"Silakan masuk Tuan" ucap Chara yang kini telah mengganti bajunya.
Chirs berbalik ketika mendengar ucapa Chara, ia bernafas lega karena gadis itu telah mengganti bajunya dengan sedikit longgar, setelah dipersilakan duduk, Chris pun mulai membuka percakapan.
"Begini nona Annie, maksud dan tujuan saya kesini untuk membicarakan mengenai kontrak kerja dengan perusahaan kami" ucap Chris.
"Maaf Tuan bisa diperjalas omgan Anda? karena saya tidak pernah menandatangani kontrak kerja apapun" jawab Chara sedikit bingung dengan ucapa Chris.
"Betul nona, maksud saya disini adalah masa training 3 bulan, jika nona belum menyelesaikan waktu training 3 bulan, maka nona akan dikenakan denda" ucap Chris berusaha senatural mungkin.
"Denda? bukankah Tuan Raffa sendiri yang mengusir saya dari sana?" tanya Chara semakin bingung.
"Benar nona, tapi urusan nona dengan peraturan perusahaan, jadi semua ini tdiak ada hubungannya dengan kejadian kemarin" sahut Chirs lagi.
Chara mengerutkan dahinya merasa tidak percaya dengan ucapan Chirs.
"Bukankah Dia Bos nya, mana ada aturan yang berlaku untuk seorang, dasar aneh" batin Chara tak paham.
"Brapa denda yang harus saya bayar, jika saya tidak ingin kembali bekerja?" tanya Chara serius.
"Silakan nona, anda bisa membacanya sendiri" ucap Chirs sambil menyerahkan selembar kertas pada Chara.
Mata Chara mebelalak sempurnah ketika melihat nominal denda yang tertera dalam surat itu.
"Waahh pemeransan ini namanya, jangan jangan perusahaannya besar begitu dari hasil penipuan lagi" lagi lagi Chara membatin merasa tidak masuk akal.
"Bagai mana noan?" tanya Chirs karena melihat Chara melamun.
"Baiklah jika itu aturannya, kapan saya harus mulai kerja lagi?" tanya Chara pasrah karena ia tak punya uang denda sebanyak itu.
"Sekarang sudah terlalu siang, Anda bisa memulainya besok nona" sahut Chris lalu berpamitan pulang.
*****
Sementara Raffa yang menunggu didalam mobil sudah sangat gerah, bukan karena panas dari terik mata hari tapi karena tak sabar menunggu kabar dari sang sekertaris yang tak kunjung keluar dari rumah sederhana itu.
"Apa Dia bersedia?" tanya Raffa tak sabar ketika Chirs membuka pintu mobil.
"Besedia Tuan, besok nona Chara akan mulai bekerja lagi" jawab Chirs yang telah duduk dikursi kemudi.
Raffa terseyum senang menanggapi ucapan sekertarisnya, sepanjang perjalanan menuju kantor, wajah pria dingin itu berseri seri seperti habis mendapat undian miliaran rupiah, seyuman pun tak terlepas dari wajah tampannya.
Chris yang memperhatikan ekspresi tuannya dari balik kaca pun sampai terheran heran.
"Apa anda sebahagaia itu Tuan, semoga nona Chara bisa memaafkan perbuatan Anda"batin Chris tetap fokus pada kemudinya.
...****************...
Keesokan paginya karena Chara mulia bekerja lagi, Ia pun bangun pagi pagi sekali untuk bersiap kerja. Chara telah menceritakan perihal kedatangan sekertaris Crhis pada Ibunya, dan Ibunya pun sudah mengijikan Ia kembali bekerja karena mereka tidak sanggup membayar denda tersebut.
Selesai bersiap Chara langsung melajukan motornya menuju gedung Aditama Group, karena Ibunya sedang keluar kota mengunjungi bibinya yang sedang sakit, sehingga Chara harus membeli sarapannya diluar.
Ketika sedang asik menyetir untuk membeli sarapan, dari arah belakang ada beberapa motor ninja yang mengikutinya. Kerena motor beat Chara kala cepat akhirnya Ia dihadang oleh orang orang itu.
"Ciihhhh mau apa lagi sih mereka" ucap Chara setelah memberhentikan motornya.
"Turun lo" ucap salah satu dari gerombolan para pria itu.
Chara diam, tak mempedulikan ocehan pria itu, ia terlihat santai sambil melepas helmnya dari kepalnya.
Dengan gagahya Chara menaruhnya helm itu diatas paha sebelah kananya sambil menatap pria yang berbicara tadi dengan mengangkat sebelah alisnya seolah mengejek.
"Turun gak lo?" ucap pria itu lagi sambil mendekat kearah Chara.
"Nihh gua turun" ucap Chara sambil melempar helmnya kearah pria itu lalu kakinya ikut menyusul, dan satu tendangan pun melayang mengenai tepat di kepala pria itu.
Perkelahian hebat pun terjadi dipinggir jalan itu, beberap saat kemudian pria pria itu pun kabur begitu saja karena telah dipukul habis oleh Chara.
"Dasar kecoak kecoak kakus, mehambat perjalanan ku saja, jam brapa ini?" ucapa Chara sambil mengambil ponselnya untuk melihat jam.
"Aahh biarkan saja lah, bagus kalo telat siapa tau pas sampe sana langsung dipecat" lanjut Chara sambil memasuka kembali ponselnya kedalam tas, Chara pun melanjut melanjutkan perjalanannya.
Sebenarnya Chara juga malas untuk kembali bekerja disana, mengingat Ia telah dipermalukan oleh pemimpin perusahaan itu, tapi apadaya Chara tak punya cukup uang untuk membayar denda, Chara akan bertahan menyelesaikan masa trainingnya 3 bulan.
*****
Semantara digedung Aditana Group, diruangan yang mewah itu seorang pria sedang gelisa, matanya selalu menatap jam di tangannya yang kini sudah menunjukan pukul 09:00 pagi hari
"Seharusnya Dia sudah datang jam begini" gumannya pelan sambil terus menatap layar komputer yang terhubung dengan Cctv lobi utama.
"Chris apa Dia tidak akan datang?" tanya suara berat yang sedang gelisa itu.
"Maaf Tuan, mungkin saja nona Chara sedang ada masala dijalan" sahut sekertaris Chris penuh hati hati.
"Masala? apa maksudmu" tanya Raffa langsung berdiri dari duduknya.
"Maaf Tuan, itu hanya kemungkinan saja" sahut Chirs bingung karena sudah salah bicara
"Sejak kapan kau jadi tidak jelas begini? berikan kunci mobilnya" ucapa Raffa, pria dingin itu langsung melangkah keluar setelah mendapatkan kunci mobil dari Chris.
Sang sekertaris kesangan itu pun langsung mengekor di belakang tuannya.
Raffa menghentikan langkahnya ketika sampai dibawa, sosok yang ia tunggu dengan cemas sejak tadi akhirnya muncul dihadapannya.
Raffa terpaku melihat Chara berdiri dihadapannya, ingin rasanya Ia bertanya kenapa lama skali? apa kamu ada masala? namum apa daya kajadian 2 hari lalu seakan menjadi benteng penghalang untuknya.
Sesaat pandangan mereka terkunci, aaahhh rasanya Raffa ingin menhancurkan semua barang yang ada didekatnya, sesuatu yang sangat Ia nantikan telah ada dihadapannya matanya namun ia tak bisa menyentuhnya.
Raffa menatap tak berkedip pada Chara, jantungnya berdetak seakan ingin melompat keluar, Chara terbuai dengan wajah cantik Chara.
"Tu-tuan maaf saya telat" ucap Chara gugup,
Raffa terdiam lagi melihat tingkah Chara yang seperti menakutinya, hancur itulah yang Ia rasakan. bagaimna bisa gadis kecil yang Ia cari selama ini seperti menakutinya, tanpa berucapa apapun Raffa memberi jalan pada Chara untuk lewat.
Sementara semua karyawan yang menyaksikan kejadian itu terheran heran, kenapa bisa ada Chara lagi dikantor itu?, dan kenapa tuan Raffa tak berkata apa pun saat melihat Chara?. Begitulah pertanyaan pertanyan yang muncul dikepala para karyawan.
"Chris tutup mulut mereka smua" perintah Raffa lalu melangkah kembali keruangannya.
"Baik Tuan" sahut Chris sedkit membungkuk memberi hormat, setelah kepergia Raffa, Chris pun langsung pergi mengerjakan tugasnya.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi untuk kalian yang masi setia menunggu up dan Trimakasi juga yang baru mampir🙏🙏
Jangan lupa tetap dukung Author dengan LIKE & COMENTAR kalian.🥰🥰
Maaf jika up nya lama, karena Author masi memutar otak untk memberikan yang terbaik buat kalian smau, tapi akan diusahakan Up tiap hari😘😘😘
love u all❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
May Komariah
keren nih ceritanya, paling suka baca cerita kl perempuannya heroik tp baik ....👍👍👍👍
nggak bikin bosen..😁
2022-11-14
2
Hikmah Araffah
Chara dapet motor ninja nya dari mana yak😂
2022-07-08
0
Dwi Rahayu
kok aku yang jadi deg degan yaaa
😀😀😀😀😀
2021-06-15
0