Tak Sengaja "Kiss"

Fix, Gina batal kembali ke rumah kontrakan. Dia akan beralih profesi menjadi pengasuh untuk Arsen.

‘Ya ... ini sudah benar. Aku akan memanfaatkan waktu ini sebaik mungikin, bersama Arsenku sepuasnya.’ Batin, Gina.

Ia sampaikan kepada keluarga itu tentang kebersediaannya untuk mengasuh Arsen.

Entah mengapa, raut wajah Stefan nampaknya senang mendengar yang Gina katakan. Mama yang tak sengaja melihat itu, mulai curiga. Apa jangan-jangan Stefan memiliki rasa pada Gina? Itulah yang ia pikirkan.

“Tante, bolehkah mulai sekarang Arsen panggilnya Mama?” tanya anak laki-laki itu yang tiba-tiba muncul.

“Eh? Mama ? Emmmm—“ Gina tampak berpikir.

“Tentu saja boleh sayang.” Seru sang nenek, mendukung Arsen.

“Yeeeeeeeei. Akhirnya tante jadi mama Arsen,” anak itu berlonjak senang.

Sepertinya Stefan juga menyetujui akan hal itu. Terbukti dari anggukan kecilnya lalu mengatakan “Itu tidak masalah.”

Di kamar Gina.

Wanita itu sedang duduk di sofa, menghadap keluar jendela.

‘Semoga ini bukan hanya mimpi. Aku sekarang jadi ibu untuk anakku sendiri. Tak ada yang lebih indah dari ini bukan? Ya ... aku tidak perlu mencari nikmat lain. Hanya menikmati ini saja sudah lebih dari cukup.’

'Lalu bagaimana jika anak itu semakin tumbuh dimana dia tidak membutuhkan bantuan pengasuh lagi? apa keluarga ini akan akan memintaku pergi begitu saja?’

‘Bagaiman jika aku harus menyaksikan kebahagiaan kak Stefan jika suatu saat ia dipertemukan dengan seseorang yang akan menjadi pendampingnya?’

‘Akkkhhh, aku sungguh takut membayangkan semua itu.’ Gina nampak frustasi.

‘Atau ... bagaimana jika aku ... berusaha membuat papa-nya Arsen jatuh cin—‘

“Aaaaaaakkkh, Gina, jangan! Hentikan kegilaanmu.” Bergumam sendiri. Terlihat ia menggeleng beberapa kali untuk menyadarkan apa yang otaknya tengah pikiran.

“Astaga, aku sungguh mengerikan. Benar-benar Gila aku ini. Ingat Gina, hanya Arsen. Hanya Arsen. Jangan serakah.” Gumamnya lagi.

Sore harinya.

Seperti permintaan Gina, kini Stefan mengantar wanita itu untuk mengambil pakaiannya di kontrakan kecil itu.

Hanya ada keheningan. Stefan fokus menyetir, sedangkan Gina sibuk dengan pikirannya sendiri.

Tibalah keduanya di kamar kecil itu. jangan lupa, pintu yang rusak telah di perbaiki.

Sementara Gina mengemasi pakaiannya kedalam sebuah koper, Stefan hanya diam memperhatikan, duduk santai diatas tempat tidur tanpa ada niat sedikitpun untuk membantu. ‘Dia membuang waktu datang kesini hanya untuk mengambil pakaian yang tidak seberapa canggih ini?’

“Gina ...” panggilnya, membuat wanita yang sedang melipat satu persatu pakaiannya itu menoleh.

“cepat. Disini sangat gerah.

“haaaah?” menatap heran. “Silahkan tunggu saja di mobil pak.”

“Kau mengusirku?”

“Tentu saja tidak. Tapi saya meminta anda tunggu di luarr uangan pengap ini.”

“Ya sudah, jangan banyak bicara. Cepat selesaikan atau tinggalkan saja itu.”

‘Siapa juga yang ajak bicara lebih dulu? Heran,’

.

Keesokan harinya.

“Mama ... mama ...”

“Kenapa sayang?”

“hari ini kan papa pulang lebih awal. Jadi hari ini kita akan jalan-jalan.”

“jalan-jalan? Kemana?” Tanya Gina.

“Shopping dan menonton film di bioskop”

“Benarkah sayang? Okhe, kalau begitu mari bersiap-siap.”

...Bioskop XXI

...

“Mama, duduklah di sebelah papa.”

“Hah?” Gina nampak bertanya.

“Maksud Arsen, mama di tengah. Mama kan perempuan. Jadi mama harus di tengah.”

“Sudah Gin, turuti saja maunya.” Stefan sudah duduk manis ditempatnya.

Gina hanya menuruti. Duduk ditengah ayah dan anak itu. Bahagia? Sudah pasti.

Arsen tiba-tiba turun dari tempat duduknya menghampiri ayahnya kemudian berbisik “Pah, Arsen tidak mau Mama berdekatan dengan om yang di sebelah itu. makanya minta mama duduk di tengah. Arsen keren kan?”

Stefan pun menoleh ke arah orang yang dimaksud Arsen, kemudian mengangguk setuju dengan yang dikatakan anaknya. “Iya boy, kau keren.”

“Kenapa kalian berbisik? Dia bilang apa?” tanya Gina, merasa curiga yang tidak-tidak.

“Kenapa kau harus ingin tahu? Ini pembicaraan antar pria.” Jawab Stefan.

“Tapi aku mau tahu. Kalian pasti membicarakanku, iya kan?”

“Jangan terlalu PD Gina. Apa maksudmu kalian? Aku tidak. Arsen yang membisikku.”

“Iya, lalu dia bilang apa?” Entah kenapa kali ini, Gina sedikit ngotot.

“Ciisssh kau mulai ngelunjak yah, sini, dekatkan telingamu.” Stefan memberi kode melalui gerakan jarinya.

Gina pun melakukan seperti permintaan Stefan, mendekat.

“Permisi,” seseorang tiba-tiba melintas membuat Gina reflek mencondongkan lagi tubuhnya segingga tanpa sengaja ... CUP.

Upppps.. tak sengaja, pipi mulusnya malah mendapatkan kiss dari bibir sexy milik Stefan.

“Haa?” bocah kecil itu membekap mulutnya sendiri, terkejut melihat papa dan mamanya seperti saling sayang.

Ketika tersadar dari apa yang terjadi, keduanya sama-sama saling menarik rubuhnya menjauh.

Stefan segera merogoh sakunya mengambil ponsel, segera mengetik pesan dan ia kirimkan kepada Gina.

Stefan : ( Gina? Apa yang Kau lakukan? Jangan kira yang tadi aku yang melakukannya).

Gina pun membalas.

Gina : (Kenapa anda mencium saya?)

Stefan : (Jangan salah sangka. Kenapa aku menciummu? Aku bilang dekatkan telingamu. Bukan pipimu😡).

Gina : ( Maaf, gara-gara orang yang lewat barusan, aku tidak sengaja pak,)

Stefan : (Lain kali berhati-hatilah. Jangan sampai terjadi lagi.)

Gina : (baik Pak,)

Stefan : (Silahkan fokus. Filmnya sudah mulai. Jangan dipikirkan lagi. anggap yang tadi hanya kecelakaan.)

Gina : (Iya. Itu memang kecelakaan, jadi anda jangan menuduh saya bersalah.)

Keduanya pun terlihat menyimpan kembali ponselnya masing-masing.

Kini Arsen sudah asik dengan dunianya, menikmati film kesukaannya itu.

........

Satu bulan kemudian.

Suasana di kediaman Yoris berlangsung hangat. Kehadiran Gina di rumah ini menambah keceriaan Arsen. Begitu juga dengan Mama Lina dan Papa Toni. Keduanya pun kini menganggap Gina seperti putri mereka sendiri. Sedag Stefan, pria itu selalu menjaga jarak dengan Gina.

Stefan berpikir bahwa, bisa saja Gina mengalihkan dunianya membuatnya tidak fokus dengan komitmen pribadinya. Stefan memang mengakui, hanya pria tidak normal yang menolak pesona seorang Gina Feroni. Stefan bahkan sangat sadar bahwa Gina semakin terlihat mempesona. Baik dari segi penampilan luarnya, sikap baiknya terlebih lagi cara wanita itu merawat Arsen. Namun, Stefan menyadari kenyataan bahwa ... ada seorang wanita yang ia tunggu.

Malam hari.

“Mama, Arsen pengen dikamar papa malam ini.”

“Yah? Kenapa tiba-tiba? Tumben?”

“Arsen kangen papa. Selama ada Mama, Arsen tidak pernah tidur sama papa lagi.”

“Oke, kita antar kamu ke kamar papa.”

Tok tok tok.

Clek.

“Arsen? Ada apa boy?” Stefan membuka pintu dengan tubuh bertelanjang dada, membuat pengasuh anaknya itu membuka matanya lebar karena terkejut.

Stefan hanya bersikap santai, sementara Gina sudah salting tak jelas.

“Papa, Arsen pengen tidur bersama Papa.”

“Begitu kah? Oke boy, masuklah.”

“Ayo Mah, kita masuk.’ Ajak anak itu pada Gina.

“Sayang, kamu aja yang bareng Papa yah, Mama tidak bisa.” Mengelus rambut putranya itu.

“tapi Arsen maunya sama Mama juga.” Memanyunkan bibirnya.😔

.

.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Putri Nunggal

Putri Nunggal

😂😂😂😂😂bocah aja paham

2022-12-14

0

Sugiyati Harjono

Sugiyati Harjono

Syiiiip usaha Gina akan berhasil

2022-12-03

0

fitriani

fitriani

arsen bisa aja.... kan papa sm mama jadi enak😂😂😂😂

2022-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bayi Dari Wanita Itu
2 Tidak Mengenalnya
3 Kesempatan Kedua
4 Flashback
5 Masih Flashback
6 Malam kejadian Arsen (21+)
7 Akhir Flashback
8 Interview
9 My Son
10 My Son 2
11 Jadi Mamaku?
12 Khawatir
13 Sakit
14 Jangan Ge'Er
15 Ditemani Arsen
16 Ibu Sementara
17 Tak Sengaja "Kiss"
18 Tidur Bersama
19 Tentang Cinta Pertama.
20 Dipertemukan
21 Saling Memeluk
22 Kiriman Bunga
23 Tidak Cemburu?
24 Kangen Mama Gina
25 Menikahlah Saja
26 Cemburu?
27 Pergi
28 Wanita Dimalam Itu?
29 Ibu Dari Cucu Berharga
30 Bergetar Takut
31 Pengakuan
32 Menikahlah Denganku
33 Kamu Cantik
34 Memeluk Gina
35 Tegas
36 Mengagumi
37 Reuni
38 Dia Menyayangiku?
39 Lunch With Nio
40 Saldo Tak Cukup
41 Terciduk
42 Kau Pikir?
43 Mengunjungi Mama
44 Wedding
45 Wedding 2
46 Janda Muda
47 Ancaman
48 Membuatnya Panas
49 Titip Kiss
50 Daddy ...!
51 My Daddy
52 Pikirkan Arsen
53 Kau Tak Pantas
54 Parasit Dalam Hidupku
55 Dia Mati Rasa?
56 Apa Kau Paham?
57 Tidur Mati
58 Main Panas
59 Helena
60 2211
61 Pilih Mommy
62 Pengen Adik
63 Pedang-pedangan
64 Masih Care?
65 Maafkan Mama
66 Jenni?
67 Cerita Tommy
68 Mantan Kekasih?
69 Meluapkan Kekesalan
70 Belajar Peduli
71 Aku Mencarimu
72 I Hate Daddy
73 Truck Gandeng
74 With Given
75 Makan Ini, Jangan Bersedih
76 Ada Flashback
77 Kiss Me
78 Ayo Menikah
79 Rahim Wanita Lain?
80 Arsen Saja Cukup
81 Menikahi Dia
82 Kebahagiaan Given
83 Keluarga Park
84 Merindukan Pedang
85 Tommy Datang
86 Thanks Mario
87 Guru Bahasa
88 Mau Ini Boleh?
89 Bekas Lipstik
90 Meniduri Istri.
91 Meniduri Istri.
92 Melayani Kamu.
93 Pesta Tuan Kim
94 Pesta Tuan Kim 2
95 Tinggallah Denganku
96 Mimisan
97 Kita Lanjut?
98 Berhasil
99 Ayo Lanjut, maaf telat up.
100 Kamar Berantakan
101 Kelelahan
102 Harus senang atau sedih?
103 Ending, Happy.
104 Malam Pertama 100 juta won
105 SKANDAL CINTA SI KEMBAR
106 Kisah Baru Dimulai (Daddy! Ibuku Bukan Pilihanmu?)
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Bayi Dari Wanita Itu
2
Tidak Mengenalnya
3
Kesempatan Kedua
4
Flashback
5
Masih Flashback
6
Malam kejadian Arsen (21+)
7
Akhir Flashback
8
Interview
9
My Son
10
My Son 2
11
Jadi Mamaku?
12
Khawatir
13
Sakit
14
Jangan Ge'Er
15
Ditemani Arsen
16
Ibu Sementara
17
Tak Sengaja "Kiss"
18
Tidur Bersama
19
Tentang Cinta Pertama.
20
Dipertemukan
21
Saling Memeluk
22
Kiriman Bunga
23
Tidak Cemburu?
24
Kangen Mama Gina
25
Menikahlah Saja
26
Cemburu?
27
Pergi
28
Wanita Dimalam Itu?
29
Ibu Dari Cucu Berharga
30
Bergetar Takut
31
Pengakuan
32
Menikahlah Denganku
33
Kamu Cantik
34
Memeluk Gina
35
Tegas
36
Mengagumi
37
Reuni
38
Dia Menyayangiku?
39
Lunch With Nio
40
Saldo Tak Cukup
41
Terciduk
42
Kau Pikir?
43
Mengunjungi Mama
44
Wedding
45
Wedding 2
46
Janda Muda
47
Ancaman
48
Membuatnya Panas
49
Titip Kiss
50
Daddy ...!
51
My Daddy
52
Pikirkan Arsen
53
Kau Tak Pantas
54
Parasit Dalam Hidupku
55
Dia Mati Rasa?
56
Apa Kau Paham?
57
Tidur Mati
58
Main Panas
59
Helena
60
2211
61
Pilih Mommy
62
Pengen Adik
63
Pedang-pedangan
64
Masih Care?
65
Maafkan Mama
66
Jenni?
67
Cerita Tommy
68
Mantan Kekasih?
69
Meluapkan Kekesalan
70
Belajar Peduli
71
Aku Mencarimu
72
I Hate Daddy
73
Truck Gandeng
74
With Given
75
Makan Ini, Jangan Bersedih
76
Ada Flashback
77
Kiss Me
78
Ayo Menikah
79
Rahim Wanita Lain?
80
Arsen Saja Cukup
81
Menikahi Dia
82
Kebahagiaan Given
83
Keluarga Park
84
Merindukan Pedang
85
Tommy Datang
86
Thanks Mario
87
Guru Bahasa
88
Mau Ini Boleh?
89
Bekas Lipstik
90
Meniduri Istri.
91
Meniduri Istri.
92
Melayani Kamu.
93
Pesta Tuan Kim
94
Pesta Tuan Kim 2
95
Tinggallah Denganku
96
Mimisan
97
Kita Lanjut?
98
Berhasil
99
Ayo Lanjut, maaf telat up.
100
Kamar Berantakan
101
Kelelahan
102
Harus senang atau sedih?
103
Ending, Happy.
104
Malam Pertama 100 juta won
105
SKANDAL CINTA SI KEMBAR
106
Kisah Baru Dimulai (Daddy! Ibuku Bukan Pilihanmu?)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!