Warning!! yang puasa,malem aja bacanya ya..🥰
\=\=\=\=
Saat ini, Stefan tengah berjuang melawan hasrat untuk tidak menyentuh wanita sexy yang sedang membopong tubuhnya ini. Benar, perempuan tidak jelas ini memang telah memasukkan obat-obatan kedalam minuman Stefan, obat yang dapat merangsang keinginan yang harus segera dilampiaskan.
Tibalah keduanya di kamar bernomor 2211.
Saat perempuan itu akan membuka pintu, tiba-tiba saja ada yang menutup matanya serta membekap mulutnya, dan dibawa pergi oleh dua orang lelaki suruhan Gina.
‘Mantap! Kerja yang sangat bagus’ gumam Gina.
Stefan sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi disekitarnya. Kini perempuan tadi digantikan oleh Gina.
“Aduh kak, kenapa kau sangat berat sekali,” Gina membopong tubuh yang sempoyongan itu. Ia pun mematikan lampu. Biar apa? Tentu saja supaya pria itu tidak melihat wajahnya.
Tiba di dalam kamar itu, Gina menjatuhkan tubuhnya bersama dengan Stefan di atas tempat tidur.
“Akh ... panas ... sangat panas.” Sembari terus bergumam, Stefan membuka pakaiannya.
“Waduh, gawat. Apa yang harus aku lakukan?” gumam Gina, mulai risau, lalu segera bangun dari kasur empuk itu.
Stefan benar-benar sudah tidak tahan. Dalam kondisi seperti ini, ia ditemani oleh seorang wanita, tentu saja Stefan tau kemana arah kemauannya saat ini.
“Ini yang kau mau kan, jalang?” Stefan mendekati Gina.
‘What? Jalang? Hei ... aku gadis tulen yang sangat menyukaimu!’
“kak, mau apa kau?”
Stefan semakin mendekat.
“Hei... kau mabuk. Jangan melakukan hal gila padaku.”
“aku tidak peduli lagi kau wanita seperti apa. Puaskan aku sekarang.”
Stefan mulai menangkap tubuh Gina. Gadis itu juga heran, kenapa dia masih berdiam di dalam kamar ini padahal dia bisa saja kabur.
“Kak, aku bisa melakukan hal lain untuk menyadarkanmu. Jangan seperti ini.”
“Puaskan aku sekarang juga. Jangan sok malu-malu. Aku tau ini yang kau inginkan.”
Dengan tenaga yang ia punya, Stefan melucuti setiap helai pakaian yang dikenakan Gina. Dalam benaknya, ia hanya ingin melepaskan hasratnya saat ini.
Dalam sekali gerakan, pria itu sudah menindih tubuh Gina, ingin segera melakukannya.
Gina hanya menggeleng kepala dalam kegelapan. ‘Apa ini awal dari kebahagiaanku? Ataukah awal dari kehancuranku?’
Kabur? Sudah tidak bisa lagi. Sudah terlambat untuk kabur. Sekuat apapun melepaskan diri, tenaga Gina tetap tidak mampu melawan kekuatan seorang pria.
'Baiklah, Gina. Terimalah akibat dari aksi nekadmu. Lagi'
“Awh.. To-tolong pep-pelan pelan kak! Ini terasa sakit” Gina menahan pinggang pria itu yang hendak menghentak tubuhnya.
“Baiklah, aku akan pelan-pelan” Stefan berbisik, kemudian memunculkan seringai jahat dari bibirnya. ‘Dasar wanita sok polos!’ batinnya.
Tanpa pemanasan dan basa-basi, Stefan memasukkan miliknya hingga membuat perempuan yang ditindihnya mengerang kesakitan.
“Aaaawhh, sa-kit kak Stefan!”
Suara ringisan gina menyebut namanya membuat Stefan semakin meningkatkan aksinya dan melakukannya dengan sangat kasar tidak pelan-pelan seperti katanya diawal. Entah kenapa, tangisan Gina serasa terdengar sangat menggoda di telinga Stefan.
Ringisan, desahan dan erangan memenuhi kamar gelap itu.
Setelah puas dan membuang benih unggulnya di dalam Gina, Stefan pun tertidur, tidak peduli lagi dengan siapa, seperti apa wajah wanita yang telah menikmati malam pertama seorang Stefan Alvaro Yoris.
Sedangkan Gina? Gadis itu bergetar dalam tangisnya.
“papa, mama, aku bukan anak manis papa dan mama lagi.”
Penyesalan hanya tinggal penyesalan. Gina hanya bisa menangis. 'Ini bukan salahnya Gina, ini salahmu. Dia tidak memperkosamu,, tapi dirimulah yang memberi dirimu secara sukarela. Ya ... anggap saja seperti itu.'
Beberapa jam kemudian, Gina mengakhiri ratapannya. ia berpikir untuk segera pergi dari kamar itu sebelum Helena datang. Ia pun mengenakan pakaian ganti yang baru saja ia pesan melalui petugas hotel.
‘Semoga saja tidak ketahuan bahwa aku yang telah menggantikan wanita itu. Ya, aku harus pergi dari sini.’
Sebelum benar-benar pergi, Gina menyalakan lampu untuk menikmati pemandangan di depannya. Memandang wajah tampan cinta pertamanya itu dengan sangat lama. “Sayang sekali, kamu ... tidak pernah menyadari ada aku,
disekitarmu.”
Melihat pria ini tidur dengan tubuh polosnya, Gina terpaksa memakaikan pakaian bawahan pria itu lalu menyelimutinya. Entahlah, ada rasa tidak rela jika Helena datang dan melihat tubuh polos pria tampan itu.
‘Cinta memang tidak bisa dipaksa. Aku memang mencintai kamu, tapi ... aku juga tidak bisa memaksa seseorang untuk menerimaku. Maafkan aku, karena mengacaukan hidupmu kak, selamat tinggal’
Gina sengaja mencopot salah satu anting miliknya, ia letakan di dekat noda darah dari malam pertamanya itu, sehingga Helena akan mengira bahwa jebakannya telah berhasil. Dan ya, memang berhasil. Stefan pacarnya itu telah meniduri seorang gadis, bukan wanita sembarangan yang telah disiapkan Helena.
Gina pun keluar dari kamar itu, kamar yang telah menjadi saksi hilangnya bukti kegadisannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
lovely
bodoh s gina
2022-12-24
0
Putri Nunggal
kasian aksi menolongnya hanya dibalas dengan simpan benih
2022-12-13
1
NUR(V)
gina kamu rela berkorban demi cinta pertamamu ... tapi aku kok gak sedih malah pengen ketawa dengan kata2nya....
2022-09-08
2