Maaf telat Upnya.
yuk Lanjut.
👇👇👇👇👇👇👇
Waktunya mengadakan pesta.
Para tamu nyonya Yoris itu mulai berdatangan.
Pesta kali ini hanya dihadiri oleh pada wanita, yang tentunya berasal dari keluarga berkelas.
“Selamat datang!” sang nyonya pesta itu menyapa setiap tamu yang sudah hadir.
Sementara di kamar, Gina sedang bersiap. Ia memutar-mutar tubuhnya di depan cermin untuk memastikan akan terlihat bagus.
“Aku memang terlihat cantik mengenakan apa saja.” Gumamnya, memuji diri sendiri.
Gina pun keluar dari kamarnya, untuk bergabung dengan nyonya Yoris di pesta.
Dari arah pintu masuk, terlihat dua orang wanita melangkah dengan anggun, saling bergandeng lengan. Dari ekpresi keduanya, mereka tak berhenti mengagumi istana indah nan megah dimana kaki mereka sedang berpijak saat ini.
Tap tap tap.
Gina menuruni tangga.
Namun, langkahnya tercekat tatkala melihat siapa yang ada di bawah sana.
“Mama Veni?”
Gina menggeser pandangan matanya ke wajah seseorang yang sedang bergelayut manja di lengan sang ibu tiri.
“He ...lena?”
Tap tap tap.
Setfan menuruni tangga.
Gina segera berbalik lalu menahan langkah pria itu.
“Ayo turun, kenapa berdiam disini? Nunggu saya?” tanya Stefan, menghadap ke arah Gina.
“Hah? Ah ... pak, kita tidak perlu turun yah,”
Entah permintaan itu masuk akal atau tidak, Gina hanya berusaha agar Stefan tidak bertemu dengan Helena.
‘Aneh!’ batin Stefan.
“Stefan?” suara itu memanggil Stefan.
Stefan pun menoleh ke arah suara. “Helena?” ia lalu melirik tangan Gina yang sedang menahannya.
“Maaf, saya kembali ke atas. Ada yang ketinggalan” ucap Gina, lalu melangkah naik, dengan perasaan campur aduk.
Stefan menuruni tangga dengan perasaan tak beraturan. Ternyata setelah 6 tahun, dirinya kembali dipertemukan dengan Helena.
“Ke ... napa kamu disini?” hanya pertanyaan secara acak itu yang keluar dari bibir Stefan. Ia pun mendekati Helena.
Helena? Wanita itu kini sedang sibuk menyusun kata-kata di kepalanya. Mengetahui kenyataan mengejutkan tentang Stefan, ia merasa tidak boleh membuang waktu. Ada rasa menyesal dalam hati wanita itu telah meninggalkan Stefan dulunya.
Dengan tidak tahu malunya, Helena berjalan kearah pria yang sangat menggilainya itu dan ... memeluknya.
Mama Veni yang melihat aksi Helena, sangat terkejut. Tak menyangka wanita itu akan memeluk seorang pria yang sepertinya adalah anak dari nyonya Yoris. ‘Apa yang kau lakukan Helena?’ batinnya.
“Sayang, siapa ini?” mama Lina menghampiri Stefan, dan merasa tak suka melihat ada gadis yang sedang memeluk putranya itu. jika itu Gina, mama tidak akan menghentikannya.
Stefan melepas pelukan yang baru saja dia balas. “Ma, dia ... yang bernama Helena.
Gina? Wanita itu hanya menyaksikan semuanya dari atas. Melihat Stefan membalas pelukan sayang dari Helena, cukup membuat Gina paham akan posisinya.
“Nyonya Yoris, dia... Helena ini, keponakan saya.” Jelas Nyonya Veni Yares.
“Oh, baiklah nyonya Yeres, semoga kalian menikmati pestanya. Saya akan menyapa yang lainnya” nyonya Yoris menjauh dari Helena dan Nyonya Veni Yares.
Di posisi lain,
Gina. Walaupun wanita itu merasa sakit saat menyaksikan pertemuan antara Stefan dan Helena, namun ia sebisa mungkin menenangkan hatinya.
Saat ini, ia kembali ke kamar miliknya dan duduk menyendiri disana.
‘Hei ... jantungku, tenanglah. Tak apa ... jangan merasa sakit. Mulai sekarang, abaikan dia. Ya ... aku yakin, aku mampu mengatasi perasaan ini.’
Tok tok tok.
Gina menoleh ke arah pintu. Orang yang baru saja mengetuk tak lain adalah Stefan.
“Gina, ayolah turun. Aku, ingin mengenalkan seseorang padamu.”
“Yah? Emmm. Aku sudah melihatnya. Tadi ... aku, melihat kalian. Kalian nampak sangat serasi. Apa ... dia yang bernama Helena?”
“Iya. Tebakanmu benar.”
“Ya, luar biasa. Anda baru saja menceritakan tentang dia siang tadi, tak disangka orangnya mnuncul dengan sendirinya. Doa anda terkabul pak,” Gina tersenyum, benar-benar terlihat baik-baik saja.
“Ah .. begitukah. Oia Gin, kamu sudah di tunggu mama tuh,”
“Mmmm. Maaf, aku merasa tidak enak badan. Kepalaku sangat pusing tiba-tiba.”
Stefan mendekat lalu menyentuh dahi Gina. “Baiklah, jika tidak sehat, kamu beristirahat saja. Stefan pun kembali tinggalkan kamar Gina.
Saat Stefan menuruni tangga, pandangan mata Helena tak pernah lepas dari pria itu. seolah takut jika Stefan menghilang dari hadapannya. Dan mama Lina Yoris yang melihat itu, merasa tak suka.
“Fan, dimana Gina?” buru-buru sang mama menyapa Stefan mendahului Helena.
'Gina?' sang mama tiri Gina pun mendengar dengan jelas nama anak tirinya itu disebut.
“Ma, Gina lagi kurang sehat. Dia ... beristirahat dikamar.”
“Gina? Siapa itu Gina?” batin Helena.
'Jadi tadi, aku tidak salah lihat? Tadi itu Gina? Tapi ... kenapa Gina bisa tinggal dirumah ini?’ mama Veni kembali membatin.
“Owh, sayang sekali dia tidak bisa bergabung.” Mama Lina sedikit merasa aneh mendengar sakit yang tiba-tiba itu. ‘baru saja aku ingin membual tentang calon menantuku, tapi kenapa dia malah berkurung dikamarnya?’
Dari arah lain, seorang bocah berlari ke arah Stefan, dengan sepotong buah semangka ditangannya.
“Papa ... mama dimana?” menengadah kearah wajah ayahnya yang sedang berdiri.
“Mama dikamar boy,” jawab Stefan, membalas tatapan putranya.
'Anak kecil? Apa dia anaknya Gina? Siapa yang dia maksud mama?’ nonya Veni Yares itu merasa sedikit terkejut melihat Arsen, dan mulai menebak-nebak.
“Fa-fan, ini ... anak si..apa?” Helena bertanya dengan nada terbatah.
“Oh, dia anakku.” menjawab dengan santainya.
Segera Helena menarik tangan Stefan, untuk menyingkir ke tempat yang dirasa sepi.
“Fan, jadi kamu sudah menikah?”
“Belum Helena”
“Lalu?” Menunjuk ke arah Arsen.
“Dia anakku dari wanita yang bersamaku malam itu.”
“hah?” Helena tampak tak percaya.
“Ya, itulah yang terjadi.”
“lalu dimana wanita itu?”
“Aku juga tidak tahu”
“Lalu, siapa yang anak itu panggil mama?”
“Oh ... itu pengasuhnya.”
“Pengasuh dipanggil mama?”
“Hmmm” Stefan mengiyakan.
‘Seperti apa pengasuhnya?’ batin Helena.
“Helena, silahkan nikmati pestanya. Aku ... ada urusan diluar. Stefan lalu pergi meninggalkan Helena.
.
Bukan karena ada urusan, Stefan menyingkir untuk menyendiri.
Jujur saja, kemunculan Helena membuat Stefan merasa sedikit kacau.
“Kenapa kau muncul lagi helena? Akhhh ... bukankah aku yang memintamu kembali padaku?”
“Tapi ketika kau muncul, kenapa aku merasa sangat tidak nyaman?”
"Akulah yang telah menyakitimu."
Stefan bergumam panjang lebar.
Pria itu merasa tidak ada alasan untuk membenci Helena. Mengingat kenyataan bahwa Helena meninggalkannya karena kesalahannya telah tidur dengan wanita lain.
'Sebenarnya apa yang aku inginkan?'
'Siapa yang sebenarnya aku tunggu?'
'Benarkah aku selama ini menunggu Helena? Ataukah ... aku ... sedang menunggu wanita itu? wanita yang telah melahirkan anakku?'
.
.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Putri Nunggal
napa harus ngomong jujur
2022-12-14
0
Putri Nunggal
jangan setres dulu ya mamah tiri, mereka emang 1keluarga
2022-12-14
0
Putri Nunggal
owh kalian bibi sama ponakan pantesan aja sama sama gatel
2022-12-14
0