Seorang gadis cantik duduk didalam kereta kuda, Penampilannya seperi Nona Muda Keluarga Besar, tetapi sikapnya saat duduk didalam kereta kuda sangat tidak memenuhi standar etiket, Memegang dinding kereta kuda erat/-erat dan menyenderkan tubuhnya didinding saat kereta itu mulai bergerak.
Baru pertama kali menaiki kereta kuda membuatnya mual dan pusing karena kereta ini tidak cukup nyaman dan tidak stabil, lebih baik dia duduk diatas kuda saja.
Tetapi Kakak keduanya tidak memperbolehkannya karena perjalanan ini cukup jauh dan tidak layak Nona Muda Keluarga Besar mengendarai kuda selama perjalanan.
Gadis itu adalah Alesha yang sedang menuju kediaman Keluarga Jenderal Besar Xiu diperbatasan. Bertanya/-tanya bagaimana bisa dia berakhir menjadi Nona muda keluarga besar?
------------------------
Dua hari yang lalu
Saat sampai ditepi sungai Alesha turun dari kuda dan dengan cepat menyusuri untuk mencari makam yang dia tandai dengan batu besar.
Sungai ini mengalir panjang jadi saat ini mereka bisa saja datang di tepi yang salah.
Huanran yang melihat Alesha seperti sedang mencari sesuatu hanya melihatnya dari atas kuda dan membiarkan gadis yang dia kira adiknya bermain dengannya.
Alesha yang melihat para pria itu hanya duduk diam di kuda mereka masing/-masing pun kesal, bukannya membantu tetapi malah menonton saja.
"Hei, kalian! Cepat turun bantu aku!" Teriak Alesha
"Adik Perempuan! Jaga sikapmu! Kemana etiketmu? Bagaimana bisa berteriak seperti itu kepadaku! " Ucap Huanran Tegas, karena bagaimanapun walaupun memang benar adiknya hilang ingatan dia tetap harus mematuhi etiket apalagi dia putri seorang jenderal besar dan terhormat, kesalahan sekecil apapun bisa menjadi besar karena perilakunya.
Mendengar ucapan Huanran yang dia terkesan membentaknya membuat tubuh Alesha sedikit menegang tetapi itu hanya sebentar.
"Yasudah kalau tidak ingin membantu. Tetapi tidak perlu berbicara dengan nada seperti itu kepadaku." Ucap Alesha berlalu pergi menyusuri lagi untuk mencari makam Qiaofeng.
Huanran hanya menghela napasnya berusaha untuk lebih sabar lagi. Kemudian mereka turun dari kuda dan mengikat kuda mereka dipohon terdekat.
Xiao Taoli lebih dulu berlari menghampiri Alesha.
"Nona, Sedang mencari apa? biarkan saya membantu." Tanya Xiao Taoli terkesan mencari muka memang, tetapi dia memang ingin dekat dengan Nona muda yang cantik ini, kalau bisa dia ditugaskan untuk menjaga Nona muda nya saja daripada mengikuti Para Tuan keluarga Xiu yang sikapnya berbeda/-beda.
"Memang TaoTao yang paling baik. Mencari makam. Aku menandainya dengan batu besar kemarin." Ucap Alesha
Xiao Taoli yang dipanggil oleh Alesha dengan cara berbeda pun bersemangat untuk membantu, walaupun hanya mencari makam dia harus menggunakan semua kemampuan dan kecerdasaannya. Xiao Taoli ingin bertanya makam siapa yang mereka cari tetapi dia sudah dilatih untuk tidak bertanya banyak saat majikannya memberi perintah.
Mereka menyusuri tepi sungai untuk beberapa saat. Huanran, Feng Ying, dan Yi Hongli menyusul mereka dari belakang.
Melihat tempat yang sedikit familiar Alesha berlari untuk sampai lebih cepat karena saking bersemangatnya, mempertemukan Qiaofeng dengan Kakak Keduanya.
Mereka melihat Alesha berlari tanpa memberu tahu apapun berteriak memanggil Alesha.
"Adik Perempuan! Jangan berlari terlalu jauh!" Peringat Huanran
"Nona Muda!" Seru ketiga pria itu.
Alesha yang mendengar teriakan itupun, hanya menoleh sebentar menunjuk batu besar dengan tanah yang membumbung tinggi dan berbicara.
"Disana adalah yang inginku tunjukan kepada kalian." Ucap Alesha
Saat mereka sampai ditempat yang Alesha tunjukan, membuat mereka mengerutkan kening bingung.
"Nona Muda, Benarkah ini yang ingin kau tunjukan kepada kami? Makam siapa ini?" Tanya Yi Hongli
"Makam Qiaofeng. Aku akan menceritakan detail ceritanya." Ucap Alesha dan kemudian menceritakan semua kejadian yang dialami kemarin, tetapi dia tidak bilang kalau dia adalah seorang traveller.
Melihat reaksi para pria itu yang hanya diam kebingungan harus menjawab apa dan saling melirik memberikan kode, membuat Alesha tahu mereka tidak ada yang percaya.
"Kalau kalian tidak percaya. Gali saja makam ini dan lihat sendiri." Ucap Alesha Kesal mencari batu lainnya yang bisa digunakan untuk mengeruk tanah, sebenarnya dia takut untuk membongkar kembali makam karena kemarin saja saat menguburkan dia berusaha setengah mati.
Melihat tindakan Alesha para pria itupun kaget. Huanran yang melihat itu tidak tega dengan adiknya, dan menyetujui permintaan adiknya.
"Kalian cepat keruk tanah itu!" Ucap Huanran, ketiga pria itu kaget mendengarnya karena mereka kira majikannya percaya.
Ketiga Pria itu yang tidak bisa membantah perintah tetap melakukan tugas mereka, Alesha berhenti mengeruk tanah dan membiarkan para pria itu melakukan hal tersebut.
Alesha menghampiri tepi sungai untuk mencuci tangan terduduk disana mencelupkan kedua kakinya. Menunggu dipanggil dan melihat reaksi mereka.
Beberapa menit kemudian Alesha merasakan keheningan dari arah belakang tubuhnya, menebak kalau mereka sudah selesai menggali, Alesha beranjak berdiri berniat menghampiri mereka.
Tapi yang Alesha lihat adalah mereka memandang Alesha dengan tatapan yang aneh dan berbeda/-beda, dari tatapan mereka semua menyiratkan rasa kasian, kekhawatiran, kecemasan.
Melihat ada yang yang aneh, Alesha pun terburu menghampiri melihat makam yang mereka gali dan betapa terkejutnya disana hanya terlihat baju merah milik Qiaofeng yang memiki bercak darah yang mengiring, tetapi tidak ada tubuh Qiaofeng didalamnya, padahal kemarin jelas/-jelas Alesha memakamkannya disini.
Apakah tubuh itu dimakan oleh hewan? didalam tanah hanya ada hewan kecil,kan? tetapi bisa saja ada hewan besar dibawah tanah, karena Alesha tidak mengetahui jenis hewan yang ada didunia antah berantah ini. Apakah tubuhnya melebur begitu cepat? Tetapi baru sehari ditinggalkan, ini aneh. Apakah Qiaofeng hidup kembali? Tubuhnya diambil oleh orang lain? Alesha bisa gila tinggal didunia ini lama/-lama.
Padahal Alesha memang sudah dianggap gila oleh para pria yang menatap Alesha dengan pandangan berbeda/-beda itu.
"Kemana tubuh Qiaofeng? Kalian harus percaya padaku Qiaofeng sudah mati, Aku sungguh bukan Qiaofeng." Ucap Alesha menjelaskan tetapi sepertinya tidak ada yang perlu dijelaskan lagi karena bukti sudah tidak ada.
"Cukup! Adik perempuan, Sejak kau bertemu kembali denganku, Kau terus berucap dirimu sudah mati. Apakah sebegitu inginnya kau mati? Kalau itu terjadi bagaimana denganku? Bagaimana dengan Ayah? Bagaimana dengan Kakak Pertama? Mereka sudah lama tidak bertemu denganmu dan saat waktunya kau pulang kau bilang dirimu sendiri sudah mati." Teriak Huanran memuntahkan amarah dan kekesalannya. Huanran cukup kecewa dengan tindakan adiknya. Sebenarnya apa yang terjadi pada adiknya ini? dia akan mencari tahu dengan jelas.
Alesha tersentak kaget mendengarnya. Alesha merasa dirinya kesal, sakit dan marah mendengar teriakan Huanran. Seenaknya saja membentak dan berteriak padanya bukankan perilakunya ini terkesan menindas Alesha.
Tetapi Alesha adalah gadis keras kepala dan tidak memperdulikan banyak hal, tindakan sepele seperti dibentak dan terkejut hanya bertahan beberapa saat didirinya.
Ketiga pria yang menyaksikan kejadian itu hanya terdiam dan tidak ingin terlibat oleh suasana yang cukup menegangkan, mereka hanya menatap Nona Muda Xiu seolah menyiratkan dari kedua matanya 'Nona, jangan takut. Semangat, Nona.'
Mereka hanya merasa Nona nya akan menangis karena tersudutkan dan tertekan oleh aura Tuan Muda Kedua. Nyata nya mereka salah besar karena Nona Muda Xiu masih berdiri tegak dan menatap santai dan acuh Tuan Muda Kedua.
Keberanian dan nyali yang cukup besar. Alesha tidak memperdulikan kemarahan Huanran karena dia memilih memikirkan sesuatu yang lebih penting tentang Qiaofeng.
Adiknya tidak memberi respon apapun membuat Huanran mengeram kesal.
"Cepat melanjutkan perjalanan untuk keluar dari hutan." Ucap Huanran berlalu pergi menghampiri kuda mereka yang terletak cukup jauh.
"Aku boleh minta tolong kepada kalian? Tolong tutup lagi lubang tanah ini. Dan ambilkan aku belati didalamnya." Perintah Alesha kepada ketiga pria itu
"Baik, Nona." Mereka tidak banyak bertanya, mengambil dan menyerahkan belati kepada Alesha.
Sudah menutup lagi lubang itu, mereka menghampiri Huanran. Alesha tidak ingin menaiki kuda yang sama bersama Huanran dan meminta Xiao Taoli untuk berbagi kuda dengannya.
"TaoTao, Bolehkah aku menaiki kuda itu bersamamu?" Tanya Alesha
Sebelum Xiao Taoli menjawab Huanran sudah menyela ucapannya.
"Jangan banyak permintaan, Cepat naik!." Ucap Huanran memerintah
Alesha yang mau tidak mau harus menuruti itupun akhirnya menaiki kuda yang sama dengan Huanran.
Berpikir selama perjalanan keluar hutan bagaimana dia harus hidup kedepannya. Apakah harus berpura/-pura menjadi Qiaofeng? Tetapi bagaimana Qiaofeng yang asli kembali? Atau bagaimana ada yang mengenalinya sebagai bukan Qiaofeng? dia juga tidak begitu suka memakai identitas orang lain.
Mengingat satu nama yang Qiaofeng sebut kemarin membuat Alesha penasaran siapa orang itu dan bertanya kepada Huanran.
"Gē, Apakah dikeluargamu ada orang yang bernama, Xiu Qixuan?" Tanya Alesha
Mendengar ucapan Alesha yang memanggilnya Gēgē membuat amarah dan kekesalan Huanran reda.
"Xiu Qixuan? Tidak ada, dikeluarga kita yang bernama itu. Lagipula kau Nona muda satu/-satunya keluarga jenderal besar Xiu." Ucap Huanran
Alesha yang mendengar jawaban Huanran pun kebingungan jadi Xiu Qixuan itu siapa?
"Gē, bisakah kau menjelaskan seperti apa keluargamu itu? dan siapa namamu?" Tanya Alesha
"Keluarga kita, bukan keluargaku saja! Xiu Huanran, jangan melupakannya lagi!" Ucap Huanran membenarkan ucapan Alesha.
•••••••••••••••••••••
Alesha saat berubah penampilan menjadi Nona Muda Keluarga Besar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
penasaran ini kemana hilangnya jazat xiu guenfeng
2023-06-10
2
kucing~peduli
keknya gara² benturan antara gelang dan kalung mayat qiaofeng bergabung dengan tubuh alesha
2022-11-29
0
cyla
Qixuan
2022-08-27
0