Raffa melangkah dengan pasti menuju ruangannya, ibarat bunga ditaman hati Raffa sedang mekar menerima sejuknya embun dipagi hari.
Legah dan senang itulah yang Ia rasakan, namum ada sedikit sesak dihati yang mengganjal karena tidak bisa menyetuh orang Ia harapkan.
Kini Raffa telah duduk dikursi kebesaranya, matanya menatap lekat pada layar komputer didepanya, seorang gadis cantik sedang membersihkan setiap sudut ruangan kantor itu dengan telaten dan penuh semangat.
"Chara ku" gumannya pelan sambil menyentuh layar komputer itu.
Rasa rindu dihatinya semakin menumpuk, terlihat jelas dari tatapan matanya.
"20 tahun aku menantimu dengan sabar, bukan masala besar jika harus bersabar sebentar lagi untuk membawamu kedalam pelukan ku" batinya terseyum dengan tatapan terus fokus pada layar monitor itu, sampai sampai Ia tak menyadari sekertaris Chris yang kini telah berada diruangannya.
"Tuan!" ucapan itu membuyarkan lamunannya dan langsung mengalikan pandangan.
"Chris pesankan makanan untuk semua karyawan, dan pastiak Charaku memakannya dengan baik" perintahnya lalu kembali menatap layar monitor itu.
"Baik Tuan" sahut Chris lalu berpamitan keluar untuk menjalankan perintah tuannya.
****
Jam dinding menunjukan pukul 12:00 siang hari, seperti biasa semua karyawa akan beristirahat sebentar untuk mengisi perut mereka.
Tampak semua wajah karyawan begitu bahagia menikmati makan mereka siang ini, selama ini perusahaan sering memberi mereka makan, tapi kali ini makannanya lebih istimewah, karena dipesan dari restoran bintang 5.
Chris, sang sekertari berwajah tampan tapi lebih dingin dari tuannya itu ikut turun tangan, untuk memastikan semua karyawan makan dengan baik, lebih tepatnya adalah memastikan wanita tuannya tidak dingganggu oleh siapapun dan dapat makan dengan baik seperti titah tuannya.
Sementara didalam ruangan mewah itu, Raffa masi betah menatap layar komputernya. Sesekali Ia terseyum melihat tingkah lucu Chara, ingin skali Raffa pergi untuk memyuapi gadis itu dan membersihkan sisa sisa makanan di sudut bibinya, tapi Raffa harus mengurungkan niatnya dan harus lebih bersabar lagi.
Disaat sedang asik menikmati makan siangnya, dering ponsel Chara berbunyi pertnada ada sebuah telefon masuk. Chara terseyum saat melihat nama sipenelfon yang tertera dilayar ponselnya.
Chara pun langsung mnggeser tombol hijau sambil melanjutkan makannya, sesekali Ia seyum, sesekali juga Ia tertawa lepas saat berbicara dengan orang dalam telefon tersebut.
Tanpa Ia sadari perbuatannya menyebabkan seseorang hampir mati penasaran, siapa lagi orang itu kalau bukan tuan Raffa. Matanya yang sejak tadi menatap layar komputer itu semakin merasa gelisah.
"Berbicara dengan siapa Dia, sepertinya bahagia skali" ucapnya pelan sambil mengusap wajahnya kasar.
****
Matahari telah menurun kearah barat dan pelahan mulia menghilang, semua karyawan tampak sibuk membereskan barang barang mereka dan bersiap untuk pulang termasuk dengan Chara.
Lain halnya dengan Raffa, pria dingin itu masi betah didepan layar komputernya, sontak ia kaget dan langsung berdiri ketika melihat Chara masuk keruang ganti karyawan dan keluar dengan baru berbeda.
"Berikakan kunci mobilnya, saya akan menyetir sendiri dan kau pulanglah, jika ada perlu akan saya sahubungi" ucap Raffa sambil menada tangan meminta kunci.
"Baik Tuan" sahut Chris sedkit membungkuk memberi hormat sambil menyerahkan kunci mobilnya.
Raffa meraih kunci mobil itu dan langsung melangkah keluar.
"Apa jatuh Cinta bisa membuat orang bertikah aneh?" batin Chirs bertanya tak pahan dengan tingkah Tuannya.
Chara menyalakan mesin motornya, dan menancap gas membela keramaian kota sore itu, tanpa ia sadari sebuah mobil mewah terus mengikutinya sajak dari ia keluar gedung Aditama Group.
Beberapa saat kemudian motor Chara telah memasuki pekarangan rumahnya, Raffa yang mengikuti Chara dari belakang pun sengaja memarkirkan mobilnya sedkit jauh dari rumah Chara agar tidak ketahuan.
Raffa sengaja mengikuti Chara untuk memastikan gadis itu sampai dirumah dengan selamat.
Setelah memastikan Chara masuk kedalam rumah, Raffa mengeluarkan ponselnya lalu menghungi seseorang.
"Kirimkan makanan kerumah Chara sekarang" ucapnya setelah telefon itu diangkat, dan langsung memutuskan sambungan telefon itu tanpa menunggu jawab dari seberang sana.
****
Chara baru saja selesai mandi, handuk pun masih terlilit dikepalanya karena rambutnya yang masi basah, Cahar yang mendengar seseorang mengetuk pintu pun langsung melangkah kedepan dan membukan pintu.
Cekkleeehh pintu terbuka.
Tampaklah wajah cantik Rima yang sedang terseyum manis didepan pintu.
"Kau sudah datang? ayo masuk" ucap Chara, menyambut hangat sahabatnya.
Rima pun langsung melangkah masuk.
Karena ibu Chara yang masi berada diluar kota, Chara meminta Rima untuk menemaninya tidur ketika mereka telefonan siang tadi, Rima pun menyentujuinya permintaan sahabatnya dan barjanji akan datang sore nanti saat Chara pulang kerja.
"Permisi nona" ucap seorang pria dari depan pintu menghentikan tangan Chara yang hendak menutup pintu.
"Iya ada yang bisa dibantu?" tanya Chara kembali keluar.
"Begini nona, karena Restoran kami sedang berulang tahun hari ini, jadi kami membagi bagikan makanan gratis, dan kebetulan kami melewati jalan ini" jawab pria yang tadi.
Chara mengangguk pelan dengan muka bingung, saat mendpat respon dari Chara, pria pun itu langsung kembali kemotor untuk mengambil makanan gratis yang dimaksud.
"Ini nona" ucap pria itu sambil menyodorkan beberapa kantong plasti.
"Sebentar, ini gak salah kan mas? bagi bagi makanan gratis ko sebanyak ini?" tanya Chara semakin bingung karena melihat makanan itu sangat banyak.
"Tidak salah nona, kebetulan disini rumah terakhir, smua tetangga nona pun sudah mendapat bagian merka" ucap pria itu sambil menunjukan beberapa temannya yang sedang membagikan makan pada tetanggan tetangga Chara.
"Oohhh iyahh, makasi ya mas" sahut Chara dengan seyuman terpaksa, dan pria itu pun langsung berpamitan pergi.
****
"Siapa yang datang Ra" tanya Rima ketika keluar dari kamar mandi.
"Ada orang bagi bagi makanan gratis katanya, nih" sahut Chara sambil menunjukan tetengan ditanganya.
Rima yang melihat beberapa prastik ditangan Chara pun juga ikut bingung.
"Bae bangat tu orang, bagi bagi makan gratis aja sebanyak ini" ucap Rima.
"Aku pikir juga begitu, ayo makan aja yuk, mumpung gratis" sahut Chara dan langsung membawa makanan itu kemeja makan.
"Lo gak takut diracunin?" tanya Rima.
"Nggak, kalo pun diracunin kita mati berjemaah soalnya tetangga juga pada kebagian semua, ayo cepatan rejeki gak boleh dianggurin lama lama" sahut Chara tak sabar langsung membuka bungkusan makanan itu.
Kedua sahabat itu pun menghabiskan makanan itu dengan tawa bahagia karena mendapat makanan enak dan gratis pulu.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi untuk yang sudah setia menunggu up, ataupum yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan bosan menunggu yaa, Author kadang masi semedi dulu buat dapat ide yang bagus😀✌🥰
Dan jangan lupa dukung Author selalu dengan LIKE & COMENTAR kalian smua😘😘
love u all❤🖤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Vitha Anggraini
hahaha mati berjamaah
2023-03-11
2
Indah Alifah
Asisten cris ma Rima aja Thor kyaknya seru tuh
2023-03-06
0
May Komariah
sekampung ke'ok donggg🤣🤣
2022-11-14
0