NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 ( Pria Yang Menangis Saat Film Komedi )

Suara tawa memenuhi ruang bioskop yang hampir kosong itu.

Dilayar lebar, seorang aktor terkenal sedang melakukan adegan konyol yang membuat sebagian besar penonton tertawa terbahak-bahak.

Ya sebagian besar..

Karena malam itu hanya ada dua penonton didalam studio 8.

Alea dan seorang pria asing yang duduk beberapa baris disamping nya.

Alena ikut tertawa kecil melihat adegan lucu itu tersebut. Sudah lama sekali Alena tidak memiliki waktu untuk sekedar menikmati film.

Hari-harinya dihabiskan untuk kuliah, bekerja paruh waktu, membayar biaya sekolah Dimas, serta menanggung hutang yang ditinggalkan kedua orangtuanya.

Alena selalu melakukan hal kecil seperti ini saat dirinya sedang merasa frustasi, namun kali ini terasa berbeda.

Biasanya Alena hanya sendirian didalam studio itu, tapi kali ini ada pria asing yang nampak aneh bagi Alena.

Bagaimana tidak..

Saat Alena tidak sengaja menoleh, ia melihat jelas pundak pria itu menundukkan kepalanya dengan bahu lebar yang sedikit bergetar.

Alena sempat berpikir kalau laki-laki itu mengantuk, tapi saat sebuah cahaya menyoroti wajah laki-laki itu Alena melihat laki-laki itu menangis.

Ya..

Laki-laki itu beberapa kali mengusap matanya, bahkan Alena bisa mendengarkan bagaimana laki-laki itu sesenggukan karena tangis yang dipendam.

Bagi Alana itu adalah hal aneh..

Bagaimana bisa seseorang menangis saat menonton film komedi?

Atau laki-laki itu sedang patah hati ?

Disaat Alana sedang berpikir, ponsel miliknya mendapatkan panggilan masuk dari Dimas adiknya.

" Ganggu aja " ucap Alana mencoba mengabaikan, karena ia takut mengganggu laki-laki asing itu

" Angkat saja, mungkin penting " ucap laki-laki itu

" Tapi hp saya ga bisa kalau ga loudspeaker "

" Ga apa apa, saya tidak keberatan "

Akhirnya Alana pun mengangkat panggilan itu.

" Ya Dim, kenapa ? "

" Lo dimana kak ? Ko berisik banget ? "

" Gue lagi nonton film, baru balik kerja nih "

" Kak, sekolah udah nanyain masalah pembayaran katanya kalau Minggu ini gue ga bisa bayar sekolah ga akan kasih izin gue buat ujian kak "

" Iyah nanti kalau udah ada gue langsung kirim uangnya "

" Ya kapan kak ? Terus juga dari kemarin tuh ada dua orang datang terus nyariin lo kak "

" Yaudah lo kasih nomer gue aja, Dim "

" Kak, kalau emang lo ga bisa bayar sekolah gue yaudah gue berenti aja kak. Gue juga ga mau bikin lo susah kayak gini, gue bisa cari kerja apapun buat bantu lo bayar utang kak "

" Lo ngomong apaan sih, udah lo fokus sekolah aja. urusan duit itu biar jadi urusan gue "

" Yaudah deh kak "

" Yaudah sana lo belajar yang bener, udah malem juga tidur sana "

" Iya, lo juga kak "

Panggilan pun berakhir..

Alana kembali fokus menatap layar lebar yang ada didepannya, namun tanpa Alana sadari laki-laki itu sudah menghilang dari kursinya.

" loh kapan perginya " ucap Alana sendiri

Setelah waktu berlalu, lampu kembali menyala dengan terang.

Alana bersiap untuk pergi meninggalkan studio itu.

Namun saat Alana hendak turun, Alana melihat dompet yang terjatuh disana.

Dengan gugup Alana mengambil dompet itu..

Karena merasa penasaran, Alana pun membukanya.

Didalamnya terdapat kartu nama, kartu ATM, kartu identitas dan juga uang yang nominalnya cukup besar bagi Alana.

Alana sempat berpikir untuk mengambil uang itu, tapi ia mengurungkan niatnya.

" Ga ga boleh Al, lo bukan maling " ucap Alana pada dirinya sendiri

Alana melihat ada nomor telepon yang bisa ia hubungi, segera Alana keluar dari dalam studio itu sambil membawa dompet yang ia temui.

" Masa cepet banget udah perginya sih " ucap Alana sambil kebingungan.

Saat Alana hendak pulang, hujan turun dengan begitu derasnya.

Alana mencoba mencari payung dari tas miliknya, namun sayangnya ia tak menemukan saat itu.

Alana kembali teringat oleh dompet yang ia temui, ia memasukan nomor yang ada di dalam kartu itu kedalam ponselnya.

Namun Alana merasa tidak asing dengan nama yang ada di kartu itu.

Sebuah nama yang berkali-kali muncul dihalaman sosial media dan juga berita.

Alana mencoba mengabaikannya, ia pun fokus untuk mengembalikan dompet itu.

[Alana : Malam, maaf sepertinya dompet anda terjatuh tadi. ]

[Alana : Saya menemukan di dalam studi tempat tadi anda menonton]

Alana menunggu balasan dari laki-laki itu, karena ia merasa takut jika dompet itu hilang saat bersamanya.

Sebuah panggilan masuk kedalam hp Alana, sebuah panggilan masuk dari Arvian nama yang ia simpan sebagai pemilik dompet.

" Ya hallo " ucap Alana lebih dulu

" Kamu yang menemukan dompet saya ? "

" Iyah betul, maaf anda dimana ya ? "

" Kebetulan saya sudah sampai dirumah "

" Oo gitu, atau saya kirim pakai ojek online saja gimana ? "

" Tidak, jangan. Temui saya besok di cafe mentari jam 10 pagi "

" Jam 10 ? Maaf sepertinya tidak bisa, saya masih ada jam besok "

" Baik, jam 12 bagaimana? "

" oke boleh "

" Oke saya tunggu jam 12 di cafe mentari"

Belum sempat Alana menjawab apapun, panggilan itu sudah berakhir.

" Perasaan dia yang butuh deh, ko jadi ngatur sendiri "

Tanpa Alana sadari, dari dalam mobil ada seseorang yang memperhatikan dirinya.

Seseorang yang baru saja menerima panggilan dari Alana..

Hujan masih turun dengan deras, Alana terpaksa berlari sambil menutupi kepalanya dengan tas yang ia pakai.

...

Sesampainya di rumah Alana kembali membuka dompet itu, ia mencoba mencari nama Arven di halaman sosial media.

Dan benar saja..

Arven bukanlah sosok laki-laki biasa, melainkan CEO mudah yang cukup sukses di usianya.

" Orang kaya tapi ko nonton bioskop murahan ? "

Ucap Alana sambil berpikir

Namun bukan itu pikiran Alana sebenarnya.

Ia merasa sedikit penasaran..

Kenapa Arven menangis ?

Bahkan rasanya sangat aneh mengingat sepanjang film menampilkan adegan komedi.

" Masa CEO bisa galau sih ? "

Pikir Alana kembali

" Tapi CEO juga manusia sih "

" Yah tapi kalau galau soal cinta ya ngapain banget coba, dia kan bisa milih pacar lagi. Apalagi dia ganteng, gampang lah cari cewek "

" Emangnya gue ? "

" Gue sih wajar aja galau, duit ga ada, pacar ga punya, pikiran banyak"

Alana terus berbincang sendiri..

" Daripada gue mikirin tuh cowok mending gue pikirin, gimana biar dapet duit yang banyak "

" Ya Tuhanku, hamba butuh uang yang banyak.. "

" Hamba janji, kalau Hamba dapat uang yang banyak Hamba akan..."

Alana menjeda ucapannya

" Alana akan berbuat baik, ehh tapi kan gue emang baik "

" Ohh Alana akan membuat orang lain bahagia "

Mungkin terdengar konyol, tapi bagi Alana itu adalah doa yang paling tulus dari dirinya.

Ponsel Alena tiba-tiba bergetar.

Sebuah pesan masuk dari nomor Arven

[Arven : Besok datang sendiri]

[Arven : Karena tawaran yang akan kuberikan akan mengubah hidupmu]

Alena mengernyit

" Tawaran apa ? "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!