NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder

Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Anton adalah seorang pria biasa yang hidupnya hancur dalam semalam setelah dicampakkan dan dipermalukan secara brutal oleh pacarnya demi seorang anak konglomerat. Di titik terendahnya, saat rasa sakit dan keputusasaan memuncak, Anton secara tak terduga membangkitkan [Sistem Mata Dewa] yang memberinya kemampuan luar biasa untuk melihat menembus segala jenis benda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Siang itu, matahari bersinar sangat terik memanggang aspal jalanan di kawasan industri pinggiran kota.

Sebuah mobil van hitam dan dua mobil sedan milik tim legal Star Technology terparkir di depan gerbang besi besar bertuliskan Nexus Technology.

​Siska berdiri di depan gerbang didampingi oleh dua pengacara perusahaan. Wajah cantiknya yang biasanya tenang kini terlihat memendam amarah.

Di balik gerbang, alih-alih kurator bank atau petugas keamanan resmi, justru puluhan pria berwajah garang dengan tato di sekujur lengan yang berjaga.

​Pemimpin mereka, seorang pria gempal berkepala plontos dengan bekas luka sayatan di pipinya, duduk santai di atas kap mobil pick-up tua sambil menghisap rokok.

​"Sudah kubilang, Nona Cantik. Kertas dari bank itu tidak berlaku di sini," ucap pria gempal itu sambil menghembuskan asap rokoknya ke arah Siska.

"Tanah ini berada di bawah perlindungan geng Macan Besi. Kalau bos barumu mau mengambil alih pabrik ini, kalian harus membayar 'uang keamanan tertinggal' sebesar sepuluh miliar rupiah padaku, Bimo."

​Siska menggeretakkan giginya. "Itu pemerasan terang-terangan! Kami sudah melunasi seluruh prosedur akuisisi secara hukum. Menghalangi kami berarti melawan hukum!"

​Bimo tertawa keras, diikuti oleh belasan anak buahnya yang memegang tongkat pemukul bisbol dan pipa besi.

"Hukum? Di kawasan industri ini, akulah hukumnya," ejek Bimo sambil meludah ke tanah. "Pulanglah, panggil bosmu itu. Atau mobil-mobil mewah kalian ini akan kami jadikan rongsokan."

​Siska hendak membalas, namun tiba-tiba suara deru mesin mobil sport yang sangat halus terdengar mendekat.

Brumm. Ciiit.

​Sebuah BMW Seri 4 Coupé berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di belakang mobil tim legal.

Pintu terbuka, dan Anton melangkah keluar dengan mengenakan kemeja kasual berwarna abu-abu dan kacamata hitam. Auranya begitu santai, seolah dia sedang datang ke pantai, bukan ke lokasi konfrontasi geng preman.

​"Pak Anton!" panggil Siska merasa sedikit lega tapi juga cemas. "Mereka preman lokal, Pak. Mereka menuntut sepuluh miliar."

​Anton melepaskan kacamata hitamnya dan berjalan melewati Siska, menempatkan dirinya tepat di garis depan berhadapan dengan gerbang besi.

Matanya yang tajam menatap Bimo dari atas ke bawah.

​"Jadi kau yang bernama Bimo?" sapa Anton dengan nada datar tanpa emosi. "Aku beri kau waktu sepuluh detik untuk membuka gerbang itu dan membawa anjing-anjingmu pergi dari propertiku."

​Bimo melompat turun dari kap mobil. Wajahnya memerah karena dihina di depan anak buahnya.

"Bocah sombong! Kau pasti bos barunya ya? Sepuluh miliar, atau pabrik ini kubakar habis malam ini juga!" ancam Bimo sambil mengayunkan pipa besinya ke pagar.

​Anton tidak bergeming. Dia tidak marah, justru tersenyum miring.

Ini adalah momen yang tepat untuk menguji mainan barunya.

​"Sistem," panggil Anton di dalam hati.

[Penglihatan Tembus Pandang Tingkat 2 diaktifkan. Mode: Analisis Digital.]

​Seketika, pandangan Anton berubah. Dunia fisiknya memudar menjadi garis-garis tipis, digantikan oleh aliran data yang bersinar di udara.

Dia memfokuskan pandangannya ke saku celana jins Bimo, tempat ponsel pintar preman itu berada.

​Hanya dengan menatapnya, sistem di otak Anton langsung meretas dan membaca seluruh data enkripsi di dalam perangkat tersebut tanpa perlu menyentuhnya. Aliran kode biner, log obrolan, aplikasi m-banking, hingga galeri foto tersembunyi terbuka lebar di depan mata Anton layaknya buku yang ditelanjangi.

​[Analisis Selesai.]

[Target terdeteksi menerima transfer sebesar 500 juta rupiah dari rekening anonim tiga jam yang lalu.]

[Pesan teks terenkripsi terbaca: "Tahan orang-orang Star Technology selama mungkin. Buat mereka takut. - Direktur Utama PT. Surya Mikro."]

​Mata Anton kembali normal. Senyumnya semakin lebar. Ternyata ini bukan sekadar pemerasan biasa, melainkan sabotase dari pesaing bisnis yang iri melihat jatuhnya Nexus ke tangan Anton.

​"Sepuluh miliar?" ulang Anton melangkah lebih dekat ke gerbang. "Harga yang cukup mahal untuk anjing suruhan PT Surya Mikro yang hanya dibayar lima ratus juta."

​Tubuh Bimo tiba-tiba membeku. Rokok di bibirnya nyaris terjatuh.

"A-apa maksudmu, bocah?" suara Bimo mendadak kehilangan kepercayaan dirinya.

​Anton bersedekap dada. "Tiga jam yang lalu, ada transfer lima ratus juta masuk ke rekening BCA bernomor 772-xxxx-xxx atas namamu. Pengirimnya menggunakan rekening perusahaan palsu, tapi pesan WhatsApp yang kau terima jam sepuluh pagi tadi sangat jelas menyebutkan nama Surya Mikro."

​Bimo mundur selangkah. Matanya terbelalak lebar penuh kengerian.

Bagaimana pemuda ini bisa tahu mutasi rekening dan isi pesan rahasianya? Ponselnya bahkan terkunci dengan kata sandi tingkat tinggi dan berada di dalam saku celananya!

​"I-itu omong kosong!" bentak Bimo mencoba menutupi kepanikannya, namun anak buahnya mulai saling bertatapan bingung melihat bos mereka gugup.

​"Oh, kau mau omong kosong yang lain?" balas Anton, matanya menatap tajam seolah menembus jiwa Bimo.

"Di folder tersembunyi 'Album X' di ponselmu, terdapat dua belas video transaksi narkoba di gudang pelabuhan bulan lalu. Lengkap dengan wajah bandar besarmu yang sedang tertawa. Sandi foldernya adalah tanggal lahir anak perempuanmu, 12052015."

​Klang.

Pipa besi di tangan Bimo terjatuh menghantam aspal. Wajah preman garang itu kini seputih kertas. Keringat dingin mengucur deras dari dahinya.

Jika video itu bocor ke polisi, dia akan dipenjara seumur hidup. Jika bocor ke kartelnya, dia akan dibunuh besok pagi.

​"Kau... monster macam apa kau ini?!" desis Bimo dengan suara bergetar ketakutan. Pemuda di depannya ini bukan manusia, melainkan iblis yang mengetahui segalanya.

​"Buka gerbangnya, Bimo," perintah Anton dengan nada suara yang kini berat dan mengancam. "Atau dalam hitungan kelima, seluruh isi ponselmu akan terkirim otomatis ke email Kapolda, dan tembusan ke bos kartelmu. Satu... dua..."

​"Buka! Cepat buka gerbangnya bangsat!" teriak Bimo panik menendang anak buahnya yang kebingungan.

​Dua anak buah Bimo buru-buru menarik rantai gerbang besi hingga terbuka lebar.

Bimo tidak berani menatap mata Anton lagi. Dia langsung masuk ke dalam pick-up tuanya.

​"Kita pergi dari sini sekarang! Jangan ada yang pernah menginjakkan kaki di dekat pabrik ini lagi!" teriak Bimo histeris.

Mobil van dan pick-up rombongan preman itu melesat kabur meninggalkan area pabrik dengan kecepatan penuh bagaikan dikejar setan.

​Debu berterbangan sejenak sebelum suasana kembali hening.

​Tim legal dan Siska hanya bisa berdiri mematung di luar gerbang. Mereka tidak mengerti apa yang baru saja terjadi. Anton hanya mengatakan beberapa kalimat soal rekening dan folder rahasia, lalu puluhan preman garang itu lari terbirit-birit.

​Siska menelan ludah. Rasa kagumnya pada Anton kini bercampur dengan sedikit rasa takut yang wajar. Bosnya ini memiliki jaringan informasi yang seolah menembus langit.

​Anton membalikkan badan menatap timnya sambil bertepuk tangan sekali.

"Nah, hama sudah dibersihkan. Siska, bawa tim legal masuk dan segera selesaikan administrasi serah terima aset. Mulai besok, pabrik ini harus sudah memproduksi Star-Core 1."

​"B-baik, Pak Anton! Segera kami laksanakan!" jawab Siska cepat, langsung berlari masuk memimpin tim legal.

​Anton berjalan kembali ke BMW-nya. Dia tersenyum puas menatap pabrik besar di depannya.

Kekuatan Penglihatan Tembus Pandang Tingkat 2 benar-benar curang. Tidak ada satu pun rahasia digital di dunia ini yang bisa disembunyikan darinya.

​"PT Surya Mikro ya?" gumam Anton menyebut nama pesaing yang mencoba menyabotase bisnisnya. "Berani bermain kotor denganku. Bersiaplah menjadi target akuisisiku berikutnya."

​Bintang baru di dunia teknologi tidak akan membiarkan kerikil menghalangi jalannya. Era penaklukan sesungguhnya telah dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!