Stefan memberi kode lewat gerakan kepalanya pada Gina untuk masuk. Wanita itu pun, terpaksa menyetujui.
Ini adalah pertama kali bagi Gina masuk ke kamar Stefan. Ia merasa kagum dengan kamar ini. Satu kata untuk menyimpulkannya adalah kata “Keren”
Stefan lalu memakai piyama tidurnya setelah mengerti akan tatapan aneh dari gina, melihat tubuh polosnya itu.
“Yuahuuuuuiii tidur bareng papa mama!” anak itu tampak sangat senang.
“Sini Mah, Pah!”
Stefan dan Gina hanya bisa menuruti. Tak apa, yang penting Arsen senang. Pikir mereka.
Ketiganya pun berbaring bersama dengan posisi terlentang, kaku.
“Ma, Pa, peluk Arsen.” Suruh bocah itu, pelan. Bocah itu satu-satunya orang yang tidak merasa canggung disini.
Karena permintaan anak berharganya itu, mau tak mau kedua orang dewasa yang tak terlibat hubungan asmara itu pun terpaksa harus terlihat seperti sepasang suami istri yang sangat kompak. Mereka memeluk Arsen dan kini mata keduanya tiba-tiba saja saling menatap. Perasaan canggung kian terasa.
‘Tolong! Perasaan ini lagi-lagi datang’ (Gina)
‘Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa gugup?’ (Stefan)
Arsen mulai menutup mata. Tangan kecilnya itu meraba tangan dua insan itu, membuat kedua tangan besar itu saling bersentuhan.
Deg deg
Deg deg
‘Arsen, jangan menyiksa mama’ batin gina lagi.
‘Dia terlihat makin cantik jika sedekat ini.’
‘Akh... perasaan apa ini? Apa aku mulai gila? Bisa gawat jika terus menatapnya.’ Stefan memaksa matanya untuk tertutup.
‘Jika kami tidak bisa bersatu, lalu kenapa kami bahkan tidur bersama seperti ini?’
‘Wanita macam apa aku ini? Apa aku sudah tidak ada harga diri?’
Terlelap.
.........
Pukul 2 dini hari.
“Pa ....”
“papa....”
Stefan mulai bereaksi ketika merasa terganggu, tangannya yang kini di remas-remas oleh seseorang.
(“Papa”)
Stefan pun terbangun dan membuka mata.
‘Kenapa dia?’
(“Paaaaa maaafin Ginaaa”)
‘Dia bermimpi?’
(“Paaaa, jangan usir Ginaa. Kasihan, anak ini cucu papa!”)
‘Apa? Papa? Cucu? Anak? Mimpi apa dia? Kenapa sampai menangis?’
“Ginaaa, tenanglah!” menepuk-nepuk bahu Gina, pelan.
( Papaaaaaaaa ) sontak wanita itu terbangun dari baringnya, terkejut dengan teriakannya sendiri. Tapi ternyata ia tidak bangun sepenuhnya. Ia tidak menyadari sedang bersama siapa dirinya saat ini.
(Papaaaaa) lirihnya, kini dengan nada lirih, menangis.
Stefan merasa seketika beban moralnya bergejolak melihat wanita ini menangis. Ia pun beranjak, berpindah ke sisi Gina. Stefan, memeluk Gina. Ya ... pelukan yang berhak diterima oleh seseorang yang sedang sangat rapuh seperti Gina.
Gina pun, sepertinya menikmati kehangatan itu. ia mengira bahwa papa-lah yang sedang memeluknya. Wanita itu, kembali bergumam.
( Pa... dia cinta pertama aku. Hiks hiks )
( Ayah anak ini, cinta pertama aku pah, hiks hiks)
‘Apa? Dia bermimpi punya anak? Cinta pertama? Siapa orang ini sebenarnya? Kenapa ... mimpinya terdengar sangat nyata?’
.......
Pagi harinya, stefan terbangun lebih dulu.
“Owhhh ya ampun! Ternyata aku masih disampingnya?” Stefan terkejut mendapati dirinya yang tertidur sambil memeluk Gina.
Pria itu kembali dilanda kegugupan.
‘Tadi aku hanya menenangkannya dan tertidur. Itu hal yang normal. Tidak berarti apa-apa.’
Pria itu lalu beranjak karena merasa kehausan. Sebelum meninggalkan kedua orang itu, ia membenarkan letak selimut keduanya.
Ceklek, membuka pintu.
“Pagi sayang!”
“Mama? Kenapa mama mondar mandir depan kamar aku?”
“Owh ... begini, mama mencari Arsen dan—“
“Mereka tidur bersama ku Ma”
😯“Kamu ... tidur bersama gina?”
“Santai Ma, tidak tidur berdua, tapi bertiga. Jangan mikir yang aneh-aneh” Stefan mulai menangkap gelagat mama yang berlebihan.
Mama Lina pun nyelonong masuk dan benar saja. Cucunya dan juga Gina sedang tidur di atas kasur empuk milik Stefan. Hati mama pun merasa berbunga-bunga.
‘Aku yakin, Stefan hanya belum menyadari perasaannya.’🥰
Hari ini, Lina, Nyonya Yoris itu akan mengadakan pesta kecil-kecilan dan akan mengundang teman-temannya.
Maka, saat ini dirinya sedang memantau kesiapan menu hidangan yang mulai di proses oleh para koki dan pelayan dapurnya. Ia mengingatkan pada mereka untuk membuat hidangan lezat, jangan sampai tidak enak.
“Selamat pagi nyonya!" sapa Gina pada nenek dari anaknya itu.
“Pagi Gin!” memberikan senyum menggodanya.
“Bagaimana, tidur bareng Stefan kan, semalam?”😁
“haah?”😮 Gina tampak terkejut.
“Tidak usah kaget. Ayo, lebih semangat lagi. kamu akan berhasil memiliki hatinya. Hmm!”😉
Gina terdiam dengan tatapan aneh.
“Tid-tidak seperti itu nyonya,” tandasnya, terbatah.
“Seperti itu juga tidak masalah kok gin, apapun alasannya, tidak masalah. Hmmm!” mama mengedipkan mata.
‘Sumpah, aku tidak sedang berusaha mengejarnya nyonya...’
Gina frustasi dengan tebakan salah nonya-nya ini.
“Gin, akan ada pesta kecil-kecilan di rumah ini nanti sore hingga malam. Jangan lupa, kamu juga bergabung ya,”
“Oh? Iya nyonya.”
‘Tapi ... kenapa perasaanku jadi tidak enak?
.
.
Bersambung.
Hai.. semangat gess😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Fadilah Elfa
ceritanya menarik dari awal enggak bosenin marathon ampe pagi thank you author ,campur aduk bcanya😁😁😁
2022-08-24
2
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
semoga ada papanyaa ginaa 🤭🤭
2021-07-12
1
Siti Zahra Aulia
next Thor,suka sama alur cerita'y
2021-05-18
3