NovelToon NovelToon
Separuh Nyawa Suamiku

Separuh Nyawa Suamiku

Status: tamat
Genre:Janda / CEO / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Menjadi janda karena suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dan takdir membawanya kepada seorang CEO muda yang kemudian sangat memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, menyayangi anaknya seperti almarhum suaminya.

Waktu berlalu, kebersamaan yang tanpa mereka sadari membuat keduanya jatuh cinta. Tapi fakta yang sengaja di tutupi selama ini terkuak dan membuat keduanya sama-sama terpukul ketika keduanya sudah menikah..

"Sekalipun kau memberikan dunia ini untuk Ku, tetap saja tidak bisa menggantikan separuh nyawa Suamiku." ungkapnya dengan air mata.

"Tapi sekarang aku juga suamimu. Dan separuh nyawaku ada padamu."


Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Miliar

POV Hafizah💔

~ Suara mobil jenazah terdengar mengaum, dari kejauhan sudah mengisi gendang telingaku. Selepas kabar dari pihak kepolisian memberitahukan bahwa suamiku telah mengalami kecelakaan dan tewas ditempat. Sungguh aku tidak percaya.

Beberapa menit yang lalu, dia baru saja berpamitan dengan mesra ketika akan berangkat bekerja di sebuah pesantren milik Abi, dimana suamiku mengajarkan ilmu agama kepada santri di sana. Tidak ku sangka, pada hari Jumat pagi ini, Allah telah mengambilnya.

Meninggalkan aku, mengakhiri kebahagiaan yang baru empat tahun ku rasakan begitu sempurna.

Dunia seolah runtuh seketika. Tidak terbayangkan bagaimana sakitnya kehilangan seorang imam, teman suka dan duka, sang belahan jiwa.

"Mas Azzam." lirihku dengan gemetar.

Ingin menjerit tapi tak cukup tenaga, bahkan suara yang biasanya tinggi, kini tercekat. Hatiku seperti terbelah dua, jantungku seakan berhenti berdetak.

Mobil berwarna putih itu berhenti.

Adik dari suamiku mendekati mobil jenazah itu dengan menangis, meraih tubuh bisu Mas Azzam.

"Maaaassss...." pada akhirnya aku berteriak dalam tangis, mataku gelap, dunia sedang tidak bersahabat.

Dan tangis ku semakin menjadi ketika jenazah Mas Azzam di baringkan di tengah-tengah ruang tamu, tak sanggup aku menatap wajah tampan yang amat aku cintai kini sudah tidak bernyawa lagi.

"Yang sabar Fiza."

Aku merasa bisu mendengar kata sabar itu ribuan kali terucap dari tetangga dan sanak saudara datang melayat. Aku tidak sanggup menjawab...

Bagiku, Mas Azzam masih hidup.

"Ikhlas Kak Fiza, semuanya sudah ditakdirkan Allah yang maha kuasa. Mas Azzam meninggal dalam keadaan syahid, berwudhu dan wajahnya tampan tanpa terluka sedikitpun."

Begitu nasehat adikku, Nur.

Memang benar, Mas Azzam meninggal dengan wajah tampak berseri, bahkan tak ada kesan kesakitan di wajahnya, persis ketika ia tidur lelap dimalam-malam ia bersama diriku. Walaupun iya, kepala bagian belakangnya retak, dengan otak yang terkena benturan keras, tentu dia tidak akan selamat.

Air mata ku turun deras, bukan karena tak ikhlas. Tapi aku sedang berduka, kehilangan cinta yang luar biasa, laki-laki hebat, ayah dari anak semata wayang kami, Arafah.

Hingga selesai pemakaman.

Setetes air hujan jatuh tepat di hidungku.

Aku mendongak langit yang benar-benar gelap di sepertiga hari ini, aku menoleh Arafah yang masih belum mengerti apa-apa, dia hanya duduk menyaksikan onggokan tanah yang sejajar dengan dadanya.

"Sebaiknya kita pulang dulu Kak."ucap Adik dari suamiku.

Sungguh aku enggan beranjak, masih ingin tetap di samping makam Mas Azzam yang bagiku sungguh bisa di peluk untuk melepaskan rindu.

"Kasihan Arafah Kak." ucap Achmad Hairudin lagi, dia merupakan seorang Sersan muda. Adik suamiku itu baru saja selesai menempuh pendidikan militer dua hari yang lalu. Malah harus menyaksikan Kakaknya meninggal, sungguh diapun sedang merasakan kehilangan, mengingat selama ini Mas Azzam yang sudah menyekolahkan dan memenuhi semua kebutuhannya.

Akhirnya aku mengalah. "Aku pulang Mas." lirihku seraya menyapu air mata, pulang dengan hati yang berat.

Langit semakin gelap menjelang ashar, dari kejauhan hujan lebat sedang berjalan mendekat. Detik demi detik hingga menjadi menit yang mencekam, ketika air dari atas langit seakan tumpah di atap rumah sederhanaku, sedang menggambarkan kesedihan ku atas kehilangan mas Azzam.

"Orang yang menabrak sepeda motor Mas Azzam sedang sekarat."

Ahmad berkata setelah menutup panggilan ponselnya.

Aku tak bisa berkata apa-apa, toh andaikan dia tetap hidup dan kemudian di penjara, tentu itu tak juga bisa membuat nyawa Mas Azzam kembali. Secara tak langsung aku juga ingin si penabrak itu mati.

"Astaghfirullah." Hanya satu kata saja yang bisa ku ucapkan atas sakitnya kehilangan. Hanya Allah saja yang tahu, betapa hancurnya hatiku.

"Kita akan mendatangi kantor polisi besok pagi. Agar jelas semua perkaranya dan mereka tidak bisa lepas begitu saja." ucap Ahmad lagi, sebagai seorang Anggota militer tentu dia tahu harus mengurus perkaranya seperti apa, walaupun baru saja lulus dan hanya mendapatkan libur satu Minggu, tapi kehadirannya cukup membantu. Karena jika aku hanya sendiri datang ke kantor polisi, tentu aku tidak akan sanggup. Berdiri saja aku nyaris tak mampu.

Keesokan harinya.

Aku mendatangi kantor polisi dengan wajah pucat, mata sembab dan hidung yang merah. Tentu karena sepanjang malam aku menangis.

"Maaf, keluarga tersangka tak bisa datang karena tersangka sediri masih kritis. Namun demikian, saya sebagai kuasa hukum keluarga tersangka akan bertanggung jawab, dan memberikan uang santunan untuk mengurus korban, juga untuk kelanjutan hidup keluarga yang ditinggalkan sebesar satu milyar."

Aku berdiri cepat, dadaku sesak dengan air mata tak mungkin bisa di bendung.

"Nyawa Mas Azzam tidak bisa di tukar dengan uang." ucap ku dengan sangat emosi, membuat semua pihak terkejut dengan penolakanku.

"Tapi ini adalah wujud dari rasa tanggung jawab kami untuk keluarga Anda Nyonya Hafizah." pengacara itu kembali berbicara.

"Tanggung jawab tak hanya melulu kalian nilai dengan uang. Dimana keluarga tersangka yang identitasnya saja kalian tutupi!" tegasku lagi, aku marah.

"Bukankah sudah jelas bahwa tersangka sedang kritis?" Pengacara itu ikut tersulut emosi. "Jika di hitung kerugian, tentu pihak kami mengalami banyak kerugian bahkan berkali lipat, mobil yang dikendarai tersangka senilai 2 Miliar rusak total bagian depan akibat menabrak tiang listrik dan pengendaranya sendiri mengalami cidera parah, wajahnya hancur, kaki dan tangannya patah!"

"Lalu bagaimana dengan Mas Azzam yang sudah mati!" teriakku semakin tak bisa mengendalikan diri. "Apa karena suamiku hanya pengendara sepeda motor dan kalian seenaknya saja membayar nyawanya dengan uang?"

"Harusnya anda bersyukur kami masih_"

"Stop!" seorang polisi menghentikan perdebatan yang sudah bercampur emosi tersebut.

"Begini Pak, kami ingin bertemu dengan salah satu pihak keluarga, agar kakak Iparku ini tidak terlalu kecewa." Ahmad menengahi.

"Sudah saya katakan bahwa klien saya ini memiliki privasi! Tidak sembarang orang bisa bertemu dengan mereka!"

"Baiklah, kalau begitu katakan pada Tuanmu itu. Aku tidak butuh uangnya!"

"Nyonya!"

Aku memilih keluar dari ruangan itu dengan tangis yang semakin menjadi, hatiku tak cukup kuat untuk berdebat di hari ini.

"Kak!" Ahmad mengejar ku, meraih tanganku.

"Mereka pikir nyawa Mas Azzam bisa di beli!" marahku kepada Ahmad.

"Bukan seperti itu Kak, tapi uang itu bisa kakak gunakan untuk melanjutkan hidup bersama Arafah." Ahmad membujukku.

"Mereka ingin bebas dari rasa bersalah dengan cara yang mudah. Dengan menerima uang itu maka sama artinya aku sudah memaafkan pelakunya. Demi Allah, aku tidak bisa. Biarlah mereka hidup dengan rasa bersalah selamanya."

"Kak!"

Brugh!

Niat ingin meninggalkan Ahmad, malah tak sengaja menabrak seseorang yang sepertinya sedang terpaku mendengar pembicaraanku.

Tangannya menahan tubuhku yang limbung, dapat ku rasakan laki-laki tampan seumuran mas Azzam itu sedang gemetar. Bahkan jari yang tak sengaja menyentuh punggung tanganku itu terasa dingin.

"Maaf." Ucapnya seperti sedang ketakutan. ~ 💔

*

*

*

...Terimakasih sudah mampir....

...Jangan lupa like, vote dan ♥️ nya ya... 🙏🙏🙏...

1
mama yogi
Luar biasa
Dayang Rindu: terimakasih kak. mampir di karya baru ku... 🙏
total 1 replies
Arkan_fadhila
kok gak ada kelanjutanx....
Arkan_fadhila: ditunggu thorr....kangen Fiza Andra...

sehat selalu author kami tersayang
total 2 replies
Arkan_fadhila
aq tahu ikhlasmu sakit Fiza
tp cobalah posisikan dirimu PD Andra...dia sdh membuatmu anakmu bahagia jgn LG kau ungkit atian suamimu....tak mudah melupakan cinta pertama yg mungkin TDK ada cela....namun semua TDK luput dr qodarullah....sebaik apapun sesempurna apapun kamu ingin mewujudkan impian mu bersama Azzam kalo Kun nya Allah yg berlaku maka fayakun ...
Arkan_fadhila: sempat terpikir kasian si Andra aq thor
total 2 replies
yamink oi
up
Ai Emy Ningrum: iyah pasti ada notif nya kalok kak Oi membalas komentar ku 🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Arkan_fadhila
Fiza ....hanya kecewa ndra
Andra...kejujuran diawal memang menyakitkan namun hubungan dgn kejujuran akan lebih cepat mengikis luka hati
Ai Emy Ningrum
Betul...
Jujur itu lebih gagah dan terhormat dari pada muter muter gak jelas dan bersikap sok polos 😒😒
Ai Emy Ningrum: oleng kesana , oleng kesini 😁😁
total 13 replies
Arkan_fadhila
jodohx nur kayakx sdh DTG....dan Ahmad akan terlambat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
oppa mingho kena jebakan betmen! silau akan senyum manis dek ningrum sampai mata jadi buram 😂😂
Ai Emy Ningrum: wow 😮😳 abis gajian nih 😍🤩🥳
total 18 replies
Ai Emy Ningrum
Jgn mati dulu oppa😳😳 !! tunggu sampai kisah cintamu berakhir dgn indah ,bukn dgn si Indah tp dgn dek Ningrum 😍😍
Ai Emy Ningrum: ya Allah 🙈🙈🙈
total 20 replies
Arkan_fadhila
jujurlah Andra sblm Fiza tahu dr org lain
yamink oi
apakah fiza akan memaafkannya.....
tunggu kisah dan kelanjutannya.jangan lupa like dan komennya 🤪🤪🤪
Ai Emy Ningrum: geje 😒😒
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
wow.. akhirnya pecah bisul! tapi ini Andra beneran ngomong atau cuma ngebatin doang? 😁😁
Ai Emy Ningrum: serta ciri masing2 😎😎
total 10 replies
Ai Emy Ningrum
sampai disini ya ,aku lebih suka dgn kisah oppa Mingho yg masih berusaha mendekati dek Ningrum..bnr kata Andra ,knp tidak bs mngiklhlaskan nya ?? Marah ,sakit hati hny akan mngotori pikiran mu,mngusik ketenangan rumh tangga kalian..lupakan tnpa hrus membenci,kenanglah yg sudah tiada dlm doa...😔😔😌😌
Ai Emy Ningrum: spechless 😔😔
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
*klik..!!
*dddrrrttt... ddrrttt.. ngenggggg..
*mulai loading
*kak indri... mas azam..
*aha!! 💡
#mulaibuatkesimpulan
Ai Emy Ningrum: iyeee ..kacau lah skenario nya 🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
knp sih kalok masih belasan tahun 🤔😳 toh ,age just a number...bnyak kok cewek2 yg belasan tahun tp pikiran nya udh dewasa ato anak2 sekarang yg umur belasan taun tp dandanan dan kelakuan kek tante2 ..contoh nya kasus anak pejabat yg MDS sama pacar nya AG..itu pacar nya masih 15 taun lhoh..😳😳
Ai Emy Ningrum: ga sesuai mahar ya ceu 🤭
total 30 replies
Arkan_fadhila
laki2 berpendidikan malah menchat mantan kakak iparx yg sdh menikah LG dgn org lain???yakin Ahmad itu berpendidikan agama??
Ai Emy Ningrum: muka perang 😤😤
total 9 replies
Ai Emy Ningrum
"Modus" gumam Ningrum...
Jaman sekarang emang susah bedain mana yg modus mana yg tulus...
susah bedain nya ..😒😒
Ai Emy Ningrum: mobil antik 😁😁
total 41 replies
yamink oi
Ningrum up
Ai Emy Ningrum: up mbak Nur 😹😹
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
jangan kan jadi pahlawan bertopeng, jadi badut mpang pun oppa mingho rela, demi dek ningrum 😍😍😚😚
Ai Emy Ningrum: mantap lah 😚 👍🏻👍🏻
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
duuh.. sampai Bibik pun ikut2an sport jantung karena menyimpan bom waktu 😲😲
Ai Emy Ningrum: iyah pokok nya pengabdi setia lah 😂😂😂
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!