Disore yang indah, seorang gadis cantik melangkah gontai memasuki rumahnya, dengan penampilan yang lumayan kusut dan muka lesuh, gadis cantik itu langsung membuang dirinya diatas kursi ruang tamu rumahnya.
Lelah, itulah yang ia rasa kan, seharian berkeliaran dijalan untuk mencari kerjaan tapi tidak menghasilkan apapun. Karena asik meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan, Chara tak menyadari sepasang mata menatap yang menatap tajam kearahnya sejak tadi.
"Katakan sejak kapan kau belajar membongi Ibu" ucapan dengan nada sedikit meninggi itu berhasil mengagetkan Chara dan terduduk seketika.
"I-Ibu, sejak kapan Ibu disitu?" tanyanya sedikit salah tingkah.
"Sejak kau mulai belajar membohongi Ibumu" jawab Ibu Siska
"Ma-maksud Ibu?" tanya Chara masi berpura pura.
"Jangan berakting lagi, Ibu sudah tau semuanya"
"Da-dari mana Ibu tau?" tanya Chara lagi.
"Tidak penting dari mana Ibu tau, apa kau pikir Ibu tidak sanggup menghidupmu lagi, hah? apa kau pikir Ibu akan tega melihatmu luntang lantung dijalanan dan pulang dengan keadaan bgini? apa kau tidak menganggap Ibumu lagi, hah? " omel ibu Siska panjang lebar dengan nada sendikit tinggi dan berderai air mata.
"Ibu jangan bicara begitu, maafin Chara. Chara hanya tidak ingin Ibu memikirkan Chara" sahut Chara sambil memeluk manja Ibu nya.
"Jaga ucapanmu, sudah seharusnya Ibu memikirkan mu" ucap Ibu Siska
"Iyah iyaah, Chara minta maaf Chara sayang sama Ibu, jangan marah marah lagi " ucap Chara penuh manja sambil mendongekan kepala menatap wajah ibunya.
Melihat sikap anak gadisnya, ibu Siska pun lulu, lalu ia membalas pelukan anaknya. Keduanya saling mengeratkan pelukan penuh kasi sayang.
...****************...
...Gedung Aditama Group...
Pria yang dijuluki berwajah tampan tapi dingin itu sedang sibuk dengan setumpuk berkas diatas mejanya, sesekali ia mengerutkan dahi sambil memijak pelan kepalanya.
Semalam sekertarisnya menghubunginya dan mengatakan bahwa, ia telah mendapatkan informasi dan bukti mengenai Chara gadis masa kecilnya, karena memikirkan hal itu Raffa tak bisa memejamkan matanya semalaman.
Akibat dari kurang tidurnya semalam konstrasinya sedikit menurut, ditamba lagi ia memikirkan bukti apa yang akan dibawa sekertarisnya, Raffa semakin merasa pusing.
Tok tok tok, bunyi ketukan pintu dari luar mengagetkannya yan sedang berusah fokus dengan kerjaanya.
"Masuk" ucap Raffa.
Ceekleekkkk pintu pun terbuka, tampaklah sang sekertaris yang bermuka lebih dingin darinya.
"Tuan" ucap Chirs sedikit membungkuk memberi hormat.
"Katakan" sahut Raffa tak sabar.
"Menurut data yang ada, sejak kepergian ayahnya, nona Chara dan ibunya tinggal dijalan xxx hingga sekarang, dan ibunya bekerja sebagai buruh cuci untuk membiayai kedidupan mereka. Dan nona Chara adalah" ucap sekertris Chirs menggantung.
Seluruh tubuh Raffa terasa kaku, kupingnya memanas dan wajahnya memerah mendengar ucapa sekertarisnya, bagaimana bisa dirinya menunggu selama bertahun tahun, dan mencarinya kemana mana, sementara orang yang ia cari masi berada ditempat yang sama dengannya.
"Teruskan" ucap suara berat itu dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Nona Chara adalah nona Annie yang bekerja disini sebagai OB" lanjut Chris dengan penuh hati hati tapi pasti.
Deeeeggggggg
Bagai tersengat aliran listrik dipagi hari, tubuh Raffa semakin membeku, wajahnya memanas, jantungnya seakan berehenti berdetak, matanya mulai memerah , pandangannya kosong. Bayangan tawa gadis masa kecilnya dan bayangan perlakuan buruknya pada Chara mulai berperang dalam pikiran.
Raffa menarik rambutnya kasar, Ia terlihat sangat frustasi, panantiannya selema 20 tahun Ia sia siakan begitu saja. Karena sifat egois dan arogannya Ia tak menyadari kehadiran orang yang Ia nanti nantikan selama ini.
"LAKUKAN APAPUN DAN BAWA DIA KEMBALI KESINIA" ucap suarat berat itu dengan penuh tekanan.
"Baik Tuan" sahut Chris lalu hendak melangkah keluar.
"Mau kemana" tanya Raffa cepat kerena melihat pergerakan Chris.
"Mau membawa nona Chara kembali kesini Tuan" jawab Chris sopan.
"Dengan cara?" tanya Raffa penasaran.
"Sejak kapan Dia ingin tau kerjaanku"batin Chris merasa aneh dengan Tuannya
"Saya akan mendatangi rumahnya Tuan" jawab Chris.
"Lancang skali kau pergi kesana tanpa mengajakku" ucap Raffa sambil berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan keluar ruang tanpa mempedulikan Chris yang terlihat bingung.
Chris dengan kebingungannya langsung mengekori darinya belakang, Chris yang tau betul dimana alamat rumah Chara, langsung menancap gas dan menuju kealamat tersebut. Tak butuh waktu lama mobil mewah itu telah sampai dihalam rumah Chara.
"Apakah Tuan akan ikut turun?" tanya Chirs setelah mobilnya terparkir dengan sempurna.
"Tidak, saya akan menunggu disini" sahut Raffa dengan mata menatap lekat rumah Chara yang terlihat sangat sederhana.
Chris pun mengangguk lalu turun dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah Chara.
Tok tok tok, bunyi ketukan pintum
"Iyaa sebentar" sahut suara dari dalam rumah.
Cekleekkkk, pintu terbuka tampaklah Chara dengan celana panjang kain, baju kaos ketat dan rambut yang berantakan, tampaknya gadis itu baru saja bangun tidur.
Chirs langsung membalikan badannya ketika melihat penampilan Chara yang memkain kaos ketat, Ia tau betul sifat tuannya, jika sudah mengklaim sesuatu miliknya jangankan menyentuh memandangnya saja pun tidak diijinkan, apalgi dalam keadaan seperti ini.
"Ada perlu apa" tanya Chara yang belum menyadari siapa yang datang, namun sedetik kemudian
"Tu-tuan Chris, ada perlu apa anda kesini" ucap Chara salah tingkah sambil merapih rapihkan rambutnya, namun Chara juga merasa heran melihat sikap Chris yang langsung berbalik ketika melihatnya.
"Maaf apa anda bisa mengganti baju dulu sebelum kita bicara?" tanya Chirs masi dengan posisi membelakangi Chara.
Chara semakin bingung sambil memperhatika penampilannya, seakan berkata apa yang salah dengan bajuku? karena Chara lebih penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh Chris, Chara pun menurut.
"Baik, tunggu sebentar disini" sahut Chara lalu melangkah masuk kekamar untuk mengganti baju.
Sementara didalam mobil Raffa terseyum bahagia ketika melihat wajah Chara, ingin rasanya Ia mendatangi Chara mencium dan memeluknya erat, namum Raffa urungkan niatnya mengingat perlakuannya pada Chara, Raffa dan ingin gegabah apalagi sampai memaksa Chara.
"Maafkan aku" gumannya pelan dengan mata memerah.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa terus dukung Author dengan LIKE & KOMENTAR kalian semua.😘😘
love u all❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
EndRu
part ini kurang nge feel.
2023-09-26
2
Nur rahmayana
au ah
2022-07-29
0
Yuni Anin
ttp samangat thor..💪
2021-05-24
1