Sore hari Chara kembali melajukan motor beat kesayangannya membela padatnya arus lalu lintas sore itu, saat melewati pinggir Danau, Chara berhenti sejenak dan menatap ke arah Danau itu.
Tampak danau itu sudah berubah dari 20 tahun yang lalu, Chara pun memarkirkan motornya lalu berjalan mendekat ke pinggir Danau untuk menghirup udara segar disana itu.
Suasana tampak ramai, banyak anak anak kecil berkeliaran kesana kemari, tempat itu lebih cocok disebut taman bermain sekarang, karena pemerintah setempat telah mengelolanya dan memberikan beberapa fasilitas bermain untuk anak anak kecil.
Chara berjalan mengelilingi Danau itu, sambil melihat anak anak yang tampak sangat menikmati keindahan Danau itu.
"Rasanya baru kemarin aku seperti mereka" gumam Chara pelan sambil tersenyum.
"Gimana kabarnya si gendut ya, apa sekarang dia masih doyan makan?" lanjut Chara Lalu ia berjalan dan duduk di salasatu kursi sambil menikmati pemandangan disana.
Saat sedang asik melihat anak anak itu bermain, tak sengaja matanya menangkap sosok yang mulai fasilitas di matanya.
"Bukannya itu Tuan Raffa?"ucapnya pelan sambil mengucek mata untuk memastikan yang dilihatnya benar-benar Raffa atas barunya.
"Iya bener itu Tuan Raffa, makhluk astral seperti Dia bisa berbaur juga ternyata" lanjut Chara merasa tidak percaya karena melihat Raffa di tengah kerumunan banyak orang.
Karena Hari sudah semakin sore, akhirnya Chara pun memutuskan untuk pulang kerumah.
******
Dering ponsel Tian berbunyi pertanda ada sebuah panggilan masuk, Tian pun sedikit menjauh dari Rafa untuk mengangkat panggilan itu, beberapa menit kemudian ia kembali mendekat ke arah Raffa.
"Tuan ada informasi tentang Nona Chara" ucapan Tian mampu membuat kuping Raffa berdiri dan pria langsung berbalik dengan tatapan penuh harapan.
"Orangnya minta bertemu di Cafe xxx Tuan" lanjut Tian.
Tanpa berbasa basi lagi, Raffa langsung melangkah lebar menuju mobil. Seperti mendapat angin segar raut wajah pria dingin itu berseri seri, tampak jelas Raffa sangat berharap dengan pertemuan kali ini.
"Apa mobil ini tidak bisa melaju lebih cepat?" tanya Raffa tak sabar
"Maaf Tuan" ucap Tian dan langsung menamba kecepatan lajunya.
Beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di Cafe xxx, tanpa menunggu dibukakan pintu, Raffa langsung turun dan melangkah masuk kedalam Cafe itu, rupanya Raffa benar benar sudah tak sabar, Tian pun sedikit berlari mengikuti langkah tuannya.
"Katakan informasi apa yang kau bawa" tanya Raffa yang kini telah duduk berhadapan dengan si pembawa informasi itu, sedangkan Tian berdiri sigap di belakangnya.
"Begini Tuan, menurut info yang saya dapat, benar bahwa 20 tahun lalu nona Chara bersama Ibunya pergi ke kota xxx, tapi belum sampai sebulan mereka sudah kembali ke kota ini karena Ayahnya sakit dan tak lama kemudian meninggal dunia" jelas si pembawa informasi itu.
Raffa mendengar dengan seksama penjelasan orang itu, ia semakin merasa penasaran.
"Lanjut" ucap Raffa dengan muka serius.
"Ma-maaf Tuan, hanya itu info yang saya dapat" jawab si pembawa informasi dan seketika merubah raut wajah Raffa.
"Sama sekali tidak punya info setelah Dia besar?" tanya Raffa memastikan dengan kedua rahang mengeras.
Si pembawa informasi itu pun menggeleng pelan, sambil menunduk ketakutan karena melihat expresi Raffa yang berubah menyeramkan.
Praaaang, bunyi gebrakan meja membuat si pembawa informasi itu terlonjak kaget sambil mengelus elus dadanya.
Raffa menggebrak meja secara tiba tiba sambil berdiri, dengan penuh amarah dan rasa kecewa Raffa pun melangkah hendak keluar dari Cafe itu.
"Bereskan Dia" ucap Rafa dan langsung meninggalkan tempat itu.
"Apa kau sudah bosan hidup sampai seceroboh ini, hah?" tanya Tian dengan rahang mengeras sambil mencengkram kuat bahu si pembawa informasi itu, lalu Tian mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dan menempelkan pada kening orang itu lalu melangkah keluar menyusul Tuannya.
"Apa tidurmu kurang nyenyak akhir akhir ini? kenapa kau bisa seceroboh ini?" tanya Rafa yang kini sudah duduk didalam mobil. Terlihat jelas dari muka Raffa, pria itu sangat kecewa. Lagi lagi ia gagal mendapat informasi tentang teman masa kecilnya.
"Maaf Tuan" ucap Tian tak bisa berkata apapun.
"Chara, dimana kamu sampe sampe saya kesulitan menemukan mu" batin Raffa dengan tatapan tak berarah.
Mobil pun melaju menuju mansion utama karena hari sudah malam.
****************
Gedung Aditama Group
Raffa sedang serius berkutat dengan berkas dan laptop di hadapannya sambil sesekali memijat pelan kepalanya yang terasa sakit.
"Kenapa berat sekali kepalaku" ucap Raffa sambil merenggangkan otot lehernya, lalu meraih telefon dan menghubungi sekertarisnya.
Dua kali sambungan telepon itu terhubung namun tak ada jawaban sana, Raffa menoleh kearah jam dinding yang kini menunjukan pukul 12:15.
"Jam istirahat" gumam Raffa, lalu kembali meletan telepon kabel itu.
Raffa berdiri lalu berjalan keluar ruangan, keadaan luar tampak sepi tidak ada satu karyawan pun yang berlalu lalang, Tian sendiri pun sedang membelikan makan siang untuk mereka berdua.
Karena tidak menemukan siapapun diluar, Raffa berjalan menuju pantry, bermaksud membuat minuman hangat untuk meredakan sakit kepalanya. Saat sampe dipentri pandangan Raffa menangkap sosok Chara yang sedang makan sendirian disana.
Chara kaget dan langsung berdiri, karena mulutnya penuh nasih dan buru buru menelannya Chara pun terbatuk batuk dan tidak sengaja menyembur makanan itu mengenain jas Raffa.
"Ma-maafkan saya Tuan" ucap Chara gugup lalu mengambil tisu bermaksud membersihkan jas Raffa.
Raffa mencengkram kuat tangan Chara yang hendak menyentuhnya, dengan rahang mengeras dan tatapan mata tajam ia berucap.
"Jaga sikapmu jika ingin tetap bekerja disini" Raffa menepis kasar tangan Chara dan melangkah keluar dari pantry.
"Aaaaaaahhh" ringis Chara sambil melihat pergelangan tangannya yang membiru karena cengkraman Raffa itu.
"Besar juga tenaganya sampe membekas gini" ucap Chara lalu bergegas melanjutkan pekerjaanya.
"Apa kau beli makanannya di luar angkasa?" tanya Raffa saat Tian membuka pintu.
"Maaf Tuan jalanan macet" sahut Tian sambil meletakan paper bag yang ia bawa ke atas meja lalu mulai membukanya, dan mereka berdua pun langsung makan siang bersama.
:
:
:
Happy reading guys, Love U All😘😘😇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
siapa aku?
mungkin familiar maksudnya?
2023-06-06
2
Lily Chaeroni
mulai fasilitas??
2022-11-08
0
tris tanto
umurnya brp ya,,sudah 20th gtyu wktu terlewatkn
2022-08-20
0