NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bisikan menyakitkan

sore itu Alena sedang mencuci pakaian di belakang rumah. Tiba-tiba ia mendengar suara percakapan dari ruang tengah, suara Ibu Sari dan Dinda yang terdengar cukup jelas.

"Bu, aku heran Deh sama Kak Hendra. Kok bisa ya dia betah punya istri kayak Alena?" tanya Dinda dengan nada mengejek.

"Kamu pikir Ibu tidak heran? Ibu sudah bilang berkali-kali sama Hendra, tapi dia keras kepala sekali," jawab Ibu Sari ketus.

"Sudah lima tahun menikah, perutnya tidak juga membesar. Pasti dia mandul ya Bu? Membawa sial saja," sambung Dinda lagi.

"Itu pasti. Kalau Hendra menikah dengan wanita lain, pasti sudah punya anak banyak. Wanita itu cuma bawa nasib buruk saja buat keluarga kita," sahut Ibu Sari.

Alena berhenti menggosok baju. Tangannya terasa dingin seketika mendengar kata-kata itu. Hatinya terasa perih,

"Terus Bu, apa Kak Hendra nggak mau menceraikannya saja?" tanya Dinda lagi.

"Ibu sudah berusaha menyadarkan nya Di kantor kan ada Siska, cantik, kaya, dan pintar. Ibu sudah sering mengajak mereka bertemu. Nanti lama-lama Hendra pasti sadar mana yang lebih baik," jawab Ibu Sari dengan nada penuh rencana.

Alena menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak mengeluarkan suara tangis. Jadi benar, mereka memang berniat mencarikan wanita lain untuk suaminya.

saat makan malam, Alena memberanikan diri bertanya pada Hendra.

"Mas... tadi aku tidak sengaja mendengar Ibu bicara sama Dinda," ucapnya pelan sambil menunduk.

Hendra menaruh sendoknya. "Mendengar apa?"

"Katanya Ibu mau mencarikan wanita lain untuk Mas... katanya namanya Siska Mas?" tanya Alena dengan suara bergetar.

Ibu Sari yang duduk di ujung meja langsung menoleh tajam.

"Kamu percaya begitu saja? Kamu ini memang terlalu banyak berkhayal," sahut Ibu Sari cepat.

"Tapi Bu, aku dengar sendiri katanya Ibu sering mengajak Mas bertemu wanita itu," jawab Alena memberanikan diri.

"Itu hanya urusan kantor saja! Kamu jangan menuduh sembarangan ya!" bentak Ibu Sari marah.

Hendra menatap Alena dengan wajah tidak senang.

"Lena, jangan begitu. Siska hanya rekan kerjaku saja. Kamu jangan berpikir macam-macam," ujar Hendra singkat.

"Tapi Mas... kenapa Ibu sampai merencanakan hal seperti itu?" tanya Alena menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.

"Kamu jangan salah paham. Ibu cuma kenal saja. Sudahlah, jangan bikin masalah," jawab Hendra dingin, lalu kembali makan tanpa menatap istrinya lagi.

Alena tidak berani bertanya lagi. Ia hanya bisa menelan ludah pahit.

Beberapa hari kemudian, Alena melihat Ibu Sari sedang berbicara serius dengan Hendra di ruang tamu.

"Nak, Siska itu wanita yang sangat baik. Keluarganya juga terpandang. Kalau kamu dekat sama dia, kariermu pasti makin naik," bujuk Ibu Sari.

"Tapi Bu, aku sudah menikah dengan Alena. Aku nggak bisa mengkhianati Alena begitu saja," jawab Hendra.

"Kamu bodoh ya Hendra! Apa yang kamu dapat dari Alena? Miskin, ngak punya apa-apa, sampai sekarang juga nggak bisa kasih kamu anak! Kamu mau menderita selamanya?" desak Ibu Sari terus-menerus.

Hendra terdiam lama. "Aku akan pikirkan dulu Bu."

Alena yang mendengar dari balik dinding rasanya kakinya lemas. Ia masuk ke kamar dan duduk diam di sudut kasur.

Tak lama kemudian Hendra masuk ke kamar.

"Mas..." panggil Alena pelan.

"Apa lagi?" tanya Hendra tanpa menoleh.

"Mas... tolong jangan dengarkan kata Ibu. Kita sudah berjanji untuk bersama," pinta Alena memohon.

Hendra menatapnya sekilas. "Kamu jangan banyak menuntut. Aku juga punya keinginan sendiri. Aku sudah capek dibilang tidak punya apa-apa oleh orang lain."

"Tapi Mas... aku akan berusaha lebih baik lagi. Aku akan berusaha semampuku," kata Alena menangis.

"Sudahlah, jangan menangis terus. Aku pusing melihatnya," ujar Hendra ketus, lalu berbalik memunggungi istrinya.

Alena hanya bisa menangis dalam diam. Ia mulai sadar, pengaruh ibunya perlahan mulai mengubah hati suaminya.

BANTU LIKE DAN KOMENT🥺🥺

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!