NovelToon NovelToon
AYO BERCERAI, MAS!

AYO BERCERAI, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Romansa / Drama / Rumah Tangga
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

"Ayo bercerai, Mas!"

kalimat itu Anna ucapkan tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima.

Bukan karena hadirnya orang ketiga. Bukan pula karena Jeevan Aditya pernah mengangkat tangan kepadanya.

Anna hanya...lelah.

Lelah menjadi perempuan yang harus selalu mengalah, selalu kuat, selalu tersenyum, dan selalu memenuhi harapan orang lain hingga perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Dan pada akhirnya ia memilih bercerai.

Namun, hidup ternyata tidak semudah itu.

Saat karirnya mulai bersinar, sebuah kejadian merenggut harga dirinya. Di saat yang sama, seorang teman SMA yang diam-diam mencintainya muncul sebagai pengacara yang siap membela. Sementara itu, seorang pria misterius berhelm hitam terus mengikuti setiap langkahnya.

Siapakah dia? Penguntit atau pelindung?

Temukan jawabannya di novel ini👋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 3, Seorang Istri Jangan Sakit

Jeevan mendekati istrinya. "Kamu kenapa, Na?"

Anna yang telah beruraian air mata perlahan menoleh ke arah suaminya. "Sakit, Mas. Aku sulit bernapas."

Mendengar pengakuan istrinya ia langsung merunduk, memangku istrinya dan merebahkan tubuh itu di atas kasur.

"Kita ke rumah sakit ya, aku pesan mobil online dulu." Ucapnya seraya melangkah ke arah ruang tengah.

Tanpa membuang waktu, Jeevan mengambil ponselnya dari wireless charger dan memesan mobil daring. Selama menunggu kendaraan datang, ia membantu Anna mengenakan cardigan tipis lalu menyampirkan tas kecil di bahunya. Tangannya memang terlihat tenang, namun sorot mata lelaki itu di penuhi kecemasan yang berusaha disembunyikan.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Anna lebih banyak memejamkan mata. Sesekali tubuhnya meringis ketika rasa perih menusuk ulu hatinya. Jeevan hanya duduk di sampingnya sambil memastikan kepala istrinya tetap bersandar dengan nyaman.

"Sebentar lagi sampai," ucap Jeevan seraya melirik istrinya.

Anna hanya mengangguk kecil.

Begitu kendaraan berhenti di depan instalasi gawat darurat, Jeevan segera membantu Anna turun. Langkah perempuan itu terasa goyah sehingga refleks menopang bahunya hingga memasuki ruang UGD.

Petugas triase langsung menghampiri. Setelah melihat kondisi Anna yang tampak kesakitan, mereka langsung membawanya menuju tempat pemeriksaan. Seorang dokter jaga bersama perawat memeriksa tekanan darah, denyut nadi, kadar oksigen, kemudian menanyakan beberapa keluhan.

"Apakah sebelumnya pernah mengalami nyeri seperti ini?" tanya dokter.

Anna mengangguk pelan.

"Pernah..."

Dokter kemudian menekan perlahan area perut bagian atas. Anna kembali meringis.

"Keluhannya mengarah pada kekambuhan Gerd atau penyakit asam lambung," jelas dokter setelah menyelesaikan pemeriksaan. "Kemungkinan dipicu oleh kelelahan, stres, atau pola makan yang kurang teratur. Kondisinya memang membuat dada terasa sesak sehingga sering disangka gangguan lain, tetapi untuk saat ini tanda-tanda vitalnya masih stabil."

Jeevan menghela napas pendek.

"Jadi...cuma sakit lambung, Dok?"

Dokter mengangguk sambil tersenyum tipis. "Ya. Lebih tepatnya asam lambungnya sedang kambuh. Kami akan memberikan obat melalui suntikan agar keluhannya lebih cepat mereda. Setelah observasi beberapa jam dan kondisinya membaik, pasien boleh pulang."

Penjelasan itu sedikit menenangkan Jeevan. Dalam benaknya, penyakit tersebut hanyalah gangguan lambung biasa yang akan sembuh setelah mendapatkan obat. Ia sama sekali belum memahami bahwa kekambuhan Gerd dapat terasa sangat menyiksa bagi penderitanya.

...🌼🌼🌼...

Mentari akhir pekan menyelinap perlahan melalui celah tirai apartemen, menumpahkan semburat keemasan yang membeli lantai ruang keluarga. Jakarta belum sepenuhnya sibuk. Deru kendaraan masih terdengar malu-malu dari kejauhan, berpadu dengan kicau burung yang sesekali hinggap di balkon gedung-gedung tinggi. Di tengah pagi yang semestinya membawa ketenangan, suasana di dalam hunian itu justru dipenuhi irama pekerjaan rumah yang dilakukan tanpa keluhan.

Jeevan baru saja meletakkan piring terakhir ke rak pengering. Kedua tangannya masih basah ketika ia mengusapnya menggunakan lap dapur, lalu menghela napas pelan. Sejak subuh lelaki itu telah menyiapkan bubur hangat, merebus telur, membuat sup bening, sekaligus memastikan obat Anna sudah tersedia di atas meja kecil dekat tempat tidur. Baginya, semua itu hanyalah rutinitas sederhana. Tidak ada yang layak dipuji karena menurutnya rumah memang menjadi tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Anna masih beristirahat di dalam kamar. Tubuhnya memang sudah jauh lebih ringan dibandingkan malam sebelumnya, tetapi bagian ulu hati masih sesekali menyisakan rasa perih yang membuatnya enggan banyak bergerak. Aroma bubur yang menguar hingga ke kamar sempat membuatnya membuka mata, namun ia memilih kembali memejamkan kelopak sambil memeluk guling.

Di luar, Jeevan meraih gagang penyedot debu yang bersandar di sudut ruang tengah.

Belum sempat alat itu dinyalakan, terdengar bunyi elektronik dari pintu apartemen, diikuti suara daun pintu yang terbuka perlahan.

Jeevan menolah.

"Ibu?"

Bu Ratih melangkah masuk sambil membawa sebuah kotak besar berisi oleh-oleh khas Surabaya. Tatapannya yang berhenti pada putranya yang masih mengenakan celemek sederhana dengan penyedot debu di tangannya.

"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanyanya dengan nada heran.

Jeevan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. "Bersih-bersih."

Bu Ratih meletakkan buah tangannya ke atas meja makan lalu melangkah mendekat ke arah putranya.

"Bersih-bersih? Kamu...mana istri kamu?!" tanyanya dengan nada kesal sekaligus heran.

"Anna sakit, Bu. Semalam dia di bawa ke UGD." Jawab Jeevan seraya meletakan penyedot debu tersebut.

Bu Ratih terdengar menghela napas pendek. "Sakit apa memangnya?" nadanya melunak.

"Asam lambungnya naik lagi." Jeevan membuka pintu kulkas dan meraih sebotol air mineral.

"Asam lambung? Ya ampun, Ibu kira kenapa. Kalau asam lambung itu jangan di manja." Ucapnya dengan sedikit meninggikan suaranya--terdengar seperti orang yang sedang menyindir.

Di balik pintu kamar Anna membuka matanya, sayup-sayup terdengar suara ibu mertuanya yang datang lagi. Bu Ratih memang sering kali datang mengunjungi mereka jika akhir pekan, alasannya karena suaminya pergi mendaki gunung bersama teman-temannya.

Anna bangun dari tidurnya dan memilih untuk keluar kamar. Sebelumnya ia merapikan rambutnya dan mengikatnya asal dengan jedai. Memperhatikan dirinya di cermin lalu akhirnya keluar kamar.

Terlihat, ibu mertuanya terlihat sedang memotong kue lapis bawaannya dan menatanya di wadah.

"Ibu kapan datang?" tanya Anna dengan. Senyum seperti biasanya.

Wanita itu berjalan mendekat hendak menyalami ibu mertuanya.

"Barusan." Jawabnya pendek.

"Kamu udah mendingan, An?" tanya Jeevan menatap istrinya.

Perempuan itu mengangguk. "Udah."

"Ya sudah, kamu duduk. Ibu buatkan bubur dulu." Ucap Bu Ratih seraya berjalan menuju penyimpanan beras.

"Biar Anna saja, Bu." Sela Anna.

Bu Ratih membuka penutup penyimpanan beras. "Gak perlu. Suami kamu bilang kamu sakit."

"Udah, kamu duduk aja." Titah suaminya.

Anna pun menuruti perintah suaminya. Ia menunduk sebentar, menatap lantai putih yang belum sepenuhnya di beresi.

Bu Ratih tampak mencuci beras di wastafel. "Anna." panggilnya.

Anna mengangkat wajah. "Iya, Bu."

"Kamu itu seorang istri. Kita... sebagai perempuan harus bisa membagi waktu kita. Mengurusi suami, rumah...jadi...kalau cuma asam lambung naik jangan terlalu di lebih-lebihkan. Intinya jangan telat makan." Ucap Bu Ratih.

Mendengar ucapan mertuanya, Anna hanya tersenyum kecil seraya menunduk. "Iya, Bu."

Bu Ratih menoleh dan menatap menantunya. "Ibu cerewet tuh bukan karena benci sama kamu ya. Ibu cuma mengajarkan bagaimana seorang istri."

...🌼🌼🌼...

Beberapa menit berlalu akhirnya bubur itu telah jadi. Semangkuk bubur yang di racik dengan ati ayam, sayur brokoli dan jamur kini tersuguh di hadapan Anna.

"Makan dulu, terus minum obatnya." Ucap Bu Ratih seraya duduk.

Anna mengangguk. "Terima kasih, Bu." Nadanya pelan.

Jeevan tidak ikut campur dalam urusan tersebut, ia hanya asyik menikmati sarapan bubur yang di buatkan oleh ibunya.

Saat mereka tengah menikmati sarapan, ponsel Anna berdering nyaring. Perempuan itu menoleh ke arah ponsel yang berada di atas wireless charger.

"Angkat aja. Mas dengar dua hari lalu kamu ada janji sama temanmu." Ucap Jeevan santai.

Bu Ratih melirik menantunya. "Janji sama teman? Terus pekerjaan rumah siapa yang mengerjakan?"

Jeevan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. "Ya aku. Siapa lagi? Lagian kan akhir pekan ini aku gak kemana-mana."

"APA?!" tanya Bu Ratih bernada tinggi.

...🌼🌼🌼...

...BERSAMBUNG ...

Sehat-sehat ya buat kalian yang punya mertua kaya Anna🥹🫶

Di sini, gak selamanya Anna seperti perempuan lemah. Jadi tunggu gebrakan yang Anna lakukan, untuk itu jangan loncat-loncat bab🫶

1
💞Putri Chania💞
ayo ana..lepaskan semuanya..semangat sembuh
Fatma Yulia
pleeasee jgn pisah ya thor, karna cinta mereka dalammmm bgt
💞Putri Chania💞
duuh ..sama" mencintai d dalam hati...sama" terluka...jd sad..tapi kesendirian juga bisa menyembuhkan luka..
Uthie
Mampir 👍
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih, semoga betah🙏
total 1 replies
Gemuruh riuh
bagus ceritanya thor, kakak aku aja sering ngeluh sama kelakuan keluarga suaminya 👍
Gemuruh riuh
jleb banget
Gemuruh riuh
ucapan senjata para suami cuek
💞Putri Chania💞
Oalah...ternyata yg nyelamatin Anna adalah pria yg mencintainya dalam diam....spertinya makin serru nih tambah pemeran baru Thor..
💞Putri Chania💞
apakah pria itu Abimanyu..?
💞Putri Chania💞
cerita yg bagus dan banyak terjadi pada kaum hawa..yg merasa baik" saja ...pada hal..
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih, semoga betah bacanya sampe tamat☺️
total 1 replies
💞Putri Chania💞
lanjut thor
Mymy Zizan
apa yg mau di lompatin thor... 7 bab aja masih krng, pngen lebih
💞Putri Chania💞
cerita nya bgus Thor...tidak sedikit yg mengalami kasus sperti Anna...
🍀 YEHPPEE 🍀: hai makasih udah mampir lagi 😁🙏
total 1 replies
Gemuruh riuh
elu sendiri yang bikin stres ibuuuu
Gemuruh riuh
pertanyaan horor ibu mertua 😲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!