My Son 2

“Gina, ayo ikut saya,”

Dengan langkah tegas, tanpa menoleh kearah orang yang di maksud, Stefan melewati Gina seraya mengeluarkan kalimat ajakan itu dari

mulutnya.

“Ki-kita mau kemana ya pak?” dengan otak yang penuh tanda tanya, Gina bertanya namun tetap beranjak dari duduknya.

“Apa kamu diberi hak untuk bertanya? Kalau atasan mengajak atau menyuruhmu apapun, kau hanya perlu menuruti.” Berbicara tanpa menoleh,

terus melanjutkan langkah tegasnya.

“ih, jutek banget si?’ 🙄 Gina mengikuti langkah bosnya yang terkadang terlihat angkuh itu, keluar dari gedung perusahaan.

.

Waktu sudah hampir gelap. Mobil yang membawa keduanya kini memasuki gerbang besar, seketika perasaan takut menyelimuti Gina. ‘Jadi, aku

diajak ke rumah ini? Bertemu Arsen lagi? anakku, mama datang’ batin Gina.

”Ini adalah kediaman keluarga saya. Saya ingin

memperkenalkanmu dengan anak dan orangtuaku.”

Degh

Gina tersenyum lebar walaupun jantungnya sangat gugup.

“Apa yang ada di pikiranmu? Jangan berpikir yang aneh-aneh.”

Untuk pertama kalinya, Stefan merasa kesal melihat senyuman Gina. Seolah wanita itu telah berhasil mendapat sesuatu yang sangat berharga. Ia mengira, Gina telah berpikir berlebihan.

“Ma-maaf pak, bu-kan itu maksud saya.”

“lalu kenapa tersenyum senang? Apa kau kira aku akan memperkenalkanmu untuk jadi bagian dari keluargaku?”

‘wajahmu itu tidak bisa berbohong’ kesalnya dalam hati.

“Maaf pak,” ucap Gina, sopan.

‘Tapi bisakah anda tidak seketus itu?’ sambungnya dalam hati.

.

Stefan dan Gina keluar dari mobil, lalu melangkah masuk ke dalam rumah besar itu. Dengan sikap tau dirinya, Gina berjalan di belakang Stefan seperti biasa.

“Papa!”

Deg

Deg

Deg

Jantung Gina berdegup tak karuan. Seorang anak laki-laki menyambut Stefan dengan meneriaki nama papa.

“wah, anak papa! Apa tidak nakal hari ini?"

“Enggak papa.” Arsen memeluk ayahnya itu. “Papa ... siapa tante ini?” menunjuk Gina dengan telunjuk kecilnya.

Gina hanya mampu menunduk, menahan diri dari rasa ingin memeluk anak itu, ia merasa sangat malu menatap wajah anaknya sendiri.

“Boy, tante ini sekertaris papa. Kamu bisa panggil dia tante Gina.” Stefan memicing saat meirik Gina dan menangkap keanehan dari gelagat Gina.

“Ehm!” Stefan berdehem untuk menyadarkan Gina.

“Hai tante ... namaku Arsen.” Tangan kecilnya itu ia berikan untuk berkenalan.

Dengan takut-takut, Gina menyambut tangan putranya itu. “Hai,Arsen” Gina nampak sangat kikuk.

‘ini mama sayang, aku yang melahirkan kamu. Kamu berasal dari rahim aku. Kamu milikku. Aku hanya menitipmu disini. Apa ... ini saatnya

membawamu pergi?’ Gina tidak ingat untuk melepas jabatan tangan Arsen. Pikiran Gila

sedang mendominasi hampir  di seluruh

otaknya.

“Stefan, kau sudah pulang?” papa Toni menghampiri.

Gina melepas tangan Arsen setelah tersadar dari lamunannya, lalu kembali berdiri.

“Waaa... papa Arsen sudah pulang. senang sayang?” mama Lina pun menyusul suaminya.

‘Syukurlah, sepertinya ... mereka sangat menyayangi anakku,’ Gina berkata lirih dalam hatinya.

“Ma, Pa, dia Gina, sekertaris baru aku.” Stefan

memperkenalkan Gina.

.

Kini, mereka berada di ruang keluarga yang sangat luas itu. semua orang duduk diam dengan perasaan canggung. Tak ada yang mengeluarkan

suara. Papa dan mama hanya menunggu sekiranya ada penjelasan dari Stefan mengenai wanita cantik yang ada dihadapan mereka ini. Meskipun sudah tau gadis ini adalah sekertaris anaknya, tapi bukanlah hal biasa bagi Stefan mengajak

wanita menemui orang tuanya.

“Arsen, ngobrol sama tante Gina dulu ya, papa mau bicaradengan kakek dan nenekmu.” Mengacak pelan ambut bocah yang ada di pangkuannya

itu.

“Oke Papa,” Arsen turun dari pangkuan ayahnya, lalu menghampiri Gina dan mengajak wanita yang dipanggilnya tante itu untuk melihat kamarnya.

Tentu saja Gina menuruti anak itu dengan senang hati.

.

Tiba di kamar Arsen.

“Silakan tante,” Arsen tersenyum manis mempersilahkan Gina untuk masuk, dan diangguki oleh Gina.

Arsen kembali menutup pintu kamarnya, berlari melewati Gina menuju mainannya yang sangat banyak.

“Arsen,”

Anak itu pun menoleh karena Gina memanggil namanya.

“Apa ... aku boleh memelukmu? Sebentar saja.” Ucap Lina, pelan, sangat hati-hati.

Tak disangka, Arsen merentangkan kedua tangannya.

Tanpa aba-aba, Gina mendekati Arsen dan ... memeluk anak itu dengan sangat erat.

‘Anakku, Arsenku,’  Gina menangis memeluk anaknya itu, menangis dalam diam.

'Terima kasih sudah tumbuh dengan sehat sayang. Mama sayang kamu. Arseen,' Air mata Gina mengalir kian banyak saat anak itu mengelus punggung belakangnya.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Andriyati

Andriyati

gina gak boleh gt,, bagaimanapun arsen di besarkan oleh mereka penuh kasih sayang sejak kamu meninggalkan nya D umur 6 bulan, terkesan tidak adil kalau kamu bilang hanya menitipkan,, itu namanya egois

2023-10-06

1

Putri Nunggal

Putri Nunggal

aaah terhuraaaaaaaa aku

2022-12-14

0

Putri Nunggal

Putri Nunggal

jangan kegeeran stefan hanya memeperkenalkan mu sebagai sekertaris bukan sbg calon ibu dari anakmu

2022-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bayi Dari Wanita Itu
2 Tidak Mengenalnya
3 Kesempatan Kedua
4 Flashback
5 Masih Flashback
6 Malam kejadian Arsen (21+)
7 Akhir Flashback
8 Interview
9 My Son
10 My Son 2
11 Jadi Mamaku?
12 Khawatir
13 Sakit
14 Jangan Ge'Er
15 Ditemani Arsen
16 Ibu Sementara
17 Tak Sengaja "Kiss"
18 Tidur Bersama
19 Tentang Cinta Pertama.
20 Dipertemukan
21 Saling Memeluk
22 Kiriman Bunga
23 Tidak Cemburu?
24 Kangen Mama Gina
25 Menikahlah Saja
26 Cemburu?
27 Pergi
28 Wanita Dimalam Itu?
29 Ibu Dari Cucu Berharga
30 Bergetar Takut
31 Pengakuan
32 Menikahlah Denganku
33 Kamu Cantik
34 Memeluk Gina
35 Tegas
36 Mengagumi
37 Reuni
38 Dia Menyayangiku?
39 Lunch With Nio
40 Saldo Tak Cukup
41 Terciduk
42 Kau Pikir?
43 Mengunjungi Mama
44 Wedding
45 Wedding 2
46 Janda Muda
47 Ancaman
48 Membuatnya Panas
49 Titip Kiss
50 Daddy ...!
51 My Daddy
52 Pikirkan Arsen
53 Kau Tak Pantas
54 Parasit Dalam Hidupku
55 Dia Mati Rasa?
56 Apa Kau Paham?
57 Tidur Mati
58 Main Panas
59 Helena
60 2211
61 Pilih Mommy
62 Pengen Adik
63 Pedang-pedangan
64 Masih Care?
65 Maafkan Mama
66 Jenni?
67 Cerita Tommy
68 Mantan Kekasih?
69 Meluapkan Kekesalan
70 Belajar Peduli
71 Aku Mencarimu
72 I Hate Daddy
73 Truck Gandeng
74 With Given
75 Makan Ini, Jangan Bersedih
76 Ada Flashback
77 Kiss Me
78 Ayo Menikah
79 Rahim Wanita Lain?
80 Arsen Saja Cukup
81 Menikahi Dia
82 Kebahagiaan Given
83 Keluarga Park
84 Merindukan Pedang
85 Tommy Datang
86 Thanks Mario
87 Guru Bahasa
88 Mau Ini Boleh?
89 Bekas Lipstik
90 Meniduri Istri.
91 Meniduri Istri.
92 Melayani Kamu.
93 Pesta Tuan Kim
94 Pesta Tuan Kim 2
95 Tinggallah Denganku
96 Mimisan
97 Kita Lanjut?
98 Berhasil
99 Ayo Lanjut, maaf telat up.
100 Kamar Berantakan
101 Kelelahan
102 Harus senang atau sedih?
103 Ending, Happy.
104 Malam Pertama 100 juta won
105 SKANDAL CINTA SI KEMBAR
106 Kisah Baru Dimulai (Daddy! Ibuku Bukan Pilihanmu?)
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Bayi Dari Wanita Itu
2
Tidak Mengenalnya
3
Kesempatan Kedua
4
Flashback
5
Masih Flashback
6
Malam kejadian Arsen (21+)
7
Akhir Flashback
8
Interview
9
My Son
10
My Son 2
11
Jadi Mamaku?
12
Khawatir
13
Sakit
14
Jangan Ge'Er
15
Ditemani Arsen
16
Ibu Sementara
17
Tak Sengaja "Kiss"
18
Tidur Bersama
19
Tentang Cinta Pertama.
20
Dipertemukan
21
Saling Memeluk
22
Kiriman Bunga
23
Tidak Cemburu?
24
Kangen Mama Gina
25
Menikahlah Saja
26
Cemburu?
27
Pergi
28
Wanita Dimalam Itu?
29
Ibu Dari Cucu Berharga
30
Bergetar Takut
31
Pengakuan
32
Menikahlah Denganku
33
Kamu Cantik
34
Memeluk Gina
35
Tegas
36
Mengagumi
37
Reuni
38
Dia Menyayangiku?
39
Lunch With Nio
40
Saldo Tak Cukup
41
Terciduk
42
Kau Pikir?
43
Mengunjungi Mama
44
Wedding
45
Wedding 2
46
Janda Muda
47
Ancaman
48
Membuatnya Panas
49
Titip Kiss
50
Daddy ...!
51
My Daddy
52
Pikirkan Arsen
53
Kau Tak Pantas
54
Parasit Dalam Hidupku
55
Dia Mati Rasa?
56
Apa Kau Paham?
57
Tidur Mati
58
Main Panas
59
Helena
60
2211
61
Pilih Mommy
62
Pengen Adik
63
Pedang-pedangan
64
Masih Care?
65
Maafkan Mama
66
Jenni?
67
Cerita Tommy
68
Mantan Kekasih?
69
Meluapkan Kekesalan
70
Belajar Peduli
71
Aku Mencarimu
72
I Hate Daddy
73
Truck Gandeng
74
With Given
75
Makan Ini, Jangan Bersedih
76
Ada Flashback
77
Kiss Me
78
Ayo Menikah
79
Rahim Wanita Lain?
80
Arsen Saja Cukup
81
Menikahi Dia
82
Kebahagiaan Given
83
Keluarga Park
84
Merindukan Pedang
85
Tommy Datang
86
Thanks Mario
87
Guru Bahasa
88
Mau Ini Boleh?
89
Bekas Lipstik
90
Meniduri Istri.
91
Meniduri Istri.
92
Melayani Kamu.
93
Pesta Tuan Kim
94
Pesta Tuan Kim 2
95
Tinggallah Denganku
96
Mimisan
97
Kita Lanjut?
98
Berhasil
99
Ayo Lanjut, maaf telat up.
100
Kamar Berantakan
101
Kelelahan
102
Harus senang atau sedih?
103
Ending, Happy.
104
Malam Pertama 100 juta won
105
SKANDAL CINTA SI KEMBAR
106
Kisah Baru Dimulai (Daddy! Ibuku Bukan Pilihanmu?)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!