NovelToon NovelToon
Luka Seorang Perempuan

Luka Seorang Perempuan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:504k
Nilai: 4.9
Nama Author: Gulla

Tak ada orang baik
Yang tak punya masa lalu
Dan tiada orang jahat
Yang tak punya masa depan
Lihatlah yang kelam dari sudut pandang benderang
Niscaya pelita hatimu tak akan temaram..
Seperti itu lah aku memandang Ariana...
Tidak peduli ia seorang simpanan sekalipun
-Krisna-

****
Aku tidak berharap dia mencintaiku, aku hanyalah seorang wanita simpanan. aku tidak suci dan tidak pantas untuk aktivis sepertinya. Aku tidak ingin ia berada di dalam hidupku yang rumit, tapi sebaliknya pria itu semakin mendekatiku. Bahkan disaat dia tahu aku adalah seorang pelacur, dia tetap mendekatiku.

"Aku mencintaimu, tapi aku tidak pantas untukmu." Ariana Putri

Created: 2 October 2017
Finished: 7 Februari 2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

BAB 1

PERTEMUAN

Khrisna POV

-Jika angin bergerak sesuka hati, begitu pula dengan hati ia berdebar tanpa berpikir-

-

-

Aku menghirup udara sore, hari ini aku merasa jenuh. Jenuh atas rutinitasku sebagai aktivis semua berjalan datar, hanya ada permasalahan politik yang sering kuhadapi. Kupejamkan mataku, menikmati semilir angin di atap gedung tertinggi di kampus ini, mengisi waktu senggang seperti ini adalah hal yang paling menyenangkan. Hanya seorang diri, hanya ada aku dan hembusan angin di tempat yang sepi ini.

"Hiks-hiks" aku mendengar suara perempuan menangis, apa ada hantu? Kubuka mataku melihat sekeliling. Aku kira di tempat ini hanya ada aku namun nyatanya ada seorang gadis bergamis merah jambu dengan kerudung berwarna senada berdiri di tepi gedung. Aku menatap gadis itu penasaran.

Apa yang gadis itu lakukan?

Apa gadis itu ingin bunuh diri di sini?

Langkah kakiku bergerak, menuju gadis itu. Ada perasaan ingin mendekat, gadis itu seperti magnet yang menggiringku tanpa adanya paksaan. Langkahku semakin dekat dengan gadis itu, tapi gadis itu tidak menyadari kehadiranku. Aku berdiri di belakang tubuhnya, aku bisa melihat tubuhnya bergetar menahan tangis, bukan hanya itu aku juga bisa melihat raut wajahnya dari sini walau tidak jelas, gadis itu sangat cantik. Ingin rasanya aku memeluk tubuh rampingnya, tapi aku menahannya tanpa sadar aku mundur satu langkah. Aku takut jika gadis itu terkejut dengan kehadiranku.

Semilir angin berhembus ke arah kami, gadis itu masih setia menangis. Hatiku terasa pilu mendengar tangisannya, sebenarnya apa yang terjadi kenapa gadis ini menangis? Kuangkat tanganku, ingin sekali kutepuk bahunya tapi aku mengurungkannya. Hatiku dipenuhi rasa ingin tahu, apa yang membuat gadis itu menangis, aku sebelumnya tidak pernah tertarik mendengar suara perempuan menangis tapi gadis ini seperti membawaku ke dunianya.

Gadis itu membalikkan tubuhnya, dan seperti dugaanku ia terkejut menyadari kehadiranku. Keterkejutannya membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan, dengan sigap aku menarik tangannya membawanya mendekat ke arahku. Tubuh gadis itu bergerak membentur tubuhku membuat kami terjatuh bersamaan. Jantungku berdebar merasakan tidak ada jarak di antara kami, ini pertama kalinya aku begitu dekat dengan wanita selama ini aku selalu menjaga jarak dengan wanita namun berbanding terbalik dengan gadis ini. ketika mata kami bertemu, aku bisa melihat dengan jelas betapa cantiknya gadis itu. Mata hitamnya yang sendu, dan airmatanya yang membekas di pipi membuatnya terlihat cantik, aku terpesona melihat itu.

"Astagfirullah, ya allah ampuni aku yang begitu mengagumi gadis ini." ucapku dalam hati.

Sebanarnya, Siapa gadis itu?

Kenapa aku tidak pernah melihatnya?

Mata gadis itu membulat, terlihat lucu dimataku. Dengan cepat gadis itu beranjak dari dekapanku. Gadis itu terduduk, sedang aku masih terbaring.

"Mas siapa?" tanya gadis itu, sambil menghapus air matanya.

Aku tersenyum, lalu ikut duduk di sampingnya. Gadis itu menjaga jarak dariku, diam-diam aku tersenyum.

"Kenapa kamu menangis?" aku tidak mengindahkan pertanyaan gadis itu, namun aku balik bertanya.

Gadis itu menatapku takut, dengan cepat ia memalingkan wajahnya dariku. Aku menghela nafas, biasanya para wanita akan mencari perhatian kepadaku namun gadis ini berbeda ia seakan takut kepadaku. Aku menggeser dudukku mendekat ke arahnya, gadis itu menjauh melihat itu. Aku terkekeh, melihat gadis itu terdesak membuatku senang, terus begitu posisi kami ketika aku mendekatkan posisiku gadis itu berusaha menjauh. Hingga kami berada di tepi gedung, hanya beberapa langkah saja gadis itu akan jatuh ke bawah. Gadis itu diam, menatapku takut. Kenapa gadis ini terlihat begitu ketakutan melihatku? Apa gadis itu tidak mengenal siapa aku? Aku termasuk aktivis yang paling berpengaruh di kampus ini. Aku juga belum pernah melihat gadis ini, apa dia mahasiswa baru? Tapi dilihat dari penampilannya ia seperti baru semester 3, sedang aku semester 5. Seharusnya dia mengenalku atau dia pura-pura tidak mengenalku.

"Apa yang mas inginkan?" cicit gadis itu.

"Kenapa kamu menangis?" gadis itu menggeleng, aku menghela nafas. Lalu tersenyum lebar, tapi gadis itu sama sekali tidak tersenyum. Jarak kami begitu dekat, aku bisa melihat wajah cantiknya yang menunduk itu. Aku sangat ingin tahu penyebab gadis ini menangis, aku melihat kesedihan dan rasa sakit yang ditanggung gadis ini sendirian. Aku memegang bahu gadis itu, ia terkejut menatap perlakuanku. Ia berusaha melepas tapi aku menahannya. Aku tidak memperdulikan hal itu, gadis ini begitu menarik perhatianku dan aku ingin memilikinya.

"Kamu tahu baru pertama kali," aku memutus ucapanku, untuk membuatnya penasaran dan itu berhasil. Karena gadis itu mendengarkanku walau tidak menatapku.

"Aku melihat seorang gadis yang sedang menangis terlihat sangat cantik di mataku." Wajah gadis itu terangkat manatapku dalam, aku ikut menatap matanya begitu cantik dan aku menyukainya.

"Maaf," ucap gadis itu.

"Kenapa harus minta maaf?" tanyaku, seharusnya dia berterima kasih karena aku memujinya cantik.

"Permisi aku mau pergi," gadis itu berdiri dan aku mengikutinya. Gadis itu berjalan kikuk di depanku, aku mengikuti langkah kecilnya menuruni tangga. Aku benar-benar menikmati setiap langkahku. Gadis itu berbalik menghadapku mungkin dia tidak nyaman dengan kehadiranku, tapi aku tidak memperdulikan itu.

"Maaf kenapa mas mengikuti saya?"

"Jika aku mengatakan aku tertarik padamu, apa kamu akan marah." Ucapku dengan penuh percaya diri.

Gadis itu tanpa mengucapkan apapun, ia berlari meninggalkan aku. Aku mendesah kecewa ada satu hal yang aku lupakan. Aku lupa menanyakan siapa namanya? Aku langsung berlari mengejar gadis itu, tapi nihil tak ada jejak ia lenyap begitu saja di hadapanku. Dengan langkah kecewa aku keluar dari gedung menyambut rutinitasku yang menyebalkan. Menyelesaikan tugas kuliah dan rapat organisasi.

"Aku berharap bertemu dengan gadis itu lagi," gumanku dalam hati.

1
Asmaili Meli
ccccccccccy ff gccy ccccgc cccccccccc ff ccc
Efi Maifida Salim
lanjut....
Maria Magdalena Indarti
congrats Krisna n ariana
Maria Magdalena Indarti
semoga ariana cepat sadar
Maria Magdalena Indarti
puji syukur ariana selamat
Maria Magdalena Indarti
cinta tulus Krisna ama ariana. terharu
Maria Magdalena Indarti
jujur donk ariana
Maria Magdalena Indarti
terus terang aja ariana. kejujuran penting dalam sebuah hubungan
Maria Magdalena Indarti
Krisna jodoh sm Ariana???
Maria Magdalena Indarti
lanjutkan thor
Maria Magdalena Indarti
lanjut
Andriana
trkdng wanita itu berada di posisi srba salah. benar Skali cantik itu luka😥
widya
🥺🥺🥺 ..
terbawa suasana.. memang benar, menikah karena surga Allah.. itu rasa nya beda, walau pahit di jlni, tp kita bisa pasrah..
terserah bagaimana Allah menjadikan kita seperti apa..
widya
hanya 1001.. bahkan mungkin ga ad pria kaya Krisna..
widya
tersentuh banget sih.. sama cowok itu
ayuidayu
walau penulisan cerita pendek, ringkas tp ada satu yg buat saya kagum iaitu pengajaran walau sekecilmana ilmu itu akan berjalan pahalanya.. tetap menerapkan islami.. semoga anak muda akan ikut... jangan ikut nafsu, jauji maksiat, suka pada ayat petikan dari rakan, bukan mahram, xboleh peluk..
Hera sasuwe
bagusss ceritanya
Nurhayati Yatik
suka
lanjut dong tor
Titik Sadja
next
Titik Sadja
yuhui
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!