolah ini. Aku tidak bisa menemukan seorang pun yang dapat dijadikan teman. Teman yang kata orang tuaku tidak akan pernah aku temui seumur hidup itu. Semuanya hanya mengincar kesuksesan keluargaku semata.

Persetan dengan semua itu!

Aku sangat membenci keluargaku.

“Andai saja dia itu laki-laki!” Aku terkejut saat mendengar Ayah berteriak pada Ibu. Aku baru saja masuk SMA saat kenyaatan itu menyadarkanku. Aku berdiri di balik pintu kamarku yang sedikit terbuka dan mendengar semuanya, "“Kenapa dia harus lahir sebagai anak perempuan?”

Hatiku terasa begitu pedih mendengar perkataan Ayah. Apa selama ini ia tidak menginginkanku ada di sini? Kenapa Ayah begitu membenciku? Aku tahu Ayah selalu bersikap dingin padaku, tapi aku tidak tahu ia sampai membenciku sepeti ini.

“Ayah, kan ada Dany dan Juna! Tak ada sangkut pautnya Zoey dengan semua ini!” ibunya mencoba menenangkan Ayah.

“Tapi Dany dan Juna itu tidak seperti Zoey! Aku tidak mungkin menujuk Zoey sebagai pewaris perusahaan kita. Ia seorang wanita!” suara Ayah bergema di telingaku. Jadi ini semua masalah harta? Masalah aku adalah seorang wanita?

Aku menutup pintu kamarku dengan hati yang sedih. Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Aku memandang rak buku dihadapanku yang setinggi langit kamar dengan hati yang kosong. Aku juga melihat dinding meja belajarku penuh dengan tempelan ketas berwarna-warni yang berisi semua kerja kerasku dalam belajar. Aku tahu Ayah tidak menyayangiku seperti Ayah meyayangi kakakku Dany dan adikku Juna. Aku berusaha keras agar Ayah melihat ke dalam diriku dengan cara belajar mati-matian untuk menjadi yang terbaik di sekolah. Aku bahkan membuang mimpiku jauh-jauh untuk masuk ke sekolah seni daripada ke sekolah yayasan terkutuk itu. Aku percaya bahwa Ayah akan menghargai usahaku kelak. Tapi ternyata semua itu tetap sia-sia. Aku tidak bisa mengubah kenyataan bahwa dia adalah serorang wanita. Semua kepercayaan dalam diriku menguap malam itu.

Tadi malam, seusai makan malam keluarga, untuk pertama kalinya aku mendengar itu. Perjodohan.

“Dany, apa Joon sudah setuju jika ia dijodohkan dengan Zoey?” pertanyaan Ayah membuatku membeku. Perjodohan?

“Sudah Yah, Joon bilang kalau Zoey sangat cantik. Ia mau bertemu dulu dengannya...” Dany menjawab pertanyaan Ayah dengan bangga.

“Baguslah, semoga Joon suka dengan Zoey. Jika keluarga Park dan Hwang bersatu maka kita akan menguasi Korea...” Ayah tertawa dengan senang. Lagi-lagi ini tentang harta. Kak Dany juga merasa lega ia berhasil membujuk temannya itu untuk dijodohkan denganku. Dan seorang Zoey? Aku terkejut sambil memandang Ibu, meminta penjelasan ini. Ibuku menggeleng, prihatin.

Kenapa tidak minta persetujuanku? Bukankan aku yang akan dijodohkan? Aku menatap Ayah dan Kak Dany dengan tatapan terluka. Ini benar-benar keterlaluan! Tanpa mengatakan apapun aku berdiri dan pergi ke kamar.

“Zoey!” panggilan Ayah untuk kali pertamanya aku abaikan. Aku menutup pintu kamarku dengan kencang. Aku ingin menangis, tapi menangisi apa? Aku tidak sedih tapi benar-benar marah.

Dan kini seorang bocah menyebut kata laknat itu. Dari mana dia tahu bahwa aku akan dijodohkan? Aku saja baru mengetahuinya tadi malam.

“Dari mana kau tahu itu?” Aku masih mencengkeram erat kerah bocah itu.

“Bukan rahasia umum kan? Di sekolah ini tidak ada yang bisa kita sembunyikan, bahkan kentut kita sekalipun...” bocah itu tidak berusaha melepaskan cengkramanku.

“Siapa kau?” tanyaku lagi.

“Aku hanya mengingatkanmu, jangan kau terima perjodohan itu atau kau akan menderita seumur hidupmu...” bocah itu melepaskan tanganku dalam sekali hentakan.

“Kenapa?” kini aku bertanya heran.

“Apanya?”

“Kenapa aku tidak boleh menerima perjodohan itu?” mataku bergetar menatap bocah itu.

“Boleh saja kalau kau memang mau menikahinya, aku hanya mengingatkanmu...” bocah itu menjawab dengan santai sambil merapikan kerahnya yang kusut.

“Lalu kenapa kau memperingatkanku!” aku masih bertanya dengan keras kepala. Apa maksud semua ini?

“Aku sudah bosan melihatmu sedih, hanya kasihan saja...” ia menatapku iba. Berani-berani dia mengasihaniku. Benar-benar menyebalkan!

“Kenapa?!” aku berteriak marah saat melihat bocah itu berjalan dan meloncat naik ke pagar, ia duduk di atas sana dan kembali memanggil namaku.

“Zoey, ingat wajahku baik-baik, kau berhutang budi padaku...” bocah itu lalu melompat turun dan menghilang sebelum aku kembali menghandriknya.

“Aku tak sudi mengingatmu, bocah!” aku hanya bisa menatap pagar pembatas itu dengan amarah. Aku tak tahu kenapa hidupku sungguh tak adil. Kenapa harus mengalami hal seperti ini dan tak memiliki kehidupan remaja normal pada umumnya?

Aku benci.

1
Ni Luh Septi
takut wafer akunya kk hehehe
salam ya dari istri Haechan
Yourlukey
i feel u
Yourlukey
love this quote
Yourlukey
nggak semua orang bisa dijodohkan bapake 😭
Yourlukey
Ikuti kata hatimu Zoey, pernikahan itu kompleks
Yourlukey
boro kentut, tembok aja ikut ngomong
Yourlukey
Suka banget sama namanya, Park Zoey
dina yunita
honestly.. seneng banget nemu cerita ini... suka banget cara nulisnya, bahasanya lugas, tidak bertele2.. beda sama karya2 lain yg terlalu sinetron menurutku. satu lagi.. baca ini jg mengandung ilmu dan wawasan kehidupan di luar juga...seneng dehh...smangat kakaaa author bikin karya2 lainnyaaa
[AIANA]: makasih kakak reviewnya. beneran ini jadi motivasi aku untuk lebih melihat lagi tulisan² si remahan roti ini kak. wkakakak. mungkin kedepannya setelah CEO official mate selesai, Lee Hoon akan muncul lagi. skg masih draft aja ini. hehehehe
total 1 replies
dina yunita
suka novel ini. gada alasan. suka aja. teruslah berkarya kak
[AIANA]: makasih kak sudah mampir, ditunggu review nya kak. aku dah follow back.
total 1 replies
Annisa lie
aku sudah baca tamat 2 novelmu thor
Annisa lie
keren thor
Lynn💚
-Semangat untuk Author-♡(◜ ◡ ◝)
🍁Salam hangat dari Chapter Our Love
Lynn💚
Salken~
Mohon dukungan baliknya di Chapter Our Love^^
Dan jangan lupa tinggalkan Like,Komen, dan Bagikan❀~
Salam hangaat❀❀
🕊️ℰʀᷞᴠͥɪͦɴᷠᴀⷹªᶰᵃᵗᵃˢʸᵃ🕊️
aku udah singgah yah kak ,semangat ,,
ku_mala
daebaaaaakk👍👏,,, serasa nonton drakor tp versi novelnya.. qu harap ada ekstra partnya, smoga😊
ku_mala: ma, amaaaa... ditunggu ekstra partnya
total 2 replies
sudar yati
luar biasa Thor, hebat banget
[AIANA]: thank you kak. lanjut baca ya
total 1 replies
ayyona
kecap
ayyona
Hai Kak Author kece
Wah Dazzling Society...amazing.
Aku mau sok sok an review nih 🤭 (kyak yg ngerti aja dunia tulis menulis, baru jg 6 bln jadi tukang ketik 😅😅, jd aku review sbg pembaca aja ya. kalo jd tukang baca, jam terbang cukup lah 😅😅)

Tema cerita:
Ttg holang kaiyah...tapi berbeza krn detailnya lbh ngena ga asal blg. termasuk ttg perusahaan dan seluk beluknya

Karakter:
Tiap karakter punya ciri khas, penokohan itu jg bisa dilihat bedanya hingga kalimat yg diucapkan atau gerak gerik yg ditampilkan

Alur, plot, konflik dll
Ngalir ga putus. stlh terbuka satu misteri tp kemudian muncul teka teki yg lain. otak kd ikut muter kyk zoey 😅

Tata bahasa
nyaris tanpa typo dan sesuai setting korea. Kak Author sangat paham dgn bahasa n budaya korea jd ga asal omong sharangeo udah otomatis korea gitu ya 😁

Konten dewasa tersembunyi dgn manis tanpa mengurangi efek ke-uwuan-nya 😅 maksudnya bikin baper, para jomblo bisa maksa cariin jodoh saat ini jg 😂😂

Pesan moral:
Banyak...ada cinta pengorbanan, saling mengisi, arti keluarga komplit pokoknya 😎

Intinya aku puas baca novel ini karena berbeda, ga rugi pokoknya.

Last but nit least Daebak Kak Author sarangheyo 😍😍😘😘
ayyona
oh...speechless
ayyona
kirain zoey ikut tour dunia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!