NovelToon NovelToon
The Tale Of Abandoned Dragon

The Tale Of Abandoned Dragon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Supernatural / Contest / Spiritual / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:85.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhaoni

Dilarang meniru / Diharapkan untuk tidak memplagiat cerita ini😤

Isi cerita berdasarkan khayalan author yang terlalu tinggi🤭 Maaf jika ada kesamaan karakter, unsur cerita atau penamaan yang sama🙏

Yokk dibaca novelku dijamin 👌 deh. sekalian dengan kritik dan sarannya y jangan lupa😁

Kalau suka novelku jangan lupa rate, like,vote,favorit kan biar dpt notif up nya, coment juga dong🤭🤭

pasti di like balek deh, saling dukung semuanya😄😄😄 HORASSS!!!


(Cerita disertai gambaran, Author membuat gambaran dengan maksud membantu pembaca lebih mendapatkan karakter cerita dan lebih mudah dipahami)

Siapa yang bilang dewa itu abadi? Siapa yang bilang dewa itu murni? semua itu hanya kebohongan

Wei Heng yang dilantarkan dari alam langit ke dunia fana untuk menyelesaikan misi pertaubatan ,tak puas dengan kesalahan yang dilimpahi padanya

Seluk beluk isi desa sampai kota ia telusuri, pertemuan dengan seorang teman sejati begitu indah

hari demi hari, ia lalui dengan kebahagiaan. hingga ia lupa, dengan kejadian masa lampaunya

Suatu peristiwa yang terjadi, membuat kedua pertemanan ini pecah hanya suatu misteri dan asal usul yang dapat mengubah seisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhaoni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2- Babak Kedua Pertarungan

...快樂閱讀~~...

...Happy Reading's~~...

...Selamat Membaca~~...

...........

..........

.........

Pagi yang hangat layaknya mendukung Pertarungan babak kedua yang tertunda, Ruangan yang besar dengan atap-atap langit yang menjulang keatas, Sisi ruangan yang berdiri dengan kokoh ditopang dengan tembok yang berartefak naga, pedang kayu yang tertata rapi berdiri di posisinya serta Lukisan kuno yang digantung jelas di tembok kuning yang sedikit kecoklatan.

Dari semua lukisan yang ada, terselimuti salah satu dari banyaknya lukisan yang terlihat seperti fenomena layaknya sekolah qi jing yang berada dibawah gunung.

Aula utama diisi dengan peserta yang semangat jiwanya menggebu-gebu, menelusuri setiap sisi ruangan aula tersebut.

Wei heng yang merasa terganggu dengan adanya Jie Ru yang terus mengikutinya dari belakang dengan langkah yang cepat pula.

“Untuk apa kau mengikutiku?" tanya Wei Heng dengan cuek.

“Hahaha… Siapa yang mengikutimu toh.. Arah ini menuju aula, lagipula jalan ini bukan mengatasnamakan dirimu," ejek Jie Ru menimpal ucapan Wei Heng.

“Dibalik tubuh yang berwibawa siapa sangka otaknya begitu bodoh," Wei Heng  bergumam kecil yang masih dapat didengar oleh Jie Ru.

*

Di Aula, Mu Shifu telah menginstruksikan aturan babak kedua sebisa mungkin harus membawa pulang Monster iblis yang ada di Kota Terpencil Tanpa Penghuni dan kapanpun Monster iblis dapat membunuh siapapun yang ada disana.

" Babak kedua ini adalah pertarungan yang rumit jika tidak ada keberanian yang tinggi, silahkan mundur dari sekarang dan yang bertahan segera bentuk kelompok berisikan 3 peserta ,tepat 10 dian peserta sudah harus kembali." ujar Mu Tong yang bersilang tangan, berdiri di atas podium aula.

1 dian\= 24 menit, satuan waktu pada zaman dahulu

Keringat dingin mulai bercucuran menyertai wajah pucat pasi setiap murid yang masih berdiri tegang dibawah podium, Setelah mendengar instruksi Mu Tong yang cukup sadis dan perlahan suara kaki mulai melangkah bebas dari pintu keluar, hinga aula menjadi lebih kosong dengan hanya bersisa kan 15 peserta yang bernyali kuat.

*

"Maaf... Xian sheng saya tidak mendapat bagian kelompok, Apakah saya boleh bergabung denganmu?" ujar seorang wanita berambut kepang menawarkan diri kepada Wei Heng, tetapi tak jauh dari sana, kelompok lain yang dihiraukan oleh wanita tersebut merasa kesal dengan perlakuannya yang tak dianngap.

Xian sheng\= Sebutan panggilan Mr atau tuan untuk orang yang masih belum dikenal

“OH... TIDAKK TIDAK! kelompok ini hanya ada Saya dan Wei Heng, tidak menerima siapapun apalagi seorang wanita lemah, yang ada kita kesusahan membawa dirimu yang mati duluan sebelum berperang," papar Jie Ru dengan menindas.

Wei Heng hanya menatap Jie Ru kebingunan dan menggelengkan kepalanya, melihat tingkah laku Jie Ru yang terlalu kekanak-kanakan.

“ Silahkan Xiao Jie jika kami punya takdir untuk bersama, Kami pasti bisa menyelesaikan babak ini," jawab Wei Heng.

Xiao Jie\= Sebutan panggilan Miss atau nona untuk orang yang masih belum dikenal.

Jie Ru yang terkejut dengan jawaban Wei Heng tidak bisa menimpali sepatah katapun, Semua peserta bergegas dengan membawa senjata dan bekal masing-masing berjalan melampaui perjalanan ke Kota Terpencil Tanpa Penghuni.

Suasana yang lebih mencekam dari sebelum kepergian mereka. Padahal langit masih terang diatas sana, Gemuruh petir dari jarak jauh terdengar menggelegar pendengaran, Rumah kosong tanpa penghuni dan Kabut tebal yang menghujani Kota ini, Suara lonceng dari rumah kerumah dihembuskan oleh angin badai. Hingga membuat nyali satu per satu peserta semakin menciut.

Jie Ru yang takut kehilangan akan dirinya.dengan tergesa-gesa, Memegang punggung lengan Wei Heng.

Wanita kepang yang diketahui bernama Chen Fei yang melihat hal itu, tertawa keras mengalahkan suara petir yang memecahkan telinga "Seorang pemuda yang awalnya bernyali besar, tak taunya hanya seorang pembual."

Semakin dalam, Desa semakin suram. Bayangan hitam menghantui seluruh penghuni yang masih berdiri mematung dengan memegang erat pedang yang menjadi kuasa hidupnya. Semua bersiap memulai pemburuan dan berpencar, Hanya menyisakan Wei Heng, Jie Ru dan juga Chen Fei yang masih setia di posisi awal.

Angin yang semakin melanda, Dari belakang angin kencang menghantam badan tinggi Wei Heng yang jatuh terkapar tanpa perlawanan, yang diibaratkan seperti musuh dalam selimut.

 Tao Tie Makhluk besar pemakan manusia dengan mata besar membulat tajam keatas, tanduk sekaligus taring harimau yang siap menyantap mangsanya serta wajah dan tangan berbentuk manusia.

 

Jie Ru yang melihat Wei Heng jatuh terkapar dengan sigap ia memapahnya berdiri. Dengan langkah melayang, Jie Ru menyerang Tao Tie dengan Angin penusuk roh, Berdiri tepat diatas badan Tao tie dengan seribu kecepatan tangan.

Mengambil sebuah belati kecil, Kemudian menancapkan ke atas badan nya.Tetapi Belati itu tidak berhasil menjatuhkan Tao tie. Bahkan, tidak ada guna nya belati itu digunakan saat ini, bahkan bentuk belati hanya akan dianggap Tao Tie seperti barang mainan yang jika ditusuk pun tidak akan ada efek sampingnya, sebab ilmu energi qi Jie Ru masih belum dilatih dengan baik, sehingga tidak akan berdampak apapun pada senjata sekalipun itu senjata dewa.

Langit yang mendadak gelap, Petir menyambar pinggiran rumah kosong yang hancur atas pertarungan tersebut.

Chen fei yang melihat hal itu hanya terdiam bersembunyi dibalik jerami penduduk yang masih tertinggal. Wei heng kembali ikut bangkit dan menyerang dengan Tongkat kayu kuno nya yang dalam sekejap berubah menjadi Pedang dewa yang panjang dan tajam.

Kedua insan manusia yang terus saling mengadu kekuatan membunuh Tao Tie, Seisi desa itu telah lenyap dibantai oleh manusia dan makhluk besar.Tao Tie yang begitu lihai dalam menggelapkan penglihatan manusia , Tak sanggup dilawan oleh Wei Heng dan Jie Ru yang begitu sulit untuk ditaklukan. Penyerangan dibalik awan juga tak ada manfaatnya untuk mengalahkan makhluk besar itu.

Dibalik itu Chen Fei yang masih bersembunyi terus menggerakkan jemarinya untuk mengendalikan Tao Tie dengan sihir mantra. Wei heng yang sudah terlampau larut dalam emosi, Mulai mengayunkan dirinya berdiri diatas tanduk Tao Tie dengan bantuan qi yang diciptakan oleh Jie Ru, memutarkan pedang nya membuat lingkaran penuh cahaya silau. alhasil, Cara terakhir berhasil memuaskan. Dengan tancapan pedang dewa tepat di atas kepala tanduknya, refleksTao Tie melempar Wei Heng jatuh jauh ke tanah dengan muntahan darah segar di punggung tangannya.

“Wei Di… Menyingkir dari sana," teriak Jie Ru.

“Siapa yang kamu panggil Wei Di,"ucap Wei Heng memegang dadanya yang terluka.

“Kamu... kamu Wei Di," Jawab Jie Ru sebelum Wei Heng jatuh terkapar tak sadarkan diri.

Afei yang melihat Tao Tie semakin nekat membuka mulut lebarnya, Dengan cepat ia membaca mantra pelumpuh pikiran yang berubah menjadi jarum, menusuk tembus luka bekas yang dibuat oleh pedang Wei Heng sebelumnya,Tao Tie terjatuh menghantamkan diri di sisi kiri rumah tua dan seketika Desa tanpa penghuni terjadi hantaman guncangan yang besar. Jarum pelumpuh pikiran tidak dapat membunuh Tao Tie hanya bisa membuatnya tak sadarkan diri.

Dengan Jie Ru yang memapah Wei heng kembali ke sekolah dan Afei yang menggunakan qi nya memperkecil tubuh Tao Tie sekecil bola untuk masuk kedalam kantong kain bunga yang telah dilapisi mantra.

*

Ruangan kamar yang besar dengan lentera kecil yang menggantung diatas langit atap.

Lampu gantung zaman kuno yang berbentuk pagoda di gantung setiap sisi sudut ruangan, Tertidur seorang pemuda yang masih belum sadarkan diri.

“Ehmm… Sudah berapa lama saya tertidur," gelut Wei Heng sambil mengucek mata.

“Sudah 15 dian yang lalu kamu tertidur," jawab Jie Rui.

“Dan bagaimana dengan makhluk besar itu," Timpal Wei Heng.

 “Sudah diserahkan kepada Mu Shifu," ujar Jie Ru.

Kemudian Wei heng yang tengah berpikir, mencerna isi otak maksud perkataan Jie Ru sebelum ia jatuh pingsan.

“Apa maksudmu dengan memanggilku Wei Di," Ucap Wei Heng dengan mata yang membulat sempurna.

“Nama yang kuberikan untukmu hehehe… Jangan kau tolak jika kau tak suka, Kau hanya cukup menyahut saja," jawab Jie Ru malu dengan membuang muka.

“Siapa yang sangka, jika aku lebih tua darimu A Ru," timpal Wei Heng tertawa kecil.

“TAK PEDULI!!! Tunggu, tadi kamu panggil aku apa?” tanya balik Jie ru untuk memastikan pendengarannya tak ada masalah.

Mereka seperti bayi kembar yang saling memperkenalkan diri.

”Hahaha… Sudahlah, Tolong ambilkan kendi itu," ujar Wei Heng sembari menunjuk kearah kendi arak.

Jie Ru yang merasa kegirangan mengambil kendi arak itu untuk Wei Heng. Jie Ru dengan sigap memapah bahu belakang Wei Heng melayangkan keduanya di atas atap sekolah. Dengan menikmati arak yang langsung dituangkan dari colong kendi kedalam mulut sambil menatap bulan purnama yang terlihat sangat dekat jika dilihat dari atap sekolah. Wei Heng yang masih menuang arak dan kembali dalam ingatan masa-masa sebelum ia masuk ke sekolah ini.

*flashback on

Menelusuri sepanjang isi kota yang masih dilakukan Wei heng sejak ia dilempar ke bumi, berjalan kesana-kemari mengayunkan tongkat kayunya kedepan kebelakang mencari bekal makanan untuk melanjutkan perjalanan hidupnya.

“Saya tidak mau mati untuk sekali lagi, sudah cukup jiwa mati di surga bahkan raga pun harus mati di neraka? OHHH… Tidak Tidak, bahkan Tian Zun pun tidak berbelas kasihan dengan, setidaknya memberikanku makan sebelum melantarkanku, Sungguh kejam!” tanya dan jawab Wei Heng pada diri sendiri.

Tian Zun\= arti “Yang Mulia Surgawi” gelar untuk dewa.

Wei Heng yang semakin kebingungan mencari tempat untuk duduk. Tepat di pandangan mata sana, ia melihat kedai mie yang tiba membuka tirai jendela dan pintu kayunya.

"Inilah tanda penderitaanku akan segera berakhir."

“Tuan yang berbaik hati," panggil Wei Heng yang masih duduk di kursi kedai itu.

Tuan kedai itu hanya melihat penampilan Wei Heng dari atas sampai bawah dan kembali lagi dari bawah sampai keatas, tidak menghiraukan panggilan Wei Heng.

“Tuan yang berbaik hati, Halo… saya masih ada disini," Wei Heng melambaikan tangan nya tepat di hadapan mata Tuan kedai.

“Tuan yang berbaik hati, Bolehkah saya meminta sedikit makanan?" Tanya Wei Heng kembali.

“Tidak..Tidak.. Apa kau gila saya baru buka kedai, Kamu sudah duduk sini minta makan, Bikin sial!!! Pergi sana!!!" Ucap Tuan kedai itu dengan tangan mengusir seperti mengusir seekor lalat.

Berbuat dosa sedikit tak apalah yah, lagipula saya sudah buat dosa yang lebih besar di istana langit, pikir Wei Heng.

Wei Heng yang mendapat respon kasar dari Tuan kedai langsung sigap melakukan aksinya, Dengan masuk kedalam kedai itu mengambil dua Kendi arak anggur yang berwarna coklat berbentuk besar di tengah tapi ramping dibawahnya dengan 4 sisi yang bulatan kecil dan ditempel dengan kertas kecil seperti note yang bertuliskan “Zhao Wang zi”, dan ia simpan dalam bajunya lari secepat angin.

Zhao Wang Zi\= Pangeran Zhao ( Maksud dari note adalah pesanan untuk pangeran zhao)

“HEII HEIIII… SIALAN kembalikan arak ku," teriak tuan kedai itu.

* flashback off

Wei Heng yang Kembali dari khayalan nya bergumam sambil tertawa kecil “Hahaha... Zhao Wang Zi ternyata arak ini yang kucuri dari laki-laki yang ada disebelah ku."

“ A Ru ini arak anggur terbaik di Kota Lan, suatu kehormatan bagimu bisa menikmati arak anggur ini bersamaku," tawa keras Wei Heng dengan pandangan Jie Ru yang menatapnya heran.

 

1
HartOhar
setelah dua abad ceritapun berakhir tanpa akhir,,,,mohon maaf
sitanggang
ahh plagiat sja😁😁😁😂😂😅🤣
🌻Ruby Kejora
Salam kenal & sukses bwt kk ❤️❤️🌼
Duajie
WeiHeng adalah seorang kultivator namun dia dan yang lainnya dak jelas tingkat kultivasinya.
Apakah memang sengaja atau tidak difokuskan prihal tingkatan kultivasi dlm ceritra ini?
Duajie
wuhui ternyata.......siluman gagak???
Duajie
ceritra yg bagus dgn gambaran peristiwa dan tokoh ala komik...namun akan lebih sempurna seandainya pemaparan ditingkatkan karena masih banyak penggunaan kosa kata yg belum pas....!👍🙏
Duajie
pemakaian kata yg kurang tepat al:
# kecoh => mestinya ricuh, kacau
# kenaikan tahta=> kenaikan pangkat
# titah => ucap, bicara, kata
# terkisar => menjadi-jadi
# meloloskan=>memuluskan
# dst
(walaupun ini dinyatakan karya original, tapi sangat kentara seperti terjemahan dari bhs asing)...maaf 🙏🙏
Duajie
banyak kata² kurang tepat shg seperti terjemahan langsung tanpa melalui editing, saya kira klo diperbaiki akan lebih bagus karena alur sudah sangat bagus....🙏
(maafkan saya klo tdk berkenaan, krn bukan penulis tapi cuma mantan guru🙏)
Duajie
sudah bagus ini, cuma ada bbrp penggunaan kata yg kurang tepat misal:
# dari pada = merujuk perbandingan : si A lebih tinggi daripada si B
# pada = merujuk tempat/sasaran : pada gunung bayangan
# pikulan dibenak.....=>lebih baik digunakan "menjadi 'beban' pikiran Shan Shen...dst 🙏
Duajie
gelut = gulat/berkelahi
geliat = menggerakan bgn tubuh utama ditempat 🙏
Suhaeti Dell
yg aq tau dylan wang ini pemeran utama dr film "KEKASIH SANG NAGA".
dr kostum dan tempat sama persis dgn d film "KSN".
要钱💸
keren thorrr wkwk
Hayaku Gaya
Yo kak, ketemu lagi nih hihi. Maap baru bisa mampir ini,, hihi.
Selir baru🤔
Lenkzher Thea
keren thor lanjut 👍❤💪💪
min yo yi
setelah berabad-abad akhirnya autor up juga
술리 야니: iya hehehe krna udh mulai senggang jd udh mulai lanjut deh
total 1 replies
riski iki
Yey...up juga, semangat Kak author 😊
술리 야니: seneng kli nie dpt respon yg sdh lama menghilang
total 1 replies
min yo yi
maaf thor kapan up lagi
술리 야니: akan mulai up lagi y sesudah thor siap sakit
total 1 replies
Eiynn08
hadir kembali kakak thor😍😍
Ana Yulia
hadir lagi membawa dukungan, semangat up 💪 mampir ya...
Ulfa Zahra
lanjut Thor 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!