Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Gua Tersembunyi dan Penawar Hawa Yin
Angin malam menderu kencang di telinga Ye Xuan saat ia melompat dari dahan ke dahan bagaikan hantu di tengah hutan pekat. Di bahunya, Mu Xue'er memejamkan mata rapat-rapat, merasa perutnya mual karena kecepatan pemuda itu yang terlalu ekstrem.
Di belakang mereka, suara patahan pohon dan auman buas terdengar semakin jauh. Kawanan Binatang Iblis Tingkat 2 yang mencium bau darah dari mayat-mayat tadi tampaknya lebih tertarik untuk berpesta pora mengoyak mayat Penatua Bai dan kultivator iblis daripada mengejar mangsa yang berlari terlalu cepat.
Setelah berlari sejauh belasan mil, Ye Xuan akhirnya melambat. Telinganya menangkap suara gemericik air dari kejauhan.
Ia mengubah arah gerakannya dan segera menemukan sebuah tebing berbatu dengan air terjun kecil yang mengalir menutupi sebuah ceruk gelap. Tanpa ragu, Ye Xuan melompat menembus tirai air terjun tersebut dan mendarat di dalam sebuah gua batu yang kering dan tersembunyi.
Ye Xuan menurunkan Mu Xue'er perlahan, lalu menyandarkan gadis itu di dinding gua.
"Kita aman di sini untuk malam ini," ucap Ye Xuan datar, sambil mengibaskan jubahnya yang sedikit basah.
Namun, tidak ada jawaban dari Mu Xue'er. Gadis itu jatuh tertunduk, memeluk lututnya sendiri. Tubuhnya gemetar jauh lebih hebat dari sebelumnya. Lapisan es tipis mulai terbentuk di ujung rambut dan alisnya, sementara bibirnya berubah menjadi ungu pucat. Bahkan udara di dalam gua seketika turun beberapa derajat.
"Hei," Ye Xuan mengerutkan kening. Ia mendekat dan menyentuh pundak gadis itu.
Sss!
Sensasi dingin yang menusuk tulang langsung menyengat telapak tangan Ye Xuan, memaksanya menarik tangannya kembali. Rasa dingin itu bukan dingin biasa, melainkan hawa dingin ekstrem yang mencoba membekukan Qi di dalam meridiannya.
"Gawat, Bocah!" Suara Master Naga terdengar serius di benaknya. "Bentrokan energi saat melarikan diri tadi, ditambah hawa dingin dari Teratai Jiwa Es yang terus ia peluk, membuat segel di tubuhnya rusak. Garis Keturunan Yin Murni miliknya meledak lebih cepat dari perkiraanku. Jika dibiarkan, organ dalamnya akan membeku dan ia akan mati dalam waktu kurang dari satu jam!"
Mata Ye Xuan menyipit. "Apa yang harus kulakukan? Aku bukan tabib."
"Bodoh! Kau punya Sutra Naga Pelahap Langit! Pusaran nagamu memiliki atribut Yang yang sangat dominan dan panas. Buka meridian di telapak tanganmu, tempelkan pada punggungnya, dan hisap paksa kelebihan hawa Yin itu! Energi Yin murni ini adalah tonik luar biasa bagi kultivasimu!"
Ye Xuan tidak ragu lagi. Mengingat kakek gadis ini yang mati dengan gagah berani, ia merasa sedikit berhutang budi setelah mengambil kekayaannya.
"Tahan sedikit, ini akan terasa panas," bisik Ye Xuan.
Ia memutar tubuh Mu Xue'er agar memunggunginya. Ye Xuan duduk bersila di belakang gadis itu, menyatukan kedua telapak tangannya, lalu menempelkannya tepat di titik akupunktur tulang belakang Mu Xue'er.
Pusaran hitam di dantian Ye Xuan seketika berputar terbalik.
"Telan!"
BZZZT!
Aliran energi Yin yang sedingin es dan berwarna biru pucat tersedot keluar dari tubuh Mu Xue'er, mengalir masuk ke dalam lengan Ye Xuan. Pada saat yang sama, Ye Xuan mengalirkan energi Dragon Qi (Yang) miliknya yang berwarna keemasan dan bersuhu tinggi ke dalam tubuh gadis itu untuk menghangatkan organ dalamnya.
Siklus energi ini menciptakan keseimbangan yang luar biasa.
Di dalam tubuh Ye Xuan, energi Yin murni dari Mu Xue'er bertemu dengan panasnya kekuatan naga. Keduanya saling melebur, memurnikan Qi Ye Xuan menjadi jauh lebih padat dan murni. Rasa sakit dan pegal di otot-ototnya akibat pertarungan beruntun langsung sirna.
Sedangkan bagi Mu Xue'er, hawa panas keemasan yang masuk ke tubuhnya terasa bagaikan sinar matahari pagi di musim dingin. Rasa sakit yang menyiksa dadanya perlahan memudar. Wajah pucatnya mulai merona merah, dan napasnya berangsur tenang.
Proses ini berlangsung selama satu jam penuh. Ketika Ye Xuan menarik tangannya, Mu Xue'er telah tertidur lelap dengan napas yang teratur. Kotak giok berisi Teratai Jiwa Es tergeletak aman di pangkuannya.
Ye Xuan mengusap keringat di dahinya. "Teknik ini benar-benar gila. Menghisap energi murni jauh lebih efisien daripada menyerap Batu Spiritual."
Ia memeriksa kultivasinya. Meskipun tidak menembus ke Tingkat 8, Qi di dalam dantian-nya kini sangat padat. Fondasinya di Tingkat 7 telah stabil sepenuhnya, sekuat batu karang.
Malam itu, Ye Xuan tidak tidur. Ia mengeluarkan Batu Spiritual tingkat menengah yang didapatnya dari cincin Penatua Bai. Tiga ratus batu memancarkan pendar cahaya biru yang kaya akan energi spiritual, menyinari dinding gua yang gelap.
Di Kota Daun Gugur, satu Batu Spiritual tingkat menengah bernilai sama dengan seratus Batu Spiritual tingkat rendah! Ini adalah kekayaan yang bisa membuat mata para Tetua Klan merah karena iri.
"Turnamen tinggal tiga minggu lagi," gumam Ye Xuan, menatap tumpukan batu spiritual di depannya. Mata hitamnya memancarkan niat membunuh yang tertahan. "Ye Lang... bersiaplah untuk menyambut mimpi burukmu."
Sepanjang malam, pusaran hitam di dalam dantian Ye Xuan berputar tanpa henti, menelan ratusan Batu Spiritual itu dengan rakus bagai pusaran air di tengah lautan.
Keesokan paginya, sinar matahari menyusup masuk melalui celah tirai air terjun.
Mu Xue'er membuka matanya perlahan. Tubuhnya terasa luar biasa ringan dan hangat, sesuatu yang belum pernah ia rasakan selama bertahun-tahun sejak penyakit Yin-nya muncul. Ia menoleh dan melihat pemuda berpakaian compang-camping itu sedang berdiri di mulut gua, menatap ke luar.
"Kau... kau menyelamatkanku?" tanya Mu Xue'er dengan suara pelan.
Ye Xuan berbalik. Tubuhnya memancarkan aura samar yang membuat Mu Xue'er sedikit tertekan. Semalam, Ye Xuan telah berhasil menerobos ke Alam Kondensasi Qi Tingkat 8.
"Hawa Yin di tubuhmu hanya kutekan untuk sementara. Paling lambat dalam setengah tahun, itu akan meledak lagi jika tidak disembuhkan dari akarnya," ucap Ye Xuan tanpa basa-basi.
Ia melemparkan sebuah gulungan perkamen ke pangkuan Mu Xue'er. Itu adalah peta Hutan Binatang Iblis dari cincin Penatua Bai.
"Gua ini berada di perbatasan luar Hutan Binatang Iblis. Berjalanlah sejauh sepuluh mil ke arah matahari terbit, dan kau akan menemukan pos penjagaan Kota Kayu Hitam. Tidak ada Binatang Iblis tingkat tinggi di jalur itu," jelas Ye Xuan dingin. "Kita berpisah di sini."
Mu Xue'er menggigit bibir bawahnya. Ia menatap pemuda misterius namun kejam ini, menyadari bahwa di balik penampilannya yang dingin, ada prinsip yang kuat. Pemuda ini bisa saja membunuhnya dan merampas teratai berharga itu semalam, tapi ia tidak melakukannya.
"Siapa namamu?" panggil Mu Xue'er saat Ye Xuan bersiap melompat menembus air terjun. "Aku dari Klan Suci Mu di Benua Tengah. Jika suatu saat kau butuh bantuan, sebut namaku!"
Ye Xuan berhenti sejenak. Tanpa menoleh, ia menjawab singkat.
"Ye Xuan."
Selesai mengucapkan namanya, Ye Xuan melesat keluar dari air terjun, menghilang ke dalam rimbunnya hutan untuk melanjutkan pelatihannya. Mu Xue'er menggenggam peta di tangannya, bergumam mengulang nama itu di dalam hati.