"Kenapa sih tu orang, tau gitu gua biarin aja dia di hajar waktu itu" gerutu Chara pelan sambil berjalan menuju ke pentri
"Astaga ngomong apa sih gua" ucap Chara kaget dengan omongannya sendiri
Setelah menaruh gelas dipentri, Cahara pun melanjutkan pekerjaannya.
Sementara dari atas tangga Beti terus memperhatikan Chara yang sedang bersih berih dibawa
"Kita lihat saja OB rendahan, akan kupastika hari ini juga kau akan diusir dari kantor ini" ucap Beti pelan sambil terseyum devil.
Jam dinding menunujukan pukul 12:00 siang hari, pertanda semua karyawan harus berhenti sejanak untuk mengisi energi mereka, ada yang bawa bekal sendiri, ada membelinya diluar, ada pula yang sekalian makan diluar.
Begitu pun dengan pemilik Aditama Group, bersama sekertaris kesayangannya, mereka berdua berjalan beriringan keluar untuk mencari makan siang diluar.
Suasana kantor tampak sepih, hanya beberapa karyawan yang makan dipentri, itu pun mereka mereka yang dibagian kebersihan termasuk Chara.
Soerang wanita cantik berjalan dengan anggun menuju pentri, terlihat jelas ekspresi wajahnya penuh dengan kebencian, melangkah pasti menuju pintu masuk pentri, setelah memastika keadaan aman, Beti pun langsung masuk kedalam.
"Hehh anak baru" ucap Beti yang kini berdiri tepat didepan Chara.
"Hadeehhh Dia lagi, mau apa sih ni orang" batin Chara malas
" Ada yang bisa saya bantu nona?" sahut Chara santai, tetap melanjutkan makanya karena sekarang adalah jam istirahat.
"Kamu disuruh sekertaris Chirs bersihin ruangan tuan Raffa" ucap Beti sambil memaikan jarinya diatas meja.
Chara mengerutkan dahinya mendengar ucapa Beti.
"Kata manager HRD saya tidak boleh membersihkan ruangan tuan Raffa " Sahut Chara.
"Jadi kamu mau membantah perinta sekertaris Crhirs, haah?" tanya Beti dengan suara sedkit meninggi, agar Chara percaya dengan ucapannya.
"Bukan begitu, tapi saya~~" sahut Chara bingung.
"Yaa udaah kalo kamu gak mau, sekalian aku telefon tuan Raffa biar kamu langsung dipecat, kamu tau kan tuan Raffa paling tidak suka karyawan yang malas malasan seperti kamu" ancam Beti sambil memainkan ponsel ditanganya.
Karena tak ingin dipecat Chara pun menurut
"Iyahh iyaa, aku bersihkan sekarang" sahut Chara sambil membereskan bekas makannya lalu pergi mengambil alat kebersihan.
Setelah kepergian Chara, Beti terseyum penuh kemenangan.
"Selamat tinggal OB rendahan" ucap Beti lalu kembali keruanganya.
Beti tau betul siapa Raffa, lelaki yang ia idam idamkan itu paling benci ada orang asing yang menyentuh barang barang pribadi nya, apalagi dengan lancang masuk ruangannya tanpa ijin. Tidak akan ada ampun jika menyakut privasi nya.
Chara melangkah dengan penuh keraguaan menuju ruangan Raffa, Chara membuka pintu ruangan itu dengan hati hati, lalu melangkah masuk.
Sejenak Chara terdiam menatap penuh kagum ruang itu, bukan baru pertama kali Ia memasuki ruang itu, tapi ini kali pertama Ia bebas menatap tiap sudut ruangan itu.
"Mewah skali, tapi sayang yang punya makhluk astral hihihi" ucap Chara cekikikan merasa geli dengan omonganya sendiri.
Chara pun mulai mengerjakan tugasnya, Chara ingat betul pesan dari Manager HRD, bahwa tuan Raffa paling benci jika ada debu tertinggal diruangnya. Dengan telaten Chara membersihkan setiap sudut ruangan itu, bahkan berulang kali Ia memastikan agar tidak ada debu sedikit pun yang tertinggal disana.
Semua tempat tampak sudah bersih tak ada satu sudut pun yang terlewat oleh sentuhan Chara, kini yang tersisa hanya meja kerja Raffa, dengan penuh semangat dan hati hati Chara cepat cepat membersihkan ruangan itu agar bisa cepat keluar dari sana.
Ia menata dan melap berasih setiap apapun yang berada diatas meja itu, dengan sesekali menatap dan memuji benda benda yang ada disana.
Saat Chara sedang merapikan berkas berkas diatas meja, hendel pintu berbunyi pertanda ada orang yang hendak masuk, Chara terdiam menunggu siapa yang akan masuk dengan beberapa berkas masi ditangannya.
Cekleeekkkkkkk pintu terbuak, tampaklah Pria tampan namum terlihat dingin itu.
Sontak Chara kaget, tanpa sadar semua berkas ditangannya terjatuh begitu saja, Chara menatap 2 bola mata pria tampan didepannya itu, tampak jelas cobaran api didalam mata tajam itu, seakan siap membakar apapun didepannya.
Raffa mendekat dengan muka memerah, tatapanya tertuju pada sebuah binder kecil yang terjatuh ke dalam ember berisi bekas air pelan lantai itu.
Perlahan Ia berjongkok dan mengambil binder itu, tanpa mempedulikan air kotor dalam ember itu lagi, buliran bening pun lolos bgitu saja dari mata pria dingin itu, satu satunya kenangan yang ia punya telah hancur.
Melihat semua itu, Chara semakin menciut, rasanya Ia tidak sanggup untuk berdiri, seluruh tubuhnya bergetar. Chris yang melihat semua itu tidak dapat berkata apa pun, pasalnya binder itu adalah benda penuh kenangan dan paling dijaga oleh Raffa.
Dengan air mata menetes, Raffa membuka setiap lembaran binder itu, suara tawa gadis kecil itu kembali terdengar ditelinganya, bayangan bagaimana bahagianya kedua anak kecil itu menggambar setiap apa yang mereka lihat kembali muncul dibenaknya.
"Braninya kau menyentuh barang barang pribadiku" ucap Raffa yang kini telah berdiri, lalu mencengkram keras lengan Chara dengan tubuh bergetar dan muka memerah karena menahan amara.
"Brani braninya kau masuk ruanganku tanpa ijin dariku" lanjutnya dengan rahang mengeras dan tangan berpidah menjambak rambut belakang Chara.
Chara meringis kesakitan, ingin skali cara melawan tapi entah kenapa, tenaga Chara menghilang saat melihat tatapan tajam itu.
Dengan kasar Raffa menyeret Chara keluar dari ruangannya, tanpan mempeduli smua mata karyawan yang tertuju pada mereka Raffa terus menyeret Chara hingga ke depan pintu, dan langsung mendorong dengan keras tubuh Chara, sehingga membuat sikut Chara terluka karena berusaha menahan tubuhnya.
"Pergi dari sini perempuan kampungan, jangan pernah injakkan kaki kotormu dikantor ini, apalagi brani muncul dihadapanku" ucap Raffa dengan emosi yang meluap luap dan langsung kembali masuk kedalam kantor.
Semua yang melihat kejadian itu pun ikut mencibir Chara, seolah Chara adalah seorang pencuri yang sedang dihakimi. dan Beti yang menyaksikan semua itu terseyum penuh kemenangan.
"Mampus kau perempuan murahan, itu akibatnya jika brani lawan Beti" ucap Beti dengan gaya liciknya.
Perlaha Chara berdiri, air matanya menetes begitu saja, bukan karena cengkraman atau pun dorongan Raffa, tapi Ia merasa harga dirinya telah diinjak injak. Hanya karena sebuah binder Ia diperlakukan dengan tidak layak.
"Heehh perempuan kampung, ini barang barangmu ambil dan pergi sanah, huuuss" ucap sala satu teman yang memang tidak menyukai Chara.
Chara Pun memungut barang barangnya yang berceceran dibawa, lalu melangkah pergi dengan peresaan kacau.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang sudah mampir🙏🙏🙏🙏
jangan lupa selalu dukung Author dengan berikan hadiak, agar Author lebih semangat lagi up nya,🥰🥰
Dan jangan lupa Juga tinggalkan jejak lakian LIKE & COMENTAR biar makin banyak rejeki kalian😘😘😘
love u all❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Indah Alifah
itu kesayanganmu Rafa jahat amat sih
2023-03-05
0
tris tanto
ya kali yg punya binder gk inget sm sx,,ammesia apa thor
2022-08-20
0
auroria wati
kenapa rasanya nyesekkk ya
2022-08-19
0