NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest
Popularitas:524k
Nilai: 5
Nama Author: ayunda siti.f

Jihan Ayudia seorang remaja cantik bertumbuh tinggi dan rambut lurus panjang dan tebal. Kehidupannya sangat menyenangkan walaupun hidup di sebuah desa yang jauh dari keramaian dia dan ke tiga sahabatnya di cap sebagai bad girl karena seringnya berkelahi baik dengan teman sebaya ataupun preman pasar. Namun kehidupannya tidak selamanya baik dia di nikahkan dengan seorang yang tidak pernah dia kenal seorang remaja tampan dari kota anak dari teman papnya saat kecil bernama Dwi Putra Suseno dan saat pernikahan pun dirinya tidak mengetahuinya. Dia mencoba untuk menerim semua keputusan yang di buat oleh orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayunda siti.f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Pertama

Seorang remaja berpostur tinggi putih dengan rambut lurus nan panjang juga mata yang bulat dan bulu mata yang lentik membuatnya semakin terlihat sempurna. Remaja yang ceria namun terkesan bad girl karena seringnya berkelahi dengan. teman sebaya maupun preman pasar.

"Hai Ji" sapa teman temannya.

"Hai pagi semua" jawabnya ceria.

"Yuk ke kelas bentar lagi masuk nih" ujar temannya mengajak untuk masuk ke dalam kelas.

JIHAN AYUDIA remaja cantik kelas dua belas di SMK Cinta Bangsa 26 di sebuah desa kecil. Dia bersama ke tiga temannya yang bernama HANA, MONA dan Nisa sering terlibat perkelahian sengit dengan beberapa teman dari sekolah lain membuat mereka di minta adik kelasnya untuk membantunya.

"Ji lo tau gak anak anak yang kemarin berkelahi sama kita semuanya masuk rumah sakit" ucap Nisa.

"Masa si, padahal kita gak hajar mereka beneran iya kan" ucap Jihan.

"Bener tuh, lagian kan mereka dapat dukungan dari seniornya, lebih tepatnya temen temen Abang lo kan Ji" ucap Mona.

"Iya mereka cuma ngandelin kaka senior mereka doang tuh" ucap Nisa.

"Lo bener Nis, eh ngomong ngomong Ji Abang lo marah gak" tanya Mona takut takut.

"Gak tuh, kayaknya Abang gak tau lagian temen temen Abang kan gak ada yang tau kalau gue adiknya" ucap Jihan.

"Syukurlah kalau tau bisa di hukum lagi kita" ucap Mona

"Bener banget lo" ucap Nisa.

Mereka semua berhenti berbicara saat ada guru datang mereka sangat memperhatikan penjelasan guru. Walaupun mereka di anugrahi wajah yang nyaris sempurna namun tidak dengan otak mereka yang sulit dalam menerima pelajaran maka dari itulah mereka sangat memperhatikan saat guru sedang menjelaskan.

Mereka bertiga mempunyai kelebihan masing masing Jihan yang ahli dalam bidang biologi, Mona ahli dalam bidang bahasa Inggris, Nisa ahli bahasa Indonesia sedangkan Hana ahli dalam bidang sejarah mereka bertiga tidak ada yang bisa menguasai fisika maupun matematika.

"Kalian paham gak si tadi" tanya Nisa si ratu bar bar saat sampai di kantin.

"Gak, yang ada pusing gue" ucap Jihan.

"Sama gue juga, disini yang gak pusing cuma tuh Hana" ujar Mona.

"Itu si keahliannya" ucap Jihan.

Mereka semua menghabiskan waktu istirahat dengan bercanda dan makan. Tidak ada yang berani mengganggu waktu mereka padahal sebenarnya mereka selalu terbuka untuk siapapun yang mau bergabung.

Teng.... teng .... teng....

(Lonceng tanda masuk berbunyi)

"Yah , udah masuk aja nih, belum juga ilang nih pusing masuk pelajaran yang gak pernah kita pahami" ujar Jihan.

"Bener lo, tapi bagaimanapun kalau ulangan harian nilai gue bagus tau" ucap Hana.

"Sama gue juga, kalau ulangan nilai gue di atas delapan semua kalau ujian di bawah delapan semua" ucap Jihan.

"Udahlah jangan ngeluh kita semua sama, pusing pusing dah mikir matematika" ucap Mona.

"Yuk ah" ucap semua temannya.

Saat berjalan ke kelasnya Jihan tidak sengaja melihat Abangnya membuat Jihan menghampiri dengan senyum manisnya.

"Abang" Panggil Jihan lalu mencium tangan Jovan.

"Hai kak" sapa semua teman Jihan

"Hai semua" ucap Jovan.

"Eh Jihan kok belum masuk kelas si" tanya Jovan.

JOVAN PRAMUDIKA Abang kandung Jihan mempunyai paras yang bisa menghipnotis semu orang yang melihatnya. Berkulit sawo matang tinggi rambut lurus dan badan yang proposional membuatnya banyak para kaum hawa yang mengaguminya.

"Ini mau masuk tapi gak sengaja lihat Abang, Abang ngapain di sini" tanya Jihan.

"Abang lagi anter temen Abang" ucap Jovan santai.

"Temen Abang mau sekolah disini" tanya Jihan.

"Gak dia ada urusan penting disini" ucap Jovan.

"Mana temen kaka" tanya Nisa miss kepo.

"Tuh ada di dalam" jawab Jovan.

"Jihan" panggil seseorang di belakang Jovan.

Jihan melihat ke arah orang yang memanggilnya sebentar lalu berpaling melihat yang lain. Jihan sangat acuh terhadap semua teman Abangnya dia akan berbicara hanya hal penting saja selain itu dia akan menjadi wanita dingin.

"Jihan" panggilnya lagi untuk ke dua kalinya.

Jihan masih saja tidak menjawab justru menjauh dari Abang maupun temannya.

"Jihan di panggil" ucap Jovan.

"Gak penting, Jihan mau ke kelas" ucap Jihan.

"Jihan and the gang silahkan masuk ke dalam kelas" ucap guru matematika yang terkenal killer dan sekarang akan mengajar di kelas Jihan.

"Iya pak, Bang Jihan masuk dulu bye Bang" ucap Jihan lembut tak lupa untuk mencium tangan Jovan.

"Iya belajar yang bener" ucap Jovan lembut.

Jihan tidak menjawab hanya mengacungkan jempolnya tanda setuju dengan ucapan sang Abang.

"Hai kakak ganteng siapa namanya Kak" ucap Nisa yang sedari tadi memandang Dwi.

"Hai nama gue Dwi" ucap Dwi.

"Oh manisnya" ucap Nisa.

"Manis nih manis, maaf duluan kak Jovan Kak Dwi" ucap Mona dan Hana sembari menarik ke dua tangan Nisa.

Dwi hanya tersenyum melihat Jihan yang berlalu tanpa mengucap kata sedikitpun padanya. DWI PUTRA SUSENO anak seorang pemilik sekolah tempat Jihan sekolah sekarang. Dia bertubuh tinggi tidak kalah jauh mempesona dari Jovan dengan kulitnya yang putih menambah kesan sempurnanya.

"Maafin Jihan" ucap Jovan.

"Udahlah gak usah di pikir gak apa apa , lagian gue udah tau lagi sifat dia masih sama acuh sama semua temen lo" ucap Dwi.

"Hehe iya masih sama, lagian tinggal beberapa jam lagi dia bakal jadi milik lo" ucap Jovan.

"Ah lo bisa aja" ucap Dwi.

"Yah elah pake malu malu lagi" ledek Jovan.

"Eh kira kira dia bakal terima gue gak ya" ujar Dwi gelisah.

"Udah dia anak yang penurut lagian mana kepercayaan diri lo itu yang langsung minta adek gue ke orang tua gue kemarin" ledek Jovan sembari keluar dari area sekolah.

"Bukannya lo yang minta gue langsung nikahi adek lo" bela Dwi.

"Hehe gak inget tuh" ucap Jovan.

"Hm... iyalah gue harap semua berjalan lancar" ujar Dwi yakin.

"Iya sekarang lo tinggal siapin diri buat ijab kabul gue minta lo bisa dalam sekali coba" ucap Jovan.

"Em oke" ucap Dwi.

Jovan dan Dwi pergi menuju rumah Jovan untuk melakukan ijab kabul. Walaupun tanpa sepengetahuan Jihan keluarga Jihan meyakinkan keluarga Dwi untuk langsung melakukan pernikahan tanpa pertunangan.

Jihan dan ke tiga temannya pulang pada pukul dua siang dan saat itu juga Dwi baru saja selesai melakukan ijab kabul hanya tinggal menunggu kedatangan Jihan untuk tanda tangan buku nikah mereka. Semua orang tertawa riang tanpa memikirkan perasaan Jihan nanti.

"Ji gue pulang dulu ya, bye guys" ucap Nisa yang kebetulan paling dekat dengan sekolah.

"Oke bye see you" ucap Mona.

Jihan dan ke dua temannya pulang dan saat sudah mendekati rumah Jihan mereka di kaget kan dengan begitu banyak orang yang berada di rumah Jihan..

"Ji itu di rumah lo ramai banget" ujar Hana yang rumahnya satu arah dengan Jihan.

"Iya ada apa ya tapi itu kan tetangga tetangga gue" ucap Jihan penasaran.

"Tapi lihat deh ada orang asingnya juga" ucap Mona.

"Kalau kita mau tau kita harus masuk semoga apa yang kita pikirkan semua gak terjadi" ucap Jihan mempercepat jalannya.

Mona dan Hana mengikuti jihan dari belakang sembari berdoa pikiran jelek mereka tidak terjadi. Saat sampai di area rumah Jihn berlari masuk sembari menengok kanan kiri mencari keberadaan Abang dan ke dua orang tuanya. Seketika Jihan menarik nafasnya panjang.

"Huh syukurlah, kalian masuklah " ucap Jihan.

"Eh Ji ada apa" tanya Mona penasaran.

"Gue gak tau ada apa, tapi yang jelas mereka semua masih ada disini dan masih bernafas" ucap Jihan lega.

"Syukurlah udah hampir lepas nih jantung" ucap Hana.

"Eh mba Jihan udah pulang selamat ya mba Jihan" ucap seorang tetangga.

Jihan hanya tersenyum hangat mendengar perkataan tetangga tersebut karena Jihan tidak tau kenapa tetangganya memberikan selamat. Jihan melihat sekeliling Jihan melihat sosok yang sedari tadi tersenyum menatapnya.

"Hai Ji udah pulang, selamat ya Ji Abang sayang padamu" ucap Jovan semangat sembari memeluk Jihan.

"Iya iya terima kasih sebelumnya Bang, tapi kenapa semua orang memberi selamat" tanya Jihan penasaran membuat Jovan tersenyum.

"Udah sekarang kamu ganti baju dulu nanti kamu kesini Abang jelasin" ucap Jovan melepaskan pelukannya.

"Baiklah, " ucap Jihan menurut.

"Kalian tunggu lah" ucap Jihan berlalu ke kamar.

"Hai selamat siang Kak Jovan" ucap Hana.

"Hai, kalian pasti penasaran kan apa yang terjadi iya kan" ucap Jovan.

Mona dan Hana menganggukkan kepalanya bersama membuat Jovan tersenyum mereka seperti orang bodoh yang sedang menunggu kecerdasan.

"Eh udah ngeces tuh" ledek Jovan.

"Ih kak Jovan gak lucu, pergi sana ambilin minum kek" ucap Hana si ratu ceplas-ceplos.

"Iya iya maaf, mau minum apa" tanya Jovan.

"Biar gak repotin air putih aja kalau ada di kasih sirup kalau gak jeruk melon ya" ucap Hana tertawa.

"Sama aja lo minta sirup" cibir Jovan.

"Hehe, tos" ujar Mona tos dengan Hana.

Jovan memajukan bibirnya lalu melenggang pergi untuk mengambil minuman untuk Mona dan Hana. Sedangkan Jihan keluar dengan setumpuk buku untuk dia dan teman temannya mengerjakan tugas.

"Eh Ji, itu bukannya temen Abang lo ya kak Dwi yang tadi ke sekolah kita" tanya Hana.

"Gak tau gue" ucap Jihan cuek.

Jihan mengerjakan tugas dengan serius tanpa memperdulikan keadaan yang sangat ramai yang membuatnya tidak bisa konsentrasi. Sedangkan Mona dan Hana sangat terganggu dengan keadaan yang sangat ramai mereka sangat sulit belajar dalam keadaan ramai.

"Ji kemarilah salami dulu suami dan mertuamu, kamu kan baru pulang" ucap Bapak Jihan.

Jihan yang sedang serius seketika menatap Bapaknya yang terlihat sangat serius begitupun Mona dan Hana yang tidak mengerti ucapan Bapak Jihan.

"Ji kemarilah" ucap Bapak Jihan tersenyum.

"Ji" tegur Mona.

"Jangan tanya gue, gue gak ngerti apa pun" ucap Jihan berjalan menghampiri Bapaknya.

"Bapak bercandanya gak lucu" ucap Jihan saat berada di depan Bapaknya.

"Bapak gak bercanda, Bapak serius" ucap Bapak Jihan.

"Gak lucu tau pak" ucap Jihan lalu menyalami semua yang sedang duduk bersama Bapaknya.

"Wah cantik banget ternyata, pantesan si Dwi gak mau nunggu lama iya kan pak" ledek Mama Dwi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.Sedihnya pulang sekolah udah jadi istri orang aja.....

Huh... yuk ikuti Jihan dan Dwi terus....

Jangan lupa Like vote dan komennya ya, ini udah di revisi....

1
Ricky Rang Guccy
bisa gk, Jihan nya kalau ngomong gk pakai lu gue
Tina Martina
kapan up lg thor
Tina Martina
senangnya liat Jihan dan bs bersatu kembali jgn pisahkan lg mereka thor
Fitri Muaidah
ko gc up lagi ka
Tina Martina
jangan pisahkan lagi Jihan SM Dwi Thor satukan mereka sudah cukup lm Mereke menderita dlm hubungan mereka biar kan Mereke bersatu
Lutfie Wachad
status Dwi mau dibikin apa Thor..?
Lutfie Wachad
kenapa Dwi ga ambil sikap apakah mempertahankan pernikannya dengan Klara atau menyudahinya setelah Jihan kembali.bersama anak-anaknya.
Lutfie Wachad
Jihan kembali ke perusahaannya dengan tujuan mau tau apa yang sedang terjadi disini
Lutfie Wachad
rumit juga percintaan Jihan dengan Dwi kapan bahagianya mereka...🤔
Tina Martina
Tolong Thor satukan kembali keluarga Dwi SM Jihan sudah lama mereka menderita aku ingin melihat mereka hidup bahagia tanpa ada yg mengganggu lg
Lutfie Wachad
lanjut Thor...
Tina Martina
Maaf ya Thor,dr pertama aku baca novel ini aku kok kurang mengerti ya jln ceritanya SM ceritanya kok berbelit2 sekali
Nora Delfina
dwi gak tegas tinggalin aja
Nora Delfina
tegas dwi jangan plinplan kalau kayak gitu mendingan jihan sama ray aja tor
Nora Delfina
dwi cerai kan saja klara kan bukan tanggung jawab kamungurusin mereka sementara anak kandung samaistri lu sakit hati dan terluka
Fitri: Assalamualaikum... maaf mbak kemarin2 saya jg uda minta d revisi, emang uda ada yg d revisi... tp saya kn minta klara m dwi pisahan.... yg bnyk salahkn klara jd dia harus bertanggung jawab, buatlah tokoh dwi itu tegas... dan buatlah mereka jd keluarga yg sakinah mawwadah warromah... semoga d terima y mbak usul saya,... dan jgn bnyk cerita yg kemarin2 buatlah tokoh jihan itu jd ibu yg menjadi contoh yg baik.. buat jd dewasa lg, lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT... buatlah perubahan seperti itu... biar tambah menarik ceritanya... 😘😘😘😘🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Lutfie Wachad
semoga Jihan bisa kembali hidup bahagia dengan Dwi dan anak-anaknya
Lutfie Wachad
dilanjut Thor..
Lutfie Wachad
syukurlah Jihan mulai bisa menerima Dwi....karena anak-anaknya membutuhkan ayahnya.
Lutfie Wachad
gimana tuh perasaan Jihan setelah berpisah lama dengan Dwi semenjak hamil hingga anak-anaknya lahir dan saat ini udah sekolah tahu-tahu suaminya udah punya istri lagi...apakah Jihan akan bersama dengan Dwi apa memilih hidup dengan anak kembarnya...
Fitri
Assalamualaikum... mbak, klo bisa dwi uda cerai dr clara biar bersatu jihan dwi dan anak2ny... masih ku tunggu revisimu mbak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!