Dua Hari Kemudian.
Qixuan sudah siap dan rapih dengan hanfu yang sudah di sediakan kediamanan Xiu. Pertama kalinya hadir diperjamuan setelah tiba didunia ini, walaupun hanya perjamuan biasa menyambut datangnya dan kembalinya dia ke kalangan bangsawan, tetapi tetap saja dia harus berperilaku sesuai etiket dan tidak barbar.
Dengan hiasan rambut yang lebih banyak dari biasanya sedikit membuat kepala nya susah digerakan.
Memilih pakaian berwarna pink cerah, Qixuan terlihat lebih segar dan ceria.
Xiao Taoli mengetuk pintu ruangan dan Qixuan mempersilahkannya masuk.
Dua hari ini Xiao Taoli juga ikut mengurus keperluan Qixuan diperjamuan, dia tidak sempat menemani nya jalan-jalan di kota Ping'an, dan Qixuan hanya diam di Manor Xing dengan membaca buku pengobatan milik Qiaofeng.
Buku pengobatan itu terlalu rumit, sangat tidak menyenangkan untuk dibaca oleh seorang yang malas berpikir seperti Qixuan.
Tetapi perkembangan Qixuan setelah membaca buku itu lumayan pesat, dia sudah bisa membedakan beberapa botol ramuan yang ditinggalkan Qiaofeng. Entah dimana Qiaofeng asli saat Ini. Tetapi karena Qixuan menggantikannya disini dia harus menjaga nama baik dan keluarga Qiaofeng.
Dengan sedikit pengetahuan tentang obat/-obatan itu membantu Qixuan kala dia sudah muak dan ingin meracuni orang.
"TaoTao, apakah pakaian ini cocok untukku?" Tanya Qixuan setelah mempersilahkan para pelayan wanita yang sudah membantunya merias diri keluar dari ruangan.
"XuanXuan, sangat cantik dan anggun." Ucap Xiao Taoli terpesona menatap Qixuan, tidak ada kecanggungan lagi diantara mereka, seolah seperti sudah mengenal lama.
"Tentu saja, Nona Besar keluarga kediaman utama Xiu harus seperti aku." Ucap Qixuan bangga
"Baiklah, mari ke Aula Utama dan memulai peran sebagai Nona Besar." Lanjut Qixuan dan berjalan lebih dulu keluar ruangan. Xiao Taoli mengekori dari belakang.
••••••••••••••
Qixuan berjalan dengan postur anggun, ah tidak maksudnya adalah berjalan dengan kesusahan untuk mempertahankan image Nona Besar yang anggun dan berbudi luhur.
Dari Manor Xing ke aula utama dia menggunakan tandu dan saat tadi turun dari tandu hampir saja tersandung pakaiannya sendiri. Beruntung ada Xiao Taoli disampingnya dan menopang lengannya. Tidak ada yang begitu memperhatikan gerakan kecil itu, para pelayan dan pengawal hanya berpikir Nona Besar begitu lemah dan membiarkan Xiao Taoli menopang lengannya.
Kalau Qixuan tahu apa yang ada dipikiran para pelayan itu dia akan mendengus sebal, siapa bilang dia begitu lemah sampai jalan saja harus di tuntun Xiao Taoli, memang dia ini wanita paruh baya?
Memasuki Aula Utama kediaman yang besar, Para pengawal didepan pintu berucap berteriak seperti memberi pengumuman dan membungkuk hormat. Qixuan awalnya hampir tersentak kaget mendengar teriakan itu, tetapi kemudian dia mengerti dari drama kolosal dan menjadi rileks kembali.
"Xiu Daxiaojie, Xiu Qixuan tiba di aula utama." Ucap dua orang pengawal membuka pintu aula utama.
Terlihat Ruangan ini cukup ramai oleh para bangsawan di perbatasan Ping'an.
Walaupun sepertinya tidak seramai ibukota kekaisaran tempat para bangsawan dan keluarga kekaisaran tinggal.
Mereka melihat Qixuan masuk dengan tatapan yang intens seakan menilai Nona Besar keluarga Xiu ini.
Qixuan sebenarnya hanya ingin menjadi transparan dan tidak terlalu banyak mengundang perhatian karena akan mendatangkan banyak juga masalah padanya.
Dia disini hanya untuk bertahan hidup dan mencari jalan pulang, jadi hari ini dia memutuskan bertindak seadanya dan tidak berlebihan, sudah cukup beberapa hari yang lalu terlibat dengan perang antar wanita kediaman kedua Xiu.
dan satu hal lagi Qixuan juga ingin menikmati hidup sebagai Nona Besar dengan banyak keistimewaan yang dia dapat dan kekayaan yang cukup banyak ini.
Melihat adiknya datang dan melangkah dengan anggun dan percaya diri, Huanran segera berdiri dari tempat dia duduk menghampiri sang adik.
Seperti seorang kakak lelaki yang sangat mencintai adik perempuannya.
"Salam kepada kakak lelaki kedua." Ucap Qixuan memberi hormat kepada Huanran.
Huanran mengangguk dan membiarkan Qixuan berdiri, kemudian mereka melangkah bersama kearah Jenderal Besar dan Wakil Jenderal.
"Hormat kepada Jenderal Besar dan Wakil Jenderal." Ucap Qixuan memberi hormat lagi, dia menyebut gelar untuk ayah dan kakak pertama nya karena disini banyak tamu yang hadir, dan menurut Xiao Taoli walaupun Qixuan seorang anak tetapi saat sedang di khalayak ramai, gelar ayah dan kakaknya juga berlaku padanya.
Sebenarnya Qixuan merutuk dalam hati karena selalu memberi hormat, beruntung dia tinggal jauh dari keluarga kekaisaran yang peringkatnya sangat jauh diatas, kalau sampai keluarga kekaisaran hadir Qixuan bisa mati kesal karena tubuhnya pegal memberi hormat kepada lebih banyak orang.
'begitu ribet dan heboh, belum memulai perjamuan tetapi tubuhku sudah pegal.' Ucap Qixuan dalam hati.
Jenderal Besar mengangguk puas dan tersenyum lembut kepada putrinya.
Wakil Jenderal berdiri menghampiri adik perempuannya dan berdiri disebelah adiknya.
'Meimei, jangan terlalu lama membungkuk, tubuhmu nanti akan sakit." Ucap Xiu Jierui membantu Qixuan berdiri tegak, bersikap layaknya seorang kakak yang baik.
"Kakak Pertama memang yang paling pengertian." Ucap Qixuan dengan nada ceria dan senang yang tidak dia buat-buat.
"Xuan'er, bagaimana denganku?" Tanya Huanran iri
Qixuan menoleh dan mengernyitkan keningnya sebentar kemudian mengerti maksud Huanran.
"Kakak Kedua, eumm... Aku tidak bisa memikirkan apa kalimat yang pantas untukmu." Ucap Qixuan dengan ekspresi berpikir keras dan kemudian tersenyum lebar dengan kedua pipi bulatnya.
Jenderal besar sangat senang melihat keakraban anak-anaknya.
Para Tamu yang berasal dari kalangan bangsawan dan pedagang kaya menyempatkan datang kesini, melihat keharmonisan dan tingkah manis Nona Besar Xiu mereka tersenyum.
Jenderal besar memberi kata sambutan untuk memulai acara perjamuan ini.
"Terimakasih sudah menyempatkan hadir ke perjamuan yang begitu sederhana ini, Perjamuan ini adalah untuk menyambut Putri tunggal saya yang kembali ke kediaman dari pulang berguru dan mengenalkan kepada kalian. Nona Besar Xiu, Xiu Qi--xuan." Ucap Jenderal besar, saat mengucapkan nama Qixuan dia hampir saja ingin menyebut nama Qiaofeng.
Para tamu bertepuk tangan, Qixuan berdiri tersenyum lebar kemudian membungkuk memberi salam.
Seorang pria setengah baya berdiri dari tempat dia duduk. membuat yang lain mengalihkan pandangan kepadanya
"Nona Besar Xiu, sudah memasuki usia menikah. Apakah sudah menemukan calon yang sesuai?" Ucap seorang pria setengah baya.
Qixuan yang mendengar itu mendelik, pertanyaan yang begitu berani.
"Haha, Tuan Walikota begitu berterus terang. Putri saya memang sudah memasuki usia menikah tetapi sepertinya tidak dalam waktu dekat ini." Ucap Jenderal Besar canggung.
Pikiran keluarga Xiu sudah sangat waspada, apalagi Qixuan yang sudah memikirkan cara untuk kabur kalau sampai dia di nikahkan secara paksa, mereka takut Tuan Walikota ini mengajukan lamaran untuk dirinya sendiri. Pasalnya, Tuan Walikota ini adalah adik kandung dari Selir Agung kekaisaran yang memiliki kehormatan khusus.
"Anak lelaki pertamaku juga seusia dengan Nona Besar Xiu, kalau ada kesempatan yang bagus dan takdir berkehendak bukankah itu adalah keberkahan dari langit bagi kedua keluarga?" Ucap Tuan Walikota
Qixuan menghela napasnya ternyata lelaki setengah baya ini mengajukan lamaran untuk anaknya.
Sebelum ada yang berucap suara seorang lelaki muda terdengar.
"Ayah, Aku memang ingin menikah kedalam keluarga Xiu, tetapi gadis itu adalah Xiu Yue." Ucap Lelaki itu yang sedikit tampan tetapi lebih tampan kedua kakak lelaki Qixuan.
'Heh, siapa juga yang ingin menikah denganmu, apakah kau pantas? lihat dirimu sendiri dulu sana.' Kesal Qixuan dalam hati. Ingin rasanya dia meracunkan lelaki ini dengan racun milik Qiaofeng tetapi dia tidak tahu bagaimana cara memakainya, berpikir terlalu jauh sepertinya keren memaki jarum pengobatan sebagai senjata seperti yang dia lihat di drama.
Secara tidak langsung lelaki ini berniat mempermalukannya. Kalau begitu Qixuan akan ikut bermain dan menyenangkannya.
"Tuan Muda, begitu berterus terang dan terbuka. " Ucap Qixuan tersenyum mengejek.
"Bagi Qixuan hidup itu berharga, percintaan harganya juga mahal, tetapi demi kebebasan dan tidak ada keterikatan---dua duanya bisa disingkirkan. Mungkin Biaomei-ku memiliki pemikiran yang berbeda." Lanjut Qixuan tegas dan tajam.
Mengisyaratkan dia lebih memilih kebebasan dan terlepas dari keterikatan hubungan apapun, walaupun lelaki ini tidak ingin menikah dengannya tetapi dia sangat tidak perduli akan hal-hal sepele itu.
Xiu Yue dan Nyonya Kedua sepertinya belum datang karena kalau sudah datang dia pasti akan ikut terlibat dalam situasi ini.
•••••••••••
Xiu Qixuan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
Nurul Fatimah
💪💪
2021-04-11
2