Chara melajukan motor beat kesayangannya, membela keramaian kota di pagi itu. Tiga puluh menit kemudian Chara pun tiba di gedung yang menjulang tinggi dan mewah itu.
Chara memarkirkan motornya, lalu berjalan menuju pintu masuk, sejenak ia terdiam, matanya melihat mengikuti tingginya gedung itu.
"Aditama Group, baiklah mulai hari ini kau akan menjadi rumah keduaku" gumam Chara, lalu ia pun berjalan masuk kedalam gedung besar nan mewah itu. Karena Chara bingung, ia pun bertanya pada salah satu OB yang sedang membersihkan kaca depan.
"Permisi, dimana tempat karyawan baru berkumpul" tanya Chara ramah.
Dengan tatapan sinis, si OB yng berbadan gendut itu menatap Chara dari ujung kaki hingga ujung kepala lalu membuang muka dengan sombongnya.
Chara bingung melihat kelakuan OB tersebut
"Kenapa ni orang?" batin Chara ingin sekali tertawa melihat tingkah aneh pria itu.
"Cepat ikut aku" ucap si OB itu masi dengan tatapan sinisnya.
Chara pun menurut, sambil menahan tawa Chara mengikuti OB gendut itu.
"Tuh ruangannya " ucap si OB itu sambil membengkokkan bibirnya lalu kembali membuang muka dan melakah pergi.
Chara tersenyum lalu berkata.
"Terima kasih kak" ucapnya sedikit berteriak.
"Mimpi apa gua semalem? Bisa bisanya ketemu sama orang kek gitu" gumam Chara pelan sambil menggeleng gelengkan kepalanya, lalu ia pun masuk kedalam ruangan yang ditunjuk tadi.
Kini tiba saatnya pembagian staf kerja, karena Chara hanyalah lulusan SMA, ia pun mendapat di bagian kebersihan.
"Annie Carllisa Putri, ini seragam dan name tagmu. Tugasmu membersihkan lantai 18, pastikan tidak ada sedikitpun debu yang tertinggal ditiap sudut ruangan itu, karena Tuan Raffa tidak segan menghukum siapa pun yang tidak becus dalam bekerja" jelas manager HRD
"Ingat, semua ruangan di lantai 18 boleh kamu masuk kecuali ruangan Tuan Rafa. cepat ganti seragammu sekarang dan pergilah ke lantai 18, disana ada Sekertaris Tian yang akan memberitahukan apa saja yang harus kamu kerjakan, ingat name tag mu harus selalu dipakai" lanjut manager HRD.
Chara mengangguk lalu berjalan keluar menuju ruangan ganti kariawan. Selesai berganti Chara langsung bergegas menuju lantai 18.
Tiiinnnng, bunyi pintu lift terbuka.
Chara keluar dari dalam lift, matanya menyapu setiap sudut ruangan itu, kesan mewah itulah yang didapatinya.
Karena fokus memandangi setiap sudut ruangan itu, Chara tidak menyadari dua pasang langkah kaki berat yang berhenti tepat di belakangnya. Chara terus menatap penuh kekaguman isi ruangan itu, saat hendak berbalik, Chara dikagetkan dengan dua sosok pria bertubuh tegap yang telah berdiri dihadapannya, sesaat Chara mengagumi ketampanan 2 pria tersebut.
"Tampan sih, tapi kenapa mukanya pada kram gitu ya?" Chara menatap wajah kedua pria itu bergantian.
"Ma-maaf Tuan" ucap Chara gelagapan saat menyadari aura mematikan dari kedua orang itu, Chara pun langsung menundukan kepalanya.
Rafa menatap sejenak kearah Chara lalu melangkah menuju ruangannya.
"Kamu karyawan baru?" tanya Sekertaris Tian saat telah ditinggal Raffa.
"Iya Tuan"sahut Chara tetap menunduk.
"Bersihkan ruangan itu dan tunggu saya disana" ucap Tian lalu pergi menyusul Tuannya.
"Yang tadi karyawan baru?" tanya Rafa yang kini telah duduk dikursi kebesarannya, saat melihat Tian masuk.
"Iya Tuan" sahut Tian.
"Pastikan tidak ada kesalahan yang dia lakukan disini" perintah Rafa lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
"Baik Tuan" Tian pun berpamitan ke ruangannya untuk mulai bekerja.
*********
Chara sedang serius membersihkan ruang Tian, sampe sampe bunyi ketukan pintu dari luar pun tidak ia dengar. karena ada sebuah kertas yang jatuh kebawa meja, Chara pun berjongkok untuk mengambilnya.
"Sedang apa kamu?" tanya Tian yang membuka pintu dengan tiba tiba.
Chara yang dikagetkan dengan ucapan Tian, reflek langsung berdiri dan tidak sengaja pelipisnya mengenai ujung meja, yang mengakibat pelipisnya mengeluarkan sedikit darah segar.
"Aawwuuuuhhhh" ringis Chara sambil memegang pelipisnya yang terasa sakit.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Tian sambil menuntun Chara duduk disofa, karena merasa kasihan pada anak baru itu.
"Tidak apa apa Tuan, maaf tadi saya ambil kertas ini yang jatuh dibawa meja" jelas Chara, sambil menunjukan selembar kertas di tangannya.
"Lain kali harus lebih hati-hati, sesibuk apapun kamu, kuping kamu harus tetap on untuk mendengar sekitarmu" jelas Tian,
Pria itu pun pergi mencari kotak P3k untuk mengobati luka Chara, tapi tidak menemukannya, tampan berpikir panjang Tian langsung mengajak Chara menuju ruangan kerja Raffa.
Rafa mengerutkan dahinya melihat Tian menuntun seorang wanita masuk ruangnya, namun sedetik kemudian Raffa kembali fokus dengan pekerjaannya.
Tian mengambil kotak p3k dan hendak mengobati luka Chara.
"Tidak perlu Tuan, Saya bisa sendiri, terima kasih" ucap Chara tersenyum lalu mengambil kotak p3k dari tangan Tian.
"Maaf Tuan, apa saya boleh pinjam kotak ini sebentar?" lanjut Chara.
"Tentu, bawa saja, sekalian simpan saja di pentri." sahut Tian sekalian menyuruh simpan dipentri, karena ia tahu Tuan tidak mau memakai bekas orang lain.
"Terima Kasih Tuan, saya permisi." pamit Chara dengan sedikit membungkuk, lalu melangkah keluar ruangan itu.
Tian menatap kepergian Chara dengan sedikit rasa penasaran, pasalnya semua karyawan wanita di kantor itu ingin sekali mencari perhatian mereka apalagi satu ruang seperti itu, tetapi kenapa Chara mala ingin cepat cepat keluar?
"Apa kau menyukainya" tanya Rafa mengaget Tian.
"Tidak Tuan, hanya kasihan padanya" sahut Tian.
"Bagaimana pencarianmu?" tanya Raffa.
"Maaf Tuan, belum ada tanda apapun sampai sekarang" sahut Tian.
"Carikan orang terbaik, bayar berapapun yang mereka minta" ucap Rafa lalu menyandarkan kepala di sandaran kursinya.
"Baik Tuan" sahut Tian lalu berpamitan keluar.
Rafa menatap langit langit ruangan kerjanya, bayangan masa kecilnya pun kembali muncul.
"Chara" gumamnya dengan kedua mata terpejam.
Sementara ditempat lain, para karyawan wanita yang melihat Chara keluar dari ruangan tuan Raffa dengan memegang kotak p3k itu mulai berbisik bisik.
"Lihat itu pelipisnya berdasar, Dia habis ngapain di ruangan Tuan Rafa" ucap salah satu dari mereka yang sedang berbisik bisik.
" Dasar murahan, baru sehari saja udah mulai menggoda Tuan Rafa" Bisik bisik kubu yang satunya lagi.
Begitulah kira kira omongan yang mengiringi perjalanan Chara hingga sampai ke pentri.
:
:
:
Happy reading guys, Love U All😘😘❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
EndRu
aduh Rafa.. dingin banget sih..
coba lihat bentar aja itu cewek
2023-09-26
0
Chakira Silaban ❤️❤️❤️
kayak ny mulai menarik ni..
2023-01-17
1
Chakira Silaban ❤️❤️❤️
masih nyimak thor
2023-01-17
0