NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Omni Tales

"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."

Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.

Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.

Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:

Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...

Komandan perang Kekaisaran Jiulong...

Raja informasi dari Paviliun Bayangan...

Semuanya adalah klon milik Lian!

Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jiwa Baru dan Sistem Sovereign

Rasa panas menyengat di dadanya, disertai bau tengik debu tanah kering yang menusuk hidung.

Lian membuka mata perlahan, menatap langit-langit gua batu yang temaram oleh pendar samar batu kristal.

Pikirannya langsung bergolak hebat.

'Tunggu, bukankah aku baru saja jantungan di atas meja kantor gara-gara lembur tiga hari berturut-turut?'

Memori kehidupan sebelumnya berputar cepat di kepala.

Dia tewas akibat eksploitasi tanpa henti di sebuah perusahaan gelap, mati konyol demi tumpukan laporan keuangan yang bahkan bukan miliknya.

Sebuah cambuk kulit mendadak meledak tepat di samping tubuhnya, menghantam permukaan tanah dengan bunyi keras.

"Bangun, dasar sampah penambang!"

Seorang pria bertubuh kekar dengan seragam sekte berwarna kelam berdiri garang, memegang cambuk berlumur darah.

Darah dan jelutung Qi terhampar kotor di sepanjang lantai gua yang menjadi tempat kerja para penambang miskin ini.

Pria itu adalah mandor tambang dari Sekte Tambang Spiritual, faksi kelas bawah di wilayah Mortal Domain.

Lian merangkak bangun sambil mengusap pelipisnya yang berdarah.

Seketika, sekumpulan ingatan baru merembes masuk ke dalam otaknya.

Tubuh muda ini bernama Lian Feng, seorang pemuda miskin tanpa latar belakang yang dijual ke wilayah tambang untuk memeras batu spiritual.

'Luar biasa, mati di perusahaan gelap, sekarang malah terlempar ke peternakan energi manusia.'

Lian meringgis pelan dalam batinnya.

"Lian Feng! Mana kuota sepuluh batu spiritual tingkat rendah milikmu untuk hari ini?"

Mandor itu berteriak keras, melangkah mendekat dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa tamak.

Para penambang di sekitar mereka hanya bisa menunduk ketakutan, tidak ada yang berani pasang badan.

Hukum rimba purba berlaku sepenuhnya di tempat ini, di mana praktisi kuat memeras praktisi lemah tanpa ampun.

"A... anu, Mandor Wang," ucap Lian dengan nada bergetar, berpura-pura panik. "Batu spiritual di lorong barat sangat sulit digali."

"Alasan!"

Cambuk di tangan Mandor Wang melayang cepat, mengincar wajah Lian tanpa ragu.

Gara-gara refleks tubuh yang buruk, Lian hanya sempat bergeser beberapa sentimeter ke samping.

Ujung cambuk itu merobek bahunya, menciptakan luka bakar energi spiritual yang terasa amat pedih.

'Sialan, orang tua ini benar-benar tidak menganggap nyawa manusia ada harganya.'

Arogansi sumpah suci dan kehormatan sekte yang sering diagungkan di dunia kultivasi ternyata hanyalah penjara berbalut kehormatan.

Mandor Wang mengangkat kakinya, siap menginjak dada Lian yang masih terbaring di tanah kasar.

"Kalau hari ini kau tidak menyerahkan sepuluh batu spiritual, aku akan memotong sebelah tanganmu sebagai peringatan!"

Keringat dingin bercucuran di dahi Lian saat dia mengkalkulasi peluang bertahan hidupnya yang nyaris nol.

Tepat sebelum telapak kaki berbatu itu mendarat di dadanya, sebuah jendela transparan kebiruan mendadak muncul di ruang pandangnya.

[Sistem Sovereign Duplication Telah Aktif!]

[Mendeteksi Kebutuhan Penguasa: Mengaktifkan Paket Starter!]

[Fitur Omni-Adaptation Dibuka!]

[Hadiah Pertama:Slot Klon Vektor #01 Diberikan!]

Lian menahan napasnya, menatap barisan teks yang melayang di udara.

'Pusat Duplikasi Agung? Jadi ini modal utamaku di dunia baru ini?'

Mandor Wang menghentikan kakinya sejenak, mengernyit heran melihat Lian yang malah tersenyum tipis di tanah.

"Bocah gila, apa yang kau tertawakan?"

Lian tidak menjawab, fokus utamanya tertuju penuh pada panel sistem di dalam pikirannya.

Melalui kalkulasi dingin dan perhitungan tanpa kompromi, dia langsung memahami mekanisme dasar sistem tersebut.

Dia bisa menciptakan pasukan klon tak terbatas yang masing-masing memiliki bakat fisik, sihir, atau kemampuan intelijen yang terpisah.

Menariknya, melalui fitur Omni-Adaptation, seluruh kemampuan dari klon tersebut akan terserap secara instan ke tubuh aslinya.

'Artinya, aku tidak perlu bertarung di garis depan dan mempertaruhkan nyawaku seperti orang bodoh.'

"Jawab aku, dasar sampah!"

Mandor Wang yang merasa dilecehkan melayangkan pukulan tinju yang dilapisi energi Qi ke arah kepala Lian.

Pukulan itu membawa angin kencang yang sanggup memecahkan tengkorak manusia biasa.

Dalam situasi krusial ini, pikiran Lian bekerja sangat cepat untuk merajut muslihat pertama.

Dia langsung menekan tombol konfirmasi pada sistem di dalam pikirannya.

[Inisialisasi Bayangan Dimulai...]

[Menciptakan Klon #03: "Baihu" - Spesialis Informasi & Pembunuhan!]

Sebuah gelombang energi tak kasat mata mengalir mendadak di balik kedalaman gua tambang yang gelap.

Jauh di dalam bayangan lorong yang tidak terjangkau cahaya, sebuah wujud manusia tercipta dengan sempurna dalam hitungan detik.

Proses sinkronisasi jiwa terjadi secara seketika.

Seluruh teknik gerak cepat, pemahaman belati, serta insting pembunuh milik Baihu mengalir deras masuk ke dalam tubuh Lian.

Otot-otot tubuh Lian yang semula lemah mendadak menegang, menyerap kekuatan baru tersebut secara halus tanpa memicu aura mencolok.

Saat tinju Mandor Wang tinggal berjarak dua inci dari dadanya, Lian tidak melancarkan serangan balasan secara ceroboh.

Dia tahu betul bahwa membunuh mandor ini di tengah kerumunan hanya akan memicu amarah dari Grand Elder Gu Yan.

Menampilkan kekuatan secara terbuka di saat statusnya masih berupa penambang lemah adalah tindakan paling bodoh.

Lian sengaja membiarkan sisa dorongan angin pukulan itu menghantam dadanya secara terukur.

Tubuhnya terlempar dua meter ke belakang, menghantam tumpukan batu dengan suara gemertak yang cukup keras.

"Khuk!"

Darah segar disemburkan oleh Lian dari mulutnya, menciptakan adegan tragis yang terlihat sangat meyakinkan.

Mandor Wang tertawa puas melihat tubuh Lian yang terbaring lemas tidak berdaya di tanah.

"Tahu rasa kau, bocah insolent!"

Pria bertubuh kekar itu memutar badannya, menatap para penambang lain yang makin gemetar ketakutan.

"Kalian semua lihat itu? Siapa pun yang mencoba membangkang perintahku, nasibnya akan sama seperti bocah ini!"

Para penambang segera bekerja dua kali lebih cepat, menggali dinding batu dengan cangkul mereka yang tumpul.

Lian terbaring memejamkan mata di atas tanah dingin, membiarkan orang-orang menganggapnya telah pingsan atau nyaris tewas.

Di balik matanya yang terpejam, kesadarannya sedang terhubung langsung dengan Klon #03 yang kini berdiri tegak di lorong gelap.

'Baihu, bagaimana kondisimu?'

Melalui tautan batin, suara tenang dan penuh tipu daya milik Baihu merespons seketika.

"Semua fungsi berjalan sempurna, Tuan. Tubuh ini siap menjalankan perintah Anda."

Lian tersenyum dingin di dalam batinnya saat dia menyusun papan catur dimensi untuk pertama kalinya.

'Bagus. Jangan sentuh Mandor Wang secara langsung hari ini.'

"Apa rencana Anda selanjutnya, Tuan?"

'Amati rute pengiriman batu spiritual malam ini, lalu cari tahu di mana Grand Elder Gu Yan menyimpan dokumen transaksi gelapnya.'

Lian menghentikan tautan komunikasi tersebut, membiarkan energi otaknya beristirahat sejenak.

Dunia kultivasi ini mungkin menganggap para penambang kecil sebagai bidak tanpa wajah yang bisa dibuang kapan saja.

Namun mereka tidak pernah tahu bahwa seorang mantan ahli strategi dari dunia modern kini sedang memegang kendali atas benang bayangan.

Dia tidak akan pernah menjadi bidak dalam permainan siapapun lagi.

Saat kegelapan mulai menyelimuti seluruh area gua tambang, sebuah bayangan hitam bergerak keluar dari dalam lorong tanpa memicu suara sedikit pun.

Sementara itu, di dalam bilik mewahnya yang terpisah dari lokasi tambang, Grand Elder Gu Yan sedang menghitung tumpukan batu spiritual hasil perasan hari ini.

Tiba-tiba, lilin di atas meja kerja sang tetua padam secara mendadak gara-gara hembusan angin dingin yang tidak biasa.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!