Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Hembusan angin terasa begitu sejuk menerpa wajah gadis kecil yang sedang berjalan menuju pemakaman. Daun kering beterbangan dan suara kicauan burung-burung kini terdengar merdu menandakan babak baru di kehidupan seorang gadis kecil Yang Yang kini dimulai.
"Ibu, Yang Yang datang" Ucapnya sambil meletakkan karangan bunga di atas pemakaman ibunya.
"Bu, Yang Yang sudah bertemu dengan Ayah. Apakah di langit itu ibu yang menjadi bintang untuk Yang Yang dan Kakak?" Air matanya pun menetes membasahi pipi mungilnya.
"Setelah kepergian ibu, Yang Yang pikir Yang Yang akan hidup sendiri. Yang Yang akan melewati hari-hari Yang Yang tanpa kehadiran seorang ibu. Hidup ini begitu sangat menyedihkan, hidup tanpa seorang ibu rasanya dunia ini tidak berarti lagi. Ibu adalah satu-satunya Yang Yang punya, tapi setelah tahu kalau Yang Yang masih punya Ayah, kesedihan itu mulai berkurang ibu. Yang Yang akan menjadi anak baik dan penurut" Yang Yang menangis di atas makam ibunya.
Yang Yang bersujud tiga kali di makam ibunya.
Yang Yang membayangkan ibunya waktu masih hidup dulu. Mereka berdua hidup di kampung yang begitu sangat damai, orang-orang di kampung itu sangat baik dan ramah kepada mereka. Setiap hari ibunya bekerja sebagai penjual bunga untuk biaya seharinya. Sesekali Yang Yang ikut membantu. Sampai pada akhirnya ibu Yang Yang jatuh sakit. Yang Yang berusaha sendiri untuk menghasilkan uang demi pengobatan ibunya. Tapi, ibunya tidak bisa bertahan lama.
Yang Yang menangis dengan keras, namu tiba-tiba saja ada beberapa bocah laki-laki muncul.
"DASAR ANAK YATIM PIATU, TIDAK PUNYA AYAH TIDAK PUNYA IBU" Teriak salah satu bocah yang menghampiri Yang Yang.
Yang Yang menoleh ke arah suara tersebut. Ia berdiri tepat di samping makam ibunya.
"Yang Yang bukan yatim piatu. Yang Yang masih punya ayah" ucapnya lirih.
"Dasar anak bodoh, Tidak tahu malu. HAJAR DIA". Teriak Bocah gendut di depannya.
Keenam bocah laki-laki itu memukul Yang Yang tanpa ampun.
Sementara itu, Pengawal yang diutus Ayahnya berdiri di balik sebuah pohon besar. Pengawal itu hanya diam dan tersenyum licik melihat Yang Yang dipukuli.
"Pukul dia, pukul lebih keras. Tidak akan kubiarkan anak itu merebut posisi Nona Zhuzhu di keluarga Pratama". Gumamnya dengan senyum yang licik.
"Aaaa, jangan Pukul Yang Yang. Yang Yang bukan anak yatim piatu. Yang Yang masih punya Ayah" teriaknya dengan suara serak karena menahan sakit akibat pukulan dari bocah-bocah nakal itu.
"Aaaa.." Yang Yang tiba-tiba jatuh Tidak sadarkan diri akibat salah satu bocah yang tidak sengaja memukul kepalanya sampai berdarah.
Bocah-bocah nakal itu pun mundur dengan wajah ketakutan.
"Jangan-jangan dia mati lagi. Ayo cepat kabur" Bocah-bocah itu pun berlari meninggalkan makam tersebut.
Pengawal Licik itu pun berpura-pura berlari ke arah Yang Yang yang sudah terbaring tidak sadarkan diri.
"Nona Yang Yang bangun" pengawal itu memeriksa nafas Yang Yang.
"Sepertinya Anak ini sudah mati" gumamnya sambil tersenyum licik. Ia pun berdiri sambil membersihkan tangannya yang sudah memegang Yang Yang.
Pengawal itu berbalik hendak meninggalkan Yang Yang sendirian. Namun tiba-tiba Yang Yang langsung terbangun sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Paman" Panggil Yang Yang.
Pengawal itu pun berbalik dan kaget melihat Yang Yang yang tadinya sudah mati tapi tiba-tiba langsung hidup lagi. pengawal itu pun langsung terjatuh.
"Ini tidak mungkin, ini Tidak mungkin" gumamnya sambil merangkak mundur dengan kedua tangannya.
Yang Yang pun berjalan ke arah pengawal tersebut dengan wajah datar dan penuh tanya.
"Tidak mungkin apanya paman?" tanya Yang Yang sengaja menakut-nakuti pengawal Licik itu.
Pengawal itu pun meneguk ludahnya. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang ini.
"Bukannya dia sudah mati?" Gumamnya lagi.
"Paman mau aku mati?" Tanya Yang Yang dan melayangkan tamparan di wajah pengawal itu
"Aduh,,, Sakit sekali"
"Ayo, sekarang antar Yang Yang menemui Ayah" ucapnya dengan tegas dengan nada perintah.
Pengawal itu pun bergegas berdiri dan segera menuju ke arah mobil bersama dengan Yang Yang.
Di tengah perjalanan, Pengawal itu masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Tidak akan kubiarkan kau merebut posisi Nona Zhuzhu. Aku pastikan kamu tidak akan hidup nyaman di keluarga Pratama" Ucapnya dalam hati sambil tersenyum licik.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di kediaman Pratama. Yang Yang langsung masuk dan mendapati seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca buku dan menikmati secangkir teh.
"Ini, Nenekku" ucap Yang Yang dalam hati sambil tersenyum.
Dari arah tangga tiba-tiba ada seorang gadis kecil dengan rambut di kepang dua berlari menghampiri wanita paruh baya itu.
"Nenek, Zhuzhu boleh minta tambahan uang jajan? Zhuzhu mau beli mainan. Boleh ya Nenek" Ucapnya manja sambil memeluk sebelah tangan wanita paruh baya itu.
"Zhuzhu, dia adalah saudari tiri ku yang nakal, selalu manja dan bermuka licik" ucap Yang Yang dalam hati.
Yang Yang berlari menghampiri Neneknya.
"Nenek, Yang Yang boleh kan peluk nenek? Yang Yang sudah lama tidak dapat kasih sayang dari keluarga. Ibu Yang Yang sudah meninggal, Yang Yang hanya punya Ayah, Nenek dan Kakak" Ucapnya tidak mau kalah dari Zhuzhu.
"Nenek punya hadiah untuk Yang Yang, Pelayan tolong ambilkan"
"Baik Nyonya"
Pelayan itu menyerahkan sebuah kotak Kecil berisi sebuah kalung liontin.
"Yang Yang, ini hadiah dari Nenek, kamu pakai ya" Ucap wanita paruh baya itu.
"Wah,, Terima kasih Nenek, Yang Yang sangat suka" Yang Yang langsung memakai kalung liontin itu.
"Nenek, hadiah untuk Zhuzhu mana?" ucapnya dengan wajah cemburu.
Wanita paruh baya itu hanya tersenyum melihat Yang Yang tanpa menghiraukan apa yang dikatakan Zhuzhu.
"Nyonya, hadiah untuk Nona Zhuzhu mana? Dia kan juga putri dari keluarga ini?" ucap pengawal yang menjemput Yang Yang tadi.
"Kalau sudah tidak ada keperluan, keluar lah" ucap Nenek Sari kepada pengawal itu.
Pengawal tersebut langsung bergegas keluar dengan wajah yang tidak senang.
"Pelayan, antar Nona Yang Yang ke kamar" ucap Nenek Sari.
"Baik Nyonya".
Yang Yang pun berjalan menuju ke arah kamarnya.
Ceklekkk
Pintu kamar pun terbuka.
"Ini kamar Nona Yang Yang, Saya keluar dulu" Pelayan itu berjalan keluar dari kamar.
Yang Yang melihat-lihat setiap sudut kamar tersebut. Ia kemudian duduk di atas ranjang empuk itu. Ia mengeluarkan sebuah bingkai yang berisi foto Yang Yang bersama ibunya.
Yang Yang kembali teringat waktu ibunya masih hidup. Yang Yang memeluk erat foto itu.
"Ibu, Yang Yang akan jadi anak baik, Yang Yang tidak akan merepotkan Ayah dan Nenek" ucapnya sambil menangis.
Yang Yang menghapus air matanya, ia berjalan menuju ke arah meja rias di samping tempat tidurnya, ia meletakkan foto itu.
Yang Yang berjalan ke arah lemari, ia membuka dan melihat isi lemari itu. Di dalamnya ada banyak pakaian cantik yang sudah di sediakan untuk Yang Yang. Ia mengeluarkan satu persatu pakaian itu dan mencobanya.
"Wah,,, Sangat cantik"
Yang Yang melihat pantulan dirinya di cermin dengan gaun berwarna merah jambu.
Setelah berganti pakaian, Yang Yang kembali turun. Ia belum bertemu dengan Kakaknya.
Yang Yang duduk di sebelah Neneknya sambil melihat-lihat setiap sudut rumah Pratama.
Tiba-tiba Devin, kakak Yang Yang, menuju kearahnya dengan kursi roda.
Yang Yang segera menghampiri.
"Kakak, Yang Yang punya hadiah untuk kakak". Yang Yang mengeluarkan sebuah benda dari dalam tas kecilnya dan memberikannya kepada Devin.
Devin mengambil hadiah itu dan langsung pergi tanpa sepatah kata pun.
"Maafin kakak, dek" ucapnya dalam hati.
lanjut up lagi thor