Matahari pagi kembali menyapa, pertanda smua penghuni bumi harus bangun dan menjalankan aktifitas mereka masing masing.
Begitu juga dengan Chris, sekertaris tampan tapi dingin itu sudah sigap menunggu tuannya dibawa.
Raffa telah selesai bersiap, pria tampan itu telah rapih dengan setelan jas mahalnya yang berwarna silver, rambutnya yang tertata rapih dan wangi parfum manly yang menempel ditubuhnya menyempurnakan penampilannya pagi ini, dapat dipastikan siapa pun kaum hawa yang bertemu dengan nya akan melele dan jatuh hati padanya.
Dengan gagahnya Ia berjalan menuruni anak tanggga, wajahnya yang sudah tampan sejak lahir kini semakin bertamba tampan, aura positif nya meningkat berkali lipat sejak bertemu dengan gadis masalalunya, ditamba dengan seyuman yang sering Ia pancarkan memanjakan setiap mata yang menatapnya.
"Pagi Tuan" sapa Chris, seperti biasa ia telah berdiri dengan posisi siap.
"Pagi Chris" sahut Raffa dengan seulas seyum dibibirnya lalu berjalan keluar menuju mobil.
Chris menatap tak percaya pada tuan yang sudah berjalan lebih dulu, Chris seolah tak percaya Raffa membalas sapaannya dengan begitu ramah
Chris mulai melajukan mobilnya menuju kantor dengan kecepatan sedang, hening itulah yang selalu menjadi teman setiap perjalanan mereka, tapi kali ini suasana sedikit berbeda karena wajah pria dingin yang duduk dikursi penumpang itu selalu berseri, lagi lagi Chris merasah aneh dengan sikap tuannya.
"Chris lakukan apapun agar Chara mendapatkan tempat tinggal yang layak huni, dan usahakan yang dekat kantor" perintah Raffa memecah keheningan mereka.
"Baik Tuan" sahut sekertaris Chris.
Entah cara apa yang akan ia lakukan agar Chara mau menerima rumah itu, yang pasti, ia tau betul bahwa tiannya tidak ingin menerima kegagalan.
Beberapa saat kemudian, mobil mewah itu telah terpanggir didepan gedung Aditama Group, seperti biasa sudah ada petugas yang menunggu untuk memarkirkan mobil pimpinan mereka.
Raffa dan Chris pun berjalan beriringan menuju lantai atas.
...****************...
Tok tok tok bunyi ketukan pintu dari luar.
Raffa mengangkat mukanya dengan dahi mengkerut, seakan bertanya siapa yang brani mengetuk pintu ruangannya pagi pagi begini, namun raut wajahya langsung berubah 360 derajat saat Chris membuka pintu dan tampak jelas siapa yang berdiri didepan pintunya.
"Permisi Tuan" ucapa Chara hati hati dengan sebuah nampan berisi 2 cangkir kopi ditanganya.
Raffa terpaku melihat siapa yang datang, dahinya yang tadi mengkerut kini kembali lurus dan licin bagai habis diseterika, Ia tak menyangka bisa melihat dengan dekat wajah Chara sepagi ini.
Chris terseyum melihat ekspresi tuannya, sambil mengingat kejadian sebelum ia masuk keruangannya, Chris mencari Chara dan memintanya untuk membuatkan secangkir kopi untuk Raffa, karena Ia paham betul apa yang tuannya inginkan.
Dengan hati hati Chara melangkah maju, dan meletakan kopi itu diatas meja Raffa sambil membungkuk memberi hormat, lalu Ia pun berpamitan keluar.
Raffa yang sejak tadi terdiam dan terus memandangi Chara, langsung meyambar kopi itu setelah Chara keluar.
"Mau ngapain" tanya Raffa yang melihat Chris hendak meraih cangkir kopi yang satunya.
"Mau minum Tuan" sahut Chirs dengan posisi akan meraih cangkir itu.
"Tidak, ini buatan Charaku, kalo kamu mau bikin saja sendiri" ucap Raffa sambil mendekatkan kopi kedepanya.
Chris menggeleng tak percaya mendengan ucapa Raffa, bagaimana mungkin tuannya bisa seserakah itu ingin menghasilkan 2 cangkir kopi sekaligus.
"Tuan, mengkonsumsi kopi berlebihan tidak bagus untuk kesehatan lambung" ucpa Chris mencoba membujuk Raffa.
"Sejak kapan kau beralih profesi jadi Dokter?" tanya Raffa mempertahankan kopinya.
Chris terdiam tidak lagi menjawab ucapan tuannya, karena Ia pahan betul sifat Raffa, sampai langit runtuh sekalin pun pria yang ia panggil dengan sebutan tuan itu tidak akan membagikan kopi itu dengannya.
****
Sementara diluar ruangan, semua karyawan tampak heboh, pasalnya mereka baru saja mendapatkan kabar siang ini bahwa, kantor akan memberikan hadiah untuk seluruh karyawa tanpa terkecuali, sebagai penghargaan pengabdian mereka pada perusahaan.
Dan hadiahnya akan diberikan dengan cara menarik lotre, dan semua karyawan diwajibkan harus mengikutinya. Acaranya akan diadakan besok pagi di aulah kantor, dan pemimpin Aditama group sendiri akan hadir dan menyaksikan langsung acara itu.
"Tuan Raffa benar benar luar biasa, bukan hanya tampan tapi juga baik hati, uuhhh jiwa ingin memilikinya semakin meronta" ucap salah satu karyawan wanita dengan gemas.
"Aku pun rela jadi simpanannya, asal bisa menyetuh wajahnya yang lusu itu" ucap salah satu temannya lagi.
"Jangankan menyentuh wajahnya, bisa berbagi udara dengannya dalam satu ruangan pun aku udah bersyukur bangat" sahut yang satu lagi.
Begitulah kira kira halunya para karyawan wanita dikantor itu, sampai akhirnya ada seseorang yang datang dan menyadarkan halu mereka.
"Jangan mimpi, perhatikan tampangmu dulu sebelum berucap" cela Beti yang tiba tiba hadir ditengah mereka.
"Cuman aku yang pantas bersanding dengan Raffaku" lanjut Beti terseyum cantik dan penuh percaya diri.
Ditengah obrolan mereka, dari kejauhan Beti melihat Chara berjalan kearah mereka, langsung timbul ide licik dikepalanya, dan Ia mulai sengaja berjalan mendekat ke arah Chara.
"Aaawuuhhh" ringis Chara yang telah terjatuh dilantai karena tersandung kaki Betti.
"Uupssss sorry gak sengaja" ucap Beti tanpa dosa dan langsung melangkah pergi meninggalkan Chara.
"Tuh orang gak ada kapok kapoknya ya, apa sih masalanya" omel Chara sambil berdiri dan melanjutkan jalannya.
...****************...
Jam dinding menunjukan pukul 05:00 sore hari, seperti biasa semua karyawan berbodong bondong untuk pulang kerumah masing masing.
Dan Chara sediri telah berada di parkiran motor, setelah memakain helm Ia langsung menghidupan mesin motor dan menancap gas untuk pulang.
Seperti biasa Raffa akan mengikutinya dari belakang, tapi kali ini Chris lah yang menyetir mobilnya.
Saat ditengah perjalanan Chris menyadari ada sebuan mobil yang mengikuti mereka dari belakang.
"Tuan sepertinya ada yang mengikuti kita dari belakang" Ucap Chris yang melihat dari spion mobil.
Raffa menoleh kebelakang dan benar saja ada 2 mobil jeep yang mengikuti mereka.
"Alihkan mereka Chris jangan sampai Chara ikut terjebak" ucap Raffa mulai kawatir memikirkan Chara.
Saat Chris mencari belokan untuk menghindari, dari arah depan tampak juga dua mobil yang sama berjalan kearah mereka.
"Tuan kita terjebak" ucap Chir, lalu ia mengklakson panjang mobilnya untuk menghentikan Chara.
Chara yang mendengar bunyi klakson panjang pun langsung menghentikan motornya dan menoleh kebelakang, saat ia melihat siapa yang keluar dari dalam mobil itu, Chara langsung membuka helm dan turun dari motornya.
"Tuan" ucap Chara memberi hormat.
Belum sempat Chris berucap, mobil mobil itu telah berhenti dan mengepung mereka, bahkan ada enam mobil lagi yang berdatangan entah dari mana.
"Siapa mereka?" ucap Chara pelan sambil melihat orang orang yang telah mengelilingi mereka.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang sudah sudah setia menunggu up atau pun baru mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa selalu dukung Author dengan LIKE & KOMENTAR kalian, biar lebih semgat upnya🥰🥰
kata pepatah orang sabar murah rejeki, maka dari itu bersabarlah menunggu Author yang kece badai namu punya bayak kekurangan ini up😘😘😀😀
love u all❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Hikmah Araffah
go go go Chara✌️ayokk lawan mereka
2022-07-08
0
Anas Theresia
wow top lh
2021-12-30
0
Kenzi Kenzi
jadikan chara bodyguardmu bang....alih2 kamu bisa selalu berdekatan terus dgn eneng geulis
2021-06-12
0