Seorang gadis cantik sedang berkeliaran di jalanan denga beat putih kesayangannya, ia melajukan motornya dengan pelan sambil menengok kekiri dan kanan. Lowongan kerja itulah tulisan yang ia cari saat ini, hampir semua tempat sudah ia lewati, tapi tidak menemukan tulisan tersebut.
Kerena matahari semakin panas Chara pun memutuskan untuk beristirahat disebuah taman. Setelah memarkirkan motornya Chara pun berjalan masuk kedalam taman tersebut, untuk bertedu sejenak.
Melihat rumput yang begitu hijau dan tebal Chara langsung mendudukan pantatnya disana, angin yang sejuk ditamba rasa lelah menuntunya untuk merebahkan tubuhnya diatas rumput yang hijau nan indah itu, dengan berbantalkan tas ranselnya, sejenak Chara menutup matanya sambil menghirup udah segar disekitar taman itu.
15 menit berlalu Chara kembali membuka matanya, rupanya waktu istirat yang cukup singkat itu mampu menyegarkan badanya.
Chara membuang nafas sedikit kasar ketika melihat matahari yang masi sangat tinggi.
"Semangat Chara lo pasti bisa" ucapnya menyemangati dirinya, lalu berdiri dan berjalan kearah parkiran.
...****************...
Sementara ditempat lain, seorang Ibu sedang menenteng sebuah rantang ditangannya, dengan penuh semangat Ibu itu menghentikan sebuah angkot dan melangkah masuk keangkot tersebut, tujuannya adalah gadung Aditama Group, tempat dimana anak gadisnya mengais rejeki.
Aditama Group adalah perusahaan yang besar, dan sering berseliweran dilayar televisi, siapa pun akan bangga ketika salah satu anggota keluarga nya bisa bekerja disana.
Ibu Siska adalah salah satu keluarga yang sangat membanggakan diri, karena anak gadisnya bisa bekerja disiana. Walau hanya sebagai t
Ibu Siska yang merupakan Ibu nya Chara adalah salah satu keluarga yang merasa bangga karena anak gadisnya telah bekerja disana. Sebut saja Aditama Group walau hanya sebagai tukang bersih bersih semua orang akan mengancungkan jempol.
Sebagai ibu yang baik, ibu Siska ingin mendukun dan menyemangati anaknya yang baru saja bekerja, ibu Siska pun berinisiatif untuk mengantarkan makan siang pada putrinya, sekaligus mewujudkan rasa penasarannya akan gedung Aditana Group itu.
Jarak tempu yang lumakanya jauh, ditamba angkat yang tumpangi tidak bisa melewati sembarangan arah membuat ibu Siska membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk samapi ketempat tujuannya.
Ibu Siska turun dari angkot dan melangkah menuju gedung Aditama Group, karana angkot tadi berhenti diseberang jalan sehinggi ibu Siska harus melanggar jalan untuk sampai kesana.
Karena sekarang adalag jam istirahat makan siang semua karyawan, Securyti penjaga pintu masuk pun tidak menyadari saat Ibu Siska melangkah gedung mewah itu.
Ibu Siska terus berjalan memasuki pintu utama kantor itu, kepalanya menengok kekiri, kana, atas dan bawa sambil berucap penuh kekaguman pada interior kantor Itu, sampai akhirnya salah satu karyawan resepsionis menyadari akan keberadaannya.
"Maaf, Ibu ada perlu apa disana" tanya resepsionis yang kini telah berdiri dihadapan Ibu Siska.
"Aahh kenalkan, saya Siska ibunya Chara saya mau mengatarkan makan siang untuj anak saya" sahut ibu Siska terseyum rama dan penuh semangat sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
Resepsionis itu mengerutkan dahi mendengar ucapan ibu Siska.
"Maaf anak ibu bekerja dibagian apa?" tanyanya tak ada niat menerima uluran tangan ibu Siska.
"Dibagian kebersihan, dia sudah seminggu bekerja disini" sahut ibu Siska dengan penuh kebanggaan.
Disaat yang bersamaan manager HRD baru saja kembali dari makan siang dan hendak berjalan masuk.
"Aah kebetulan, Bu Dian apa ada anak baru yang bernama Chara dibagian kebersihan?" tanya resepsionis itu pada manager HRD yang bernama Dian.
"Setau saya tidak ada anak baru yang bernama Chara" sahut Ibu Dian.
"Ada Bu, anak saya tinggi, cantik dan rambutnya panjang, sudah seminggu dia kerja disini" ucap Ibu Siska ngotot sehingga memancing perhatian umum.
Pemimpin Aditama Group bersama sang sekertaris yang baru pulang dari makan siang itu pun tak terlewat akan kejadian itu.
Seketika keadaan menjadi hening, saat pemilik wajah tampan tapi dingin dan bertubuh kekar itu hadir ditengah tengah mereka. Terlihat jelas rahangnya mengeras pertanda ia tidak menyukai suasa seperti itu.
"Chris bereskan ini" ucap suara berat itu lalu melangkah pergi begitu saja menuju ruangannya.
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi" tanya Chris setelah kepergian tuannya.
"Maaf Tuan, Ibu ini ngotot mengatakan bahwa anaknya bekerja disini, padahal nama yang dicari tidak ada disini" jelas resepsionis itu.
Chris mengerutkan dahinya sambil memandang Ibu siska.
"Siapa nama anak Ibu, dan dibagian mana dia bekerja" Tanya Chris dengan nada sopan.
"Namanya Chara Tuan, dia dibagian kebersihan sudah seminggu dia bekerja disini" jawab Ibu siska cepat, seperti ibu Siska belum putus asa.
mendengar nama Itu hati Chris bergetar, Chara nama itu yang dicari oleh tuannya selama ini, bagaimana bisa Ia kecolongan sampai tak mengetahui ada karyawan yang bernama Chara.
"Bisa Ibu tunjukan fotonya?" tanya Chris penasaran.
"Aahh bisa, ini dia anak ku" jawab Ibu Siska tersyum semangat sambil menujukan foto Chara.
"Annie" guman Chris saat melihat foto itu.
"Kalo yang difoto itu ada Bu, tapi namanya Annie bukan Chara, dan dia sudah dipecat kemarin karena melakukan kesalahan" cela Resepsionis itu ketika ikut melihat foto Chara.
"Tidak mungkin, tadi pagi anak saya pamitan untuk berangkat kerja" sahut Ibu Siska tidak percaya.
"Maaf tadi Ibu menyebutnya Chara, apa Chara yang Ibu maksud adalah Annie?" tanya Chris yang masi penasaran.
"Iyaa Tuan nama lengkapnya Annie Carllisa Putri, Chara nama panggilan kecilnya yang diberikan oleh mendiang kakeknya" jelas Ibu Siska dengan pikiran kacau karena memikirkan dimana anak gadisnya sekarang.
Mendengar penjelasan Ibu Siska, Chris semakin penasaran akan sosok Chara yang dimaksud Ibu itu. Chris pun langsung melangkah dengan cepat menuju ruangan Raffa.
"Tuan!!" panggil Chris ketika sampai diruangan Raffa.
"Heeemmm" Sahut Raffa tetap fokus dengan berkasnya.
"Tuan, ibu dibawa tadi mencari putrinya yang nama Chara" ucap Chris yang berhasil mengalikan perhatian Raffa.
"Katakan dengan jelas" tanya Raffa tak sabar sambil menatap Chris.
Chris pun menceritakan semua kejadian yang dibawa tadi
"Nama lengkapnya Annie Carllisa Putri, Chara adalah nama kecil yang diberikan oleh mendingan kakeknya" begitulah kalimat terakhir yang diceritakan Chris.
Deeeeggggggg
Bagai anak panah yang menancap tepat di jantungnya, hati Raffa bergetar dengan sangat hebat ketika mendengar kalimat terakhir sang sekertaris.
"Chris" panggil suara berat itu dengan tatapan kosong , entah Raffa masi merasa bingung antara percaya atau tidak sebelum ada bukti yang pasti.
"Baik Tuan" sahut Chris seakan paham maksud dari tuannya lalu berpamitan keluar untuk melanjutkan tugasnya.
...:...
...:...
...:...
Terimakasi yang sudah setia menunggu up atau pun mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa selalu dukung Author yaa, berbaik hatilah berikan Author hadiah biar rejeki makin lancar, amiinnnnnn😁😁✌🥰🥰🥰
Dan jangan lupa tinggalkan Jejak LIKE & COMENTAR biar kelihatan wujud kalian😘😘😘😘
Love U All❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
EndRu
laah..
ibunya Chara ditinggal begitu aja. Gimana sih.
bukannya malah dimintai keterangan
2023-09-26
0
🌷Tuti Komalasari🌷
mampus lu Raffa nyesel kan😠
2022-04-05
3
Kenzi Kenzi
ikutin sampe mami siska dirmhnya...
2021-06-12
0