Alesha membelakan kedua matanya dan menutup mulut dengan tangannya, melihat seseorang yang berlari teratih itu.
Orang ituu.....
-----------
Gadis dengan pakaian kuno yang tadi berlari dengan langkah teratih/-atih berdiri beberapa langkah didepannya.
Wajah gadis itu terlihat pucat dan kelelahan, saat pertama melihat Alesha dia menampilkan ekspresi terkejut, tetapi ekspresi itu hanya bertahan beberapa detik dan digantikan dengan ekspresi penuh kelegaan.
Alesha dan Gadis itu bertatapan dan saling terdiam.
Wajah gadis itu mirip sekali dengan dirinya walaupun dibeberapa hal mereka terlihat berbeda, seperti kulit gadis itu yang putih bak mutiara dan tubuhnya yang entah mengapa lebih berisi daripada tubuh Alesha yang bertransformasi menjadi lebih ramping dan kecil.
Itu membuat Alesha terkejut melihat pantulan wajahnya berdiri didepan dirinya.
"Kamu siapa? Wajahmu kenapa begitu mirip denganku?" Tanya Alesha lebih dulu membuka suara.
Tunggu! Alesha menutup lagi mulutnya dengan tangannya, Bahasa apa yang tadi dia gunakan? Sejak kapan dia mempelajari bahasa ini? Dia tidak pernah mendengar bahasa seperti ini sebelumnya? Apakah Bahasa ini seperti bahasa kuno yang hilang dari peradaban?
Gadis itu hanya diam mendengar pertanyaan Alesha, tentu dia mengerti ucapan Alesha.
Tetapi entah mengapa dia hanya menatap dalam wajah Alesha.
Alesha yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri pun kembali fokus dengan hal didepannya.
"Kamu bisa berbicara tidak? Kamu mengerti ucapanku? Kalau kamu tidak mengerti aku juga tidak mengerti. Ini bukan bahasa yang kupelajari, begitu saja keluar dari mulutku, sangat aneh. Oh iya kenapa pakaianmu seperti itu? lagi syuting drama disini? Aktor utama nya siapa? Xiao Zhan, Cheng Yi, Li Hongyi, atau Wang Yibo?" Cerocos Alesha tidak menentu arah karena melihat gadis itu hanya terdiam kaku membuatnya sedikit mengubah suasana menjadi lebih santai agar gadis itu menjawab pertanyaannya.
Gadis itu tersenyum, Alesha yang melihatnya pun senang karena caranya berhasil, Apakah mungkin gadis itu mengenal semua aktor yang dia sebutkan tadi?
"Aku mengerti ucapanmu. Akhirnya bertemu denganmu, sayangnya di waktu yang tidak tepat." Ucap Gadis itu
Alesha melihat pancaran kesedihan di raut wajah gadis itu.
Sebelum Alesha lanjut bertanya, suara langkah kaki yang terdengar lebih berat dari sebelumnya mendekat kearah mereka.
Gadis itu terlihat panik, dia berlari cepat kearah Alesha dan mendorong tubuh Alesha ke sungai.
"Byuurr..." Suara Tubuh terjatuh kedalam air.
Alesha yang belum siap pun tenggelam meminum banyak air. Merutuki tindakan kejam gadis itu dengan kata/-kata kasar.
Beruntungnya Alesha bisa berenang walaupun tidak pro, tetapi dia tahu caranya berenang.
Dengan mencoba tenang dan mencoba mengendalikan situasi dengan stabil, tubuhnya yang terseret arus sungai pun terhenti saat dia meraih batu besar menjadi tumpuan nya agar tidak terseret jauh dan segera kembali ke permukaan.
Wajahnya keluar dari permukaan air, saat ingin naik ke batu besar itu untuk kembali ke permukaan, Alesha melihat gadis itu hendak terjatuh juga ke sungai saat belati menancap di dada kirinya, yang menancapkan belati tersebut adalah seorang pria berpakaian hitam dengan wajah ditutup seperti pembunuh bayaran di drama yang sering Alesha lihat.
Melihat situasi didepan matanya tubuh Alesha menegang, Jelas saja ini kejadian nyata berbeda dari drama yang hanya dilihat dilayar ponsel.
Alesha akhirnya mengerti kenapa gadis itu mendorongnya kesungai, bersyukur karena gadis itu melakukan hal tersebut.
Saat terjatuh kesungai kemungkinan Alesha hidup lebih besar daripada harus bertemu pembunuh dengan wajah mereka berdua yang mirip, karena kalau sampai Alesha terlihat pembunuh itu, Alesha juga ikut terbunuh saat dia tidak tahu apapun mengenai semua kejadian yang menimpa nya.
"Byuurrr" Suara tubuh yang terjatuh ke air sungai.
Tubuh gadis itu tenggelam dan terseret arus sungai, Pembunuh bayaran itu yang melihat kejadian tersebut langsung pergi karena sudah menyelesaikan tugas yang diberikan atasannya.
Alesha yang sudah sepenuhnya sadar akan situasi melihat kalau pembunuh sudah pergi berniat meraih tubuh gadis yang mirip dengan dirinya.
Dengan mengandalkan kemampuan dirinya didalam air sungai dia menyelam dan berenang kearah gadis berbaju kuno---warna merah dibaju tersebut membantu penglihatan Alesha didalam air agar lebih cepat menemukannya.
"Haaapp" Alesha menangkap gadis tersebut dan membawanya muncul kepermukaaan air.
Saat kepala mereka muncul Alesha langsung mengambil napas sebanyak mungkin.
Menoleh kearah gadis disebelahnya dia terlihat masih sadar dengan mata yang berkedip.
Dengan cepat Alesha membawanya kepermukaan dan menidurkan tubuh gadis itu diatas batu besar.
Saat melihat belati yang menancap itu Alesha meringis dan tidak tahu harus berbuat apa.
Gadis itu menatap Alesha dan sedikit tersenyum melihat wajah Alesha yang kebingungan.
Alesha yang melihat ekspresi gadis itupun ingin memaki nya, masih sempat/-sempatnya tersenyum disituasi dia sendiri sedang kritis.
Gadis itu mengangkat lengannya mencoba meraih sesuatu, Alesha yang melihat itupun reflek menggenggam lengan gadis itu dengan kedua lengannya.
Melihat lengan Alesha yang memakai Gelang Giok Biru, Gadis itu seperti teringat sesuatu, dan mencoba untuk berbicara.
"Ambil...Kalung..Giok...Ku" Ucap Gadis itu terbata/-bata
Alesha yang mendengarpun awalnya kebingungan tetapi saat sinar matahari sedikit memantulkan cahaya dari kalung bergiok putih dileher gadis tersebut membuatnya cepat mengerti.
Dengan cepat melepaskan kalung tersebut dan hendak menyerahkannya kepada Gadis yang sedang kritis dihadapannya.
"Untuk..mu..Aku...sudah...menunggu...mu...sejak...Sepuluh...Tahun...yang...lalu...sayangnya...tidak...bisa...mengenal..mu...lebih...lama...Saudari." Ucap Gadis Itu terengah-engah dengan napasnya yang hampir habis, Alesha sama sekali tidak mengerti maksud ucapannya.
"Xiu...Qixuan..." Ucap Gadis itu mencoba meraih dan mengelus wajah Alesha.
Merasa gadis ini sedang membayangkan seseorang terdekatnya yang Alesha tidak tahu, membuat Alesha membiarkan gadis itu melakukan hal yang dia ingin didetik terakhirnya.
Alesha ingin menolongnya tetapi dia tidak punya pengetahuan dibidang kedokteran dan juga saat ini mereka sedang berada di hutan tidak ada tabib disekitar sini. Tabib biasanya mencari tanaman obat di gunung, kan?
"Aku tidak bisa melakukan apapun untuk menolongmu, karena aku tidak mengerti. Apakah kamu bisa bertahan dan menunjukanku jalan terdekat keluar atau menemukan pemukiman untuk mencari tabib?" Tanya Alesha
"Tidak...Perlu..." Ucap Gadis itu menutup matanya
Karena memang benar tidak perlu, luka yang diakibatkan belati tersebut tepat mengenai jantungnya.
Alesha yang melihat itupun panik tanpa sadar matanya berkaca/-kaca, Gadis ini sungguh kasian sekali.
Mencoba untuk membuat gadis itu tetap sadar sedikit lebih lama, Alesha menanyakan beberapa hal.
"Namamu? kau umur berapa? Tinggal dimana?" Tanya Alesha, pertanyaan yang sangat tidak tepat disaat seseorang sedang sekarat.
"Xiu...Qiaofeng....15tahun...Aku---" Sebelum menyelesaikan ucapannya gadis itu menghembuskan napas terakhirnya.
Alesha menangis tanpa sadar, masih begitu muda, meninggal sendirian disini tanpa keluarga dan kerabatnya yang tahu bahwa anak atau adik mereka telah tiada. Alesha juga menangisi dirinya sendiri karena kebingungan harus memakamkan gadis ini sendirian.
•••••••••••••••
Xiu Qiaofeng
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
Siti Arbainah
Bibinya Alisha kyanya jga dr dimensi yg sama kya Xiu Qiaofeng ya
2023-04-07
0
Iyan Anderson
ninggalin jejak dl.tetib mata gua berkaca2..
2022-11-19
0
Ailsa Nabilah
Wang yibo 🤍🤍
2022-02-20
0