NovelToon NovelToon
Putri Hebat Sang CEO

Putri Hebat Sang CEO

Status: tamat
Genre:One Night Stand
Popularitas:784k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.

Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.

Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.

Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.

apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titah sang mama

''Arya, ayo bangun!"

Suara khas yang sangat membosankan itu mengusik Arya yang ada di alam mimpi, pria itu tak peduli dan memilih untuk memunggungi wanita tersebut.

"Pasti semalam dia tidur dengan wanita kan?" Tanya wanita paruh baya yang berparas anggun itu.

"Iya, Nyonya." Jawab sang penjaga yang sudah membawa baju ganti untuk Arya.

Ya, Tuan Arya Ghora prasida, umur 27 tahun, pemimpin perusahaan yang paling terkenal di seluruh jagad raya, namun tega membuat Dhea kini menjadi mantan perawan, bahkan dengan bangganya pria itu menitipkan benihnya di dalam perut Dhea.

"Ambilkan air!" Titah wanita itu dengan lantang. Tak segan segan untuk membasahi Arya jika memang lelet dan tak mau membuka mata.

Baru saja salah satu penjaga itu melangkah menuju kamar mandi, Arya sudah mengangkat kepalanya meski matanya masih terpejam.

"Ada apa sih, Ma?" nada jengkel, karena di manapun ia berada, pasti mamanya selalu menjadi pengganggunya di saat lagi enak enaknya menikmati alam baka.

Seketika Nyonya Septi menarik telinga Arya hingga sang empu meringis kesakitan.

Sontak, Arya membulatkan matanya di saat rasa nyeri mulai melanda.

"Ampun, Ma." Menangkupkan kedua tangannya. Memohon sang mama untuk melepaskannya.

"Nanti kalau telinga aku copot gimana, bisa hilang ketampananku." Di saat genting masih saja pria itu narsis.

"Biar ketampanan kamu hilang, supaya kamu nggak semena mena mempermainkan wanita."

Lagi lagi Nyonya Septi menegur apa yang menjadi kebiasaan Arya, bahkan sepertinya meniduri wanita sudah melekat di dirinya saat ini.

"Iya, Ma, Aku janji tidak akan mengulanginya lagi."

Itulah sosok Arya, meskipun garang di mata para karyawan dan rekan kerja maupun pengawal, dia adalah pria yang masih manja degan sejuta pesona saat di depan mamanya. Bahkan Arya selalu mengabulkan permintaan wanita itu.

"Sekarang mandi, cepat ke kantor!"

Dengan terpaksa Arya turun dari ranjangnya menuju kamar mandi.

"Jangan sampai aku pecat kalian." Ancam Arya saat kedua penjaganya itu menertawakannya.

Seketika kedua pria itu mingkem dan tak mau membuat Arya marah.

"Jeki, Jojo, mulai hari ini jangan turuti kemauannya, kalau dia masih kekeh, lapor ke saya!"

"Baik, Nyonya." jawab penjaga itu serempak.

Bingung kan, di satu sisi kedua penjaga itu harus menuruti semua keinginan Arya, namun di sisi lain, Nyonya besar mewanti wantinya untuk menolak. Benar benar berbalik arah.

Nyonya Septi hanya geleng geleng saat menatap punggung polos Arya berlalu dan menghilang.

Saat Nyonya Septi hampir keluar, wanita itu kembali memundurkan langkahnya saat matanya menatap sesuatu di atas ranjang, dengan sigapnya Nyonya Septi menarik selimut tebal yang ada di atas ranjang.

"Ya Tuhan..." Teriak Nyonya Septi, wanita itu terkejut bukan main saat melihat noda merah yang masih menghiasi sprai tempat Arya menginap.

"Anak gadis siapa yang menjadi korban Arya semalam?" Imbuhnya lagi, mempertajam pandangannya kalau yang di lihat itu adalah noda darah.

Dua penjaga itu ikut mendekati Nyonya Septi dan menelan ludahnya dengan susah payah, tak menyangka kalau tadi malam Tuannya menjebol gawang.

"Apa sih Ma teriak teriak," seru Arya dari ambang pintu kamar mandi, dengan tak sopannya pria yang sudah telanjang dada itu memamerkan tubuh atletisnya di depan sang mama yang saat ini naik pitam.

Segera nyonya Septi menghampiri Arya dan memukulnya dengan tas, kali ini wanita itu menangis tersedu sedu.

"Mama kenapa?" Panik, di balik sifat angkuh dingin dan juga kejam, Arya adalah sosok laki laki yang takut jika mamanya menangis dan bersedih.

"Katakan! Siapa gadis yang kamu renggut kehormatannya semalam?" menunjuk ke arah ranjang besarnya.

Mata Arya ikut terpana saat menatap noda merah itu, kejadian di ruangan yang gelap itu kembali melintasi otaknya saat ini.

Plaakkk.... tiba tiba saja tamparan mendarat di pipi kokoh Arya, Nyonya Septi nampak murka dengan kelakuan Arya kali ini. Bahkan tak sanggup membayangkan bagaimana nasibnya wanita itu saat ini.

"Aku tidak tau, Ma." Gemetar, terlihat ada sedikit penyesalan dari wajah Arya saat mengungkapkan kata katanya.

Bodohnya Arya memang tak ingin mengetahui identitas wanita yang menjadi teman tidurnya.

"Mama ini seorang perempuan, Ar, kamu tau, di dunia ini tidak ada yang paling penting bagi seorang wanita selain sebuah kehormatan, tapi kamu sudah mengambilnya, mama nggak bisa bayangkan, bagaimana perasaan gadis itu saat ini."

Arya makin bingung saja, dan kali ini ia tak mau di salahkan.

"Tapi dia sendiri yang datang Ma, Arya bayar dia, jadi di mana salahnya?"

Plaaak...lagi lagi tamparan keras menerpa pipi Arya.

Kedua penjaga itu hanya bisa menunduk diam tak bisa berkutik, karena di balik kemarahan Nyonya Septi mereka lah dalangnya yang sudah salah memasukkan orang.

"Kamu yakin?"

Arya mengangguk lalu menatap wajah Jeki dan Jojo bergantian.

"Ma....maafkan kami, Tuan," Jeki nampak ragu untuk mengucap.

"Maaf untuk apa?" Arya menghampiri Jeki dan Jojo yang setia mematung di belakang Nyonya Septi.

"Wanita semalam bukan wanita yang Tuan bayar."

"Apa?!" Terkejut.

Bugh... bugh... tanpa aba aba Arya meninju perut kedua penjaganya itu bergantian, "Bagaimana bisa?" Menjambak rambutnya, meskipun rasa semalam itu luar biasa, kini hatinya sedikit tersayat di saat mendengarkan penjelasan dua pengawal itu.

Pantas saja dia begitu lugu saat aku menjamahnya, jadi dia bukan wanita bayaran, lalu siapa dia?

Arya kembali mendekati Nyonya Septi dan berlutut di kakinya.

''Ma, aku akan cari dia, aku akan bertanggung jawab.''

Nyonya Septi ikut berjongkok bersejajar dengan Arya.

''Apapun yang terjadi nantinya, bawa dia ke rumah, mama nggak mau kamu jadi pecundang, mulai sekarang, sadarlah!" menepuk pundak Arya.

"Mama pulang dulu." Tak lupa, seperti biasa Arya memeluk dan mencium kedua pipi sang Ibu, sebelum wanita itu pergi.

Arya berdiri dan kembali menghampiri Jojo dan Jeki.

"Panggil Damar kesini, dan kalian cari gadis itu, aku nggak mau ada kegagalan."

"Baik, Tuan," kedua pria itu ikut pergi dengan perintah dari Arya.

Melupakan mandi sejenak, Arya kembali duduk di tepi ranjang dan memegang noda itu.

"Janjiku pada Mama, siapapun kamu, kita akan menikah, dan kamu akan menjadi nyonya muda di rumah Prasida."

Selama hidupnya Arya menganggap menikah adalah hal yang tabu, namun saat air mata Nyonya Septi mengalir di pipi karenanya, Arya menjadikan semua itu adalah amanah yang harus di jalaninya.

Jam terus berputar, setelah puas dengan drama paginya, kini pria itu kembali ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin, berharap otaknya pun ikut adem dengan kejadian tadi.

Heh, ada senyum kecil yang terukir di saat Arya mengingat kejadian malam tadi.

Gadis itu sangat lugu, bahkan dia nurut perintahku.

Arya mengelus bekas gigitan di pundaknya, meskipun sedikit perih, namun kenangan yang di tinggalkan wanita itu sangatlah legit dan tak bisa di lupakan begitu saja.

1
Lina Carolina
selalu suka karya author
Rosnah Yusuf
ikut baca ya thor, terima kasih /Smile/
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor

typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
harusnya mati 🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya tinggal di apartemen ya thor
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Al^Grizzly🐨
Harusnya ada Ceritanya kenapa Bisa kedua anaknya bisa berurusan dgn Polisi dan di anggap Pahlawan...apa keahlian kedua anaknya itu.
Hasanah Ana
astaga sking asyikx baca smpai gak kbaca tulisan tamat🤣🤣
Rafanda 2018
pasti hp mahal...jatuh kelantai ga apa apa
Rafanda 2018
sukurin ....katanya iQ tingi ko si kembar ga ada pinternya
Rafanda 2018
damar goblok.tolol cok....arya ceo jg goblok,penggawal dua jg tolol
Rafanda 2018
nyonya septi terlalu lebay anak da tua kaya anak kecil selalu di kekang
Rafanda 2018
cok,,,bertele tele...bercanda doang ga faedah
Rafanda 2018
karakter ator mungkin klo ada masalah mabok kenapa arya harus begitu kaya ator
Aidah Djafar
Ending mengharukan 😁😍
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Aidah Djafar
bahagia dari cerita kamar gelap sampai cerita kamar terang 🤦😁😂 Dhea vs Arya 😁😂😍
Aidah Djafar
belah duren malam kedua
Arya vs Dhea wkwkwkwk
Aidah Djafar
heeeem akhirnya jodoh nya Dhea Arya 😍 bahagianya akhirnya bersatu 🤔
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔
Aidah Djafar
hadiah apa nih dari Restu🤔 Arya kah yg jadi pengantin pria 🤔
Aidah Djafar
Restu ngertiin donk biar gimana Arya biologisnya kembar lho 🤔🤦 klo Maya sih ngk usah di minta pengertian namany juga Mak lampir 🤦🤣🤣🤣
Rafanda 2018: restu sebagai saudara jg egois bin tolol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!