NovelToon NovelToon
Fake Lines

Fake Lines

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Penyesalan Suami / Angst
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah pendar lampu Los Angeles, hidup Lux Victoria hancur dalam semalam. Maksud hati hanya memeriksa kesehatan, hasil tes justru menyatakan dirinya hamil. Padahal, Lux bersumpah belum pernah tersentuh pria mana pun.

Demi membuktikan kebenarannya, Lux Nekat membeli tes Kehamilan di larut malam.

Takdir konyol justru mempertemukannya dengan Braxton Valerio Desmon, putra kedua dari pengusaha kaya keluarga Desmon.

Demi memenangkan taruhan konyol bersama teman-temannya, Braxton nekat mencium Lux di depan apotek.

Sial bagi mereka, keluarga Lux yang menguntitnya mendapati situasi tersebut dan salah paham.

Kejadian beruntun itu menyeret Lux dan Braxton ke dalam jerat kesalahpahaman, di mana pernikahan paksa menjadi satu-satunya jalan keluar yang disiapkan kedua orang tua Lux.

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Cup.

Sebuah kecupan hangat, lembut, dan sedikit lama mendarat di pipi mulus Lux begitu Braxton mendudukkan dirinya di kursi pengemudi mobil sport hitam milik mereka. Aroma wangi maskulin khas kayu cendana yang menyeruak dari tubuh suaminya seketika menyelimuti indera penciuman Lux, membawa ketenangan yang selalu berhasil mengikis sisa kelelahan di dalam dadanya.

Lux menoleh, menyunggingkan senyum cantiknya yang teramat memikat seraya menatap wajah tampan Braxton yang kini sudah kembali menyunggingkan senyuman manis.

"Sudah?" tanya Lux halus, mata abu-abunya berbinar jenaka menatap suaminya.

Braxton terkekeh kecil, merengkuh tengkuk halus istrinya dan mendaratkan satu kecupan singkat lagi di sudut bibir merona Lux sebelum akhirnya melepaskannya.

"Hm... sudah, Sayang," sahut Braxton, suaranya terdengar begitu berat dan mesra. Pria itu menyalakan mesin mobil, membuat deru halus mesin sport bergetar lembut mengiringi suasana siang di area parkir privat restoran tersebut.

Braxton memutarkan kemudi secara perlahan, membawa kendaraan mewah itu keluar dari pelataran restoran privat Beverly Hills.

"Kita langsung pulang ke Penthouse?" tanya Braxton seraya melirik istrinya dari sudut mata. "Atau... ada makanan lain yang masih ingin kamu makan, Sayang?"

Lux menyandarkan punggungnya secara rileks di kursi kulit yang empuk. Ia menggelengkan kepalanya pelan, menatap lurus ke arah jalanan Los Angeles yang membentang di hadapan mereka.

"Tidak ada," jawab Lux tenang dan tulus. "Perutku sudah sangat kenyang, Braxton. Lagipula... tubuhku masih terasa agak lelah. Aku hanya ingin pulang, berbaring di atas tempat tidur, dan beristirahat."

"Baiklah, Nyonya Desmon. Kita langsung pulang," pungkasi Braxton dengan nada lembut.

Namun, di balik ketenangan gaya mengemudinya dan senyum hangat yang sengaja dipasangnya, gejolak di dalam dada Braxton sejujurnya berada di tingkat yang amat menggebu dan gelisah.

Genggaman jemari kekar Braxton pada lingkar kemudi kulit itu mengeras tanpa sadar. Pria narsis yang biasanya begitu percaya diri dan selalu memiliki jawaban atas segala hal itu kini merasa lidahnya bagaikan terikat oleh keraguan yang membakar.

Pikirannya terus-menerus berputar pada perdebatan panas yang baru saja terjadi di koridor kamar mandi restoran beberapa menit yang lalu.

Konfrontasi tajamnya dengan Amelia Giger—racun ancaman yang terlontar dari mulut wanita gila itu, serta fakta bahwa "Rachel" sahabat kesayangan istrinya sebenarnya adalah sosok yang sama dengan teror dalam hidupnya—terus menghantam dinding kesadaran Braxton tanpa ampun.

Bagaimana caranya aku memberitahu Lux? batin Braxton bergejolak hebat, matanya menatap tajam ke depan.

Rasa cemas merayap dingin di sepanjang aliran darahnya. Braxton sangat mencintai istrinya. Ia tahu betapa tulusnya Lux menyayangi sosok "Rachel" seperti yang terlihat dari ekspresi ceritanya pagi tadi.

Lux telah membuka hatinya, membagikan trauma masa lalunya, dan menjadikan wanita itu sebagai tempat bersandar di saat-saat tersulit dalam hidupnya.

Bagaimana reaksi Lux jika ia tahu bahwa sahabat yang begitu disayanginya sejujurnya adalah sosok wanita gangguan jiwa yang terobsesi pada suaminya sendiri?

Bagaimana jika kenyataan bahwa "Mr. B" yang selama ini dibenci dan diumpati Lux adalah pria yang kini resmi menjadi suaminya justru menghancurkan kepercayaan yang baru saja mereka bangun?

Ketakutan akan melihat raut wajah Lux yang terluka, kecewa, atau bahkan ketakutan membuat Braxton berada di persimpangan jalan yang teramat sulit. Rasa protektif di dadanya menjerit, memintanya untuk mengunci rapat-rapat rahasia gelap itu dan menyelesaikannya sendiri di balik layar tanpa perlu menggoreskan luka sedikit pun di hati istrinya.

Mobil melaju membelah jalanan kota yang relatif lengang di hari Minggu siang ini. Keheningan yang cukup panjang menyelimuti kabin mobil sport tersebut, hanya diisi oleh suara derum halus mesin dan embusan angin dari pendingin udara.

Lux, yang memiliki kepekaan tajam seorang seniman, menangkap perubahan ritme pada suaminya. Meskipun Braxton tetap mengemudi dengan sangat tenang, garis rahang suaminya yang mengeras dan tatapan matanya yang terlalu fokus pada jalanan menyiratkan bahwa pikiran pria itu sedang melayang jauh ke tempat lain.

Lux memutarkan posisi duduknya sedikit miring, menopang dagunya dengan tangan seraya memperhatikan profil samping wajah tampan Braxton. Pria itu sungguh sempurna—rahang tegasnya, hidung bangirnya, serta aura dominan yang selalu dipancarkannya.

Namun, mata abu-abu Lux mendadak menangkap satu detail kecil yang berada di leher kokoh suaminya.

Di bawah garis rahang kiri Braxton, tepat di dekat kerah kemeja putihnya yang sedikit terbuka, terpampang samar bercak kemerahan halus—sebuah jejak gigitan kecil bercampur bekas goresan cat kuku yang ditinggalkan Lux saat gelombang gairah malam pertama mereka memuncak semalam.

Sebuah senyuman jenaka dan amat manis perlahan terukir di bibir merona Lux. Kejahilan khasnya seketika bangkit untuk memecah keheningan dan kegelisahan yang menyelimuti suaminya.

Lux mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Braxton, menyapukan jari lentiknya mengusap pelan kulit leher suaminya yang hangat.

"Tuan Desmon..." panggil Lux dengan nada suara yang sengaja dibuat menggoda dan manja.

Sentuhan lembut di lehernya seketika mengejutkan Braxton dari lamunan beratnya. Pria itu sedikit tersentak, lalu melirik istrinya dengan binar mata cokelat yang dipenuhi rasa bersalah.

"Ya, Sayang? Ada apa?" tanya Braxton halus, mencoba memulihkan fokusnya.

Lux menyunggingkan senyum cantiknya, menatap lurus ke dalam sepasang mata cokelat Braxton seraya berbisik dengan nada penuh kejahilan yang amat memikat.

"Kau tidak menutup tanda merah di lehermu?"

Deg!

Kalimat sederhana namun penuh candaan manis itu seketika menghantam dada Braxton bagaikan embun segar yang menyiram api gelisah di dalam jiwanya.

Braxton refleks menaikkan sebelah tangannya, mengusap leher kirinya di tempat jemari Lux baru saja menyentuh. Tatapan matanya yang tadinya dipenuhi ketegangan kini berangsur-angsur melunak, tergantikan oleh pendar kehangatan dan rasa bahagia yang membuncah.

Senyum miringnya yang amat tampan—senyuman narsis khas seorang Braxton Desmon—perlahan kembali terukir indah di wajahnya.

"Oh, ini?" goda Braxton dengan nada tengilnya yang sangat seksi, melirik Lux seraya menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa aku harus menutupnya, Nyonya Desmon? Bukankah kau sendiri yang bilang tadi... kau ingin memamerkan bahwa suamimu ini adalah milikmu sepenuhnya?"

Lux membelalakkan matanya berpura-pura terkejut, rona merah membara seketika merebak manis di kedua pipinya.

"Braxton! Aku kan bilang begitu soal tubuhku, bukan lehermu!" protes Lux gemas, menepuk bahu kekar suaminya dengan kepalan tangan kecilnya. "Kalau teman-teman mu atau pengawalmu melihat tanda itu, mereka akan tahu seberapa liarnya aku semalam!"

Braxton melepaskan tawa renyah yang amat lepas dari tenggorokannya—sebuah tawa bahagia yang seketika menyapu bersih seluruh beban, kecemasan, dan kegelisahan yang sempat menghimpit dadanya akibat teror Amelia Giger.

"Biarkan saja mereka melihatnya," balas Braxton percaya diri, meraih jemari lentik Lux dari bahunya lalu membawa punggung tangan istrinya itu ke bibirnya untuk dikecup mesra. "Biar seluruh dunia tahu kalau pria bernama Braxton Desmon ini telah ditaklukkan dan ditandai secara utuh oleh seorang seniman cantik bernama Lux Victoria."

Mendengar penegasan cinta yang begitu bangga dan penuh rasa kepemilikan dari suaminya, kejengkelan berpura-pura Lux runtuh tanpa sisa.

Hatinya melumer oleh kehangatan yang tiada tara. Lux menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Braxton saat mobil berhenti di lampu merah, membiarkan jemari mereka saling bertaut rapat di atas konsol tengah.

Melihat senyuman pasrah dan tatapan penuh rasa percaya dari istrinya, Braxton menghembuskan napas lega di dalam hatinya.

Kegelisahan tentang rahasia Amelia Giger memang belum sepenuhnya selesai, namun pada detik itu, Braxton menyadari satu hal yang teramat penting: cinta dan kepercayaan yang dimiliki Lux padanya adalah hal paling berharga di dunia ini.

Braxton mempererat cengkeraman jarinya di jemari Lux, berjanji di dalam batinnya bahwa ia akan menjadi benteng pelindung terkuat yang tak akan pernah membiarkan bahaya atau rahasia gelap apa pun menghancurkan senyuman indah di wajah istrinya.

1
Mita Paramita
😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pengen deh cowok yg kaya braxton🤭
Rosdianah 🌷: hihi🤭
total 1 replies
Hennyy exo
ihh makin suka thor🤭
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Hennyy exo
wow alurnya menarik dan penulisannya bagus
Hennyy exo
ihh greget banget ama braxton🤭
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
nayla tsaqif
Istri AJ / mommy braxy zephir,, knp jd cherry,, 😌??
Rosdianah 🌷: huhuhu author typo 🙏🏻🙏🏻😭😭
total 2 replies
nayla tsaqif
Emg kak, soalnya daddy mommy braxton dulu king dan queen drama,, 😌
Rosdianah 🌷: wkkwk🤣
total 1 replies
Nita Kurniawati
yampun, part ini bikin AQ mewek 😭
semangat ya bang, buat meluluhkan hati Lux
Rosdianah 🌷: huhu ma'aciww komentar nya kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
batu ketemu batu ini mah🤣sama2 keras kepala🤔
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
Feni sang penulis novel
kakak maaf ya tadi aku salah menyebutin novel judul aku maksud aku seperti ini judulnya adalah jalan menuju masa depan itu yang asli judulku
Feni sang penulis novel
assalamualaikum kak maaf ya aku kurang sopan aku izin berkomentar aku sudah membaca semuanya alurnya Saya suka dan saya ingin memberikan bintang 5 kalau boleh kalau kakak mengizinkan saya ingin sekaligus promosi juga di sini Saya mempunyai novel yang berjudul menuju jalan masa depan semoga kakak suka dan babnya juga ada 9 bab terima kasih
Mita Paramita
king drama nih Braxton 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Braxton Sama Braxley anak Daddy AJ ya kak. jangan lupa baca Cerita Braxley dijudul.sebelah🤭
total 1 replies
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: Happy reading kak 🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!