Chara berjalan dengan muka penuh amarah menuju ruangan karyawan, ia merasa sangat kesal dan terus merutuki Raffa yang seenaknya saja meminta bayaran atas apa yang tidak ia perbuat.
"Dasar aneh, Dia yang memintaku menurutinya Dia juga yang minta bayaran. Iiiiihhhhhh pengen banget gua tonjok mukanya." omel Chara sambil terus berjalan.
Beberapa karyawan yang memperhatikannya pun dibuat takut olehnya, karena masi kesal, Chara membentak habis setiap karyawan yang melihat kearahnya.
"Apa lu liat liat, nggak pernah lihat orang kesal ya?" bentak Chara pada 2 karyawan wanita yang tidak sengaja melihat kearahnya.
"Dasar mahkluk astral seenaknya saja Dia menindas ku" ucap Chara mulai lagi dengan omelannya karena belum merasa puas.
Sementara pria tampan tapi dingin itu, sedang tertawa bahagia didepan layar komputernya, Raffa merasa lucu atas tingkah Chara yang membentak siapa pun yang memperhatikannya.
"Baru baca isi surat saja tingkahmu sudah begitu, gimana kalo kamu tau apa yang sudah aku perbuat saat kamu tidur tadi" gumam Raffa sambil terseyum bahagia, ia kembali mengingat kecupannya pada bibir Chara.
"Chris apa semuanya sudah beres?" tanyanya tanpa mengalikan pandangan.
"Sudah Tuan, semuanya susai dengan keinginan Tuan" sahut Chris mantap.
"Bagus, pastikan semuanya berjalan lancar besok."
"Baik Tuan" sahut Chris, keduanya pun kembali fokus pada kerjaan masing-masing.
...---------------...
Waktu menunjukan pukul 05:00 sore hari, seperti biasa semua karyawan telah bersiap-siap untuk pulang, begitu juga dengan Chara yang kini sedang berjalan menuju parkiran motor.
Sakit dikakinya mulai sedikit berkurang, karena minyak dan obat yang diberi oleh Raffa.
"Ampuh juga minyak dan obat si mahkuk astral itu, kaki ku udah nggak terlalu sakit lagi" ucap Chara sambil menggerak-gerkan kakinya
"Annie ... kamu Annie kan?" tanya seorang pria.
Chara pun menoleh ke arah sumber suara.
"Aldi, ko bisa ada disini" ucap Chara langsung mengenal pria tersebut.
"Wah ingatanmu bagus juga ternyata, aku baru saja mengunjungi salah satu temanku yang bekerja disini" sahut Aldi terseyum sambil terseyum manis.
Oh, Chara mengangguk menanggapi ucapa Aldi.
"Kamu kerja disini juga?" tanya Aldi.
Belum sempat Chara menjawab, Chris datang dan memotong pembicaraan mereka.
"Nona Annie, ini obat Anda. Tuan Raffa meminta Anda menghabiskannya" ucap Chris sambil menyodorkan sebuah plastik kecil.
"Ooh iyaa Tuan, terima kasi" ucap Chara sambil menerima obat tersebut.
"An, kaki kamu masi sakit ? aku antar pulang ya." ajak Aldi.
"Aah, tidak perlu, aku bisa sendiri ko." sahut Chara merasa tak enak.
"Tidak, tidak, aku tidak akan membiarkan wanita secantik kamu terluka lagi, aku akan pastikan kamu sampai di rumah dengan selamat"
Chara terseyum menanggapi ucapan Aldi.
"Terserah kamu aja deh." ucap Chara lalu memakai helmnya.
Chris yang baru saja membalikan badannya pun mendengar dengan jelas percakapan Aldi dan Chara. Chris merasa heran dengan jawaban pria itu, karena ia tadi melihat dengan jelas pria itu berjalan masuk dari arah luar.
Sementara Raffa yang melihat semua kejadia itu dari dalam mobil mulai terlihat gelisah, apalagi saat melihat Chara terseyum begitu manis pada Aldi. "Siapa pria itu" batinnya sambil terus mengamati Aldi yang telah melajukan motornya mengikuti Chara dari belakang.
******
Kini mobil mewah itu telah melaju, dan mengikuti Chara dan pria itu dari belakang, seperti biasa Raffa ingin memastika sendiri Charanya tiba dirumah dengam keadaan selamat.
Biasanya Ia mengikuti Chara dengan penuh semangat, tapi kali ini Ia terlihat gelisah perasaanya tak menentu karena memikirkan siapa pria itu.
"Chris" ucap suara berat itu dengan expresi yang sulit diartikan
"Baik Tuan" sahut Sekertaris Chris, seperti biasa Ia selalu paham dengan arti panggilan itu.
Beberapa saat kemudian Chara bersama Aldi pun memasuki pekarangan rumah Chara.
"Gak ditawarin mampir dulu gitu?" tanya Aldi saat motornya telah berhenti dengan sempurnah
"Oh iyaa, ayo silakan masuk tapi maaf yaa kita hanya boleh mengobrol diluar, karena dirumah ku lagi gak ada orang" sahut Chara mempersilakan
"Gak masala, asal bisa ngobrol sama kamu" ucap Aldi mulai meluncurkan aksi gombalnya lagi lalu turun dari mobil
Setelah mempersilakan Aldi duduk, Chara langsung masuk kedalam rumah, beberap saat kemudian Ia keluar dengan baju berbeda dan segelas kopi diyangannya.
"Silakan" ucap Chara
Mereka berdua pun mengobrol dengan akrab diteras rumah Chara, karena Aldi orangnya asik sehingga Chara cepat akrab denganya.
Satu jam berlalu, Raffa yang memperhatika dua orang yang sedang mengobrol sambil bercanda ria itu pun tak mengurungkan niatnya untuk pulang, sampai akhirnya Aldi pamit pulang karena hari sudah mulai gelap, barulah Raffa memutuskan untuk ikut pulang.
Dalam perjalanan Raffa terlihat gelisah,Ia merasa ada yang salah dengan keadaan ini, mengapa Ia harus membiarkan semua ini, apakah penantian nya selama 20 tahun ini hanya berakhir pada pandang pandangan dari jarak jauh seperti ini?
Otaknya terus berputar, memikirkan apa yang harus Ia lakukan agar Chara berada didekatnya bahkan hidup bersama untuk selamanya.
"Kenapa semua jadi begini, Chara!" gumannya pelah sambil membuang nafas kasar
Chris yang melihat Tuannya gelish pun merasa sangat tidak berguna, karena belum bisa melakukan apapun untuk Tuannya.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di mansion Raffa, karena pikiran Raffa lagi kacau Ia pun menyuruh Chris langsung pulang.
Setelah Tuannya turun, Chris pun mengambil ponselnya yang bergetar di kantong celananya.
Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah seyuman devil ketika membaca isi pesan itu, tanpa berlama lama Ia langsung menancap gas melaju dengan kecepata tinggi entah kemana.
Sementara Raffa yang sedang diruang kerjanya masi tetap tidak fokus dengan kerjaanya, karena memikir kan Chara.
...****************...
Tap Tap Tap, terdengar bunyi langkah kaki berat seseorang mamasuki sebuah ruangan gelap.
cekleekkk pintu terbuka.
Seseorang yang sedang diikat dikursi pun langsung memalingkan wajahnya karena silau terkena cahaya.
"Katakan siapa Anda, kenapa anda mengikat saya disini?" teriak orang yang diikat itu kekita pintu ditutup, dan langkah kaki itu pun semakin mendekat kearahnya.
"Tu-tuan" ucap seseorang yang diikat itu dengan gugup setelah lampu dinyalakan
...:...
...:...
...:...
Trimakasi untuk kalian yang sudah setian menunggu atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏
Jangam lupa terus dukung Author dengan LIKE & COMENTAR kalian, agar Author lebih semangat lagu up nya😘😘
Dan ingat selalu pesan Author, sabar itu Idah sabar itu subur🥰🥰😅✌✌
love u all❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Nurmalia Irma
dasar maling kamu raffa
2022-09-23
0
Kenzi Kenzi
kapten oleng jack.....kalah selangkah bang,😎😎
2021-06-12
0
zien
Hadir 🌹🌹
2021-05-28
1