NovelToon NovelToon
TERJERAT OBSESI ELZIO

TERJERAT OBSESI ELZIO

Status: tamat
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Percintaan Konglomerat / Office Romance / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Dendanya lima miliar rupiah, Clara. Atau... kamu tanda tangani kontrak tiga tahun jadi asisten pribadi saya!"
Berniat kabur dari masa lalu dan hidup mandiri, Clara justru terjebak dalam jaring laba-laba Elzio Mahendra—CEO tampan, kaya raya, dan obsesif yang tak mempan digertak. Hanya demi mengikat Clara di sisinya, Elzio tak ragu membeli perusahaan tempat Clara melamar dan menjeratnya dengan kontrak denda bernilai fantastis.
Segala cara Clara lakukan agar Elzio ilfil—mulai dari bersikap super galak, memboroskan uangnya, hingga kabur naik KRL. Namun, bukannya menyerah, sang CEO gila justru makin gila dan posesif padanya.
Di tengah intrik perjodohan elit dan trauma masa lalu yang menghantui, akankah Clara berhasil bebas dari jerat denda lima miliar, atau justru akhirnya bertekuk lutut dalam pelukan sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Matahari pagi menerobos masuk melalui celah tirai vila, memancarkan sinar keemasan yang hangat di atas tempat tidur.

​Clara perlahan membuka matanya. Rasa pegal di sekujur tubuhnya masih tersisa, tetapi rasa hangat yang melingkupi dadanya jauh lebih dominan. Saat dia hendak menggerakkan badannya, sebuah lengan kokoh yang melingkar di pinggangnya makin mengetat, menariknya lebih rapat.

​"Pagi, sweetheart."

​Suara bariton yang khas dan agak serak khas bangun tidur menyapa telinga Clara. Elzio mengecup pelipis istrinya lembut, lalu menyandarkan dagunya di bahu Clara.

​"El... udah pagi," cicit Clara dengan suara khas bangun tidur, mencoba berbalik menghadapi suaminya. "Lepas dulu, aku mau mandi."

​"Tidak boleh," potong Elzio cepat, menahan tubuh Clara dengan merapatkan kedua kakinya. "Hari ini kamu tidak boleh melakukan apa pun. Cuma boleh bermanja-manja sama saya."

​"Gak usah aneh-aneh deh, Elzio!" Clara memutar bolanya malas, tapi senyum tipis tak bisa disembunyikan dari bibirnya. "Aku lapar mau sarapan."

​"Sarapan sudah siap di meja," ujar Elzio santai. Pria itu tiba-tiba beranjak, menyingkap selimut, dan tanpa peringatan langsung mengangkat tubuh Clara ke dalam garapannya.

​"Eh! Elzio! Turunin! Aku bisa jalan sendiri!" seru Clara panik, refleks mengalungkan kedua tangannya di leher tegap Elzio.

​"Tidak mau," balas Elzio terkekeh, melangkah santai keluar dari kamar menuju area balkon vila yang menghadap langsung ke lautan luas. "Tugas kamu hari ini cuma duduk manis, makan, dan menikmati perlakuan raja dari suami kamu."

​Di balkon, sebuah meja kayu estetik sudah dipenuhi dengan berbagai hidangan sarapan mewah—mulai dari bubur ayam hangat, buah-buahan segar, roti panggang, hingga jus jeruk favorit Clara.

​Elzio mendudukkan Clara di atas pangkuannya di sofa empuk balkon, bukannya di kursi terpisah.

​"El! Kenapa harus duduk di pangkuan kamu sih?!" protes Clara dengan pipi merona merah. "Malu kalau ada pelayan yang lihat!"

​"Vila ini sudah saya sterilkan, tidak ada orang lain selain kita berdua," sahut Elzio tenang. Tangannya meraih mangkuk bubur hangat dan sebuah sendok. "Buka mulutmu, Nyonya Mahendra. Aaa..."

​Clara menatap Elzio tak percaya. Pria yang di luar sana ditakuti ratusan pengusaha, pimpinan konglomerasi raksasa AetherCorp yang dingin dan arogan... kini sedang meniup-niup bubur ayam dengan telaten hanya untuk menyuapinya.

​"Elzio, aku punya tangan sendiri..." bisik Clara pelan.

​"Buka mulutnya, Clara. Atau saya suapi pakai bibir?" goda Elzio dengan mata berbinar jahil.

​"Iya, iya! Dasar pemaksa!" Clara buru-buru membuka mulutnya, menerima suapan bubur dari Elzio.

​Kehangatan makanan itu meresap ke dalam tubuhnya, tapi kehangatan di dadanya jauh lebih membakar. Clara menatap wajah tegas Elzio dari jarak yang sangat dekat. Setiap detail gerakan pria itu—cara Elzio mengusap sudut bibir Clara yang belepotan dengan ibu jarinya, cara Elzio meniup sup panas sebelum menyuapkannya, hingga tatapan mata penuh kasih sayang yang tak pernah putus—membuat pertahanan emosional Clara mendadak runtuh.

​Matanya perlahan berkaca-kaca. Air mata hangat menetes menyusuri pipinya tanpa bisa ditahan.

​Elzio yang menyadari hal itu langsung menghentikan gerakan sendoknya. Wajahnya seketika berubah panik.

​"Clara? Kenapa menangis?" tanya Elzio cemas, meletakkan mangkuk bubur ke meja dan merangkul pipi Clara dengan kedua telapak tangannya. "Ada yang sakit? Makanan ini terlalu panas? Atau saya buat salah lagi?"

​Clara menggelengkan kepalanya cepat. Dia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Elzio, terisak pelan sambil meremas kemeja santai yang dikenakan suaminya.

​"Bukan... bukan gitu, El..." bisik Clara parau di sela isakannya.

​"Lalu kenapa, sweetheart? Tolong katakan sama saya," pinta Elzio lembut, mengelus punggung Clara dengan ritme yang menenangkan. "Jangan bikin saya panik."

​Clara mengusap air matanya, lalu mendongak menatap lurus ke dalam iris mata hitam Elzio.

​"Aku cuma... aku cuma merasa udah lama banget gak ada orang yang merawat dan memanjakan aku kayak gini, El," aku Clara dengan suara bergetar jujur. "Sejak Ibu meninggal... hidup aku cuma isi tuntutan dan makian. Ayah cuma peduli sama uang, Ibu tiri dan Miska cuma anggap aku benalu. Gak ada satu orang pun yang tulus nanya aku udah makan atau belum..."

​Elzio mendengarkan setiap patah kata itu dengan dada yang terasa sesak. Dia makin mempererat pelukannya pada tubuh mungil istrinya.

​"Perlakuan kamu pagi ini..." Clara melanjutkan, air matanya menetes lagi, "...bikin aku ingat sama almarhumah Ibu. Dulu waktu aku sakit atau sedih, cuma Ibu yang selalu suapin aku, yang meluk aku kayak gini, yang bikin aku merasa kalau aku ini berharga dan disayangi..."

​Elzio mengusap air mata di pipi Clara dengan lembut menggunakan jemarinya, lalu mendaratkan kecupan hangat di kedua mata istrinya yang basah.

​"Kamu sangat berharga, Clara. Selalu," bisik Elzio penuh penekanan dan rasa takzim yang dalam. "Dengar saya baik-baik. Selama saya masih bernapas di dunia ini, kamu tidak akan pernah merasa sendirian atau tidak diinginkan lagi. Saya yang akan menggantikan peran itu. Saya yang akan merawat kamu, memanjakan kamu, dan menjaga kamu dari apa pun."

​"Tapi aku kadang galak sama kamu, El... aku sering ngomel, sering suudzon..." cicit Clara pelan, menunduk malu.

​Elzio terkekeh renyah, mengangkat dagu Clara agar mata mereka kembali bertemu.

​"Dan saya mencintai setiap omelan dan galaknya kamu," balas Elzio mantap. "Kamu boleh ngomel sesuka kamu, boleh menyuruh saya hemat sampai saya makan nasi bungkus tiap hari, boleh menyuruh saya tidur di sofa... tapi kamu tidak boleh meragukan rasa sayang saya ke kamu."

​Clara tersenyum di balik sisa air matanya. Dia melingkarkan tangannya di leher Elzio, memajukan wajahnya dan mendaratkan ciuman manis di bibir suaminya.

​"Makasih ya, Elzio..." bisik Clara tulus di depan bibir Elzio. "Makasih udah hadir di hidup aku."

​Elzio menyunggingkan senyum bahagianya, membalas ciuman itu dengan kelembutan yang mendalam sebelum menarik diri sedikit.

​"Sama-sama, Nyonya Mahendra," ujar Elzio lembut. "Nah, sekarang tugas air matanya sudah selesai. Kita lanjutkan sarapannya. Buka mulut lagi."

​"Dih, maksa banget sih!" tawa Clara pecah, menggeleng-gelengkan kepalanya.

​"Memang," sahut Elzio tanpa dosa, menyuapkan sepotong buah stroberi segar ke mulut Clara. "Kalau tidak dipaksa, nanti calon anak kita kurang gizi di dalam sana."

​"Elzio! Kan baru semalam! Masa udah ada isinya aja?!" seru Clara dengan wajah memerah padam.

​"Siapa tahu?" Elzio menyeringai jahil, mengelus perut datar Clara dengan telapak tangannya yang hangat. "Usaha saya semalam kan sangat maksimal, sweetheart."

​"Dasar mesum!" puji Clara sambil mencubit pelan paha Elzio.

​Di bawah naungan langit pagi yang cerah dan hembusan angin laut yang sejuk, Clara akhirnya bisa merasakan kedamaian yang seutuhnya. Rasa sakit dari masa lalunya kini telah terbasuh oleh kasih sayang tulus dari pria yang rela menjadi pelindungnya selamanya.

1
umie chaby_ba
mampir thor..🙏
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!