Pok pak, pok pak, pok pak. bgitulah kira kira bunyi dari dalam ruangan itu.
"Percuma ku bayar kalian semua mahal mahal, melumpuhkan satu orang saja kalian tidak mampu. Dasar tidak berguna" ucap Pria berbaju hitam itu sambil memukul habis semua anak buahnya.
"Maaf Tuan, ada seorang wanita hebat yang membantu mereka" sahut salah satu anak buahnya.
"Tutup mulutmu yang tidak berguna itu, melawan satu wanita saja kalian tidak bejus" ucap pria itu lagi sambil menampar bolak balik anak buahnya yang berbicara tadi.
"Pergi kalian semua dari hadapanku" teriak pria itu dengan emosi meluap luap.
Setelah semua anak buahnya keluar, salah satu orang kepercayaannya pun masuk membawakan sebuah map berwarna coklat dan langsung menyerah padanya.
" Annie Carllisa Putri. Menarik" ucap pria itu smbil terseyum senis ketika membaca isi berkas itu.
"Baiklah Tuan Aditama, akan ku buat kau merasakan bagaimana sakitnya ditinggal oleh orang yng saat kau cintai" lanjut pria itu dengan mata penuh dendam
"Darah di bayar darah, nyawa di bayar nyawa" lagi lagi pria itu berucap hal yang sama sambil memainkan pisau ditanganya.
...****************...
"Auuwwww sakit" ringis Chara ketika ia terjatuh dari motornya
Ketika Chara sedang melajukan motor menuju tempat kerja, tiba tiba saja ada seekor anjing yang menyebrang bgitu cepat. Chara yang berusaha menghindar anjing tersebut mencoba membanting setirnya agar tidak menabrak anjing itu, namun karena semuanya berlangsung begitu cepat Chara pun kehilangan keseimbangannya dan terjatuh keaspal, untung saja Chara tidak melaju dengan kecepatan tinggi sehingga Ia hanya mengalami cidera ringan.
"Kamu tidak apa apa?" tanya seorang pria sambil mengulurkan tanganya pada Chara.
Chara kaget mendengar suara itu, lalu matanya menatap mengikuti tangan jenjang itu, sejenak Ia terdiam menatap wajah tampan dihadapannya, bagai melihat pangeran dipagi hari, Chara langsung terpesona pada pandangan pertama.
"Hellow nona, kamu baik baik saja?" tanya pria itu membuyarkan lamunan Chara.
"Aahh iyaa aku tidak apa, trimakasi" sahut Chara terseyum sambil berdiri.
Pria itu pun membantu mengangkat motor Chara dan mendorongnya pinggir jalan.
"Kaki mu sakit? sini coba aku lihat" tanya pria itu, karena melihat Chara sedkit meringis sambil memegang kakinya.
"Tidak, tidak perlu cuman sedikit sakit, nanti juga ilang" sahut Chara cepat.
Pria itu mengangguk menanggapi ucapan Chara
"Ohyah kenalkan aku Aldi" ucap pria itu sambil menyodorkan tangannya.
Chara menyambut uluran tangan itu sambil terseyum "Annie" ucapnya
"Annie nama yang cantik secantik orangnya" ucap pria itu sambil terseyum manis
"Aku pergi dulu, lain kali lebih hati hati lagi" lanjut pria itu dan langsung melangkah pergi.
Chara terseyum sambil mengangguk dan menatap kepergia pria itu, setelah pria itu hilang dari pandangannya, Chara pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju kantor.
...****************...
^^^^^^^
Disebuah kamar mewah, seorang pria tampan baru saja siuman dari tidur panjanjangnya semalaman. Hal pertama yang pria itu lakukan saat membuka matanya adalah mencari leptopnya.
Pasalnya didalam leptop tersebut telah terhubung dengan Cctv di kantor. Dengan penuh semangat ia meraih leptopnya yang sengaja ia simpan diatas nakas samping tempat tidur, lalu mulai membukanya dan mencari titik titik dimana keberadaan gadis kecilnya.
Saat matanya menangkap sosok yang ia rindukan sejak semalam, sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah seyuman manis, namun beberapa saat kemudian seyuman itu hilang saat ia melihat Chara yang berjalan sedirikit pincang.
Tanpa menunggu lama, Raffa langsung turun dari atas ranjang dan melangkah menuju kamar mandi untuk bersiap kekantor. 15 menit berlalu, pria itu telah rapih dengan setelan jas kerjanya, Raffa pun langsung cepat cepat turun kebawa.
Seperti biasa sekertaris Chris sudah stand by menunggunya dibawa.
"Pagi Tuan" sapa Chria saat Raffa sampai dibawa
"Hmmm" sahut Raffa langsung berjalan lurus menuju pintu keluar.
Chris menatap binung pada sikap Raffa, bukan kah tuannya itu sangat bersemangat kemarin. Dengan wajah penuh tanya ia mengikuti Raffa dari belakang, setelah masuk kedalam mobil, Chris langsung menancap gas menuju gedung Aditama Group.
Sepanjang perjalanan Raffa tampak gelisa, ia terus saja memikirkan Chara, kenapa dengan kakinya? apa dia terluka? begitulah pertanyaan pertanyaan yang muncul di benak Raffa.
Chris yang melihat kegelisaha diwaja tuannya, semakin bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi.
Sesampainya dikantor Raffa langsung terburu buru turun tanpa menunggu dibukakan pintu.
"Chris panggilkan Chara keruangku sekarang" ucapnya dengan langkah panjang menuju ruangannya.
"Baik Tuan" sahut Chirs dan langsung pergi mencari Chara.
Setelah menemukan Chara, Chris langsung meminta Chara untuk mengikutinya, dan mereka berdua pun langsung berjalan beriringan menuju ruangan Raffa.
Saat pintu litf terbuka, Chris mempersilakan Chara untuk jalan lebih dulu, ketika melihat Chara berjalan sedikit pincang, terjawab sudah alasan mengapa tuannya itu gelisah sepanjang jalan tadi.
Ingin skali Chris bertanya apa yang terjadi pada gadis itu, kenapa jalan bisa pincang seperti itu, tapi Chris mengurungkan niatnya, karena ia penasaran ingin melihat apa yang akan dilakukan Raffa pada gadis itu.
Ketika sampai didepan diruang Raffa, Chris langsung membukakan pintu dan mempersilakan Chara masuk.
Raffa yang sejak tadi menunggu dengan kecemasan langsung berdiri dan mendekat kearah Chara, tanpa berucap apa pun, Raffa langsung menuntu Chara menuju sofa.
Chara terlihat bingun ketika Raffa merangkulnya.
"Tu-tuan anda mau apa?" tanya Chara gugup, karena Raffa telah duduk berjongkok didepannya.
"Diamlah, jangan bayak bertanya" ucap Raffa dengan wajah cemas dan tangannya hendak menyentuh kaki Chara.
"Tuan apa yang ingin anda lalukan?" tanya Chara lagi sambil berdiri dan melangkah munduk kebelakang.
"Duduk" ucap Raffa masi teta berjongkok dan menatap tajam Chara.
"Nona, sebaiknya anda ikuti saja, Tuan Raffa hanya ingin memeriksa luka Anda" cela Chris karena melihat situasa mulai tak aman.
"Tuan Tuan bagaimana nona Chara tidak terkejut jika cara anda seperti itu" batik Chris sambil menggeleng kecil.
Setelah mendengar ucapa Chris, Chara pun menurut lalu perlahan kemabli duduk dihadapan Raffa. Dengan sabar Raffa mengoles minyak dibagian kaki Chara yang memar sambil meniup niupnya pelan, agar gadis itu tidak merasa perih.
Chara tersentu melihat perlakuan Raffa yang begitu lemut, ia tak menyangka pria dingin yang berlaku kasar padanya 3 hari lalu itu memiliki sisi lembutnya.
"Ceritakan bagaimana kakimu bisa sampe terluka" tanya Raffa yang telah selesai mengoleskan minyak.
"Aahh! eehh, iya Tuan tadi pas waktu berangkat saya tidak sengaja hampir menabrak seekor anjing" jawab Chara salah tingkah karena sejak tadi Ia fokus memperhatika Raffa.
"Apa kamu tidak bisa berhati hati, ceroboh skali" omel Raffa karena merasa kawatir.
"Iyaaa Tuan maaf" sahut Chara sambil menunduk.
Chara berpikir bahwa, kemarahan Raffa pastas dan sangat beralasan karena jika ia terlalu maka akan berpengaruh pada kerjaannya.
"Kamu tetap disini, jangan kemana mana sebelum kuperintahkan" ucap Raffa lalu berjalan menuju kursi kebesarannya.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang masi setia menungu up atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa selalu dukung Author dengan LIKE & COMENTAR kalian semua, supaya Author lebih semangar up nya😘😘
Dan jika berkenan berikan hadiah dan vote untuk Author yang takseberapa ini🥰🥰😂😂
Ingat selalu pesan Ibu, bersabar dan berbagi itu indah😍😍
love U All🖤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
tris tanto
msih bnyk typo
2022-08-20
0
Maya Astuti
Kapan si Raffa ngmng ke charanya thor
2021-06-19
0
Yuli
aldi psti orng suruhan orng yg bls dendam k rafa
2021-06-18
1