NovelToon NovelToon
JUST KILL ME

JUST KILL ME

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Kriminal / Horor / Militer / Misteri / Cintapertama / Tunangan Sejak Bayi / Cinta Seiring Waktu / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:933.6k
Nilai: 5
Nama Author: Seul Ye

Aku sudah menggilainya sejak tingginya baru sepinggangku. Bahkan setelah lima belas tahun berlalu pun, aku masih tergila-gila padanya, pada gadis kecil berisik itu, Miya.

Tapi tiba-tiba Miya menghilang, tanpa jejak, tanpa alasan, dan tanpa pamit. Aku yang tak sudi hidup tanpanya, bertekad untuk mencarinya meski harus memorak-porandakan surga dan neraka.

Dan ketika akhirnya aku menemukannya, ia berbisik lirih padaku. "Apa yang akan kau lakukan jika Ibuku dan Ayahmu saling mencintai, Kingston?"

.
.
.

HALO, INI SEUL YE.
MOHON DUKUNGANNYA YA UNTUK KARYA RESMI PERDANA SAYA.
MOHON DIMAKLUMI JUGA JIKA BANYAK KESALAHAN PENULISAN DALAM KARYA INI.
SAYA MASIH BELAJAR DAN AKAN TERUS BELAJAR.
TERIMA KASIH. SELAMAT MEMBACA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seul Ye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOGUE

...CERITA INI HANYALAH FIKTIF BELAKA. JIKA TERDAPAT KESAMAAN NAMA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT KEJADIAN ATAUPUN JALAN CERITA, HAL TERSEBUT MURNI HANYA KEBETULAN DAN TIDAK ADA UNSUR KESENGAJAAN....

PRANG!!!

Seorang pria di sebuah ruangan remang melempar remote televisi ke arah cermin di depannya hingga kedua benda itu remuk dan jatuh bersamaan ke lantai. Perlahan pria itu berjalan menghampiri cermin raksasa yang kini hanya tersisa kepingan-kepingan.

"Ya, larilah sejauh yang kau mampu, dan sembunyilah di tempat-tempat yang tidak bisa kujangkau," gumamnya.

Pria itu berhenti di depan cermin raksasa yang berdiri kokoh di sudut kamarnya. Dia menunduk sambil memandangi sosoknya yang terpantul dalam kepingan-kepingan cermin yang berserakan di lantai. Air mukanya tampak gelap, karena jiwanya yang sudah dia tukarkan pada iblis.

"Meski harus menjungkirbalikkan semua tempat di muka bumi ini, meski harus menjejalkan peluru di jantung setiap orang, dan meski harus bereinkarnasi hingga seratus juta kali pun, aku bersumpah akan menemukanmu, Miya!" gumamnya lagi.

KLEK!

Suara pintu terbuka, terlihat seorang pria berperawakan tinggi besar keluar sambil mengenakan jaket jeans berwarna hitam. Rambutnya basah. Entah basah karena air atau keringat, namun butiran-butiran basah yang menetes ke wajah, telinga dan lehernya itu sangat memikat.

"Ayo pergi," ajak pria itu.

"Hei Kingston, duduklah dulu dan susun rencana dengan matang. Percuma saja kita keluar tanpa rencana, itu tidak akan menghasilkan apapun. Apa kau sadar jika selama ini kita hanya terlihat seperti anak ayam yang kehilangan induk?"

Kingston menghentikan langkahnya yang cepat, lalu menoleh pada pria berusia kisaran 40 tahun di belakangnya. "Apakah ada rencana yang perlu disusun jika yang dicari bahkan tidak meninggalkan satu jejak pun?"

"Walau begitu, rencana itu tetap diperlukan. Hei, kenapa kalian semua diam saja?" teriak pria itu kepada lima orang yang berdiri di sekitarnya.

"Kuharap kau tidak lupa jika yang baru saja kau hentikan itu adalah seorang tiran," bisik sahabatku pada pria itu.

"Jadi, mau terlihat seperti anak ayam yang kehilangan induk at--"

"Anak ayam, aku akan jadi anak ayam." Pria itu memotong ucapan Kingston dengan cepat.

...***...

Hujan lebat baru saja reda. Dari kejauhan tampak seorang gadis kecil berambut ikal dengan kuncir kuda sedang berjalan memunggungi seorang anak lelaki berkemeja hitam putih kotak-kotak. Si gadis kecil terus berjalan ke depan sambil bersenandung riang.

when i was just a little girl..

i asked my mother..

what will i be..

will i be pretty..

will i be rich..

here's what she said to me..

que sera sera..

Usianya tujuh tahun saat itu. Aku memanggilnya Miya, dan ia memanggilku, tidak pernah. Ya, ia tidak pernah sekali pun memanggilku. Padahal aku ingat betul kami saling memperkenalkan diri ketika pertama kali bertemu, namun hingga hari ini aku belum pernah mendengarnya memanggil namaku.

"Hei, apa aku cantik?" tanya Miya sambil tiba-tiba berbalik menghadapku.

"Tidak, kau berisik."

Miya nampak kesal, namun sama sekali bergeming dan tetap mendongak ke arahku. Miya menatap tajam dengan mata bulat abu-abunya yang berbinar indah. Angin yang berhembus tipis-tipis mengayunkan rambut kuncir kudanya yang diikat dengan pita merah muda.

"Seumur hidup akan kumaki angin jika berhembus lebih kencang dari ini dan membuat pita merah muda itu terlepas dari rambut ikalnya yang lembut!" umpatku dalam hati.

"Ambilkan itu," pinta Miya sambil menunjuk bunga marigold.

"Itu tidak cantik."

"Itu," tunjuk Miya lagi pada segerombol bunga lili berwarna oranye.

"Juga tidak cantik."

DUG!

Kaki kecil Miya yang dibalut kaos kaki putih berenda merah muda itu menendang kakiku. Sesaat tidak terasa sakit, namun perlahan mulai terasa perih ketika pagar rumah Miya terlihat sedikit demi sedikit dari kejauhan.

"Semua bunga itu cantik!" seru Miya sambil berlari.

Aku diam terpaku memandangi Miya yang berlari di depanku sambil sesekali berbalik dan menyerukan ungkapan kesalnya. Kekesalan Miya yang menggemaskan sama sekali tidak membuatku goyah pada pendirianku. Bagiku, tidak ada yang bisa lebih cantik selain dirinya.

"Kaulah yang paling cantik, Miya," gumamku.

Hari itu, tepat dua tahun kami bersama. Saat bersama Miya adalah saat-saat dimana kedua bola mataku hanya mau tertuju padanya seorang, pada gadis kecil berisik yang tidak pernah sekali pun memanggil namaku.

...***...

Saat ini aku sedang duduk berhadapan dengan seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam tentara lengkap. Gumpalan-gumpalan otot yang menyembul di pelipis pria paruh baya itu menandakan jika dia sedang sangat murka. Dia memelototiku dengan kedua bola matanya yang nyaris melompat keluar.

"Jangan mengusiknya saat aku pergi."

"Ya Tuhan, sudah kukatakan ribuan kali padamu untuk berhenti mengekor pada gadis itu!" seru pria paruh baya itu padaku.

"Jutaan kali."

"Maka dari itu, fokuslah saja pada masa depanmu dan lupakanlah percintaan konyol kalian berdua."

"Ya, memang konyol. Bagaimana bisa aku sudah terpikat padanya bahkan ketika ia masih mengenakan seragam TK."

"Demi Tuhan, Kingston!" seru pria paruh baya itu lagi.

Aku tak menggubris seruan murka dari pria paruh baya itu. Perlahan aku beranjak dari sofa dan berjalan santai menuju kamarku yang ada di lantai dua. Pria paruh baya itu memanggilku berkali-kali, namun aku hanya melambaikan tanganku dan menunjukkan letak pintu keluar padanya.

"Akan kugunakan cara apapun untuk memisahkanmu dari gadis itu."

Mendengar apa yang dikatakan pria paruh baya itu spontan membuat langkahku terhenti. Amarahku memang terpancing, tapi entah kenapa aku malah menyuguhkan senyuman pada pria paruh baya itu. Perlahan aku berbalik, sembari menuruni beberapa buah anak tangga.

"Kalau begitu, bersiaplah untuk pertumpahan darah antara ayah dan anak."

1
Era Simatupang
kali ini AQ akan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bunga cinta
jgn jgn sodara sedarah
bunga cinta
dar der dor
bunga cinta
bagus
Era Simatupang
🤣🤣🤣🤣🤣keren Kingston
Era Simatupang
entah yg ke brapa kali ini ku baca
Else Widiawati
kereeenn kata2nya thor....love it...🥰🥰
Else Widiawati
buussyyeettt dahhh.....edan bener2 nih kingston...aduhh jangan ditiru ahh...masa ayahnya sendiri di dorrr😒😒😴
Else Widiawati
aku penasaran berapa umur kingston sekarang?? beda brp tahun dengan miya?
Else Widiawati
beneran ga sih tuh ramalannya??? sampe merinding
Else Widiawati
meleleh aku.....😇😇😇😇
Else Widiawati
kingston emang bener2 gila segitunya sampe rela ditembak....
Else Widiawati
aku baru tau kali bunga lily artinya kebencian.... padahal banyak yg suka bunga lily ketika memberi kado bunga waktu baca novel2🤔🤔
Else Widiawati
dari miya umur 5 tahun sampe miya umur 20 tahun....sedangkan miya sejak umur berapa mulai menyukai kingston?? duuhhhh apa mereka akan bertemu thor....
Else Widiawati
aku masih nyimak ceritanya thor....
Else Widiawati
mampir thor baca cerita pertamamu....kayaknya lebih suka dengan cerita ini yah.... wahh bakalan otw marathon ini
Else Widiawati: bukan , aku masih blm nyimak ceritanya... dan blm sempet buka lagi... pas baca yang ini ko lebih semangat bacanya...ceritanya tentang cinta kan lebih gimana gitu😆😆😅
total 2 replies
USWA ,
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
di platform ini aq ingin cari hiburan..bukan untuk ujaran kebencian.apapun bentuk karya2 author semua adalah hasil karya yg patut utk diapresiasi.sudah berani mencoba itu sudah lebih dari sekedar baik.semangat..semangat..jangan kasih kendor.tetap srmangat dlm berkarya semoga menjadi famous ya..
$uRa
salam .baca ahh ..
Ayoung Lely
mampir kk...😁😁
ay
>•<
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!