NovelToon NovelToon
Salah

Salah

Status: tamat
Genre:Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:201.5k
Nilai: 5
Nama Author: Atmosfera

Kea membenci Sandi, karena Sandi sudah membuat masa kecilnya suram, begitupun Sandi yang membenci Kea karena Kea lemah dan selalu menjadi prioritas semua orang.

Sandi tak suka orang lemah seperti Kea, selain lemah Kea juga tampak menyedihkan dengan kekurangannya yang tak bisa mendengar. Dan ntah bagaimana rasa kebencian saat anak-anak dulu terbawa hingga mereka dewasa, Sandi senang mengganggu Kea. Tapi Kea yang sekarang adalah Kea yang kuat, egois dan juga mempunyai banyak akal busuk untuk membalas dendamnya.

lalu apa jadinya, jika dua orang yang saling membenci, egois dan penuh dendam itu terjerat oleh ikatan pernikahan yang bahkan mereka lakukan hanya untuk bisa saling menyakiti satu sama lain?


***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atmosfera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S-1-ancaman

Kea tak dapat menahan senyumnya sesaat begitu ia keluar dari ruang kantor kepala sekolah, mata minus yang terlindung kaca mata itu berbinar cerah, sedangkan kakinya berjingkrak ringan memberi tanda bahwa ia sedang dalam suasana hati yang sangat bagus. Ia bahkan tak merasa lelah setelah menaiki tangga menuju kantin sekolah yang agak jauh dari ruang kepala sekolah. seperti bukan kea sama sekali.

"Sheril! Nana!"

"Tebak, gue bawa apa?"Teriak Kea heboh tak memperdulikan banyaknya pengunjung kantin yang bahkan beberapa diantaranya melirik tak suka karena suara kencang gadis itu. Walaupun begitu tak ada yang berniat menegur walaupun jika diliat dari respon mereka yang mendengus dan berdecak sudah pasti merasa terganggu.

"Gue tebak," kata Sheril, salah satu teman Kea itu mengangkat tangannya.

"Apa?" tanya Kea penuh harap. Gadis cantik itu membenahi letak alat bantu dengar ditelinganya agar dapat mendengar suara Sheril dengan jelas.

"Lo pasti direkomendasiin pak Sohibi buat ambil beasiswa kuliah ke Jepang." Sahut Sheril gamlang, gadis bergaya modis itu menjawab sambil memasukkan sebuah cilok kemulutnya.

Kea berjingkat, merasa senang dengan tebakan Sheril, "Yeay, bener, gila gue gak nyangka banget. Aaaaa. gue gak sabar buat pulang terus kasih tau nyokap-bokap gue!"

"Uda ketebak sih, nggak kaget banget gue mah, uda ketara banget si pak Sohibi bakal ngerekomendasiin lo, lo kan murid kesayangannya ya nggak Di?" kata Sheril pada Nindi.

Nindi, gadis yang masih sibuk dengan ponselnya itu mendongak, lalu mengangguk yakin. "Kea kan yang juara, yakin gue mah."

"Ah, kalian kok sweet banget sih, jadi makin sayang." kata Kea cengengesan.

"Sama akunya nggak?" pertanyaan dengan nada ringan disertai rangkulan dileher Kea itu membuat Kea tersentak senang.

"Eh, kok kamu disini? kamu uda taukan kalau aku dapet rekomendasi dari pak Sohibi?" tanya Kea tersenyum cerah.

Yuda, kekasih Kea sejak jaman SMP itu mengangguk pelan sambil menarik salah satu kursi untuk ia duduk.

"Tau lah, betul yang dibilang Sheril sama Nindi sih, kamu kan yang terbaik." kata Yuda mrnarik hidung mungil Kea yang membuat kedua pipi yang empuhnya memerah.

Baru saja Kea merasa berbunga-bunga, suara derit kursi dibelakangnya dan disertai kalimat merendahkan itu menghancurkan kebahagiaan Kea dalam sekejab mata.

"Direkomendasiin karena belas kasihan aja bangga."

Tanpa perlu menoleh pun, Kea tau siapa orang yang berbicara seperti itu padanya. Siapa lagi kalau bukan Sandi, cowok berperawakan tinggi itu memang memiliki dendam pribadi padanya. Kea bahkan membenci suara itu dengan sangat, suara itu jugalah yang membuatnya enggan memakai alat bantu dengarnya dengan full dan lebih memilih berkomunikasi dengan bahasa isyarat dengan orang-orang.

"Jaga mulut lo!" tegur Yuda tak terima kekasihnya direndahkan. Begitupun Sheril dan Nindi yang menatap jengah Sandi.

"Iya, lo cowok kan San? mulut kok nyinyir banget." ketus Sheril menggebu.

"Tau, cowok tapi mulut kayak cabe." tambah Nindi santai.

"Duh, duh, Boss, kelakian lo sedang diragukan ini" tawa pecah salah satu teman Sandi itu membuat mereka semua menatap orang yang sama. Martin.

"Tunjukin boss, tunjukin, jangan mau kalah sama gengnya situli." tambah Wahyu terkekeh.

"Stt uda jangan dibuli, ada cowoknya tuh." Sandi ikut terkekeh kecil, dan kekehan mereka itu persis preman jalanan yang senang memalak pejalan kaki.

Kea benci itu, jika dulu ia akan menangis dan takut saat Sandi dan teman-temannya mengejeknya, kali ini Kea sudah mulai terbiasa. Setidaknya itulah yang ia coba lakukan.

"Maksud lo apa ngomongin Kea depan gue bangsat!" marah Yuda.

"Weh, kan, apa gue bilang, cowoknya marah nanti." kekeh Sandi.

Yuda sudah akan bangkit untuk menghampiri ketiga laki-laki sok berkuasa itu tapi

Kea langsung menangkap tangan Yuda dengan kencang, "Biarin aja," kata Kea pelan.

Yuda sudah hendak protes begitupun dengan kedua temannya. menurut mereka Sandi dan teman-temannya itu sudah terlalu berlebihan. Tapi Kea tetap menggelengkan kepalanya. ia tau dengan sangat seperti apa watak Sandi. Semakin diladeni semakin menjadi.

"Lo apa-an sih Ke, aturnya biarin aja Yuda ngehajar mulut nyinyir cowok-cowok gak guna itu, biar kapok." protes Sheril menggebu.

Kea tersenyum kecil, "Udah lah, biarin aja. orang kayak mereka itu cuma sampah-sampah yang iri sama nasib permata kayak gue aja. ya kan? anggap aja angin lalu. oya, Tong kosong kan lebih nyaring bunyinya." kata Kea menyindir.

"Ah, iya juga ya.. huu" kata Sheril dan Nindi kompak, sedangkan Yuda terkekeh pelan, ia mengacak rambut panjang Kea bangga.

"Samperin gak nih boss?" tanya Martin memanasi.

Kea melirik Sandi yang saat ini menatapnya tajam, wajah laki-laki itu sudah memerah dan sekilas Kea dapat melihat raut kebencian itu dengan jelas dimatanya. Sudah pasti laki-laki mendendam dan tersentil oleh ucapannya. karena faktanya Sandi adalah sang juara kelas yang kalah saing dengan Kea yang notabenya adalah juara kedua dikelas dan merupakan gadis tunga rungu.

Sandi tersenyum, mungkin jika Kea tak mengenal Sandi sejak kecil ia juga akan terpesona oleh senyuman laki-laki itu sama seperti beberapa para siswa perempuan angkatan mereka dan adik kelas yang sejak tadi menguping perseteruan mereka secara diam-diam.

Sandi bangkit dari duduknya. ia lalu berjalan menghampiri Kea yang langsung dihadang Yuda.

"Ups, santai bro, gue gak bakal nyentuh cewek tuli lo kok. Ekhem, gue cuma mau nasehatin dia buat hati-hati aja kalau ngomong. Takutnya, nyesel diakhirkan. Ups Okee. " Sandi mengangkat tangan saat Yuda hendak mencengkram kemejanya.

"Hati-hati Boss, awas ntar ada yang nangis." tawa Wahyu sambil memakan kuacinya. Jelas sekali teman-teman Sandi itu sedang menyindir Yuda.

"Dan buat lo si tuli, hati-hati lo. kita liat apa satu jam kedepan nanti, lo masih bisa natap mata gue tanpa nangis." ancam Sandi terkekeh, laki-laki itu lalu melangkah pergi sambil melambaikan tangan dan langsung dikejar oleh kedua antek-anteknya.

Kea tertegun, kali ini apalagi yang akan dilakukan Sandi padanya. Biasanya ancaman gila dari Sandi yang juga gila itu benar-benar dibatas kesabaran.

"Ke, kamu gak papakan?" tanya Yuda itu membuat Kea tersentak.

"Ah, nggak papa." sahutnya tersenyum.

"Gak papa tapi kok ngelamun, jangan bilang Kamu mikirin ancaman Sandi itu?" tuding Yuda.

"Iya Ke, jangan bilang iya, ck, kayak yang lo bilanh tadi Ke, tong kosong nyaring bunyinya. palingan si Sandi tadi cuma ngancem karena kalah malu ajanya dia itu." tambah Sheril.

"Hu'um, iri, lagian dia bilang apa tadi, satu jam kedepan? hellow, satu jam kedepan kita juga masih belajar dalam kelas. Apa coba yang berani tuh bocah lakuin." kata Nindi juga.

"Tuh, dengerin temen-temen kamu, sekarang senyum dong Keanya aku." rayu Yuda yang mendapat sorakan dan kekesalan kedua teman Kea.

***

Hai semua, Aku atmosfera. salam kenal ya.

1
Nivia Olive
Pertama sekali baca tulisan Author di novel ini. Awalnya sebel dengan jalan ceritanya. tapi karena penasaran, lanjut baca sampai selesai. Saya emang lebih suka baca yang sudah tamat dibanding on going, jadi novel ini kelar bacanya dalam 3 hari.
Awalnya bingung knapa ga minta pindah rumah ato sekolah kl hubungan Sandi n Kea mengganggu mental Kea n mereka saling terluka. Kog bisa2nya ortu Kea tidak seprotektif Sandi mengurus Aiko, membiarkan semuanya terjadi di depan mata tetapi akhirnya mengerti di penjelasan Author terakhir cerita ini. Author berhasil memainkan perasaan saia. Terima kasih untuk pembelajaran hidup di cerita ini 🙏
Nivia Olive
Venesia n Maldives
Nadzila Adriani
mau baca tapi gakuat bangettt😭😭😭😭
ayu aprilia
Luar biasa
fitri _srg
woyy thorr sorry gue mau ngomong kasar cok,, huwaaaa sedih banget anyingg,, mau nangis bacanya tapi gue lagi di rumah sakittt
Kaiso
cerita papa keidran apa judulnya thor
Muhammad Ardi
akuu london, korea, kanada kak hihihi
xoxxucherry
ihh kak tanggung jawab dong😭ak nangis sesegukan inj
city
ngeriny hubunganny 🤧ngalahin berita yg lagi viral lebeh parah kdrt nya
Eci Tri
thanks Thor udah buat aku nagis" sampai orang rumah khawatir semua
Atmosfera: Wkwkwk, Jadi aku harus jawab "Sama-sama"
Atau "Maaf" Nih karena buat kamu nangis dan keluarga khawatir?
total 1 replies
Eci Tri
😭😭😭😭😭😭
Er Mafa
sakit bgt bacanya thor
Er Mafa
aaaahhh Thor nyesek bgt
Anna Rahmawati
terimakasih kak author, ini genre novel yg saya cari2 selama ini. menggambarkan konflik batin dan pola pikir yang ekstrem tp bisa jadi memang ada di dunia nyata sehingga memperluas wawasan. meskipun banyak kata-kata kasar, tp memang diperlukan untuk memberikan gambaran yg utuh. setuju banget tidak ada orang yg bener-bener jahat dan bener-bener baik, dan disitulah menariknya sisi kemanusiaan yg bisa dieksplorasi oleh penulis. semangat terus dan jangan lelah berkarya kak😊👍👍👍
Atmosfera: Yeayy terimah kasih, semoga ada sisi baik yang bisa kamu teima untuk menambah wawasan. dan mari kita perbaiki sisi yang berlawanan. sekali lagi, terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Anna Rahmawati
wah aku penyuka novel yg ga terlalu panjang kak. 70an chapter cukup lah😊😊👍
whayou allchaidart
aq udah baca yg ego Nadira kk.ceritanya bagus
Ilo La
ck, gw kira bakal cerei.
Ilo La
salah kea si tlol, alay bgt beramtem smpai g makan, tlol bgt sm aj dia g syg anak nya g mikirin keadanya yg lgi hamil tlol si. egois bgt nyalahin sandi pdhl awal ny berantem jg gegara dia.
Ilo La: setidaknya pikirin anak ny lh anj klo emg sandi slh krn g mau dengerin penjelasan kea tpi tetap aja seharus nya kea tuh lebih mikirin anaknya jgn tlol samapai g makan dn minum setidaknya walau mereka berantem mereka gk bakal kehilangan anak ny
total 1 replies
Muhammad Ardi
terimakaishhhh kak buatt ceritanyaaaaaaa sanyang bangettttt sama kak authornyaaa tentunya sama tokoh2 ceritanya jugaa akam selali melekat di aku 😭😭😭❤💕
miss lie
trhorr ini crta sngt sedih thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!