Violet adalah gadis desa yang diusir oleh pacar setelah melahirkan bayinya, dia yang Luntang lantung dijalan tepaksa menjadi ibu susu seorang CEO tampan yang mendapatkan kutukan. Ternyata CEO itu adalah paman dari mantan pacar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28.
Karena panik, otak Violet sulit untuk berpikir. Dia lantas berkata, "kak Yohan, Felix itu penguasa sekolah! Aku takut, dia akan menghasut semua teman- teman disekolah dan akan menyakitiku."
Wajah violet terlihat sangat ketakutan.
Yohan hanya menunjukkan senyuman miring.
Dia lantas mengetuk dahi Violet.
"Apa kamu lupa?" tanya Yohan.
Violet menatap ke arah Yohan dengan tatapan bingung.
"Lupa?"
Yohan menggeleng -gelengkan kepalanya Lalau melipat kedua tangannya.
"Baru saja tadi pagi, kamu ikut rapat komite sekolah! Mulai besok sekolah SMA Taruna juga ada dibawah kuasaku, bahkan saham milikku lebih besar dari keluarga Handoyo," jelas Yohan dengan sabar.
Violet menjawab ucapan Yohan dengan anggukan.
Rasa puas mendera dirinya.
Keduanya pun akhirnya berbincang bincang sampai larut malam.
Bahkan saat bercerita, Violet tiba-tiba tertidur.
Yohan melirik ke arah Violet, lalu dia mengambil selimut yang disediakan oleh rumah sakit untuk menyelimuti Violet.
"Ntah perjanjian apa yang kamu lakukan dengan Romeo, cepat atau lambat aku harus menyelesaikan masalah perjanjian itu!" kata Yohan dengan suara dingin.
Ia sebenarnya merasa tidak rela untuk meninggalkan Violet sendirian dirumah sakit, tapi ibunya sekarang ini membutuhkan dirinya.
Ibunya juga sakit keras.
Semua orang dikota ini tidak ada yang tahu, tentang kondisi keluarga Draken yang bermasalah secara internal.
Yohan keluar dari ruangan Violet, dia yang merasa kepanasan sedikit membuka kancing bajunya.
Ruangan inap milik Violet adalah ruangan terbaik dan view bagus, bahkan di depan pintu ruang inap, ada balkon dan taman kecil.
Biasanya orang yang dirawat inap disini adalah tokoh penting
Yohan mengeluarkan bungkus rokok, lalu mengambilnya sebatang.
Dia mulai menyalakan rokok dan menghirup begitu dalam.
Bahkan asap yang keluar dari rokok itu begitu pekat.
"Ibumu sepertinya membutuhkanmu!" Celetuk Romeo yang ntah datang dari mana dan sejak kapan.
Kedua tangan Yohan tanpa sadar mengepal.
"Dari mana kau tahu?" wajah Yohan mulai marah.
Romeo yang sebelumnya duduk santai di kursi, lalu berdiri.
"Kau mencari tahu tentang masalah keluargaku?" tanya Yohan murka.
Romeo mengambil rokok sebatang rokok milik Yohan, lalu menghidupkannya.
Yohan sedikit bingung, sebelumnya Romeo sangat lemah bahkan untuk bernafas saja membutuhkan bantuan oksigen.
Apa yang dilihatnya sekarang ini sangat membuatnya bingung?
"Kamu saja ingin mencari tahu tentang keluarga Handoyo, bahkan begitu ingin tahu tentang masalah internal dalam keluarga." jelas Romeo seraya melirik tajam ke arah Yohan.
"Kenapa aku juga gak boleh mencari tahu tentang masalah internal keluarga Draken?" Imbuhnya.
"Romeo, aku gak menyangka kalau kamu lancang begini!" Yohan menarik kerah baju Romeo.
Dan Romeo juga melakukan hal yang sama yaitu menarik lengan baju Yohan, yang mana langsung terlihat tato naga di area samping leher Yohan.
Romeo tersenyum miring, lalu dia berkata, "apakah Violet akan membencimu kalau tahu asal usul keluargamu yang sebenarnya?"
"Kau ... " Yohan tidak menyangka, kalau Romeo mencari tahu tentang dirinya sampai sejauh itu.
"Kau boleh mengejar Violet! Tapi jangan memaksanya, kalau dia sampai tahu fakta tentang kedua orang tuanya, dia pasti akan sangat sangat membencimu!" jelas Romeo.
"Romeo kenapa kamu jadi orang gak tahu balas budi dan gak tahu diri!"
"Oke, aku salah karena belum mengucapkan kata terimakasih padamu. Karena selama aku sakit kamu yang membantu untuk menyelesaikan semua Bisnisku! Tapi itu memang harusnya wajib kamu lakukan karena kamu temanku, dan selama ini diam -diam aku juga sudah membantu menyuntikkan dana pada bisnismu," jelas Romeo dengan wajah datar.