Manik mata Raffa menatap tajam pada orang yang mengelilingi mereka, rasa kawatirnya semakin bertamba melihat jumba orang yang semakin banyak.
Bukan karena ia takut, tapi karena ia memikirkan keselamatan Chara, Raffa menyesal telah membuntuti Chara, karena perbuatannya itu Chara ikut terjabak dalam masalanya.
Raffa berjalan mendekati Chara, tanpa berucap apapu ia langsung membawa Chara kedalam pelukannya, sejak ia menutup mata dan menikmati peluka itu.
Chara kaget karena dipeluk tiba tiba, namun ia juga tidak menolak, Chara semakin bingun dengan semua itu. Setelah melepaskan pelukannya Raffa menuntun Chara ke arah mobil, gadis itu menurut dengan wajah bingung dan tidak berucap apapun.
"Dengarkan aku, apapun yang terjadi jangan pernah keluar dari dalam mobil" ucap Raffa berisaha setenang mungkin dengan kedua tangan memegang bahu Chara, lalu ia membuka pintu mobil dan memdudukkan Chara disana.
"Pegang ini untuk melindungi dirimu" lanjuat Raffa sambil menyerahkan sebuah pistol ke tangan Chara.
Chara mengangguk dengan muka bingungnya. Dan tanpa minta ijin Raffa langsung mengecup kening Chara, lalu ia kekuar dan menutup pintu mobilnya.
Chara mematung menerima kecupan itu, kebingungannya yang dipeluk secara tiba tiba belum terjawab, kini ditambal lagi dengan kecupan dikeningnya.
"Siap?" tanya Chris
"Go" sahut Raffa mereka pun berlari agak menjauh dari mobil agar Chara bisa aman.
Perkelahian hebat pun terjadi disana, semakin banyak lawan yang mereja jatuhkam, semakin banyak pula musu berdatangan, Raffa dan Chris semakin kewalahan melawan mereka.
"Tuan, sepertinya mereka semakin banyak" ucapa Chirs, kini kedua pria itu saling membelakangi.
"Tidak ada pilihan lain, kita telah terjebak" sahut Raffa lalu mereka kembali menghajar penjahat penjahat itu.
Kalau saja mereka hanya berdua, mungkin mereka akan mencari cela untuk kabur dari sana, tapi Raffa memikirkan keselamatan Chara.
"Woeee pengecut, braninya main keroyokan"
Suara teriakan itu mampu mengalikan perhatian mereka semua yang sedang baku hantam, sontak mereka semua langsung menoleh kearah sumber suara, mata Raffa dan Chris mebelalak sempurna ketika melihat Chara duduk dengan santainya diatas mobil.
Dan dengan satu gerakan salto Chara telah berdiri tegap dibawa denagan gaya menantang para penjahat itu.
"Sini lo smua kalo brani" ucap Chara memanggil para penjahat itu dengan jari telunjuk lalunya.
"Apa yang nona Chara lakukan Tuan? " tanya Chris dengan nada cemas.
"Chara, masuk kedalam mobil" teriak Raffa yang melihat para penjahat itu berlari kearah Chara.
Bukanya pergi Chara mala berjalan mendekat kearah lawan, seluruh tubuh Raffa memanas saat melihat gadis yang ia cintai itu telah dikepung masa, matanya menatap seakan inging melompat keluar, emosi dan kawatirnya meningkat berkali kali lipat.
"Chara" teriak Raffa sambil berlari kearah Chara, namun belum juga ia sampai Chara sudah dengan lincah melawan para penjahat itu.
Raffa dan Chris mematung ketika melihat gadis yang mereka khawatirkan sajak tadi berkelahi dengan gesitnya ditengan tengah para penjahat itu.
Bahkan Chara tidak tersentuh seujung kuku pun, ia memukul dan menghajar habis orang orang itu, dalam sekejap semuanya telah terjatuh lemas sambil memegang bagian tubuh yang terkena pukulan dari Chara.
Raffa fan Chris melongo tak percaya, gadis itu dengan mudahnya melumpuhkan lawannya yang begitu banyak. Raffa yang sejak tadi memperhatikan gerakan gerekan Chara seperti mengingat sesuatu.
"Dia?" ucap Raffa sambil mengingat kejadian waktu ia diserang.
"Jadi ternyata Charaku yang menolongku waktu" guman Raffa pelan, ia semakin mengagumin gadis kecilnya itu.
"Chara" panggilnya lagi sambil berlari kearah Chara, dan lagi lagi Raffa memeluk gadis itu tanpa permisi.
"Kamu tidak apa apa?" tanyanya makin mengeratkan pelukannya.
"Tu-tuan, maaf tapi saya tidak kenapa napa" jawab Chara sambil berusaha lepas dari pelukan Raffa karena merasa risih.
"Maaf" ucap Raffa yang baru sadar atas perbuatannya sambil melepas pelukanya.
Chara mengangguk dengan seyuman terpaksa,
karena ia merasa bingung dengan perlakuan Raffa sejak tadi, ditamba lagi Raffa meneriakin namanya dengan sebutan Chara sejak tadi.
"Nona anda tidak apa apa" tanya Chris yang baru mendekat.
"Iyaa Tuan saya tidak apa, saya dluan ya" sahut Chara lalu hendak melangkah pergi.
"Tunggu nona biar kami antar" ucap Chris menahan Chara.
"Trimakasi Tuan saya bisa sendiri, permisi" sahut Chara sedkit membungkukan badan lalu pergi. Gadis itu menyakan mesin motor dan langsung meninggal kedua pria itu.
Sementara Raffa menatap kepergian Chara dengan penuh tanya, setelah Chara hilang dari pandangannya, mereka berdua pun berjalan menuju mobil dan pulang kerumah.
"Apa ada yang terlewatkan saat kau mencari info tentang nya?" tanya Raffa saat dalam perjalanan pulang.
"Maafkan sayan Tuan" sahut Chris, hanya kata itu yang bisa ia ucapkan, karena ia terkejut dengan pertunjukan Chara tadi.
"Ciiihhsss bahkan kau lalai dalam hal sepenting ini" ucap Raffa.
Chirs tidak lagi menanggapi ucapan Raffa, Ia memilih fokus pada kemudinya. Karena Ia menyadari kesalahanya.
...****************...
Disebuah kamar mewah, pria tampan tapi dingin itu sedang gelisah memikirkan kejadian sore tadi, bagaimana bisa gadis kecilnya itu dengan lincahnya memukul habis lawannya.
Raffa semakin penasaran dengan sosok Chara yang sekarang, yang ia tau Chara adalah gadis pemberani tapi tidak terbayang olehnya Chara akan sesadis itu.
Ditengan otaknya yang sedang bekerja keras memikirkan misteri soal Chara, bayangan disaat ia memeluk dan mengecup kening Chara muncul diingatannya.
Raffa terseyum membayangkan kejadian itu, rasa Ia semakin tidak sabar untuk bertemu gadis itu besok, Raffa pun memutuskan untuk tidur agar cepat cepat pagi.
***
Sementara Chara yang sedang berbaring dikasur kecilnya, masi merasa bingung dengan kejadian sore tadi.
"Si mahkluk astral itu kesurupan kali ya, kenapa Dia seenaknya saja peluk peluk aku, pake cium cium kening segala lagi" ucap Chara, ia tidak menyadari ada seseorang dirumahnya.
"Siapa yang ciuman? OMG Chara jangan bilang kamu sedang falling in love" teriak Rima heboh ketika tidak sengaja mendengar ucapa Chara.
"Waduhhhh kenapa bisa lupa kalo ada Rima disini" batin Chara merasa tertangkap basah.
"Falling in love apaan, dan siapa juga yang ciuman?" tanya Chara pura pura tidak tau.
"Ciehh cieeh yang ketahuan mukanya langsung memerah" goda Rima sambil mencolek dagu Chara.
"Mana ada merah, ngaco lo" sahut Chara menepis tangan Rima lalu memegang mukanya.
"Tuh kan, saltingkan jadinya cieh ciehh hahaha" goda Rima lagi, lalu pecah tertawa.
Chara yang merasa tak trima pun langsung menghantam Rima dengan bantal. Kedua sahabat itu pun bergulat dengan bantal diatas ranjang sambil tertawa bahagia.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang sudah sabar menunggu up, atau yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa Tetap dukung Author yang kece badai ini dengan LIKE & KOMENTAR kalian, agar semakin semangat up nya🥰🥰
Dan bila berbaik hati berikan hadiah dan juga vote biar Author makin kece dan kalian makin lancar rejekihnya😘😘😜😜
Ingat pesan Mama, berbagi itu indah😍😍
Love U All❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Dina Mariati Mohamad
si Chara lebih hebat dari raffa
2023-06-01
1
flow🌹🌹🌹
aq suka klo mc cwenya jgo bela diri dn pintar
smngat thoorrr
2021-08-11
1
Yuli
cowoknya kalah jago ini ni yg q suka jual mahal chara biar ngejar trs rafa
2021-06-18
0