Gina seketika tertawa renyah mendengar tebakan asal namun mengena sampai ke hati dari seorang nyonya Yoris.
‘Benarkah aku terlihat menyukai dia? Astaga, mau taro dimana wajahku ini?’
“Tidak mungkin nyonya”
“tidak mungkin apa Gina? Tidak mungkin suka Stefan atau ... tidak mungkin bisa mendapatkan haatinya?”
Gina terlihat gelagapan entah mau bilang apa.
“Aku suka cara kamu menyayangi Arsen. Aku butuh seseorang seperti kamu untuknya. Aku ingin kamu, jadi mama-nya.”
Deg deg.
‘Tapi memang aku yang melahirkan dia nyonya.’ Batin Gina.
Melihat Gina hanya diam, nyonya Yoris itupun melanjutkan apa yang hendak ia katakan.
“Putraku itu, sedang menunggu seseorang. Itu sebabnya dia tidak mau membuka hatinya pada wanita lain."
Boooooom.
Gina seakan merasa ada getaran hebat di dadanya. Sakit? Iya!
“Hmmmm” Gina tersenyum dan berusaha terlihat baik-baik saja.
Mama Lina menebak bahwa hati Gina terganggu mendengar penjelasan darinya barusan.
“ya sudah, aku akan keluar dulu Gina, pikirkanlah yang tadi aku katakan.” Nyonya itu tersenyum hangat kearah Gina.
Tinggallah Gina sendirian di kamarnya itu.
“Ambil hati putranya? Hah! Apa itu boleh? Kak Stefan bahkan terlihat tak sudi menatapku.”
“Mamanya baik juga yah, tau begini, saat Arsen masih dalam kandungan, aku akan merengek padanya untuk menikah dengan kak Stefan.” Sepertinya Gina kini kembali mengaktifkan mode gilanya.
Tok ttok tok
“Gina ...”
“Eh?” terkejut dari pikiran liarnya.
“Kamu yakin akan kembali ke kontrakan?” tanya Stefan, tanpa basa-basi.
“hmmmm” jawab Gina.
“saya mau berikan kamu penawaran.”
“Yaaa?”
“Jadilah ibu untuk anakku. Berhenti dari jabatan sekertaris.”
“hahh? Mak..sud...nya?”
“jangan berpikir aku akan menikahimu. Maksudku, hanya sebatas ibu untuk putraku.”
“Ahh? Oh!”
“Anak itu merengek ingin menjadikanmu ibunya.” Sambungnya lagi.
‘Sial. Kenapa aku merasa bersalah mengatakan ini?’ batin.
“Em ... saya, perlu memikirkannya Pak.”
“Untuk gajimu, kamu akan di bayar dua kali lipat Gina.”
‘Bukan itu yang aku pikirkan saat ini’ batin Gina berteriak.
“apaa ... anda mempercayai saya Pak?” tanya Gina, ragu-ragu.
“Ya, saya cukup percaya sama kamu.”
\=\=\=
Stefan mengutarakan keinginannya pada keduan orang tuanya tentang menjadikan Gina sebagai ibu untuk Arsen.
“Apa kamu Gila? Ini kehidupan anak gadis orang lain Fan.” Mama auto ngegas tak suka.
“Mama kamu benar. Siapa yang akan mau dengannya nanti jika mengira dia adalah ibu dari anakmu?” papa juga tak kalah protes.
“Jadi orang jangan egois kamu Fan.” Sambung mama.
“Hanya untuk sementara. Saat aku menemukan wanita itu, aku akan membebaskan Gina.” Tegas Stefan.
“Wanita mana yang kau maksud?” tanya Papa.
“Yang bernama Helena itu? Gila. Kamu masih menunggunya?” sambung mama.
“Daripada wanita itu, apa kurangnya Gina? Selain cantik dia juga sangat baik, sayang pada Arsen.” Sahut Papa lagi.
Ternyata, pembicaraan itu terdengar oleh Gina.
‘Apa? Jadi ... dia masih menunggu Helena? Wanita demit itu?’ Gina tersenyum getir.
‘Spertinya aku tidak akan pernah dapat tempat di hatinya. Aku saja yang selalu terbawa perasaan dengan perhatiannya. Terpesona seperti orang Gila’
‘Baiklah, aku diberi kepercayaan untuk menjadi ibu untuk putraku sendiri. Bukankah itu lebih baik dari apapun? Dan itu yang memang aku inginkan bukan?’
‘Ya ... fokus saja pada Arsen. Lupakan cinta pertama."
\=\=\=
Dikamar.
Stefan sedang memegang dua benda yang selalu mengingatkannya pada kejadian malam itu. dua benda tersebut seharusnya menjadi petunjuk dari siapa ibu dari anaknya.
Meskipun dalam kondisi mabuk, Stefan masih ingat dengan sangat baik kejadian itu. namun salahnya adalah hanya sedikit pencahayaan dari lampu tidur sehingga Stefan tidak dapat melihat wajah wanita itu dengan jelas.
“Apa dia memang wanita bodoh?”
“Dia menyerahkan malam pertamanya padaku, lalu pergi begitu saja? Bahkan anak yang dia lahirkan, dia tega meninggalkannya? Benar-benar wanita tak berperasaan.” Gumam Stefan.
Kemarahan pria itu terasa menyulut tatkala mengingat tentang wanita itu.
“Aaaaaaaaaaaa” teriaknya geram.
“gara-gara dia, aku ditinggalkan oleh Helena, cintaku.” Stefan meremas dua benda itu.
“Tunggu saja kau. Suatu saat, aku pasti akan menemukanmu.”
.
.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Putri Nunggal
justru helena yang dah bosan dg mu, dia lebih suka memamerkaan tubuhnya pada tuan lee
2022-12-14
0
Putri Nunggal
dan kau sudah menemukannya tp kau tidak menyadarinya
2022-12-14
0
Putri Nunggal
dulu wanita itu sakit fan makanya ngasih anaknya sama kamu
2022-12-14
0