Siang hari menuju petang, Alesha baru menyelesaikan ritual mandi/-nya. Sekarang hari libur tetapi dia sendirian dirumah Bibi Liu.
Dengan segala tingkah gabutnya karena ponsel yang selalu menemani/-nya sedang di charger. Alesha memutuskan untuk beberes rumah dan mencuci baju.
Mengambil pakaian kotor dari keranjang, memasukan pakaian tersebut kedalam mesin cuci.
Sembari menunggu pakaian yang sedang di cuci, Alesha kedapur untuk mengambil beberapa cemilan.
Beberapa Menit Kemudian, Pakaian sudah selesai di cuci. Alesha menuju mesin cuci yang terlihat sama seperti mesin cuci pada umumnya dirumah kalian.
Berniat memindahkan pakaian ke mesin pengering, tangan Alesha terhenti karena melihat tombol berwarna kuning mengkerlip.
'Apa ini?' Pikir Alesha, dengan tidak ada niat sedikitpun tangan Alesha menekan tombol tersebut.
'Waaakkkhhhhhh......... ' Teriak Alesha Keras tetapi lama kelamaan suara itu semakin jauh dan menghilang. Hening. Lenggang.
Alesha menghilang, dia tersedot sesuatu saat menekan tombol tersebut.
Alesha memejamkan matanya, tubuhnya terasa remuk redam, Apakah dia mati tersetrum? Meratapi nasibnya yang belum melakukan banyak hal menyenangkan di bumi ini, belum sepenuhnya menikmati hidup.
Hembusan angin menerpa wajah Alesha, membuka sedikit demi sedikit matanya, dia melihat langit dan awan, tubuhnya terasa seperti melayang dan bersiap terjatuh.
Menolehkan wajahnya dia terbelak melihat hamparan hijau dengan pohon/-pohon lebat dibawah.
Ingin sekali berteriak tapi tenggorokannya tercekat. Berharap ini cuman mimpi terjatuh yang sering kali dia alami. Tetapi entah mengapa terasa nyata.
Mencoba untuk tenang, berpikir mencari cara agar terjatuh tetapi tetap hidup.
Saat menatap pohon dibawahnya ide cerdas tapi cukup nekat untuk manusia zaman modern, bergelantungan di dahan pohon adalah salah satu cara agar badannya tidak remuk karena jatuh entah dari ketinggian berapa kaki dari atas langit.
Jantung Alesha berdebar kencang, sedikit lagi dirinya terjatuh dan melaksanakan aksi nekatnya itu.
'1. 2. 3. ' Hitung Alesha dalam hati bersiap.
Menelentangkan tangannya mencoba meraih dahan pohon.
'Haappp'
Berhasil meraih salah satu dahan pohon, tubuh Alesha tergelantung dengan nafas yang tidak beraturan.
Alesha mencoba membuat nafasnya stabil tetapi tangannya yang memegang dahan pohon lemas dan tidak kuat lagi menahan tubuhnya.
Tidak bisa begini terus semua anggota tubuhnya sudah lemas karena terkejut dengan kejadian yang dia alami.
Menundukan wajahnya untuk melihat kebawah, Tinggi dahan pohon ini dengan tanah tidak terlalu jauh tetapi tetap saja tinggi, bagaimana kalo jatuh dari pohon ini walaupun tidak mati tetapi ia menjadi lumpuh?
Kedua tangannya tidak bisa menopang lagi tubuhnya, dia terjatuh lagi. Entah nasib sial apa yang menimpa/-nya!
Alesha memejamkan matanya.
'Brukkk' Suara terjatuh
Alesha pingsan dengan posisi absurd. Tubuhnya tidak ada yang terluka, tetapi ia pingsan karena mentalnya terkejut. Entah bagaimana tanah tempat dia terjatuh menjadi lembut tidak seperti tanah disekitarnya yang lain.
------------
Alesha membuka perlahan kedua matanya, disambut dengan terik nya matahari diatas kepala yang menandakan bawah waktu sekitar jam 12 siang, berbeda dengan waktu ditempatnya tinggal, atau dia sudah pingsan sehari semalam membuat waktu berganti hari.
Entahlah, Alesha tidak ingin memikirkan itu, yang paling penting dia sekarang ada dimana?
Kepalanya pening, badan serasa remuk redam walaupun tidak seperti sebelumnya.
Mendudukan dirinya dan menatap sekitar hanya terlihat pepohonan lebat, daun kering yang berjatuhan dari dahannya dan beberapa serangga kecil.
Sebentar! Alesha merasa ada yang janggal, meraba wajahnya dengan tangan menuju bagian mata. Dia adalah gadis yang harus memakai kacamata, kalau tidak memakai kacamata dia tidak akan bisa melihat jelas seperti sekarang.
Holla! Alesha terkejut karena tidak memakai kacamata tetapi penglihatannya seperti mata orang normal yang melihat jelas malah sangat jelas dan tajam.
Mengusap/-usap kedua matanya, memejamkan dan membuka lagi tetap sama jelasnya.
Saat angin menerpa wajahnya, Rambut hitamnya yang tegerai pun berkibar, dan menambah rasa terkejutnya karena rambut pendeknya memanjang sepanjang pinggang begitu lebat dan halus.
Alesha begitu kebingungan, Dia masih memakai Kaos pendek dan Hotpants yang tadi dia pakai saat hendak mencuci pakaian, ini masih tubuhnya tetapi kenapa berubah drastis.
Memperhatikan tangannya yang menjadi lentik dan panjang, bertanya/-tanya kemana perginya lemak gorengan yang selalu dia makan.
Tubuhnya menjadi lebih ramping dan kecil, berubah drastis dari dirinya yang memiliki tubuh berisi.
Walaupun kulitnya tidak berubah banyak masih khas wanita Asia Tenggara yang memiliki kulit kuning langsat atau sawo matang. Alesha memiliki kulit kuning langsat dan lebih berkilau sekarang.
Seperti tubuh yang mengalami pembaruan, apakah rasa remuk redam saat tersedot kedalam mesin cuci itu adalah karena memperbarui bentuk tubuhnya?
"Pasti ini mimpi." Gumam Alesha.
'Plakk' Menampar keras pipinya
"Aduhh!!" Ringis Alesha
"Bukan mimpi yaa? Ini dimana?" Gumam Alesha.
"Semuanya pohon----tidak ada orang untuk tempat bertanya! Setidaknya kalau memang perjalanan waktu atau dimensi seperti di drama dan novel harusnya didalam istana atau kediaman keluarga besar! Semuanya salah mesin cuci aneh itu, Membuatku merasakan kegilaan ini! Awas saja akanku jual kalau sudah pulang kerumah Bibi." Keluh Alesha
Haruskah dia berdiam diri seperti ini terus sampai ada orang yang menemukannya? Atau jalan tidak menentu arah dan berisiko ketemu binatang buas?
Bukan Alesha namanya kalau tidak berani mengambil resiko. Dia memutuskan berjalan dan mencari manusia atau pemukiman didalam hutan ini.
Berjalan didalam hutan dan sesekali menemukan ilalang rumput yang tinggi. Dia hanya memakai hotpants dan kaos lengan pendek membuatnya tidak nyaman karena beberapa kali tergores, kedua kakinya juga tidak memakai alas membuatnya memperlambat langkah kakinya.
Satu jam sudah sejak dia menyusuri hutan antah berantah ini, mensyukuri keadaan yang hanya bertemu hewan liar dan tidak buas diperjalanannya.
Tetapi Alesha yakin kalau saat malam datang para binatang buas dihutan ini pasti akan muncul, membuatnya tetap harus menyusuri hutan ini agar tidak bermalaman dan bertemu bintangan buas.
Menyesali keadaan sekarang karena tidak pernah mau ikut camping/PERSAMI saat disekolah dulu dan tidak pernah ikut organisasi yang berhubungan dengan alam.
Dengan hanya berbekal ilmu yang dia liat di internet dan dia nonton di salah satu platfrom saat sedang random dan bosan. Mampukah dia bertahan keluar dari hutan ini? dan mengetahui sebenarnya apa yang terjadi?
Banyak nyamuk dihutan ini yang membuat Alesha kesal setengah mati karena kaki jenjangnya di gigit para nyamuk itu.
Memberhentikan langkahnya karena lelah dan lapar. Alesha menundukan tubuhnya menepuk kakinya saat seekor nyamuk hinggap.
Mengedarkan pandangannya keatas pohon untuk melihat apakah ada buah yang bisa dia makan.
Tetapi sepertinya tidak ada buah yang bisa dia makan.
Gerombolan burung terbang diatas kepala nya. Alesha mengikuti arah rombongan burung tersebut, karena katanya kalau kau tersesat dihutan dan ingin menemukan sumber air ikutilah arah kemana burung pergi, disana akan kau temukan sumber air.
'Mari kita buktikan apakah imformasi itu benar.' Pikir Alesha
Melangkahkan kakinya cepat menyusul rombongan burung yang sudah terbang jauh.
Beberapa menit kemudian terdengar suara air mengalir dan terlihat dari kejauhan sungai jernih didepan sana.
"Ternyata benar, tidak sia/-sia aku menonton video informasi itu." Ucap Alesha senang.
Buru/-buru Alesha berlari saking bahagianya.
Mencelupkan kedua kakinya yang terasa gatal ke air sungai. Membuat suasana hati Alesha lebih baik dari sebelumnya.
Menggulung rambut panjangnya menjadi sanggul walaupun terlihat berantakan, setidaknya mengurangi rasa panas di tubuhnya karena terik matihari dan berjalan kaki menyusuri hutan.
Menundukan tubuhnya untuk membasuh wajahnya dengan air sungai tersebut.
Menepuk/-nepuk wajahnya dan meminum air sungai, secara tidak sengaja dia melihat pantulan wajahnya dari air.
Wajahnya masih tetap sama dengan kedua pipi yang berisi, kedua mata yang tidak kecil maupun lebar, hidung yang kecil, alis hitamnya yang rapih, bulu mata yang terlihat lebih lentik dari sebelumnya. Hanya saja telihat lebih bersih dan menawan, entah apakah wajahnya termasuk ikut berubah?
Sebuah suara langkah kaki orang berlari kearahnya tedengar, buru/-buru Alesha berdiri dan membalikan tubuh nya.
Alesha membelakan kedua matanya dan menutup mulut dengan tangannya, melihat seseorang yang berlari teratih itu.
Orang ituu.....
•••••••••••••••••••••••
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
x ini travel nya lain dr yg lain...kereeennn
2023-06-10
0
Henie Nie
kenapa untuk pengulangan kata pake tanda garing si thor ( / )
2022-11-05
0
ArbaIy ArbaIy
law mesin cuci nya di jual ,, bisa nego kan thorrr haaaaha
2021-08-16
1