NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Kebangkitan Tubuh Pedang Kuno dan Pengejar di Kaki Gunung

​Di dalam Aula Leluhur yang remang-remang, aroma darah segar bercampur dengan bau dupa yang sudah lama padam.

​Lin Mo berlutut di atas ubin batu yang dingin. Meski pil penyembuh dasar telah menghentikan pendarahan di luar tubuhnya, rasa sakit yang merobek dari dalam dantian-nya masih terasa nyata. Meridiannya yang hancur ibarat sungai kering yang dipenuhi bebatuan tajam; setiap kali dia mencoba merasakan energi spiritual, rasa sakit yang luar biasa akan menyengat sarafnya.

​Su Yue berdiri di sudut ruangan, menatap adik seperguruan barunya itu dengan tatapan kasihan. Gadis itu tahu betapa mengerikannya kehilangan kultivasi bagi seorang jenius, itu lebih menyakitkan daripada kematian itu sendiri.

​Jiang Chen duduk dengan tenang di atas kursi kebesaran, menatap murid pertamanya.

​"Duduklah bersila," perintah Jiang Chen. Suaranya tidak keras, tetapi memiliki otoritas yang membuat Lin Mo tanpa sadar segera mematuhinya.

​Jiang Chen menutup matanya sejenak, mengaktifkan antarmuka sistem di benaknya untuk memeriksa hadiah yang baru saja ia terima.

​[Teknik Kultivasi Tingkat Surga: Seni Bintang Nirwana]

Deskripsi: Teknik warisan agung yang meminjam kekuatan bintang-bintang di semesta. "Nirwana" berarti kehancuran dan kebangkitan kembali. Untuk mempraktikkan teknik ini hingga tahap kesempurnaan, seorang kultivator harus rela menghancurkan fondasi lamanya dan membangun ulang dantian-nya dari kehampaan. Sangat cocok untuk mereka yang memiliki fisik bawaan namun rusak.

​Sudut bibir Jiang Chen melengkung naik. Sistem ini benar-benar mengatur segalanya dengan sempurna. Teknik ini seolah diciptakan khusus untuk Lin Mo.

​"Lin Mo," panggil Jiang Chen, membuka matanya perlahan. "Klanmu menghancurkan dantian dan meridianmu karena mereka menganggapmu sebagai ancaman. Di mata manusia fana, kau sudah lumpuh. Tetapi di mata Guru, meridian cacatmu hanyalah tanah kosong yang siap dibangun kastil abadi."

​Mata Lin Mo bergetar. Dia menatap pemuda berjubah putih di depannya dengan napas tertahan.

​Jiang Chen bangkit dari kursinya, melangkah maju, dan berhenti tepat di depan Lin Mo. Dia mengangkat jari telunjuk kanannya yang memancarkan cahaya perak redup—energi spiritual dari Ranah Pembentukan Fondasi.

​"Kosongkan pikiranmu. Bersiaplah untuk rasa sakit yang seribu kali lipat lebih mengerikan daripada saat meridianmu dihancurkan. Jika kau bisa bertahan, kau akan terlahir kembali sebagai naga yang terbang ke sembilan langit. Jika kau gagal... kau akan menjadi debu."

​"Murid tidak takut mati!" Lin Mo mengertakkan giginya, matanya menyala dengan tekad gila. "Murid hanya takut hidup sebagai sampah yang tidak bisa membalas dendam!"

​"Bagus."

​Jiang Chen menempelkan jari telunjuknya di antara alis Lin Mo.

​WUUUSH!

​Sebuah arus informasi yang luar biasa masif dan kuno membanjiri lautan kesadaran Lin Mo. Di saat yang sama, Jiang Chen mengalirkan energi spiritualnya untuk membimbing Seni Bintang Nirwana ke dalam tubuh bocah itu.

​"ARGHHHH!!"

​Lin Mo menjerit parau. Urat-urat hijau bermunculan di leher dan dahinya, terlihat seperti cacing yang menggeliat di bawah kulitnya. Dia merasa seolah-olah jutaan pisau kecil sedang mengiris setiap inci daging, tulang, dan pembuluh darahnya dari dalam, lalu membakarnya dengan api bintang yang sangat panas.

​Namun, bocah itu menolak untuk pingsan. Dia menggigit bibir bawahnya hingga darah segar kembali mengalir, mengingat kembali wajah paman dan sepupunya yang tertawa terbahak-bahak saat menghancurkan dantiannya lalu menendangnya ke dalam jurang.

​Kehancuran membawa kelahiran kembali! Nirwana!

​Di dalam tubuh Lin Mo, meridian yang terputus tidak hanya disambung, melainkan dihancurkan sepenuhnya menjadi partikel-partikel debu spiritual, lalu dibangun kembali menjadi rute meridian baru yang jauh lebih lebar, lebih tangguh, dan bersinar dengan cahaya perak kebiruan.

​Su Yue terkesiap mundur, menutupi mulutnya dengan kedua tangan.

​Dia melihat tubuh Lin Mo tiba-tiba memancarkan cahaya pedang yang tajam! Udara di sekitar bocah itu menjadi sangat memotong. Beberapa ujung rambut Lin Mo yang tergerai panjang tiba-tiba terpotong oleh energi tak terlihat yang menguar dari pori-pori kulitnya sendiri.

​[DING!]

[Mendeteksi kebangkitan 'Tubuh Pedang Kuno' (Tingkat Surga)!]

[Kultivasi Lin Mo melonjak...]

​Lautan qi di sekitar Puncak Bintang Jatuh berputar hebat, tersedot ke dalam tubuh Lin Mo layaknya pusaran air hitam. Aura bocah itu meroket seketika!

​Pemadatan Qi tingkat 1...

Pemadatan Qi tingkat 3...

Pemadatan Qi tingkat 5!

​Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam mempraktikkan Seni Bintang Nirwana, Lin Mo tidak hanya memulihkan kultivasinya yang hilang, tetapi bahkan menembus dua tingkat lebih tinggi dari masa kejayaannya!

​Ledakan energi pedang terakhir menyapu ruangan, memadamkan lilin dan membuat jubah Jiang Chen berkibar dengan keras.

​Lin Mo membuka matanya. Sepasang pupil hitamnya kini memiliki siluet pedang perak yang samar. Bocah itu menatap tangannya sendiri dengan tidak percaya. Dantiannya terasa seluas lautan, dan setiap aliran qi di dalam darahnya terasa setajam pedang pusaka.

​Tingkat 5 Pemadatan Qi! Terlebih lagi, qi miliknya seratus kali lebih murni berkat teknik kultivasi Tingkat Surga!

​Bruk!

​Lin Mo bersujud dengan keras di lantai, air mata mengalir deras dari matanya yang merah. Kali ini, itu bukan air mata rasa sakit, melainkan rasa syukur yang tak terhingga.

​"Kebaikan Guru yang menciptakan ulang tubuh murid... tidak akan pernah murid lupakan meski tubuh ini hancur dan tulang ini menjadi abu!" Lin Mo berteriak dengan suara bergetar. "Mulai hari ini, pedang Lin Mo adalah pedang Guru. Siapapun yang berani menentang Guru, akan kutebas lehernya!"

​Jiang Chen tersenyum tipis, tangannya bertaut di belakang punggung. Dia sangat puas dengan loyalitas yang ditunjukkan bocah ini.

​"Bangunlah," kata Jiang Chen dengan tenang. "Kau adalah Murid Besar Sekte Pedang Bintang. Di masa depan, sekte kita akan menginjak-injak surga. Mengucapkan terima kasih sambil menangis seperti itu tidak pantas untuk statusmu."

​Lin Mo segera mengusap air matanya dan berdiri tegap, meski matanya masih memancarkan fanatisme yang buta saat menatap Jiang Chen. Di mata Lin Mo saat ini, Guru Jiang Chen adalah jelmaan dewa sejati yang sedang menyamar.

​Sementara itu, di sudut ruangan, Su Yue menelan ludah. Tingkat 5 Pemadatan Qi! Adik seperguruan barunya langsung melampauinya?

​Melihat ekspresi adik seperguruannya yang setengah kagum dan setengah minder, Jiang Chen tertawa pelan dalam hatinya. Dia tidak akan melupakan Su Yue.

​"Su Yue," panggil Jiang Chen.

​"Y-Ya, Kakak Seperguruan... ah, Ketua Sekte!" Su Yue gelagapan.

​"Pergilah ke Paviliun Kitab Suci di sebelah timur. Buka pintunya dan pilih salah satu teknik pedang tingkat Bumi di sana yang cocok denganmu."

​Su Yue membelalakkan matanya. "Tingkat Bumi?! Tapi... Paviliun kita sudah dikosongkan oleh para penatua pengkhianat itu! Jangan-jangan..."

​Jiang Chen hanya tersenyum misterius tanpa menjawab. Berkat hadiah sistem, Paviliun Kitab Suci yang tadinya kosong melompong kini telah disegarkan kembali oleh Sistem dan diisi dengan berbagai macam teknik dasar dan menengah (Tingkat Fana dan Bumi) yang dijamin akan membuat sekte-sekte kelas dua di wilayah ini menjadi gila.

​"Lin Mo," Jiang Chen mengalihkan pandangannya kembali ke murid pertamanya, menatap tajam menembus pintu aula menuju ke bawah gunung. "Kau masih belum terbiasa dengan kekuatan Tubuh Pedang Kuno milikmu. Kebetulan sekali, beberapa tamu tak diundang sedang mendaki gunung kita untuk mengantarkan nyawa mereka sebagai batu asahanmu."

​Di Kaki Gunung Puncak Bintang Jatuh.

​Tiga bayangan berkelebat menembus hutan rimbun, berhenti tepat di depan anak tangga batu pertama yang mengarah ke Sekte Pedang Bintang. Mereka mengenakan pakaian hitam ketat dengan lambang daun musim gugur yang dibordir benang emas di dada kiri mereka.

​Di tangan mereka tergenggam golok besar bermata tunggal yang meneteskan darah segar dari beberapa binatang buas yang menghalangi jalan mereka.

​Pria yang memimpin kelompok itu membungkuk, menyentuh bercak darah kering di atas tangga batu dengan dua jari, lalu mencium baunya.

​"Ini darah bocah lumpuh itu," desis pria tersebut, matanya menyipit sinis bak ular berbisa. "Tuan Muda dari klan kita benar-benar tangguh. Dantiannya sudah dihancurkan, tapi dia masih bisa merangkak puluhan kilometer ke tempat sampah ini."

​"Kapten, ini wilayah Sekte Pedang Bintang," kata salah satu pembunuh di belakangnya dengan ragu. "Apakah kita harus menerobos masuk?"

​Kapten pembunuh itu mendengus jijik. Kultivasi Tingkat 7 Pemadatan Qi miliknya memancar dengan arogan.

​"Sekte Pedang Bintang? Sekte rongsokan itu baru saja ditinggal mati oleh Master mereka, dan semua tetuanya sudah lari membawa harta. Mereka bahkan tidak punya anjing penjaga lagi!"

​Dia mengibaskan goloknya, memantulkan cahaya matahari pagi yang dingin.

​"Naik! Temukan mayat bocah itu, potong kepalanya sebagai bukti untuk diserahkan pada Tetua Lin. Jika ada orang tersisa di sekte rongsokan ini yang berani menghalangi... bunuh saja semuanya. Cuma sekumpulan lalat yang tidak berharga!"

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!