Raffa melangkah lebar menuju ruanganya, berharap isi bindernya bisa diselamatkan.
Dengan sabar Raffa mengeringkan lembar demi lembar binder itu, namun uasahanya sia sia, binder itu tidak kembali seperti semula.
Raffa menatap sendu pada binder yang kini kelihatan usang itu, kenangan satu satunya bersama sahabat kecilnya telah hancur, bayangan gadis kecil itu berambut kepang 2 itu kembali terlintas dibenaknya.
"Kenapa sulit sakali menemukan mu, dimana kamu sebenarnya" gumannya sambil terus memandangi binder yang telah usang itu.
...****************...
Sementara disebuah ruang latihan, seorang gadis cantik sedang ngos ngosan dan bercucuran keringat.
Seakan samsak gantung didepannya adalah orang yang sangat Ia benci, gadis cantik itu meninju, memukul dan menendengnya habis habisan tanpa ampun.
Dua jam telah berlalu, tanpa merasa lelah gadis cantik itu terus bergulat dengan benda mati itu, berharap bisa meluapkan semua emosinya, namum rasa sesak didadanya tak kunjung pergi.
Keringat yang mengucur membasahi seluruh tubuhnya seakan menjadi saksi bahwa hatinya sedang panas.
"Aaakkkkgggggg" teriaknya dipukulan terakhir lalu jatuh terlentang diatas matras dengan nafar terengah engah.
Sambil memandangi langit langit ruangan latihan itu, bayangan ketika Ia dipermalukan oleh pria kejam itu muncul lagi, sejenak Ia menutup matanya dan mengambil nafas dalam dalam, lalu
membuangnya perlahan.
"Baiklaaahhh, besok aku akan cari kerjaan baru" ucapnya lalu bangun dan meraih botol minumnya Chara meneguk air minerah itu sampai habis.
Karena hari sudah sore dan juga tak ada latihan sore itu, Chara pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
...****************...
Keesokan paginya, karena tidak ingin sang Ibu tercinta kawatir, Chara tetap bangun pagi dan bersiap siap untuk berangkat kerja. Rencananya Ia akan mencari pekerjaan baru hari ini juga.
"Pagi Bu" Sapa Chara sambil terseyum.
"Pagi juga sayang, udah siap?" tanya sang Ibu dengan seyuman lembut.
"Ko bajunya gitu" lanjut Ibu karena melihat putrinya memakai baju dan celana training.
"Gak apa apa Bu lagi pengen aja, entar juga diganti pas sampai kantor, nih ada salinannya" sahut Chara tersyum sambil menunjukan tas ranselnya, ia berusaha menyakinkan Ibu nya.
"Ooh, yah udah cepat habiskan sarapan mu" sahut Ibu, dan Chara pun mengangguk lalu memulai sarapannya.
Selesai sarapan Chara pun berpamitan, setelah mencium punggun tangan ibunya, Chara berjalan keluar dan langsung menancap gas, tujuannya pagi ini adalah Danau. Ia inging menghirup udara segar ditepi Dadau untuk membuang penat dikepalanya.
Beberapa menit kemudia Chara pun sampai di Danau, setelah memarkirkan motornya, Chara mengeluarkan topi dari dalam ranselnya lalu memakainya.
Kini Chara talah berlari dipinggir Danau itu, karena masi pagi keadaan disana masih sangat sepih. Biasannya Danau itu akan ramai pada sore hari, karena dipenuhi oleh anak anak kecil yang menikmati permainan disana.
Chara terus berlari mengelilingi danau itu hingga beberapa putaran, sampai akhir Ia dihadang oleh segerombol pemuda nakal.
"Haii cantik sendirian aja nih" ucap salah satu pemuda itu.
"Mau abang temanin gak" sahut yang satunya lagi.
Chara tidak mempedulikan mereka, Ia pun berusaha melewati pemuda pemuda itu.
"Ayo abang senangin neng" ucap yang lainnya sambil mencolek dagu Chara yang tampangnya seperti ketua geng itu.
Chara menepis tangan itu dan menatap tajam para pemuda itu.
"waaoooww garang juga, aku suka gayamu" lanjut pemudan yang tangannya ditepis oleh Chata itu, dam mereka smua pecah tertawa sambil berjalan mengelilingi Chara.
Chara tak bergeming, ia menatap satu persatu wajah pemuda pemuda yang sedang tertawa puas sambil mengelilinginya itu.
"Dasar banci, braninya sama perempuan. maju lo kalo brani" ucap Chara terseyum sinis sambil memaikan telunjuknya memanggil mereka semua.
Perkelahian pun terjadi dipinggir Danai itu, dengan lincah Chara memukul dan menendang habis pemuda pemuda itu, Chara sendiri tidak terkena pukulan sedikit pun.
"Hemm dasar semut semut jalanan, merusak olaragaku saja" ucap Chara sambil membetulkan bajunya lalu melangkah pergi.
Sementara dari kejauhan, sepasang mata menatap penuh penasaran pada sosok yang sedang berkelahi itu, matanya melihat dengan jelas bagaimana wanita itu menghabiskan lawan lawannya, Ia merasa seperti mengenali gerakan gerakan itu, tapi entah dimana.
karena posisi lumayan jauh, Raffa tidak bisa milihat dengan jelas wajah wanita itu, dan karena tak mau mati penasaran Raffa pun memutuskan untuk mengikuti wanita itu.
Raffa terus mengikuti wanita itu, karena Ia menjaga jarak aman, dan wanitanitu berjalan lumayan cepat, Raffa pun kehilangan jejaknya.
"Kemana wanita itu" gumanya sambil mengedarkan pandangan kesekitarnya, lalu matanya menangkap sosok wanita berambut panjang yang sedang berdiri membelakanginya didekat parkiran motor.
Perlahan Raffa mendekati wanita itu, tanpa berpikir panjang Ia langsung memegang bahu wanita itu.
Kerena kaget, wanita itu menarik tangan Raffa, lalu berbalik dan melayangkan satu tinjuan yang hampir mengenai hidung mancung Raffa.
"Kau" ucap mereka berdua bersamaan.
Kini posisi mereka berdua saling berhadapan, sejenak mereka saling beradu tatap, dengan jarak begitu dekat, mereka bisa saling merasakan hembusan nafas masing masing.
"Apa kau sengaja mengikutiku?" tanya Raffa, masi dalam posisi yang sama.
"Ciiiihhhh" ucap Chara sambil mendorong tubuh Raffa lalu memakai helmnya dan menancap gas pergi meninggalkan Raffa tanpan berucap apapun. karena bingun harus kemana Chara pun melajukan motornya menuju rumah Rima, sahabatnya.
Sedangkan Raffa yang ditinggal pergi begitu saja, terlihat masi penasaran dengan sosok yang ia lihat berantem tadi, Rafa tidk percaya bahwa sosok yang berkelahi tadi adalah Chara, karena baginya Chara hanya wanita kampung yang tidak punya etika.
...****************...
Beberapa menit kemudian Chara pun tiba dirumah sahabatnya.
"Kenapa lu? kusut amat tu muka" tanya Rima yang baru saja turun dari atas tangga.
"Lagi kesel gua" sahut Chara sambil mendudukan pantatnya disofa.
"Lu tau gak sih Tuan gila itu ngerusak mood gua bangat pagi ini, padahal tadinya gua udah semgat bangat pengen cari kerjaan baru" omel Chara menjeda sambil mengepalkan kedua tangannya
"Rasanya pengen bangat gua lebamin mukanya yang songong itu tau gak" lanjutnya dengan expresi yang sama.
"Udah puas ngomelnya" tanya Rima sambil menyodorkan segelas air mineral.
"Belum" sahut Chara lalu menyambar gelas itu dan langsung meneguknya sampai habis.
Rima terseyum sambil menggeleng melihat kelakuan sahabatnya, saat bertarung sahabatnya itu akan kelihatan garang, tapi saat mengomel kelihatan seperti anak kecil yang sedang mengadu pada Ibunya.
...:...
gengs 1 part lagi kita akan kasi tanda ke babang Raffa soal keberadaan Chara, biar kapok si mahkluk astral itu😆😆
...:...
...:...
Trimakasi yang sudah mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa beri Author hadiah biar makin encer otaknya berpikir dan makin lincah jari mengengtik walau masi banya tipo yaa😀😀🥰🥰
dan jang lupa Juga Tinggalkan jejak kalian
LIKE & COMENTAR biar bisa kelihatan wujud kalian😘😘✌✌
love u all❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
EndRu
ninju3nya cuma sekali Neng. sayang sekali hahaha 😍
2023-09-26
0
Andri Ani
lanjud thor
2022-04-03
0
Anice Redysaid
semangat chara
2022-03-05
0