Seperti seorang anak yang menuruti perkataan ibu nya, begitulah Chara saat ini, ia duduk manis diatas sofa ruangan kerja Raffa, tanpa berkomentar apapun.
Raffa yang tidak melihat Chara bingung pun langsung berdiri lalu mengambil beberapa buku dan memberikanya pada Chara.
"Baca ini jika kamu merasa bosan" ucap Raffa sambil meletak buku buku itu diatas meja.
"Iya Tuan" jawab Chara dengan seyum terpaksa karena ia merasa bosan berlama lama diruangan itu.
Setelah mendapat jawaban dari Chara, Raffa pun kembali kekursi kebesarannya.
"Buku apaan ini tebal bangat? perasaan waktu sekolah dulu, buku pelajaran gua nggak tebal tebal amat kegini" batin Chara sambil membolak balikan semua buku buku itu lalu menyimpannya kembali dengan rapi.
Ketika Chara mengangkat kepalanya, ia tak sengaja melihat Raffa yang sedang seyum seyum sendiri didepan layar komputer.
"Ngapain tu mahkluk astral, kenapa dia seyum seyum sendiri? tapi kalo dilihat lihat Dia tampan juga sih, apalagi tadi pas Dia ngobatin luka gua oowww sweet banget" batin Chara terseyum sambil terus memperhatikan Raffa.
"Kenapa Dia melihatku seperti itu? apa Dia mulai mengagumi ketampanankum" batin Raffa menyapu nyapu rambutnya so keren dan terus menatap layar komputernya.
"Waduhh, apa Dia sadar gua liatin dari tadi?" batin Chara sambil membenarkan posisi duduknya.
Kedua insan yang belum menyadari perasaan masing masing itu pun saling melirik dan membatin sampai akhirnya terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Tuan" ucap Chris ketika masuk
Raffa yang melihat Chris masuk pun langsung berdiri, lalu mengambil tentangan dari tangan Chris dan mambawanya menuju Chara, tanpa menunggu lama Raffa langsung membuka plastik yang berisi makanan itu, lalu menyajikannya pada Chara.
"Habis kan makanan ini" perintah Raffa dengan muka serius.
"Saya Tuan?" tanya Chara bingung.
"Iyaa, siapa lagi yang ada diruangan ini? cepat habiskan makanan itu, setelah itu ninum obat ini dan istirahatlah, hari ini aku menginikanmu untuk bermalas malasan" sahut Raffa dengan muka serius.
Karena Chara merasa lapar, tanpa berpikir panjang Chara pun langsung menyantap makanan itu, seperti seorang anak kecil, ia tidak mempedulikan Raffa dan Chris yang berada diruang itu.
Raffa yang melihat Chara makan didepannya seperti anak kecil, menatapnya tak berkedip, bahkan cara makan Chara yang sepert orang kampung itu sangat lucu dimatanya, sampai akhirnya suara sendawan Chara yang kekeyangan mengagetkan 2 pria itu.
"Hehehe maaf" ucap Chara tak tau malu sambil menampak semua giginya.
Bukannya ilfil, Raffa mala terseyum melihat tingkah Chara. Raffa yang terkenal sebagai pria perfectionist dan paling benci dengan hal hal jorok mala terlihat menikmati semua tikah yang ditunjukan oleh gadis itu.
Sementara Chris yang melihat tuannya seyum seyum sendiri merasa menrinding dan tidak masuk akal.
Selesai memberikan Chara obat, Raffa pun kembali ke meja kerjanya karena masi banyak pekerjaannya yang menunggunya, begitu juga dengan Chris, ia pun telah kembali keruangannya.
Rencana pembagian hadiah untuk semua karyawan pun ditundah begitu saja karena Chara yang sedang sakit.
Satu jam berlalu, Raffa yang sedang fokus dengan kerjaannya mendengar bunyin suara yang tidak biasa ditelinganya. Raffa mengerutkan dahinya merasa terganggu dengan suata itu, karena penasaran ia pun mulai mencari arah sumber suara.
Raffa terseyun sambil menggelengkan kepala, ketika melihat Chara telah terlelap dengan posisi miring, gadis itu tidur dengan mulut sedikit terbuka, dan suara ngorok yang begitu mengganggu pendrngaran.
Raffa merasa tak percaya, bagaimna bisa ada perempuan semacam Chara, apa gadis itu tidak memikirka image nya sama sekali.
Raffa mendekat, lalu duduk berjongkok dihadapan Chara, Ia menatap dalam wajah polong yang sedang terlelap itu, tanganya terangkat lalu membeli dan benarkan rambut Chara yang menutup wajah nya.
Pelan tapi pasti, Raffa mulai memajukan mukanya dan seketika mengecup kening Chara, merasa belum puas, Raffa pun kembali memajukan mukanya, namun kali ini bukan kening lagi yang menjadi sasaran, melain kan bibir pink yang hanya memakai lip gloss itu.
Satu kecupan, dua kecupan, tiga kecupan, hingga ia hendak mendaratkan kecupan keempat, Chara yang merasa tidurnya terganggu pun langsung membalikan badan, sontak Raffa kaget dan langsung mendurkan badannya.
Raffa bernafas lega sambil mengelus dadanya, ia seperti pencuri yang ketakutan karena hampir saja tertangkap, Raffa terseyum geli mengingat tingkahnya sendiri.
Karena tidak ingin tergoda, dan melakukan hal hal aneh lainnya, Reffa memutusakan untuk memindahkan Chara keruangan pribadinya, tanpa menunggu lama Raffa langsung mengangkat tubuh gadis itu kedalam kamar.
Raffa sengaja menyiapkan sebuah kamar tidur dirungannya agar ketika ia merasa lelah ataupun tidak enak badan Raffa langsung mengistirahatkan tubuhnya disana.
Pelan namun pasti Raffa membaringkan tubuh Chara diatas ranjang, stelah menyelimuti gadis itu, Raffa kembali menatap wajah polos itu, ingin sekali Raffa ikut berbaring disampingnya, bahkan ia ingin melihat wajah gadis itu sebelum dan sesudah ia bangun tidur, namun Raffa tak berdaya untuk saat ini hanya itu yang bisa ia lakukan.
Raffa harus menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya pada Chara, Ia tidak ingin bertidak gegabah karena takut Chara pergi dan meninggalkanya lagi.
*****
Jam dinding menunjukan pukul 04:00 sore hari, Chara menggeliat lalu perlahan Ia membuka matanya.
"Aaahh nyaman skali tidurku kali ini" ucapnya masi belum sadar dengan keberadaanya, namun beberapa detik kudian ia mulai memperhatikan sekelilingnya, tempat itu terasa asing baginya.
"Aku dimana ini" ucapnya sambil melihat sekelilingnya lalu memeriksa tubuhnya, Chara bernafas lega ketika melihat pakiannya masi untuh dan tidak ada tanda tanda mencuriga lainnya.
Chara menyingkap selimutnya, lalu turun dari atas ranjang, Chara mulai mengendap ngedap seperti maling lalu mengitip dari balik pintu untuk memastikan siapa yang berada diluar kamar.
Chara membulatkan kedua matanya ketika melihat Raffa dan Chris sedang duduk santai disofa.
"Mampus gua, kenapa bisa ketiduran sih? dan tadikan gua duduk disana" ucapnya pelan dengan muka bingung.
Chara bingung antara keluar atau tidak, Ia merasa sangat takut karena tertidur diruangan atasannya dijam kerja pula, Chara terus saja meruti kecerobohannya.
"Sudah bangun?" tanya Raffa yang melihat lengan Chara dibalik pintu dan ucap itu mampu menggetarkan seluruh tubuh Chara.
"Tuan maafkan saya karena telah lancang tidur dijam karja" ucap Chara sambil membungkuk memberi hormat, ia benar benar takut pada atasannya itu.
"Tidak masala nona, tinggal kamu totalkan saja berapa smua bianyanya" sahut Raffa berusaha serius.
"Ma-maksud Tuan?" tanya Chara terbata.
"Chris tunjukan" ucap Raffa sambil berjalan menuju kursi kebesrannya
Chris pun menyerahkan selembar kertas pada Chara.
Surat penagihan utang
Biaya pengobatan kaki memar .
Biaya makan + obat.
Biaya menggendong ke kamar.
Biaya malas malasan seharian.
Chara mengkerutkan dahinya membaca isi surat itu.
"Biaya menggendong kekamar? jadi maksudnya dia? apa apaan ini" bantin Chara terlihat kesal dengan smua isi surat itu.
"Tapi kamu temang saja, aku tidak akan menagihnya sekarang, kamu simpan saja kertas itu sebagai bukti, aku akan menagihnya ketika aku butuh nanti" ucap Raffa dengan santai.
"Ni orang bener bener ya, seenak jidatnya aja ngebacot" batin Chara mulai emosi lalu berpamitan keluar dari ruang itu.
Sebenarnya Raffa tidak tega melakukan semua itu, karena Raffa ingin mengambil hati Chara dan membuat Chara benar benar jatuh cinta padanya, tapi mengingat kesalahan yang pernah ia lakukan, Raffa takut Chara pergi meninggalkanya lagi, Raffa berfikir hanya dengan cara ini ia bisa mengikat Chara dan perlahan ia akan tunjukan rasa sayangnya pada Chara.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang masi setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏
Mohon jangan pada ngamuk ya bila upnya lama, Author masi cari wangsit dulu untuk pelaris😅😅✌✌
Jangan lupa dukung Author selalu dengan LIKE & COMENTAR kalian smua😘😘
Dan Jangan lupa pesan IBU, berbagi dan bersabat itu indah, jadi berbagilah hadiah dan beri Vote pada Author biar lebih semangat up nya🥰🥰
love u all🖤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Indah Alifah
mengingatkanku dng sekeetaris Han kesayangan yg pemaksa.😊😊
2023-03-06
1
🌷Tuti Komalasari🌷
kapan Raffa jujur sih😐
2022-04-05
4
Mien Mey
d nikmati ajlah..
2021-07-04
0